
Mungkin orang tidak percaya dengan cerita-cerita tahayul. Apalagi di zaman modern seperti sekarang ini, dengan tehnologi yang serba canggih. Namun apa yang terjadi dengan Bang kohar, laki-laki gemuk dan brewok pembeli peti harta karun yang sudah dijual oleh Lesti. Ia justru sangat percaya kalau benda-benda yang dikeramatkan itu di dalamnya ada penghuninya, yaitu makhluk gaib yang berasal dari luar alam manusia. Biasanya berupa ruh orang yang sudah meninggal atau jin dari alam lain.
Memang sebenarnya, dalam aliran kepercayaan animisme dan dinamisme, benda-benda yang dikeramatkan itu diakui memiliki kekuatan-kekuatan gaib. Misalnya saja Keris Empu Gandring, yang konon akan memakan nyawa manusia setiap kali keris itu dibuka dari wadahnya. Demikian juga dengan sorbannya Prabu Siliwangi, yang katanya jika sorban itu digelar, akan keluar macan putih yang bisa membantu pemiliknya untuk melawan musuh-musuhnya. Masih banyak orang yang percaya dengan hal-hal semacam itu. Bahkan katanya ada yang mengatakan kalau yang namanya batu akik mirah delima, itu bisa digunakan untuk mengobati segala macam penyakit.
Demikian juga dengan Bang Kohar. Laki-laki bertubuh gemuk dan brewokan itu, seakan pas dengan potongannya. Jari tangannya dipenuhi dengan cincin akik yang besar-besar, lengan tangan kirinya mengenakan gelang dari akar bahar, dan di lehernya melingkar kalung dengan bandol berbentuk tengkorak manusia. Terlihat serem. Kalau ada anak kecil yang baru pertama kali ketemu dengan Bang Kohar, pasti takut.
Bang Kohar yang memang dasarnya senang dengan hal gaib-gaib semacam itu, tentu senang dan tertarik saat melihat peti milik Podin yang wujudnya unik, seperti peti harta karun dalam cerita Alibaba itu. Peti berwarna hijau yang pada bagian pinggir-pinggirnya dihias ukiran dengan warna kuning keemasan itu, memang bagi mata seorang penggemar barang antik, terkesan sangat menawan dan aneh. Tidak ada tukang kayu yang sanggup membuat peti dengan hiasan semacam itu. Peti ini pastinya bukan buatan orang sembarangan. Kalaupun ada tukang yang mau membuat, pasti minta bayaran mahal.
Oleh sebab itulah, Bang Kohar mau membayar peti itu dengan harga lima ratus rubu rupiah. Jangankan hanya lima ratus ribu, seandainya waktu itu Teh Lesti minta lima juta pun, pasti akan dibayar oleh Bang Kohar. Sangat beruntung sekali Bang Kohar bisa membelinya dengan harga murah.
Kini, Bang Kohar yang kemudian menyimpan peti itu di rumah kontrakannya, ingin tahu peti macam apa yang dibelinya dari Lesti itu. Bang kohar ingin menyaksikan kejadian-kejadian aneh yang tentunya bersumber dari peti harta karun yang bentuknya unik, peti yang antik, peti kuno yang dibelinya dari Lesti. Ya, Bang Kohar yang rupanya memang menyenangi barang-barang antik itu, pada malam pertama setelah ia membawa bekas peti harta karun milik Podin, setelah peti itu dilap, setelah peti itu dibersihkan, setelah peti itu dipajang di atas meja di tempat tidurnya, ia sudah mulai merasakan, ada sesuatu yang seakan ingin keluar dari dalam peti harta karun itu.
Ya, Bang Kohar yakin dengan keanehan peti yang sudah menjadi miliknya itu. Pasti di dalam peti itu ada penghuninya. Setidaknya ada ruh dari alam di luar nalar manusia yang bersembunyi di dalamnya. Tentu Bang Kohar sangat penasaran dengan penunggu benda aneh itu.
Namun laki-laki gemuk yang brewok itu, memang menyenangi barang-barang antik sepert itu. Ia tidak takut dengan makhluk-makhluk gaib dari setiap benda yang kumpulkan. Bahkan katanya, sepuluh batu akik yang menempel di jari tangannya pun ada penghununya semua. Bang Kohar justru penasaran, seperti apa sebenarnya makhluk yang ada di dalam peti itu. Bang Kohar ingin melihat makhluk yang akan keluar dari peti yang ia beli dari tokonya Lesti itu.
