PULAU BERHALA

PULAU BERHALA
EPISODE 76: GEGER DI KUBURAN


__ADS_3

    "Hujan ....! Hujan ....! Hujan ...! Hujan ...!" Podin berteriak kaget.


    "Dasar ..., orang tak tau malu ...!!!" seseorang mengumpat memarahi Podin.


    "Kurang ajar...!"


    "Dasar laki-laki mesum ...!!"


    "Ini apa-apaan ...?!"


    "Ini orang gila tidak tahu malu ...!!"


    "Dasar orang tidak tahu sopan santun ...!!"


    "Dasar laki-laki kurang ajar ...!!!"


    "Bikin malu saja ...!!"


    Podin terjingkat kaget, saat tubuhnya diguyur air sangat banyak jumlahnya. Mungkin ada lima ember. Sehingga tubuhnya basah semua. Ya, seakan dia kesiram air hujan yang sangat deras. Tentu tubuhnya basah semua, kayak kebanjiran. Podin bangkiy dan langsung terjingkat kaget. Di sekelilingnya ada banyak orang yang mengerumuni dirinya. Tentu Podin bingung dengan apa yang tengah terjadi pada dirinya. Semua orang yang berkerumun di situ menatap memandangi Podin.


    "Dasar ..., laki-laki kurang ajar ...!!! Laki-laki tidak tahu malu ...!!! Ngapain kamu tidur telanjang di kuburan ...?!!" bentak orang-orang yang menghujat Podin.


    Dan setelah Podin sadar, ternyata dirinya berada di tengah kuburan tanpa pakaian. Podin  menengok kanan tengok kiri. Ia bingung dengan apa yang terjadi. Banyak warga yang mengerumuni dirinya. Dan Podin baru sadar kalau dirinya ternyata telanjang, berada diantara batu nisan di komplek pemakaman. Podin pun langsung mengambil selembar daun untuk menutup ***********.


    Ya, Podin kini sadar, ternyata dirinya sudah terjerat dengan bujuk rayu setan perempuan yang sudah meminta dirinya untuk diajak menikahi. Podin sudah tergiur oleh kata-kata setan perempuan yang sangat cantik, yang kecantikannya melebihi bintang film, yang mengajak tidur selama 1 minggu berturut-turut dan tidak boleh keluar dari dalam kamarnya, sebagai syarat Podin untuk menikah dengan perempuan cantik itu.


    Dan kini, setelah Podin sadar, ternyata dirinya telanjang tanpa pakaian, tidur di atas batu nisan di komplek kuburan. Dan sekarang, ia menjadi tontonan warga kampung yang sangat banyak, bahkan dirinya sudah disiram dengan air beberapa ember oleh para warga yang sengaja mengguyurnya. Itulah hujan yang dikira oleh Podin, ternyata adalah siraman air dari warga masyarakat yang menyaksikan dirinya tengah melakukan aktivitas orang dewasa seorang diri di kuburan.


    "Ada apa ini ...?! Kenapa saya ...?! Di mana saya ...?!" Podin bingung, tahu kalau dirinya sedang tidak karuan di tengah kuburan. Ia pun mencoba bertanya kepada orang-orang yang mengelilinginya. Tentu Podin sambil menutupi *********** dengan daun yang ada di situ.


    Tetetapi orang-orang yang mengelilinginya terus tertawa terbahak. Mereka geli. Merasa lucu. Kali ini seakan ada tontonan gratis, menyaksikan Podin yang telanjang di tengah kuburan. Tetapi ada juga orang yang marah-marah kepada Podin, karena jengkel dengan tingkah laku Podin itu yang dianggapnya sebagai orang gila tanpa pakaian dan tidur seakan bermesraan dengan wanita di tengah kuburan.


    Seorang laki-laki mendatangi Podin, ia memberikan sarung agar dikenakan oleh Podin. Sarung itu untuk menutup auratnya.


    "Pakailah sarung ini, untuk menutupi ******** kamu." kata orang itu sembari memberikan sarung kepada Podin.


    "Terima kasih, Pak ...." saut Podin yang tentunya langsung menerima sarung itu dan langsung mengenakannya. Tentu agar dirinya tidak lagi terlihat telanjang, dan dia tidak malu dilihat banyak orang. Tentunya tadi Podin bingung untuk menutupi *********** dengan daun yang berserakan di kuburan.


