
Sayup-sayup secara perlahan sinar mentari menampakkan sinarnya diantara celah jendela. Aku mulai merentangkan tubuhnya yang terasa sangat kaku. Tak lama terdengar suara
Dor dor dor
"Tunggu sebentar itu bukan suara tembakan seperti di film action."
Aku mash belum memperdulikannya. Lalu dilanjut dengan suara yang meninggi.
"Aliya bangun, udah siang. Hari ini upacara." suara bu Arna yang tak lain adalah bunda ku terdengar sangat nyaring saat membangunkan ku.
"Oh tidak.. Aku lupa ini hari senin" Aku mulai mengutuki diri ku sendiri karna sangat pelupa.
Aku langsung berlari ke kamar mandi. Dalam situasi sesingkat ini pun Aku masih saja bisa berlama-lama di dalam kamar mandi. Ku rasa kamar mandi juga tempat yang nyaman selain tempat tidur. Aku bisa menghabiskan waktu 10-15menit.
"Lama sekali dia itu mandi. Apa sebenernya yang dibersihkan itu" ucapbunda ku ke heranan dengan sura yang masih bisa ku dengar. Tak lama pintu kamar mandirku buka dan aku langsung diserbu oleh omelan bunda yang tidak sedikit itu.
"Mandi nggak bisa ya bentar aja. Apa yang kamu bersihin itu nak." Aku hanya tersenyum tanpa dosa. Dan melenggang ke kamar untuk berganti pakaian.
30 menit berlalu
Aku telah siap dengan pakaiannya. Seragam yang rapi dan pas dibada, ditambah jas almamater itu. Aku lalu mengarah ke ruang makan untuk sarapan. Hanya beberapa suap saja aku telah menghentikan aksi sarapannya dan mengambil kunci motor serta tas gendong ku.
Waktu masih menunjukan pukul 06.40. Tapi itu sebuah angka yang cukup mendebarkan, pasalnya jarak rumah ku dan sekolah 20menit bisa lebih tergantung kecepatan.
Tanpa ragu aku menarik gas motor agar segera sampai di sekolahan. Padahal jalanan menuju sekolah tidak begitu mulus, sangat ramai dan bebrpa kali menemukan lubang.
"Ah sial. Tinggal 5 menit lagi" aku terus mengumpat dalam hati.
__ADS_1
Aku adalah orang yang cukup menghargai waktu. Bahkan selalu memakai jam tangan ketika bepergian. Satu menit saja sangat berharga baginya. Perhitungan waktu yang ku perkirakan sangat jarang seklai meleset. Aku selalu tepat pada waktunya, bahkan lebih sering mnunggu karna terlalu tepat waktu. Ehem mohon maaf bukan maksud ku untuk sombong ehehe
Dan hari ini.
Perhitungan waktu ku sedang ku pertaruhkan.
Tepat pukul 07.0 aku sampai gerbang sekolah. "Untunglah tepat waktu. Dan gerbang belum ditutup."
Aku menuju kelas dengan sedikit berlari. Pasalnya bel telah berbunyi sesaat ketika ia sampai parkiran tadi. Siswa-siswi bahkan mulai berhamburan keluar kelas untuk melakukan upacara.
***
Di Kelas
Aku sampai di kelas dan ku lihat pipit ada di situ. Pipit adalah teman sebangku ku. Dengan tinggi badan yang tidak terlalu beda jauh dari aku, tapi berat badan sedikit lebih dari, emm mohon maaf maksud ku gedut.
Ah itu Pipit dia pasti juga baru datang. Aku mendekatinya, dia jyga sedang terburu-buru rupanya.
"Eh, liya baru dateng" dia bertanya pada ku dengan tetap fokus dengab tasnya. Entah apa yang dia cari saat itu.
"Iya ini. Yuk ke lapangan" ucapku seraya mengambil topi untuk pelengkap atribut upacara ku.
Pipit ternyata menemukan yang dia car. Topi. 'Ternyata sedari tadi dia mencari topiny'
Aku dan pipit berjalan dengan sngat cepat.
Dia menoleh ke arah ku "udh ngerjain PR matematika?". Oh tidak, aku melupakan satu hl itu. Kenapa aku bodoh sekali dan sangat pelupa.
__ADS_1
"Ya ampuuunn aku lupa pit. Bego banget sih aku"
"Untung masih jam ketiga. Nanti aku ksih liat punya ku deh."
"Beneran pit?. Makasih banget yaaaa.. Kamu tu emang dewi penolong ku" sungguh aku sangat bersyukur memiliki teman sepertinya.
Mereka berdua telah sampai di barisan sesuai kelasnya. Berdiri ditempat paling bekalanh yang biasa ditempati oleh anak anak badung.
'Berisik banget. Mendingan didepan kalo gini caranya' gerutunya.
Namun kekesalahnya sedikit mereda. Berjarak satu kelas dari barisannya. Dia mendengar suara yang saat itu sempat ia dengar.
Ada 4 laki laki disana. Aku memandangi mereka. 'Udah kayak boy band aja deh'
'Hei tunggu dulu. Tapi dia itu. Bukan kah dia.......'
Bersambung.
.
.
.
.
kisah ini masih belum terlihat jelas ya alurnya. jadi kalau mau bertahan tunggu terus episode terbarunya.
__ADS_1
Jadi apa yang dirasakan Aliya dan ia cari?
tunggu kelanjutanya