PULAU BERHALA

PULAU BERHALA
EPISODE 40: SENAM


__ADS_3

    Hari itu, Podin berada di kamar bersama dengan istri mudanya. Tentu ia ingin bermesraan dengan istrinya yang masih muda itu, dan pastinya kebutuhan biologisnya yang masih selalu diharapkan bisa dilayani oleh istri mudanya tersebut, ingin disalurkan secepat mungkin, untuk melepaskan penat dan kejengkelen-kejengkelan dan istri tua maupun anak-anaknya.


    Setelah Podin dapat uang banyak dari hasil penjualan rukonya, lantas mereka berdua kembali nyewa hotel mewah. Uang hasil penjualan ruko itu tentunya sudah digunakan untuk memenuhi modalnya memperbaiki sarana ruang karaoke dan tentu juga untuk membeli sound system agar suara di ruangan karaoke itu benar-benar terdengar bagus, merdu, indah dan mengesankan bagi para pengunjungnya. Kini tinggal menikmati hasilnya. Maka mereka berdua perlu refresing dengan cara hepi-hepi di hotel mewah. Itupun pastinya karena permintaan Maya yang suntuk di kamar perumahan.


    Pastinya Maya ingin membuktikan bahwa dirinya bisa mengelola tempat hiburan, tempat karaoke yang bagus, yang menarik dan menyenangkan, sehingga orang-orang yang pada berkunjung ke tempat karaokenya menjadi senang dan ingin kembali ke tempat itu lagi untuk berkali-kali, karena merasa senang dan merasa sangat nyaman. Setidaknya tempat karaoke itu bisa memberikan layanan yang bagus dan bisa menyenangkan hati penggemarnya. Itulah yang memang dikehendaki oleh Maya selaku orang yang senantiasa berkecimpung di dunia hiburan, dunia entertainment. Yaitu wisata karaoke di tempat hiburannya.


    Tapi kali ini, saat ia bermesraan dengan Podin, kembali Maya usul pada suaminya, akan mengadakan program peningkatan kapasitas karyawannya. Maya mengusulkan program yang tentunya dirasa aneh jika didengarkan oleh masyarakat awam. Ya, Maya akan memberikan program untuk mengadakan senam bagi para pemandu karaoke, gadis-gadis yang menjadi pekerja di situ, gadis-gadis yang melayani para pelanggan untuk bernyanyi, untuk mendampingi para pelanggan, untuk berkaraoke. Ya, para karyawannya akan diajak senam bersama.


     Memang sebenarnya alasan Maya sangat realistis. Maya ingin memberikan latihan nafas kepada para pemandu karaoke itu, agar mampu bersuara yang bagus dengan latihan nafas yang kuat. Tentunya itu untuk mengajari atau memberi contoh menyanyikan lagu-lagu dengan suara yang indah dengan nafas yang kuat. Maya juga merencanakan program untuk membentuk body para pemandu karaoke itu menjadi lebih seksi dan lebih cantik. Ya, bagi Maya, teknik untuk menggaet para pelanggan, cara untuk menyenangkan orang-orang yang datang bernyanyi di tempat karaokenya, salah satu diantaranya adalah pemandu karaoke-pemandu karaoke yang ada di tempat itu, karyawati-karyawati yang ada di ruang hiburan itu, harus tampak lebih bagus, tampak lebih cantik, tampak lebih seksi.


    Bukti yang sudah dialami oleh Maya, dengan tubuh seksinya itu ia bisa menggaet sang majikan untuk menjadi suaminya. Dan apa yang diharapkan oleh Maya itu tentunya bukan omong kosong belaka, tetapi kenyataannya. Laki-laki yang pada berdatangan ke tempat karaoke, laki-laki yang selalu mencari hiburan, tentu mereka akan lebih senang, mereka akan lebih betah ketika pemandu karaoke-pemandu karaoke yang ada di tempat itu sangat menyenangkan. Dan gadis-gadis PK yang diharapkan tentunya mereka berbody seksi dan cantik. Ya ..., itulah niatan Maya. Maka Maya meminta kepada Podin mengadakan program senam bersama setiap Jumat pagi. Sama halnya dengan lembaga-lembaga pemerintah yang selalu menyelenggarakan kegiatan senam bersama, maka di tempat karaoke yang dikelola oleh Maya bersama suaminya itu pun tidak mau ketinggalan untuk menyelenggarakan senam bersama.