    "Beruntung kamu tidak hilang. Beruntung kamu masih bisa sadar. Beruntung saudara masih bisa bangun dari kuburan ini." kata laki-laki yang menyerahkan kain sarung kepada Podin itu.


    Kemudian laki-laki yang mungkin sesepuh kampung itu menyeret tangan Podin untuk keluar dari kuburan tersebut. Orang-orang lain yang ada di sekitar situ pasti masih menyaksikan Podin dengan keheranan. Orang-orang yang pada menonton Podin yang tidur telanjang di atas kuburan itu, pasti mereka juga heran, dan tentunya juga ingin tahu, ada apa sebenarnya yang terjadi dengan orang itu, kok sampai tidur telanjang di kuburan?


    Saat itu, ada seorang ibu-ibu yang baik hati, ia langsung memberikan minum air teh hangat kepada Podin.

__ADS_1


    "Mangga, ini teh hangatnya diminum dahulu ..., biar kamu sadar, biar kamu tahu kalau dirimu itu sudah tidur sambil telanjang di tengah kuburan ...." kata perempuan tua yang memberikan teh hangat kepada Podin tersebut.


    Podin langsung menerima teh hangat itu, lantas meminumnya hingga habis. Satu gelas langsung habis.


    "Sebenarnya saya ini ada apa ya, Pak?" tanya Podin kepada orang yang memberikan sarung tadi.


    "Ya .... Yang jelas, Bapak ini sudah tidur di kuburan .... Dan tentunya Bapak tidur sambil telanjang .... Makanya orang-orang pada menonton Bapak. Memang tadinya kenapa?" kata laki-laki yang tadi sudah memberikan sarung kepada Podin.


    "Sebenarnya ..., tadinya saya bersama perempuan cantik di dalam kamarnya .... Tapi ...." kata Podin yang bingung, dan tentunya malu karena ditonton banyak orang. Ia menoleh kanan kiri, memang di kuburan itu dipenuhi warga yang menatap dirinya.


    "Yah .... Mungkin Bapak sudah masuk dalam dunia lain. Terpikat oleh perempuan cantik yang ada di alam kasat mata, berada di alam yang tidak bisa dilihat dengan mata orang-orang biasa, pandangan orang-orang normal. Bapak sudah terjerumus masuk ke dalam dunia lain." begitu kata laki-laki itu yang menjelaskan kepada Podin, kalau dirinya sebenarnya sudah masuk ke dalam dunia lelembut yang tidak bisa dilihat oleh mata orang-orang biasa. Seperti halnya masyarakat umum yang sekarang menyaksikan dirinya barusan tidur telanjang di atas kuburan tersebut, tidak tahu seperti apa cantiknya perempuan yang sudah mengajak tidur Podin.


    "Lah ..., sebenarnya apa yang terjadi dengan saya, Pak?" tanya Podin kepada orang yang ada di sampingnya itu, dan juga kepada orang-orang yang mengerubungi dirinya di area pemakaman itu.


    "Ya, Bapak mungkin yang tahu kejadiannya. Bapak yang bisa cerita. Orang-orang di sini tidak tahu apa-apa. Mereka hanya bisa melihat kalau Bapak tidur telanjang di atas kuburan." kata orang itu, yang tentunya dia tidak bisa menceritakan apa yang dialami oleh Podin.


    "Sebenarnya saya bingung ini, Pak .... Sebenarnya, awalnya itu mobil saya mogok. Mobil saya rusak radiatornya. Akhirnya saya bawa ke bengkel, di sana itu, Pak ..., di pinggir jalan ada bengkel. Nah, itu mobil saya ada di sana ...." kata Podin memulai cerita.


    Orang-orang yang ada di situ pun pada melihat ke arah daerah yang ditunjuk oleh Podin. Dan ternyata memang benar, di pinggir kuburan itu ada mobil. Ya mobil jenis minibus diesel, Isuzu Panther yang berhenti terparkir di daerah pinggir ladang, berada di sebrang kuburan.


    "Bengkel ...?! Di mana ada bengkel ...?! Di sini ndak ada bengkel ...." kata orang-orang yang tentu heran kalau Podin mengaku mobilnya sedang diperbaiki oleh montir yang ada di bengkel.


    "Iya tadinya saya itu service radiator kendaraan. Benar, di bengkel .... Benar di sana itu ada bengkel .... Saya servis di bengkel itu, kok ...." kata Podin yang sambil menunjukkan arah mobilnya.


