
“Ayo pulang!“ Fara berdiri sambil menarik tangan Alseenio ke atas.
Bangkit dari tempat duduk di restoran, Alseenio menoleh dan bertanya, “Tidak mau belanja lagi?“
“Belanja? Umm … belanja apa, ya?“ Fara memiliki niat untuk berbelanja setelah bersenang-senang bersama dengan Alseenio.
“Menurutku kita belanja membeli baju, bukannya kamu mau bertemu dengan Niara besok?“ Alseenio menyarankan, ia rasa baju adalah barang yang tepat untuk dibeli.
“Benar! Ayo, Sayang!“ Mata Fara bersinar dan ia hendak menarik Alseenio keluar dari restoran.
“Tunggu, kita harus bayar dahulu.“ Alseenio dengan lembut menahan tubuh Fara, mereka harus bayar makanan yang sudah dimakan.
Fara lupa, ia menggaruk kepalanya, dan tersenyum canggung. “Aku lupa, hehe.“
Melihat Fara yang selalu imut di segala kondisi, Alseenio mengelus rambut hitam Fara dengan lembut dan menarik maskernya ke bawah untuk mencium kening Fara.
Segera Alseenio memanggil pelayan untuk meminta nota tagihan makanan yang mereka pesan. Selanjutnya, Alseenio membayar semua makanan dengan Black Card. Sengaja ia selalu gunakan kartu langka ini setiap ia belanja, sebab untuk kartu legendaris ini bisa dipakai, Alseenio harus melakukan transaksi sebanyak mungkin.
Setidaknya lebih dari 500.000 dolar dalam setahun.
Total pengeluaran untuk sekali makan ini lebih dari 1 juta rupiah, cukup mahal, tetapi memang sebanding dengan kualitas makanan di sini.
Mereka berdua keluar dari restoran dan langsung pergi ke toko terkenal, Alseenio tahu merek yang mewah untuk membeli baju, seperti Canel, Luis Vuton, Kristin Vior, Cucci, dan masih banyak lagi.
Akan tetapi, Alseenio tidak mengajak Fara membeli ke semua toko mewah tersebut, hanya beberapa saja, ia memilih toko Dior dan Luis Vuton.
Fara tidak tahu harus membeli baju apa, jadi ia memilih baju menurutnya bagus dan cocok saja, Alseenio juga meminta pemandu toko untuk memilihkan baju yang cocok untuk Fara.
Dengan tempramen bangsawan dan lembutnya, Alseenio tidak dipandang sebelah mata oleh pelayan toko di sini, mereka dengan hormat mengikuti perintah Alseenio meskipun mereka tetap mencoba menggoda Alseenio.
Para pelayan toko ini memilih 2 set gaun, 1 formal dan 1 gaun santai, kemudian 2 set pakaian santai, tak lupa juga mereka merekomendasikan pada Alseenio untuk membelikan Fara tas wanita mewah.
Model yang Alseenio pilih secara pribadi untuk Fara ialah Clutch dan Pouch, menurutnya sangat cocon untuk Fara.
Fara sendiri yang melihat pilihan Alseenio pun setuju, ia sangat menyukai tas yang dipilih oleh prianya.
Pada saat Fara mencoba gaun yang dipilih dan menunjukkan sosoknya pada Alseenio, mata Alseenio langsung membelalak, bola itu terlalu besar sehingga Alseenio yang melihatnya terasa sesak.
Terlepas dari itu, tampilan sosok Fara sangat cantik, terlebih postur tubuhnya yang sangat seksi, lemak berada di tempat yang tepat.
Jujur saja, Fara memang wanita paling panas dan cantik di matanya, ia belum pernah melihat wanita yang sempurna seperti Fara.
__ADS_1
Para pemandu yang melihat 2 bola besar Fara itu cemburu, bola milik mereka berdua tidak bisa dibandingkan.
Melihat gaun ini tidak pas ukurannya dengan tubuh Fara, Alseenio meminta pemandu untuk mencari gaun yang cocok dan sedikit tertutup, paling tidak belahan Fara tidak terlihat.
Setelah mencari-cari gaun, mereka tidak menemukan satu pun gaun yang pas untuk ukuran Fara.
Dengan demikian, pemandu menganjurkan untuk Alseenio memesan khusus atau kustomisasi gaun untuk Fara, kebetulan manajer toko sedang berkunjung ke sini.
Selanjutnya, Alseenio dan Fara bertemu dengan manajer toko, itu seorang wanita tua. Fara diukur oleh manajer kemudian mencatat ukurannya.
Alseenio langsung membayar biaya pembuatan untuk 2 gaun untuk Fara pada manajer.
Total uang yang dikeluarkan untuk membeli pakaian Fara lebih dari 4 miliar rupiah, termasuk tas, mantel, dan beberapa aksesoris kecil.
Begitu melihat kartu bank yang dikeluarkan oleh Alseenio, manajer dan para pemandu itu lebih menjaga sikap terhadap Alseenio dan Fara.
Tentunya sebagai pekerja di toko merek terkenal mereka mengetahui kartu ATM yang dipegang Alseenio.