    Tentu para pemandu karaoke yang memang pada prinsipnya mereka itu ingin bersenang-senang, ingin tampil seksi, ingin tampil cantik, maka begitu diumumkan akan diadakan program senam bersama untuk membentuk body seksi, mereka pun menyambut dengan antusias.


    "Ya, kalau memang kemauan Maya seperti itu, saya ngikut saja ...." begitu jawab Podin saat dimintai pertimbangan oleh istrinya.


    Akhirnya, Maya konsultasi dan meminta seorang guru senam, untuk melatih para karyawannya.


     "Pengumuman ..., pengumuman .... Besok Jumat pagi, semua saja ..., karyawati ..., Neng ..., None-none ..., kita akan mengadakan kegiatan senam bersama .... Biar karyawan di sini semuanya sehat dan bugar ...." begitu kata Maya yang disampaikan kepada karyawan-karyawannya.


    "Asik .... Senam BL, ya ...." begitu sahut parah karyawati yang rata-rata adalah pemandu karaoke. Mereka tentu menyambut gembira dan sangat antusias dengan yang disampaikan oleh Bosnya itu. Baru kali ini mereka akan diajak senam.


    "Ya .... Pokoknya kita nanti akan bersenam untuk membentuk body kita, agar seksi, tidak gembrot lagi .... Coba bayangkan, kalau body kita gembrot, nanti siapa yang akan peduli sama kita? Siapa yang akan mendekat kepada kita? Pasti tidak ada pelanggan yang mau. Nanti tidak ada laki-laki yang datang lagi ke tempat kita ini, karena pemandu-pemandu yang ada di sini semuanya gembrot, tidak menarik, tidak cantik, tidak seksi. Pasti semuanya tidak mau lagi untuk datang kembali ke sini." begitu kata Maya yang tentunya dia juga ingin agar tempat hiburannya itu, tempat karaokenya itu laris dikunjungi oleh para pelanggannya.


    "Ya. iyalah, Bunda Maya .... Kita kan pengen tampil seksi, pengen cantik, dan pengen aduhai. gituh loh ...." jawab salah seorang karyawati, yang tentu juga ingin berpenampilan menarik, dan pastinya juga ingin didekati oleh pelanggan-pelanggannya.

__ADS_1


    Karena memang, dalam dunia hiburan, semakin cantik pemandu karaoke, semakin seksi pemandu karaoke, pasti pelanggannya akan banyak yang mendekat kepada dirinya. Dan akhirnya, para pelanggan-para pelanggan itu pastinya akan memberikan tips kepada para pemandu karaoke yang dia senangi. Ya, ibarat pepatah mengatakan, bekerja menjadi pemandu karaoke adalah bekerja dengan memamerkan body tubuh dan kecantikan. Bagaimana mungkin pelanggannya akan datang dan akan mendekat kepada dirinya kalau dia tidak cantik, tidak seksi, tetapi justru jelek dan gembrot. Pastilah para pelanggan-pelanggan itu juga tidak senang untuk mendekati pemandu karaoke-pemandu karaoke itu. Akibatnya, pemandu karaoke itu tentu tidak akan mendapat uang lebih.