    "Ndak ada bengkel di sana, Pak .... Di sana itu tegalan, ladang singkong .... Itu hanya ada gubuk, bukan bengkel ...." kata orang-orang yang tentu keheranan dengan pengakuan Podin, yang faktanya memang di daerah sekitar situ tidak ada bengkel, apalagi disebut bengkel radiator.


    "Iya, betul .... Mobil itu sudah berada di tempat itu sekitar semingguan ..., saya juga lihat." sahut yang lain yang juga tahu kalau mobil itu memang sudah ada di pinggir ladang singkong sekitar seminggu yang lalu.


    "Ya ..., terus ceritanya bagaimana Bapak bisa masuk ke tempat ini?" tanya orang-orang yang lain, yang ada di tempat itu, yang menyaksikan Podin sudah masuk dalam dunia para lembut.


    "Nah ..., terus ..., kok bapak bisa tidur di sini?" tanya orang-orang yang menyaksikan Podin, tentu semakin penasaran.


    "Iya .... Saya itu memperbaiki mobil yang rusak di bengkel itu. Kata si bengkel tukang radiatornya itu, saya ditanyai dan diajak ngobrol, sampai akhirnya bicara tentang masalah keluarga. Dan saya bilang kalau keluarga saya sudah tidak ada. Saya sudah hidup seorang diri, dan sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Saya mau pulang kampung, tapi juga bingung karena di kampung juga tidak punya apa-apa. Di kampung sudah tidak ada siapa-siapa lagi. Akhirnya saya ditawari menikah oleh si tukang bengkel radiator itu. Dia menunjukkan kepada saya, kalau perempuan yang jualan di warung makan itu, katanya mau kalau dinikah. Katanya penjual warung makan itu butuh suami. Maka saya terus datang ke warung itu, ya ada di sini ini warungnya. Saya datang ke sini, saya datang kemari, saya makan dan minum di sini. Lantas perempuan itu bilang kepada saya, dia menawarkan diri untuk menikah dengan saya. Karena perempuan itu cantik, maka saya mau diajak menikah. Seketika itu, saya langsung diajak masuk kamar. Tapi syaratnya, saya tidak boleh keluar dari kamar itu. Saya harus tidur bersama perempuan itu. Terus saya pun menurut pada perempuan itu. Saya tidak tahu dan tidak menyangka kalau ternyata sekarang kejadiannya seperti ini. Saya seperti sekarang ini. Saya berada di atas kuburan. Berarti saya sudah tidur bersama hantu. Berarti saya sudah tidur bersama pocong. Saya sudah tidur bersama orang yang sudah mati." kata Podin yang kemudian menangis karena saking takutnya, dan tentu sangat menyesal karena dia sudah menurut saja dengan wanita yang sangat cantik itu dan mengajaknya untuk kawin.


    "Ha ..., ha ..., ha ..., ha ...." orang-orang pada tertawa, tentu sangat geli mendengarkan cerita yang disampaikan oleh Podin.


    Ya, cerita semacam itu pasti ada yang percaya, tapi juga ada yang tidak. Dan tentunya Podin pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh masyarakat terhadap dirinya


    "Berarti, Bapak sudah tidur dengan perempuan yang sangat cantik di tempat ini? Mana perempuannya? Mana orangnya? Mana kamarnya? Di mana ..., tidak ada kamar? Warung makannya mana? Tidak ada warung makan ...." orang-orang yang tidak percaya pun langsung mengolok.


    "Iya ..., orang ini sudah masuk di alam gaib ...." kata salah seorang yang mencoba memberi pengertian kepada para warga yang tidak percaya.


    Podin berdiri, dan berjalan keluar dari komplek pekuburan itu. Ia menuju ke mobil yang berada di pinggir ladang singkong. Tentu Podin juga bingung dengan mobilnya. Tadinya ia memang merasa berada di bengkel. Tetapi kenyataannya mobil itu justru berada di ladang.

__ADS_1


    "Man bengkelnya ...? Tidak ada bengkel, kan ...?"


    "Katanya mobil di servis di bengkel .... Mana, ndak ada bengkel di sini?" kata orang-orang setelah sampai di dekat mobil Podin yang berhenti berada di pinggir ladang itu.


    Memang, kalau melihat posisi mobil itu sangat aneh. Karena di tempat itu ada parit saluran air yang cukup dalam. Tetapi kenyataannya, mobil Podin bisa masuk ke pinggir ladang yang sebenarnya terhalang oleh parit yang dalam. Secara logika tidak mungkin mobil Podin tersebut bisa melompat parit.


