Sisa Rasa

Sisa Rasa
Prolog


__ADS_3

Aliya Dewi Lestari


Ya itulah namaku. Orang banyak memanggilku dengan sebutan liya.


kadang untuk bersenang-senang mereka memanggil ku Ali. Tukang qitella goreng di pasar.


entah lah mungkin karna perkatan ku yang renyah tapi bikin seret. ups.


aku sangat manja, karna ya... aku anak satu satunya dirumah..


bagaimana tidak, semua kasih sayang di berikan pada ku.. sunguh nikmat yang tak bisa disia-siakan..


dengan berjalannya waktu aku tumbuh menjadi remaja.. aku sudah 16 tahun, sekarang aku sudah SMA. menyenangkan sekali, sangat..


***


Sebuah suara menarik perhatian ku. Ah, apa? Ini menenangkan, sangat nyaman. Aku menyukainya. Aku menengok ke arah sumber suara itu. Kuliat seorang lelaki memainkan gitar ditempat duduknya. Diana melambaikan tanganya tanda meminta ku untuk mendekan.


"Sini, Tiyo lagi main gitar ni" aku meihat mimik bibirnya samar. Karna aku tak begitu mendengar. Akhirnya aku mendekat. Itu Diana, dia duduk di depan Tiyo. Lelaki yang memainkan gitar tadi. Aku cukup dekat dengannya, seperti dengan Pipit dan Tari. Hanya bangkunya terlalu jauh untuk kami sering berbicara, mungkin hanya ketika istirahat atau jam kosong saja.


Aku telah sampai di kursi seblah Diana, kebetulah temannya hari ini tidak berangkat. Aku mendengarkan lalunan petikan gitar yang dimainkan Tiyo.


Aku tersenyum setiap kali dia memeitik gitar dan bernyayi. Kenapa dengan ku. Aku pun bingung. Tak hentinya aku terus tersenyum, sesekali bahkan ikut bersenandung. Aku bahkan melupakan lamunan ku tadi.

__ADS_1


***


"Ya ini." dia menunjuk sesuatu disana. Hanya rumbut yang baru saja dia cabut. Apa lagi ini, aku bisa ketularan aneh kalau begini.


"Itu kan cuma rumput TIYAN"


"Ya emang rumput emangnya apa"


Aku semakin kesal paadanya "kamu nih ya ngerjain aku terus. Udah aku pergi aja. Males ngel....." belum selesai aku mengatakannya aku sedikit mendengar Tiyan berteriak "Awas Liya"


Dan..... Aku menginjak bambu kecil lalu.....


Dan..... Aku menginjak bambu kecil lalu.....


Aku terjatuh


Di pelukan kak Pian. Dia menolong ku. Kak Pian datang di waktu yang tepat dan menangkap ku. Aku terdiam. Detak jantung ku berpacu lebih cepat, antara terkejut karna hampir terjatuh atau karna ditolong kak Pian. Aku tak begitu mengerti.


Segera ku sadarkan diri ku dan berdiri. ***


.Kak Pian membelikan ku cukup banyak. Mungkin dia tau aku menyukainya. Kak Pian mengajak ku kembali dan menikmati sempol ku, maksud ku sempol yang dibelikan kak Pian. Ku habiskan semuanya. Karna memang kak Pian tidak mau. Dia bilang khusus buat aku.


Pantas saja tadi Tiyas meminta dia tidka mengijinkan. Katanya ini sambelnya udah bikin kemarin. Ya iyalah. Orang ini saus cabe yang beli di pasar. Hemmm ada ada aja deh kelakuan kak Pian

__ADS_1


.


.


.


.


.


Hai semuanya, ini adalah novel pertama aku di noveltoon. Mohon maaf jika banya sekali kekurangan. Terima kasih untuk kalian yang mau mampir di novel aku ini. Semoga kalian suka alur ceritanya ya. plis jangan hujat author ya heheheh.


novel ini berisi dari sudut pandang Aliya. bagi kalian para cewek, mungkin sering ngalamin kejadian kayak Aliya.


kisah SMA yang sangat menyenangkan bukan???


sebagian dari kisah ini author alami hehehe. jadi semua hanya dari sudut pandang author ya.


kisah ini juga bercerita tentang anak SMA yang mengikuti eskul, kalian juga pasti merasakan ikut eskul dong


ikuti terus kisahnya ya. Selamat membaca.


jangan lupa tinggalkan komentar.

__ADS_1


__ADS_2