    Padahal yang namanya hidup di Jakarta, yang namanya uang di Jakarta itu ibarat kata jimat, aji-aji yang keramat. Makanya yang namanya mencari uang di Jakarta pasti dilakukan sambil jungkir balik, tidak mengenal waktu, tidak mengenal tempat, tidak mengenal di mana, kapan ia harus bekerja. Ya, semua pekerjaan, semua kegiatan, semuanya ditujukan hanya untuk mencari uang. Itulah kehidupan di kota metropolitan yang identik dengan mencari uang. Semuanya pada melakukan aktivitas dengan berbagai cara untuk mendapatkan uang. Tentu demikian halnya dengan para pemandu karaoke itu, mereka ingin menjadi pemandu karaoke yang sukses.  Bila perlu ia juga ingin menjadi penyanyi yang terkenal, bisa sama seperti artis-artis. Itu cita-cita mereka yang mungkin hanya berupa mimpi. Tetapi nasib orang tidak ada yang tahu. Nasib orang tidak ada yang menyangka sebelumnya. Bisa jadi hanya sekadar dari dunia hiburan, hanya sekadar dari pemandu karaoke, nama mereka bisa melejit karena suaranya yang merdu, bisa menjadi penyanyi, bahkan karena kecantikannya dia bisa menjadi artis. Dan tidak salah juga ketika ia menjadi istri dari para pejabat maupun orang-orang kaya. Ya, dari tempat karaoke itulah banyak nasib yang bisa berubah, banyak nasib yang bisa berganti. Hanya nasib yang bisa menentukan masa depan mereka menjadi cerah dan gemilang.


    Seperti halnya yang sudah dialami oleh Maya. Dulu Maya hanya sekedar pemandu karaoke. Tetapi ketika ia bisa merayu, mendekati pemilik karaoke itu, yaitu Podin, akhirnya Maya pun bisa menjadi istri Podin. Dan selanjutnya, Maya yang menjadi pemilik karaoke itu. Seperti itulah nasib orang yang terkadang tidak bisa dipungkiri dan tidak bisa dilihat dari sisi mana mereka itu memulai karirnya. Dan faktanya, siapapun itu bisa berubah nasib ketika ia mau berusaha, ketika mereka mau bersusah payah, ketika mereka mau mencoba untuk mengubah hidupnya. Itulah kehidupan, yang tidak bisa dibilang statis, tidak bisa dikatakan ajeg. Tetapi semuanya itu akan berubah manakala orang itu mau berusaha, orang itu mau bekerja keras untuk menjadi sukses.


    Tentunya, siapapun itu pasti mempunyai nasib. Tetapi usaha lah yang akan menentukan nasib itu sendiri. Termasuk di dalam dunia hiburan, di dalam dunia entertainment. Siapa tahu diantara para pemandu karaoke itu nantinya akan ada yang jadi artis. Siapa tahu di antara pemandu karaoke itu nantinya akan ada yang jadi penyanyi. Siapa tahu di antara mereka akan ada yang jadi pengusaha-pengusaha dunia hiburan, pengusaha-pengusaha entertainment. Itulah kehidupan yang senyatanya.


    "Asik .... Kita besok akan senam .... Asik ..., kita akan goyang-goyang ...." celoteh para karyawan Maya.


    "Aku masih bisa senam apa tidak, ya ...?"


    "Sudah lama nggak senam ini ...."


    "Iya, sama .... Aku juga nggak pernah senam .... Masih bisa bergerak apa tidak ini ...?"


    Pagi itu pun, hari Jumat, di depan gedung karaoke tempat hiburan milik Podin, di halaman parkir, langsung terdengar suara alunan musik yang mengumandangkan nada jingkrak-jingkrak. Ya, itu adalah nada senam yang dilaksanakan oleh Maya bersama dengan para karyawannya, para pemandu karaoke yang ada, yang bekerja di tempat hiburannya. Ya, halaman parkir itu penuh perempuan-perempuan muda, yang tentunya masih cantik-cantik dan seksi-seksi. Apalagi kini mereka mengenakan pakaian senam yang super ketat. Pasti aduhai dipandang mata laki-laki yang melihatnya.


