
Podin sudah membuka banyak usaha. Ya, seperti yang disampaikan oleh istrinya, Podin akhirnya membuka tempat-tempat usaha. Ada usaha fotocopy dan penjilidan di dekat kampus, ada usaha rumah makan, ada usaha jualan mebel, ada juga usaha servis motor, servis mobil, jualan onderdil. Sangat banyak usaha yang dibuka oleh Podin. Dan kenyataannya, usaha-usaha yang dibuka oleh Podin itu sangat laris. Ya, karena Podin yang didukung oleh istrinya berusaha membuat usahanya itu bisa memberikan harga yang lebih murah bila dibandingkan dengan toko-toko yang lain. Dan pastinya para pelanggan yang tahu perbandingan harga dan kualitas, pasti akan memilih toko atau tempat usaha milik Podin.
Podin memang sudah menyerahkan pengelolaan usahanya kepada orang-orang yang dipercaya. Salah satu diantaranya adalah remaja laki-laki yang dulu membantu di toko sembako, yang tidak lain adalah tetangganya sendiri. Demikian juga dengan tempat-tempat usaha yang lain, yang juga dipercayakan kepada beberapa remaja tetangganya. Ya, setidaknya Podin memberi pekerjaan kepada tetangga-tetangganya, dan setidaknya Podin sudah membantu, sudah menolong remaja di kampungnya yang masih menganggur, yang tidak bekerja. Dan tentunya hal itu membuat orang-orang, para tetangga di kampungnya pun menjadi senang terhadap Podin. Ya, Podin dianggap sebagai orang yang baik, orang yang dermawan, orang yang suka menolong orang lain, Podin adalah orang yang tahu dengan kesusahan tetangganya.
Yang jelas, kini Podin sudah menjadi orang sukses. Podin sudah menjadi pengusaha yang kaya raya. Podin sudah menjadi seorang wirausahawan yang memiliki banyak usaha yang tersebar di berbagai wilayah. Dan tentunya, Podin menjadi terkenal di kalangan masyarakat, karena Podin sudah menjadi salah satu diantara jajaran orang-orang kaya yang terkenal di daerahnya.
Namun seiring dengan berjalannya waktu, ada peristiwa lain yang kali ini mengganggu ketentraman hidupnya, mengganggu kenyamanan Podin, mengganggu kehidupannya, mengganggu ketenangannya. Podin yang sudah sukses, Podin yang sudah menjadi pengusaha dengan banyak tempat-tempat usaha, Podin yang sudah memiliki banyak karyawan ini, ia terusik oleh datangnya mimpi-mimpi buruk yang selalu menghantui di dalam tidurnya. Ya, Podin selalu bermimpi didatangi algojo-algojo yang pernah ia lihat di istana Pulau Berhala.
"Ada apa, Pah ...?" tanya Cik Melan pada suaminya yang tergagap bangun dari tidurnya, dan terlihat ketakutan.
"Tidak apa-apa, Mah .... Hanya mimpi ...." sahut Podin yang masih duduk termangu di tempat tidur.
"Mimpi apa, Pah ...?" tanya istrinya yang tentu ingin tahu.
"Entahlah ...." sahut Podin yang tentu merahasiakan mimpinya itu, khawatir istrinya tahu.
Cik Melan turun dari tempat tidur. Ia langsung membuka kulkas. Lantas mengambil air dingin segelas dan diserahkan ke suaminya.
__ADS_1
"Minum dulu, Pah ...." kata Cik Melan yang menyerahkan air dingin ke suaminya. Tentunya agar suaminya menjadi tenang kembali pikirannya.
Podin menerima air dingin dari istrinya. Lantas meneguk beberapa kali air dingin dari dalam kulkas itu. Pasti Podin merasa lega. Setelah selesai meminum segelas air dingin itu, lantas Podin pun kembali merebahkan tubuhnya. Ia kembali tidur. Beruntung Podin bisa kembali tidur.