Laki-laki brewokan itu memang sudah menduga, kalau peti itu bukanlah peti sembarangan. Peti itu benar-benar peti yang sangat cantik, sangat indah, dan sangat unik. Benda berbentuk kotak dengan tutup melengkung itu adalah benar-benar peti yang ajaib. Bagaimana tidak aneh, karena pada peti itu tidak diketemukan paku untuk menyambung antar kayunya. Di peti itu juga tidak diketemukan sambungan kayu. Bahkan ukiran logam yang menghiasnya saja juga tidak terdapat sambungan atau paku untuk menempelkannya. Sungguh luar biasa tukang yang bisa membuat peti sebagus itu.
__ADS_1
Namun tentunya, laki-laki brewokan penggemar barang antik itu, Bang Kohar sangat merasakan ada sesuatu yang aneh yang terdapat di dalam peti itu. Setidaknya barang-barang antik, barang-barang kuno seperti itu, pasti ada makhluk yang menghuninya, entah itu jin, ataupun wujud-wujud lain seperti arwah-arwah yang menakutkan orang.
Tetapi bagi Bang kohar, orang yang memang benar-benar menggeluti dunia barang antik, barang-barang aneh, barang-barang unik, bahkan barang yang katanya bisa hidup dan bergerak sendiri, ia tidak pernah merasa takut dengan kemungkinan-kemungkinan yang akan muncul dari barang-barang antik yang dimilikinya. Seperti halnya peti yang baru saja ia beli tersebut, Bang Kohar justru ingin melihat penghuninya.
Malam itu, Bang Kohar penasaran, ingin tahu makhluk apa yang menghuni peti antik tersebut. Tentunya Bang Kohar ingin melihat, ingin menyaksikan, ingin tahu, apakah makhluk yang menghuni peti antik itu menyeramkan, atau makhluk itu menakutkan, atau makhluk itu wujudnya sangar, atau seperti genderuwo? Apakah badannya tinggi besar dan hitam, atau justru kecil mungil dan gundul?
Ya, Bang Kohar penasaran ingin tahu, seperti apa makhluk yang menghuni peti itu. Bang Kohar pun tidak mau memejamkan mata. Ia terus mengamati peti yang memang sudah mulai terasa ada getaran-getaran magnet yang tidak seperti biasanya. Peti yang ia taruh dalam meja kamarnya, seperti sudah memancarkan aura mistis, aura yang dingin dan menakutkan. Tetapi hal yang seperti itu tidaklah membuat Bang Kohar takut, tetapi justru membuat Bang Kohar semakin penasaran dan ingin segera mengetahuinya.
Memang, ada orang yang tidak takut dengan makhluk-makhluk penghuni benda-benda gaib. Bahkan ada yang sengaja memelihara untuk pesugihan. Seperti halnya dengan makhluk yang menghuni peti harta karun antik, yang dibeli dari warungnya Lesti, Bang Kohar ingin menyaksikan makhluk apa sebenarnya yang menghuni dalam peti itu. Apakah itu untuk pesugihan? Atau untuk keselamatan. Tetapi kenapa peti itu dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya? Apakah Podin tidak tahu manfaat peti itu? Atau Podin hanya membawa begitu saja? Entahlah, Bang Kohar tidak urusan dengan semua itu. Kini yang terpenting baginya, ingin melihat makhluk apa yang menghuni peti itu.
Teyapi, sudah sangat lama makhluk yang ditunggunya tidak juga keluar. Lantas Bang Kohar mengambil minyak wangi, minyak siraman untuk benda-benda pusaka, minyak nyomgnyong yang baunya sangat menyengat menusuk hidung. Minyak itu biasa digunakan oleh Bang Kohar untuk merawat benda-benda antiknya. Ada keris, ada tombak, ada semacam patung-patung kecil, ada cincin, dan termasuk benda-benda pusaka dan jimat lainnya yang unik dan antik. Ya, memang itu kesukaan dari Bang Kohor, merawat benda-benda aneh itu, benda-benda yang di dalamnya ada makhluk-makhluk penghuninya. Bahkan ada ratusan buah batu akik yang disimpan oleh Bang Kohar, yang tentunya dipercaya kalau dalam batu akik itu ada makhluk-makhluk penunggunya.
Memang, setiap benda yang dipelihara, setiap barang yang dipuja-puja, itu merupakan benda yang sangat mudah untuk dimasuki oleh makhluk-makhluk gaib. Seperti halnya cincin batu akik, yang dipercaya oleh orang-orang secara umum, terutama oleh para penggemar batu akik, bahwa benda itu ada yang menghuninya, ada yang menempati, ada makhluk gaib yang berada di dalam batu akik itu. Dan tentunya, makhluk-makhluk gaib itu juga banyak macamnya, ada yang baik, yang katanya bisa menolong dan membantu orang yang mengenakannya. Tetapi ada juga yang jahat, yang terkadang bisa jadi akan meminta tumbal dari si pemakai batu akik tersebut.