Jadi, pakaian yang akan dikenakan Fara besok adalah pakaian santai dan mantel yang dibeli dari toko Luis Vuton.
Sementara itu, parfum dan sepatu, mereka beli di Kristin Vior, total harganya tidak lebih dari 1 miliar.
Namun sayangnya, Fara luluh karena bujukan Alseenio, kemudian ia menerima barang yang dibelikan oleh Alseenio meskipun sedikit enggan.
Ia takut orang lain menganggapnya wanita materi dan sangat realistis karena memiliki barang mewah yang berlebihan ini.
Sekali lagi Alseenio meyakinkan bahwa ia tidak akan mendengarkan orang yang menganggap Fara seperti itu, Alseenio lebih percaya dengan kenyataan, kenyataannya Fara jauh dari kata itu.
Alseenio yang membawa sebagian besar barang belanjaan Fara, itu atas inisiatif dan kemauannya sendiri.
Syukurnya mereka membawa Gemera, tidak perlu memesan Gokar untuk mengangkut banyak barang belanjaan.
Baju Alseenio sudah banyak, setiap keluar untuk membuat konten, biasanya ia mampir ke mall dan membeli beberapa baju yang menurutnya bagus, baju dari banyak merek terkenal Alseenio punya.
Sampainya di mansion, Bella iri pada Fara karena dibelikan baju oleh Alseenio, ia ingin dibelikan juga.
Supaya tidak cemburu, Alseenio mentransfer uang pada Bella untuk membeli baju bersama Gondals nanti.
Alseenio tidak menganggap Bella dan Gondals adalah pekerjanya, melainkan keluarganya, tidak masalah untuk memberikan mereka uang.
Bella juga tidak canggung seperti dahulu, ia sudah menganggap Alseenio sebagai adiknya.
__ADS_1
Walaupun begitu, Bella juga tetap menjalankan tugasnya untuk menjaga Alseenio jika memang dibutuhkan, sayangnya Alseenio jarang membutuhkan Bella.
Sebelum tidur, Alseenio mendapatkan banyak pesan dari Kates, Ajiji, Tiara, dan wanita yang sempat berkenalan dengannya, termasuk wanita yang membantu membelikan anak kecil yang pernah tanding permainan basket sebuah alat bermain basket.
Semua wanita yang pernah berinteraksi dan saling mengikuti di media sosial masih berhubungan baik dengan Alseenio meski tidak sedekat itu.
Dari awal Alseenio memang tidak dekat dengan mereka, tetapi tidak asing juga, berteman di batas normal.
Namun, apabila dengan Niara, memang Alseenio sedikit dekat.
Sekarang Alseenio sedang menjaga jarak dari Niara dengan cara jarang membuka media sosial dan fokus kesibukan di dunia nyata.
Tiara dan Alseenio masih saling mengirim pesan, tetapi hanya sekadar membahas tentang usaha yang akan dijalankan oleh mereka, itu pun sudah di akhir tahap rencana, Tiara akan mengabari setelah keputusan ibunya dan dirinya bulat untuk membangun usaha yang dipilih.
Keesokan harinya, Alseenio dan Fara membuat konten OkeTV untuk terakhir kalinya, untuk seterusnya Alseenio akan membuat video untuk saluran Yitub miliknya seminggu sekali.
Masih ada waktu sebelum siang hari, sebelum mereka pergi menuju tempat pertemuan diadakan bersama Niara.
Alseenio mendapat kabar dari Hani Kiara bahwa mereka akan bertemu di siang hari, sekitaran jam 1 atau 2 siang.
“Sayang, aku tidak bisa menemanimu membuat konten hari ini, aku harus bersiap-siap untuk pergi nanti.“ Duduk di atas pangkuan Alseenio, Fara mengangkat kepalanya.
“Baiklah, tidak apa-apa.“ Alseenio mengizinkan, tetapi wajah Alseenio berubah di detik berikutnya. “Padahal … kamu boleh mencoba baju dan mencocokkan baju di depanku kalau kamu mau sambil menemaniku bermain OkeTV.“
Mendengar ini, Fara mendegus dan berkata, “Tidak! Nanti kamu kebablasan.“
“Kebablasan apa?“
“Entahlah.“ Fara meninggalkan pangkuan kaki Alseenio dan berdiri. “Lupakan itu, aku harus memilih baju yang bagus dan tepat sekarang, aku harus pergi ke kamar. Love you, Baby!“
Setelah mengatakan itu, Fara mencium bibir Alseenio selama satu menit lalu berlari keluar dari ruang studio.
“Love you too,” Alseenio membalas sambil melihat Fara keluar.
Menggelengkan kepalanya dan tersenyum senang, Alseenio bergegas untuk membuat video sebelum waktu pertemuan datang.
Alseenio saat ini memilih server yang dituju, server yang belum Alseenio coba dan memang sengaja disimpan untuk dipilih hari ini, yaitu server Cina atau China atau Negeri Tiongkok.
Baru ia pertama kali menekan tombol mulai, Alseenio langsung bertemu dengan wanita dari Cina.
“Wo Cao!“
__ADS_1