    Maya bersama para perempuan-perempuan cantik, perempuan-perempuan seksi itu melakukan kegiatan senam bersama. Ya, senam yang diikuti oleh para karyawan pemandu karaoke itu. Tentunya pagi itu mereka bergembira, bersenang-senang, bersorak-sorak, bahkan juga tertawa terbahak-bahak. Baru kali ini orang-orang yang bekerja di tempat hiburan itu diajak untuk melakukan kegiatan senam bersama. Baru kali ini pula ia merasakan kegembiraan bersama dengan mengikuti instruksi dari guru senam yang melatih mereka. Tentunya dengan gerakan-gerakan yang akan membuat tubuh mereka itu menjadi lebih berisi, gerakan-gerakan yang menata otot-otot dari para gadis-gadis ini menjadi lebih singset, dan lebih seksi pastinya.


    "Halo semuanya ..........!!!!" suara teriakan instriktur senam.


    "Haiiiii ......!!!" sahut para peserta senam.


    "Semangat Pagi .....!!!" istruktur senam itu kembali membakar semangat para peserta.

__ADS_1


    "Semangat .... !! Semangat .... !! Semangat .... !! Yes .....!!!" peserta senam pun terlihat sangat semangat.


    "Sebelum senam dimulai, saya akan memberikan gambaran beragam jenis manfaat bagi tubuh kita. Baik dari segi kesehatan maupun segi fisik. Melakukan senam secara teratur dapat membantu memperlambat proses penuaan, serta menjaga kesegaran jasmani, seperti menjaga kelenturan otot, menjaga kelenturan sendi, meningkatkan kelincahan tubuh, meningkatkan keluwesan tubuh, menjaga tubuh tetap ideal dan bugar. Nah, untuk senam kita ini nanti, saya akan memberikan latihan senam aerobik, tetapi khusus dengan melakukan senam body language." kata instruktur senam itu.


    "Asiiiiikkk ......!!!" tentu para peserta langsung bergembira. Karena mereka tahu arah dan tujuan dari senam  body language tersebut.


    "Iya .... Pastinya peserta ini pada senang .... Yah, memang dengan melakukan senam body language ini kita dapat meningkatkan kualitas ****. Senam body language ini bisa membantu Anda dan pasangan untuk mendapatkan kepuasan lebih saat bercinta. Body language merupakan senam aerobik yang gerakannya seringkali ditambahkan dengan menahan kontraksi otot-otot di sekitar pinggul dan perut. Menurut konsultan ****, gerakan tersebut akan meningkatkan kekuatan dari otot perut, pinggul, bokong termasuk otot dasar rongga panggul. Otot dasar rongga pinggul ini berguna menjaga ****** serta rahim agar tetap berada di posisinya. Maka semakin terlatih otot-otot ini, akan dapat menjaga fungsi ****** tetap kencang." jelas sang instruktur yang tentu paham dengan manfaat senam body language atau yang sering disebut dengan istilah senam BL.


    "Hahahahaha .....!!" tentu para peserta senam itu tertawa bergembira semuanya.


    Ya, memang tujuan dari senam ini adalah untuk membentuk otot-otot kewanitaan. Pasti para karyawan yang hampir semuanya itu adalah perempuan, mereka sangat senang mendengar penjelasan itu. Tentunya mereka semakin bersemangat dalam mengikuti senam tersebut.


    Maya yang menyaksikan anak buahnya sedang bersenam itu, beramai-ramai dengan instruktur senam yang cukup piawai. Maya pun merasa bahagia menyaksikan mereka itu bersenang-senang. Yang jelas Maya juga ikut senam. Dan senang bisa menikmati senam BL, yang tentunya sangat bermanfaat untuk dirinya. Biar suaminya ketagihan sama olahannya.


