
Setelah tidak berhasil menemukan anak-anaknya, akhirnya Podin yang sudah melompat ke perahu yang mau berjalan itu, Podin pun masuk ke pulau berhala sendirian. Tanpa membawa anak anak-anaknya. Tentu ada rasa kecewa pagi Podin, karena ia tidak bakal mampu mempersembahkan anak-anaknya kepada penguasa Pulau Berhala. Ya, persembahan itu pun akhirnya gagal, tidak bisa dilaksanakan oleh Podin. Padahal malam itu adalah malam yang ditunggu-tunggu, yaitu malam bulan purnama, di mana nantinya pada saat bulan purnama berada tepat di tengah-tengah, tepat di atas Pulau Berhala, seharusnya Podin menyerahkan persembahan. Podin gagal untuk memenuhi syarat yang sudah diminta oleh penguasa Pulau Berhala itu.
Namun karena ia sudah masuk ke pulau itu, maka ia pun tetap melanjutkan melangkahkan kakinya setelah turun dari perahu. Podin langsung berjalan menuju ke jalan yang biasa ia lalui. Jalan setapak yang halus dan mulus tersebut. Tetapi ada yang terlihat berbeda ketika Podin melintas di tempat itu saat bulan purnama. Ya, jalan yang ia lintasi dulu-dulu, tentunya sangat berbeda dengan saat ini. Jika dulu, Podin melintas dan melihat kepala-kepala yang berkelimpangan di atas jalan itu, namun pada malam itu, saat bulan purnama muncul dari langit timur, pada saat bulan itu memancarkan sinar kemasan dari langit timur, semuanya berubah, semuanya berbeda, semuanya lain daripada hari-hari sebelum. Ya, Pulau Berhala itu sudah disulap menjadi sebuah tempat yang penuh dengan keindahan. Pulau Berhala itu seakan sudah diubah menjadi tempat yang penuh dengan kemewahan. Pulau Berhala itu seakan sudah berubah menjadi tempat hiburan yang paling menyenangkan, bahkan di Jakarta pun tidak ada tempat yang indah seperti ini.
Podin yang menyaksikan keadaan Pulau Berhala itu merasa bahwa pulau itu benar-benar sudah berubah, benar-benar sudah berbeda. Tempat itu sangat rapi dan penuh dengan gemerlap lampu-lampu yang bersinar terang, dengan hiasan-hiasan yang sangat indah dan menawan. Rupanya, malam bulan purnama benar-benar merubah Pulau Berhala menjadi sebuah tempat wisata dengan hiburan yang paling menyenangkan. Tempat wisata yang penuh dengan gemerlap lampu. Tempat wisata yang penuh dengan hiasan-hiasan yang indah dan menawan. Dan tentunya, para wisatawan yang berdatangan ke tempat itu pasti akan senang menyaksikan semuanya itu.
Podin heran, kenapa tempat yang dulunya sempat menakutkan dirinya, tempat yang dulu pernah ia saksikan ada tumpukan mayat-mayat bergelimpangan tanpa kepala, tempat yang dulunya jalannya dipenuhi dengan kepala-kepala manusia yang menggelinding di sanasini. Tetapi kali ini, tempat itu seakan-akan benar-benar disulap menjadi objek wisata yang paling menarik di dunia.
Podin mulai ragu melangkahkan kakinya menuju ke tengah Pulau Berhala tersebut. Ya, pulau yang dulu pertama kali saat ia datang, ia menyaksikan sebuah istana yang sangat terang benderang sebuah istana yang sangat megah ini, malam itu istana yang indah itu kembali muncul dan kembali terlihat oleh mata Podin. Tentu Podin tidak percaya hal itu. Namun kenyataannya, seperti pada pertama kali ia datang, ia menyaksikan istana yang lebih indah dan lebih megah.
