Sisa Rasa

Sisa Rasa
Dari Suara


__ADS_3

Aliya Dewi Lestari


Ya itulah namaku. Orang banyak memanggilku dengan sebutan Liya.


kadang untuk bersenang-senang mereka memanggil ku Ali. Tukang qitella goreng di pasar.


entah lah mungkin karna perkatan ku yang renyah tapi bikin seret. Hehe


aku sangat manja, karna ya... aku anak satu satunya dirumah..


bagaimana tidak, semua kasih sayang di berikan pada ku.. sunguh nikmat yang tak bisa disia-siakan..


dengan berjalannya waktu aku tumbuh menjadi remaja.. aku sudah 16 tahun, sekarang aku sudah SMA. menyenangkan sekali, sangat..


sudah beberapa minggu setelah kegiatan MOS (masa orientasi siswa/ospek) diadakan. aku mulai mencari jati diri, karna pada hari ini waktu pemilihan ekskul.


aku bingung..


awalnya aku ragu memasuki eskul yang sama seperti sebelumnya ketika aku di SMP.


namun suatu ketika.. seseorang membangkitkan semangat ku. dengan terang-terangan aku tersenyum.


ini luar biasa liya, hati ku bergejolak..


Aku akhirnya memutuskan untuk masuk kesebuah ruangan.


Semua mata tertuju pada ku


. 'Hei apa ada yang salah dengan ku'


Aku tetap memberanikan diri. Ternyata ada teman satu kelas ku, aku duduk disebelah dia. pertama kalinya kami berkenalan.


Satu Minggu setelah pengenalan ekstrakulikuler


Aku sudah memiliki teman yang dikenal, sehingga tidak akan terasa sangat canggung lagi. Pilihan ku untuk mengikuti kembali ekstrakulikuler yang sama dengan sebelumnya sudah menjadi keyakinan dan kemantapan hati.

__ADS_1


Organisasi Kepanduan.


Itulah yang dia pilih. Disitu Aku merasa senang dan dapat melakukan apapun. Petualangan dan tanggung jawab, serta hiburan dapat didapatkan disitu. Bahkan banyak hal yang menjadi pembelajaram bagi kehidupa, pendidikan yang tidak akan didapat dibangku sekolah.


Hari ini ada sekitar 15 orang anggota baru yang siap di lantik.


Mereka semua dibariskan di lapangan. Terdiam beberapa saat sambil menunggu instruksi selanjutnya.


Kami diminta senior untuk berbaris di sebuah tempat. Bisa dibilang ini lapangan yang letaknya ada dibelakang sekolah. Suasana hari ini sanggat hening karena semua siswa telah pulang sejak sekita satu jam yang lalu.


Seorang laki-laki dewasa datang, dia masih muda, berkulit putih, cukup tampan menurutku, tapi galak.. Iiihh ngeri deh.


Cukup lama kami didiamkan selama hampir 30 menit. Berdiri seperti orang bodoh..


Tiba-tiba....


Rintik hujan turun berjatuhan, baru rintik. Belum benar benar hujan.


"Hadapkan kepala kalian keatas langit"


"Rentangkan tangan"


'Apa lagi ini, ada ada aja' tapi perlahan, aku menikmatinya. Satu persatu titik air berjatuhan di wajah ku. Menengakan, ditambah tiupan angin yang perlahan menerpa. Hawa dingin menyusup kedalam celah baju yang tipis ini.


Suara dari arah belakang ku dengar.


"Dea. Sini geh. Main titanic" suara pria itu terdengar ditelinga ku. Dia berbicara dengan Ana, teman sebelah ku. Yng tidak terlalu direspon oleh Ana.


'Kenapa si dia. Aneh sekali. Tanpa dosa pula bilang gitu.' justru aku yang ternyata merasa aneh. Dia.... Lucu.. Unik. Aneh memang, sedikit. Dan sepertinya romantis. Ah, apa lagi ini yang aku pikirkan. Tapi aku penasaran dengan wajahnya. Seperti apa dia. Aku terlalu malu untuk menghadap ke belakang.


Semua rangkaian kegiatan dimulai setelah rintik hujan mulai berhenti. Tepat pada pukul 5 sore semuanya selesai.


"Al, kamu sama siapa?" ana menghampiri ku saat itu sambil bertanya pada ku.


"Sendirian na" Jawab ku. "Boleh nebeng enggak? Rumah ku deket situ. Ntar aku kasih tau jalannya" ucapanya seraya sedikit memohon. Aku pun mengiyakan.

__ADS_1


Aku mengantarkan Dea tepat di rumahnya. Aku langsung pulang. Dalam perjalanan yang cukup panjang. Aku masih terngiyang dengan pria tadi. Entahlah aneh bagi ku. Aku bahkan belum melihat wajahnya. Itu pun sudah mampu membuat ku tersenyum tanpa arti. Bayangkan jika melihatnya secara langsung.


Aku sampai di rumah hampir adzan magrib. aku memang tidak suka kebut kebutan di jalan. ibu ku sudah menunggu di depan rumah. "kok baru pulang. bajunya bahsa lagi"


Ibu ku seprtinya sedikit marah padaku. tapi biarlah, nanti juga baik. asal aku cepat mandi dan berberes.


Langit-langit kamar nampaknya cukup indah bagi bagi ku yang saat ini masih setia mengamatinya. perjalanan hari ini cukup melelahkan bag ku. bagaimana tidak. kegiatan menuju anggota ternyata tidak semudah yang ia bayangkan. Aku harus berlari, menghafal, mencari, bahkan bisa di bilang mengelilingi sekolahan beberapa kali.


di akhir mereka harus bersujud lalu di siram oleh air dengan bunga yang ditabur didalamnya. tapi tak hanya itu. Airnya berbau tak sedap, apa lagi yang senior mereka lakukan. Mungkin wujud pembahalasan.


Malam sekin larut. Aku pun tertidur dengan sendirinya.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


.


.


.


Hai reader, ini episode pertama setelah penggalan cerita kemarin. semoga terhibur ya. jangan langsung berhenti disini. tunggu episode selanjutnya ya. see you..


maaf banyak typo atau kesalahan.. author masih belajar heheh

__ADS_1


__ADS_2