    "Wah .... Mobil Bapak ini benar-benar sudah masuk dalam dunia lain. Mobil Bapak ini sudah bisa masuk ke dalam alam gaib. Di sini tidak ada bekas ban, tidak terlihat adanya tanda-tanda mobil ini melintas. Bagaimana ini mobil bisa masuk ke sini? Padahal harus melintasi parit yang lumayan dalam ...." kata orang-orang yang menyaksikan keanehan itu tadi, menyaksikan keanehan Podin yang tidur telanjang di atas makam kuburan.


    Dan kini, saat menyaksikan mobil yang berada di pinggir ladang itu, para warga juga heran, bagaimana mobil itu bisa masuk melintasi parit yang cukup dalam? Aneh memang, tetapi ini fakta dan kenyataan yang terjadi di luar nalar manusia. Akhirnya, mereka pun pada berduyun mendatangi mobil yang ada di pinggir tegalan itu.


    Podin langsung membuka pintu mobilnya. Kunci kontak masih tercantel di situ. Tapi tas yang ada uangnya memang sudah tidak ada.


    "Bagaimana cara mengeluarkan mobil ini?" tanya orang-orang yang sudah mengerubungi mobil Podin.


    "Paritnya dibikinkan penyeberang darurat dari bambu ...." sahut yang lain.


    "Ya ..., betul ...!" sahut yang lain.


    Akhirnya, para warga yang ada di situ langsung membantu untuk mengeluarkan mobil Podin.


    "Dorong ...!!"


    "Ada yang nyetir ...."


    "Ya, ada yang di dalam untuk mengendalikan stir ...."


    "Mesinnya dinyalakan, biar bisa disetir ...."


    Akhirnya, mobil Podin langsung dikeluarkan oleh orang banyak. Dan karena ada orang banyak yang membantu, maka proses evakuasi mobil itu cepat selesai.


    Podin lega. Kemudian Podin kembali memerikasa dalam mobilnya. Bahkan ia juga mengambil pakaian yang ada dalam peti. Ia mengenakan pakaian. Tentu biar tidak hanya sekedar mengenakan sarung yang dipinjami warga. Lantas Podin kembali memeriksa barang-barang yang dibawanya. Ya, yang hilang memang hanya tas berisi uang hasil penjualan mobil dan rumah Maya. Ia juga membuka dasbord. Awalnya ingin menengok buku rekening yang ia simpan di situ. Podin kaget, ternyata dalam dasbord itu ada amplop berisi uang. Ia mengambil amplop itu. Membuka amplop itu. Cukup banyak. Ada sekitar lima bendel uang. Mungkin sekitar lima puluh juta. Tapi Podin langsung menepuk jidatnya. Ia ingat, uang itu sebenarnya mau diberikan kepada si Jon, untuk komisi dan ucapan terima kasih rasa senangnya sudah menjualkan mobil dan rumah dalam waktu cepat.


    "Bapak-bapak dan saudara semuanya .... Saya mengucapkan terima kasih, sudah dibantu menolong saya ...." kata Podin yang langsung melolos satu bendel uang dari dalam amplop besar itu, dan memberikan kepada laki-laki yang tadi meminjamkan sarung.


    "Ini, buat beli rokok dan es ...." kata Podin saat menyerahkan uang terima kasih itu.


    "Asiiikk ......." orang-orang langsung berteriak gembira.


    "Terima kasih ...." teriak yang lain.


    Podin pun langsung menjalankan mobilnya, meninggalkan komplek kuburan itu, yang konon sudah satu minggu ia tidur bersama perempuan cantik penjual soto yang sekarang hilang entah ke mana.


    Orang-orang di situ pun senang, karena sudah mendapat uang terima kasih, obat lelah membantu mobil yang masuk ke tegalan. Mereka langsung pada ramai-ramai membagi uang. Setelah itu bubar meninggalkan komplek pemakaman.

__ADS_1


    Seorang perempuan cantik, berdiri di atas batu nisan. Mengamati orang-orang yang pergi meninggalkan pemakaman, yang selama satu minggu ini telah terjadi perkawinan alam gaib yang tidak diketahui oleh siapapun. Kecuali perempuan cantik yang tertawa terkikik menyeramkan di atas batu nisan itu.


    "Kiqiiqiiikiqik ......... Kiqiiqiiikiqik ........."


__ADS_2