Bahkan Podin, di malam purnama itu, Pudin tidak sekedar menyaksikan istana yang lebih indah dan lebih megah, tetapi istana itu terlihat lebih besar. Istana di Pulau Berhala itu terlihat sangat luar biasa. Tidak sekedar megah bangunannya, tetapi juga ornamen-ornamennya yang sangat indah dan menarik. Bahkan di halaman istana itu terdapat lampu-lampu tanman yang terang. Sehingga istana yang megah dengan lampu yang gemerlap dan sangat terang benderang itu sudah terlihat dari kejauhan, sudah terlihat pada saat Podin menginjakkan kakinya memasuki pulau itu. Bahkan saat Podin melangkahkan kaki melintasi jalan kecil dengan hiasan lampu-lampu di kanan dan kirinya.
__ADS_1
yang dulu ia pernah menyaksikan kepala-kepala menggelinding di sana Ini jalanan itu akan terbuat dari batu marmer yang sangat indah batu marmer yang bisa memancarkan sinar dari dalam serta di kanan kiri jalan itu seakan-akan berdiri tiang-tiang yang terdapat lampu-lampu hias dan lampu-lampu hias yang ada di pinggir jalan itu menyala Indah seakan lampu taman yang sangat gemerlap yang sangat indah dan sangat mengasyikkan pelanggan tanpa ragu ia melenggang santai yang tentunya dia sudah paham bahwa dirinya akan sampai di depan istana yang pegal tersebut tidak Berapa lama kemudian pun sudah sampai di depan istana dan di sana yang jauh berbeda dengan beberapa kali Ia datang ke tempat itu ya suasana di depan Istana itu seakan berubah sebuah halaman besar halaman yang dipenuhi dengan lampu-lampu taman halaman yang sangat halus dan bersih halaman istana itu silakan terbuat dari batu marmer yang ditata indah bahkan di halaman itu sudah ada lampu-lampu hias yang menyorot ke berbagai berbagai penjuru lampu warna-warni yang indah dan menawan namun satu hal lagi yang membuat puding kaget adalah suara musik yang terdengar di telinganya ya dari halaman istana itu sudah terdengar katanya Irama irama musik namun tentu bagi telinga putih Irama musik itu agak aneh namun bagipun yang hidupnya di Jakarta di dunia hiburan yang hidupnya bersumber dari hiburan karaoke tentu dia tidak kaget dengan musik-musik dari jenis apapun yang menerima suara musik itu di telinganya Tentu enak-enak saja tidak ada yang merasa mengganggu telinganya bahkan mulai berciungkrak mulai bergoyang mulai berjoget saat mendengarkan musik yang mendengung Di pelataran istana tersebut Namun ada aneh lagi yang baru dijumpai oleh Boden saat masuk ke dalam istana itu ya di halaman istana itu ternyata tidak hanya puding sendiri yang datang ke tempat itu ternyata di halaman istana itu sudah banyak orang sudah ada orang-orang yang berjoget sudah ada orang-orang yang bertendang mengikuti irama musik yang diperdengarkan di istana itu ya akhirnya Udin diseret oleh salah seorang yang berjoget di sana yang menghampiri dirinya yang baru datang
Ayo kemarilah .... kita berdansa bersama begitu kata orang itu yang langsung menyeret tangan model untuk diajak berjoget bersama model lantas menurut saja atas kerjaan laki-laki yang tidak dikenalnya itu tetapi yang jelas mungkin sudah mulai menerka bahwa orang itu tentu Salah satu bagian dari yang juga akan mengikuti acara persembahan untuk meminta harta kekayaan dari penguasa Pulau Berhala maka tiba-tiba handphone menyelebu bertanya kepada orang itu bapak datang ke sini sudah berapa kali hanya putih yang tentu ingin tahu yang sudah dilakukan oleh orang yang mengajaknya berjoget oleh orang yang sudah menyeretnya untuk berdendang bersama Jangan tanya itu jawab orang itu yang tentu tidak mau diketahui rahasianya akhirnya tidak berani menanyakan hal yang sekiranya menyangkut rahasia pribadi orang lain ya Dan teringat waktu itu ada laki-laki yang mengajaknya membakar Tuba dan menyebar kembang kiriman laki-laki itu pun mengatakan Udin tidak boleh menanyakan urusan orang