Ya, Bang Kohar punya semua itu. Ada benda yang dihuni oleh makhluk yang baik, ada yang jahat, ada yang bisa membantu, dan ada juga yang bisa mengeluarkan kekuatan-kekuatan jahat. Semua benda-benda antik yang ada di rumah kontrakan Bang Kohar itu ada makhluk penghuninya.
Namun sayang, biasanya barang-barang yang memiliki kekuatan-kekuatan jahat itu, sering digunakan oleh para dukun untuk mengirimkan santet. Tetapi bagi Bang Kohar tidak seperti itu. Bang Kohar tidak memanfaatkan benda-benda antiknya untuk perdukunan. Bang Kohar hanya memiliki benda-benda itu sebagai koleksi, bukan untuk diambil kekuatannya, bukan untuk dimintai bantuan mengirim kejahatan-kejahatan, bahkan juga tidak untuk dimintai bantuannya mendapatkan harta benda kekayaan. Tetapi Bang Kohar hanya lebih pada senang dengan keunikan, dan tentu juga dengan makhluk-makhluk yang menghuni di dalam benda-benda itu.
__ADS_1
Ya, di dalam rumah kontrakannya itu, Bang Kohar memiliki banyak benda-benda antik, yang katanya semua benda-benda yang ada di rumah kontrakannya itu ada makhluk penghuninya, yang tentunya berbeda-beda wujud dan sifatnya. Katanya, semua sudah pernah dilihat oleh Bang Kohar. Bahkan ada juga yang sudah pernah tidur bersama dengan Bang Kohar.
Pantas, istri dan anaknya tidak mau tinggal bersamanya, karena ketakutan dengan apa yang dilakukan oleh Bang Kohar. Tentu istrinya, seorang wanita kalau melihat hal-hal yang tidak lazim, pasti akan ketakutan dan tidak mau lagi ada di tempat yang seram. Apalagi anak-anaknya yang masih kecil, pasti akan menjerit histeris dan menangis jika melihat makhluk yang menakutkan. Tetapi itulah Bang Kohar, yang harus kontrak rumah dan tinggal seorang diri ditemani benda-benda antiknya.
Karena rasa penasarannya, maka di tengah malam itu, Bang Kohar menuangkan minyak wangi yang khusu untuk merawat barang-barang antik itu, dibasahkan ke dalam kain mori warna putih, yang biasa digunakan untuk membungkus mayat yang akan dikubur. Dan kini, setelah minyak wangi yang baunya sangat menyengat itu dituangkan pada potongan kain mori, lantas Bang Kohar mengusapkan pada peti harta karun yang baru saja dibelinya itu. Ya, peti itu diolesi dengan minyak wangi secara merata, bahkan hingga pada bagian dalamnya, semuanya diolesi minyak wangi itu. Katanya, jika benda keramat diolesi minyak wangi, nanti makhluk yang menghuni di dalam peti itu akan muncul, keluar dari dalam benda itu. Nanti makhluk itu biasanya akan menampakan diri kepada orang yang sudah mengusapkan minyak wangi pada benda yang di huninya.
Seperti halnya pada cerita Lampu Wasiat yang dimiliki oleh Aladin, yang di dalamnya ada jin penghuninya, ketika Lampu Wasiat itu diusap-usap dengan tangan, ketika Lampu Wasiat itu dielus-elus oleh Aladin, maka Jin penghuni yang ada di dalam Lampu Wasiat itupun akan keluar dan memberikan permintaan-permintaan yang dikatakan oleh orang yang mengusapnya, orang yang sudah mengeluarkan jin itu dari Lampu Wasiat tersebut. Seperti itulah, sehingga Aladin bisa kaya raya dan memiliki istana yang megah, karena semua permintaannya dikabulkan oleh jin yang ada di dalam Lampu Wasiat itu.
Demikian juga yang dilakukan oleh Bang Kohar, yang mengusap peti harta karun itu dengan minyak wangi. Namun tentunya Bang Kohar tidak ingin meminta harta kekayaan seperti Aladin. Ia hanya ingin tahu dan ingin berkomunikasi dengan makhluk yang ada di dalam benda yang diusapnya dengan minyak wangi tersebut.
Dan ternyata benar. Setelah beberapa saat peti itu diusap dengan kain mori yang dibasahi minyak wangi, tiba-tiba peti itu bergetar. Peti itu mengeluarkan energi yang kuat. Dan tiba-tiba, Bang Kohar kaget.
"Oeee .... Ooeeee ........."
Dari dalam peti itu, muncul sesosok bayi yang kelihatannya baru saja lahir dari rahim ibunya. Orok behem. Bayi yang menangis, mungkin karena kelaparan, mungkin meminta air susu.
Bang Kohar tidak bisa berkomunikasi dengan bayi yang hanya bisa mengoek menangis itu. Dalam benak Bang Kohar bertanya, "Bayi siapa yang terperangkap di dalam peti harta karun ini?"
__ADS_1