    Tentunya Podin yang ikut mengamati kegiatan senam pagi itu, ia pun ikut gembira, ikut senang. Dasar Mata laki-laki jelalatan si Podin yang menyaksikan dan mengamati gadis-gadis yang senam dengan mengenakan pakaian-pakaian yang seksi itu, pasti nafsu Podin kembali berubah, kembali meningkat. Itulah Podin. Laki-laki yang dulunya miskin, dan sekarang setelah ia mendapatkan kesempatan untuk bisa menikmati harta kekayaan,  untuk bisa menikmati hidup yang layak, Podin sudah berubah total. Ia yang dulu lugu dengan keadaan keluarganya yang bersahaja, bahkan di bawah garis kemiskinan, tetapi sekarang, Podin yang sudah mengecam nikmatnya hidup dengan harta benda yang berkelimpahan, ia pun mulai berulah. Podin sudah berubah. Tidak hanya sekedar tamak, tidak hanya sekedar serakah, tetapi ia juga sudah mulai melirik wanita-wanita yang senantiasa menampakkan keseksiannya itu, melirik gadis-gadis pemandu karaoke yang tentunya juga memamerkan kecantikan-kecantikannya itu.


    Itulah Podin. Walaupun dia sudah mendapatkan Maya yang dulu juga sebagai pemandu karaoke di tempat itu, tetapi begitu melihat pemandu-pemandu karaoke yang lain, yang lebih muda, yang lebih cantik, yang sesuai seleranya, tentu Podin ngiler menyaksikannya.


    "Ayo ....!!! Semangat semuanya ....!!!" begitu kata teriakan instruktur senam yang mengajak para peserta senam itu untuk bersemangat. Tentu pesertanya kembali bersemangat,


    "Kanan kiri ....!! Kanan kiri ....!!" teriak instruktur itu sambil melangkah ke kanan dan ke kiri. Memberi contok pesertanya.


    Tentunya, para peserta yang semuanya adalah perempuan, yang semuanya adalah gadis-gadis pemandu karaoke, maka instruktur senam itu pun merasa senang, merasa gembira, merasa ikut berbahagia. Karena memang dirinya ini bersenang-senang akan membentuk body dari para karyawan di tempat hiburan karaoke itu, untuk menjadi perempuan-perempuan yang bugar dan segar. Tujuan utama dari senam BL itu adalah membentuk body yang seksi, yang menarik, dan tentunya bisa menggairahkan mata laki-laki, termasuk laki-laki yang akan mendekatinya.


    Itulah sebabnya, kenapa Maya bersikukuh untuk mengadakan kegiatan senam bagi karyawannya. Itulah kenapa Maya berusaha mengajak para pemandu karaoke itu senam bersama. Memang kelihatannya sederhana, hanya sekadar senam. Tetapi sebenarnya senam itu banyak manfaatnya, banyak keuntungannya, terutama bagi Maya yang bisa mempersatukan karyawan-karyawannya itu.

__ADS_1


    Para karyawan yang ikut senam itu pun tertawa riang, saling bercengkrama, saling bergembira, saling bersenang-senang bersama. Ya, kalau mereka berada di ruang karaoke, biasanya mereka itu tidak pernah memikirkan keadaan tubuhnya, mereka itu tidak pernah memikirkan bagaimana supaya ia bisa tampil seksi. Tetapi ketika instruktur senam itu mengatakan bahwa senam ini adalah untuk membentuk body dan untuk memunculkan gairah ****, maka perempuan-perempuan karyawati di tempat hiburan itu langsung bersemangat,  langsung menyambut dengan antusias. Mereka pun akan menuruti kata-kata instruktur senam yang mengajarinya.


    "Ayo .... Tangan-tangan semuanya ke atas .... Kita mulai pernafasan untuk pendinginan ..... Ya ..., tarik tangan kanan dan tangan kiri ke atas ..... Tarik nafas dalam-dalam .... Lepaskan ..... Sekarang lagi ..... Tarik nafas ....  Lepas kembali ...... Perlahan .... Terus ...., terus ....." begitu kata-kata instruktur senam tersebut mengakiri senamnya.


__ADS_2