lain maka kali ini ketika ia ditegur kembali oleh orang yang mengajaknya berjoget di depan Istana itu sebutin pun Diam tidak bisa menjawab tidak bisa berkata apa-apa lagi ya sudah malu karena ditegur dua kali oleh orang yang sama-sama datang ke Pulau Berhala memang itu adalah rahasia yang tidak boleh diketahui oleh orang lain bahkan orang lain pun pasti tidak akan menanyakan Rahasianya Putih saat ini maka Kabupaten hanya mengikuti alunan musik itu mengikuti ajaran orang itu untuk berjoget tentu sambil mengamati di sekitarnya sambil melihat di sekelilingnya dan yang jelas untuk ingin tahu seperti apa yang dilakukan oleh orang-orang yang malam itu berada di depan Istana itu
waktu pun terus berjalan hingga tanpa terasa tengah malam mulai tiba rembulan yang bersinar penuh dengan wajah yang bulat bundar oleh menyorotkan sinarnya tepat berada di atas istana yang megah itu dan istana yang terkenal oleh Sinar Bulan Purnama itu warnanya berubah semakin indah semakin terang semakin gemerlap dan semakin menawan istana Pulau Berhala yang kini menjadi istana yang paling megah yang pernah dilihat oleh orang-orang di dunia istana itu seakan-akan memang ada di Dunia Fantasi seakan-akan istana itu hanya istana yang ada di dongeng anak-anak istana itu hanya merupakan cerita-cerita fiksi yang belum diketahui kebenarannya namun malam itu benar-benar menyaksikan istana yang sangat-sangat luar biasa Bukan masalah berubahnya istana itu yang menjadi kekaguman putih tetapi saat bulan berada tepat di atas itu tiba-tiba saja suasana berubah menjadi biru orang-orang berlarian kesana kemari orang-orang mencari tempat-tempat tertentu untuk berbunyi bukan bersembunyi melainkan mencari tempat untuk menyaksikan sesuatu yang akan terjadi seakan-akan orang-orang yang tadi bersenang-senangi orang-orang yang telah diperjoget-joget itu berubah menjadi bagus dan berubah menjadi menghindar dari tempat istana itu berlari ikut menjauhi halaman istana tersebut ikut bersama dengan orang-orang yang tadinya mengajak ia berjoget
ternyata memang orang-orang pergi untuk mencari tempat yang agak terlindung dan tidak terlihat dari halaman istana yang sangat luas itu beberapa saat kemudian ada pembawa kerajaan dengan mengenakan pakaian khas pakaian adat layaknya seorang pegawai Keraton dia hanya mengenakan pakaian yang menutup syahwatnya saja membawa istana itu membawa semacam batu besar yang dikelodongan ke Tengah halaman istana batu besar itu bagian atasnya sangat datar dan halus yaitu batu besar yang menyerupai sebuah meja memang benar batu itu adalah batu yang dijadikan meja untuk persembahan bagi yang berhala penguasa Pulau Berhala itu adalah batu kisaran yang akan dipakai untuk acara persembahan yang akan dilakukan dan benar sebentar kemudian ada seorang laki-laki tua dengan tubuh ke kanan besar sangat tampan dan sangat terlihat bahwa ia adalah orang kaya dari perawakan dan dari pakaian yang dikenakannya jelas Ia adalah orang yang berada laki-laki itu membawa seorang bocah kecil berusia sekitar 2 tahun anak Indonesia mendekat ke tengah pelataran istana mendekat ke Batu yang akan digunakan untuk mempersembahkan korban kepada berhala ya anak itu sudah diikat tangannya oleh laki-laki yang sangat keren itu anak laki-laki kecil itu diangkatnya dan ditaruh di atas batu kisaran itu dan dalam waktu Sekejap laki-laki itu mengambil sembilan pisau belati laki-laki itu sudah bersiap untuk menancapkan Pisau belatinya ke atas leher anak kecil yang sudah tak berdaya yang digeletakkan di atas batu persembahan tersebut
terdengar suara dari orang-orang yang ada di sekeliling halaman pelataran itu
dan tiba-tiba
__ADS_1
"crakg....!!! " pisau belati itu sudah menanjak pada leher anak kecil yang berkelempar di atas batu persembahan tersebut
"aaaach..... "