Sebenarnya Podin sudah berkali-kali mengalami mimpi buruk. Tidak hanya sekali itu saja, tetapi hampir setiap malam ia selalu mengalami mimpi buruk. Mulai dari mimpi yang bertemu dengan bocah-bocah yang ada di dalam peti-peti harta karun yang ia keramatkan dan ia simpan di dalam kamar rahasianya, hingga bertemu dengan para ponggawa maupun algojo-algojo yang ada di istana Pulau Berhala. Tentunya hal itu mengingatkan Podin tentang Pulau Berhala yang sudah lama ia tinggalkan, yang sudah lama ia tidak pernah datang ke sana lagi, dan sudah lama ia putuskan dan ingin melupakan istana yang ada di tengah Pulau Berhala yang sudah memberikan harta kekayaan kepadanya itu. Bahkan Podin ingin berencana untuk mengubah hidupnya, tidak lagi bersandar pada berhala-berhala, tidak mau meminta tolong kepada makhluk-makhluk jelmaan setan. Tetapi setelah Podin sudah bisa membuat usaha, sudah bisa mencari rezeki yang halal, sudah bisa mengumpulkan harta kekayaan dari hasil usahanya, tentunya Podin ingin melupakan cara-cara nistanya untuk meminta uang, meminta harta kekayaan dari makhluk-makhluk gaib itu.
Apalagi, setiap kali Podin diajak oleh istrinya pergi ke gereja, yang selalu mendengarkan khotbah dari para pendeta, yang tentunya pendeta-pendeta itu memberikan ceramah yang mengajak orang untuk melakukan perbuatan baik, perbuatan benar, menyembah Tuhan, dan tidak boleh bersekutu dengan setan, maka lama-kelamaan, setiap kali mendengarkan khotbah-khotbah seperti itu, tentunya firman-firman Tuhan itu juga merasuk ke dalam hatinya, merasuk ke dalam kalbunya. Dan tentunya, Podin juga ingin bertobat, Podin ingin mengikuti jalan kebenaran, Podin ingin mengikuti jalan yang ditunjukan oleh Tuhan-nya. Podin juga ingin meninggalkan semua perbuatan yang dianggap keliru, karena dirinya sudah bersekutu dengan setan.
Namun kenyataannya, berkali-kali Podin mengalami mimpi buruk, yang di dalam mimpinya itu ia selalu didatangi para utusan dari Pulau Berhala, yang seakan-akan menyuruh dirinya, meminta Podin, bahkan juga memaksa Podin, mengajak Podin agar mau kembali datang ke Pulau Berhala. Bahkan para algojo itu seakan mengancam Podin. Tentunya, mimpi-mimpi itu masih dirahasiakan oleh Podin terhadap istrinya. Podin tidak berani berterus terang kepada Cik Melan. Takut rahasianya mencari uang secara tidak benar akan ketahuan.
Semenjak sore hari, semenjak bulan itu terbit, rupa-rupanya sinar matahari yang memancar menuju bulan, sudah terhalang oleh bumi. Sinar yang mestinya akan dipantulkan oleh bulan secara penuh, malam itu tidak bisa diterima oleh bulan. Hanya ada bayangan bumi yang akhirnya menutup wajah bulan yang mestinya muncul sebagai bulan yang sempurna, muncul sebagai bulan yang bulat dan bundar sepenuhnya, muncul sebagai bulan purnama.
Namun kenyataannya, malam itu bulan tertutup oleh bayang-bayang bumi dan terjadi gerhana bulan. Menurut berita yang disiarkan di televisi, malam itu akan terjadi gerhana bulan yang sempurna, gerhana bulan yang cukup lama. Karena nantinya tubuh bulan akan tertutup secara sempurna oleh bayang-bayang bumi yang tersorot sinar matahari. Bulan sepenuhnya masuk dalam bayangan bumi. Yang oleh para ahli kedudukan seperti itu dinamakan dengan gerhana bulan penumbra.