suara cerita anak itu ya itu merintih kesakitan karena lehernya sudah ditebas dengan pisau belati oleh laki-laki yang kaya raya itu bersamaan dengan itu tiba-tiba saja
"krincing.... cring... cring.... "
terdengar suara Gemerincing logam-logam yang berjatuhan dari atas batu persembahan itu ya itu adalah uang-uang logam yang terbuat dari emas perhiasan perhiasan yang berjatuhan dari batu persembahan tempat orang itu memotong leher dari anak yang ditangkap dengan pisau belati tersebut ya dari persembahan itu keluar banyak sekali emas permata dua orang longgawah Istana itu datang membawa peti harta karun Lantas peti harta karun yang terbuka menutupnya itu Lantas dua orang yang membawa peti harta karun itu selanjutnya mengusung mengambil koin-koin emas perhiasan-perhiasan emas permata yang kemudian dimasukkan ke dalam peti itu yah kucuran dari darah yang mengalir dari batu besar yang dijadikan sebagai tempat persembahan yang dijadikan untuk memotong kepala bocah kecil itu Darah yang menggusur darah yang mengalir darah yang menetes berubah menjadi perhiasan dan Permata yang sangat banyak jumlahnya tentu itu adalah hal gaib yang baru dilihat oleh n Udin menyaksikan semua itu dengan mata terbelahlah ya berarti memang benar apa yang dikatakan oleh ular raksasa yang menyuruhnya untuk mengorbankan anak-anaknya itu artinya bahwa pengorbanan itulah yang akan berubah menjadi emas permata uang dan perhiasan yang sangat banyak jumlahnya ya kalau satu orang saja yang dikorbankan sudah menghasilkan Intan Permata serta berbagai macam perhiasan dan uang-uang dari logam emas jumlahnya satu peti lebih Bagaimana kalau misalnya itu yang dikorbankan dua anak tiga anak empat anak pasti hasilnya akan sangat banyak sekali ya tentu Udin akan menjadi orang yang kaya raya dengan Intan Permata serta berbagai perhiasan dan ruang-ruang dari emas yang terus mengucur terus mengalir dari batu yang digunakan untuk persembahan itu namun waktu terus berjalan berganti-ganti orang yang datang ke tempat batu persembahan itu dan semuanya mengorbankan anak-anak mengorbankan bocah kecil yang belum berdosa dan tentu hasil pengorbanan itu kucuran-kucuran darah yang mengalir dari batu persembahan itulah yang di sana akan menghasilkan harta kekayaan yang tidak terhitung jumlahnya pasti Udin yang menyaksikan peristiwa itu dia hanya bisa Melong karena di malam itu putih tidak membawa siapa-siapa mungkin tidak membawa anaknya anaknya yang telah dia aja sudah hilang entah ke mana dan malam itu pastinya putih hanya bisa menyaksikan saja tanpa bisa mendapatkan apa-apa tanpa bisa mengorbankan apa-apa yang tentunya nanti pulang tidak akan membawa apa-apa ya itulah nasi putih pada malam purnama itu dia tidak berhasil membawa pulang harta karun dan kekayaan yang tentunya sangat diharapkan ya Itu semuanya sia-sia saat Boden datang ke tempat istana
rembulan sudah bergeser posisinya arahnya sudah ke arah barat ya rembulan itu sudah melintasi karya seni rembulan itu sudah turun dari. dari titik Zenit ya acara pesta persembahan malam itu pun berakhir setiap orang yang mempersembahkan dengan memenggal leher kepala anak-anaknya sudah berlalu acara yang sangat miris sangat menakutkan dan tentu membuat hati Udin menjadi tidak tega melihatnya yang tentu membuat Boden menjadi berpikir kembali untuk datang ke tempat itu mempersembahkan anak-anaknya di Batu altar tempat persembahan itu ya mereka kemudian berangsur pulang menuju tempat masing-masing mereka kembali menuju pantai mereka kembali akan pulang ke rumah masing-masing dan tentunya semua orang yang berdatangan ke Pulau Berhala itu yang berdatangan ke istana itu mereka semuanya membawa peti harta karun kecuali Udin yang tidak membawa apa-apa tangannya kosong hampa tanpa memperoleh apa apa. Kedatangannya sangat sia-sia.
__ADS_1