Ya, dalam gerhana bulan penymbra ini, wajah bulan sepenuhnya akan tertutup oleh bumi. Akibatnya, bulan benar-benar menjadi gelap. Saat gerhananya pun juga berlangsung cukup lama. Dan pada peristiwa gerhana seperti inlah, yang menurut para dukun, orang-orang yang punya kelebihan spiritual, adalah malam yang paling nanti-nanti oleh makhluk-makhluk kegelapan. Ya, posisi gerhana penumbra ini merupakan peristiwa yang sangat sempurna bagi keluarnya makhluk sekutunya dazal. Biasanya peristiwa ini akan dimanfaatkan oleh makhluk dari alam kegelapan, makhluk dari lubang neraka, makhluk dari tempat yang menakutkan, di malam itu, malam yang bertepatan dengan terjadinya gerhana yang paling lama, dan di malam itu, setan-setan gentayangan akan mengganggu kehidupan yang ada di bumi. Dan tentunya mengganggu manusia, seperti halnya yang dialami oleh Podin.
Sejak sore, Podin kelihatan gelisah. Ia mondar-mandir ke sana kemari. Berkali-kali melangkahkan kaki di depan kamar rahasianya. Entah ada apa di dalam kamar rahasia itu, yang seakan ada kekuatan msitik yang sangat kuat, sehingga Podin seakan-akan selalu tertarik, seakan-akan ada magnet yang sengaja menarik Podin untuk selalu menuju ke depan kamar rahasia miliknya itu. Ya, di kamar itu seakan-akan ada makhluk yang menginginkan Podin untuk membuka pintunya, dan Podin masuk ke dalam kamar itu. Ya, seakan-akan Podin sudah ditunggu oleh makhluk gaib yang datang dan menghuni di kamar rahasia tersebut.
__ADS_1
Memang di dalam kamar rahasia itu ada lima buah peti harta karun, dimana peti-peti itu memang dikeramatkan oleh Podin. Bahkan dulu, peti-peti itu dipuja-puja, dan sering ditaburi dan dimandikan dengan air kembang. Podin juga sering mengolesi peti-peti keramat itu dengan minyak wangi. Bahkan juga Podin sering merapalkan mantra, agar makhluk-makhluk yang ada di dalam peti itu mau keluar dan membantu dirinya untuk mencari uang.
Namun setelah istri tercintanya sering mengajak ke gereja, apalagi usha-usahanya sukses, Podin sudah tidak berniat untuk melakukan ritual kembali. Podin tidak berniat untuk memanggil makhluk-makhluk gaib atau tuyul dari dalam peti keramatnya itu. Podin ingin menyingkiri peti-peti yang dibawanya dari Pulau Berhala tersebut.
Tetapi di malam itu, di malam terjadinya gerhana bulan yang sempurna, seakan-akan dirinya selalu ditarik. Setiap kali Podin melangkah, seakan ada yang menyeret, ada yang mendorong, agar dia masuk ke dalam kamar rahasia miliknya itu. Bahkan setiap kali Podin ingin melawan kekuatan yang menariknya itu, seakan tarikannya semakin kuat. Tentu Podin bingung menghadapi keanehan itu.
"Ada apa ini sebenarnya ...?" begitu pikir Podin yang bingung dengan keadaannya.
Hingga akhirnya, tengah malam itu, benar-benar terjadi gerhana bulan yang sangat sempurna. Bulan tertutup penuh seluruh tubuhnya. Hingga malam yang mestinya adalah bulan purnama, kini berubah menjadi gelap total. Podin yang berusaha untuk menahan dirinya sekuat tenaga, agar tidak terpengaruh oleh kekuatan gelap, tiba-tiba saja ia terjatuh dari tempat tidurnya. Tidak hanya terjatuh, tetapi tubuh Podin seakan diseret oleh kekuatan gaib, dari kamarnya menyuju ke ruang rahasia miliknya.
Tiba-tiba, pintu kamar rahasia itu terbuka dengan sendirinya. Dan tubuh Podin yang seakan ada yang menyeret itu, langsung terlempar ke dalam ruang rahasia yang selama ini ia tutup rapat. Dan setelah Podin terlepmar ke dalam ruang rahasia itu, pintunya pun kembali tertutup.
Podin tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak sanggup melawan. Tidak bisa memberontak.
Podin sudah disekap oleh makhluk yang tak bisa dilihat mata.
Gerhana bulan malam itu, sudah memangsa Podin.
__ADS_1