
Di dalam kamar, Alseenio membuat video tiktod lagi, tadi siang setelah mengantarkan Tiara ke tempat kerja, ia mengunggah satu video Tiktod, cerita dalam Instagrem, dan Yitub. Ia mengantarkan Tiara sekaligus membuat konten video, pekerjaan dan kegiatannya hanya seperti itu sekarang. Membuat video konten setiap hari, diulang secara terus menerus.
Namun, Alseenio menganggap ini kegiatan yang menyenangkan walaupun terkadang jenuh karena berbicara sendiri. Setidaknya, pekerjaan sekarang ini ia tidak membuatnya merasa lelah, Alseenio sendiri membuat video tergantung perasaan hatinya, ia tidak memaksakan diri untuk membuat video.
Tiap kali membuat video, ia menganggapnya sebagai hiburan yang merangkap sebagai media relaksasi diri.
Semua pekerjaan memang melelahkan, tetapi pekerjaan yang Alseenio lakukan termasuk yang tidak menguras tenaga.
Lihat saja, sekarang pria ini sedang memegang biola dan membuat melodi musik yang indah, irama ini adalah lagu yang berjudul “Rivers Falls in You” dibuat oleh Yiruma yang adalah pianis profesional dan terkenal.
Lagu ini sangat menakjubkan, Alseenio bahkan memasukkan lagu ini ke dalam daftar lagu favoritnya.
Entah kenapa, lagu tersebut terdengar menyedihkan. Meskipun demikian, nadanya sangat nyaman didengar oleh telinga.
Setelah memainkan lagu itu menggunakan alat musik lain, yaitu biola. Alseenio langsung menyimpan dan mengunggahnya ke akun Tiktodnya.
Tidak butuh waktu satu hari untuk mendapatkan ribuan suka dari orang-orang dan masuk rekomendasi di beranda, cukup 5 menit untuk video Alseenio panas dan masuk ke dalam video yang direkomendasikan oleh sistem Tiktod.
Walaupun itu 5 menit, videonya yang sedang bermain biola telah menerima 50 ribu suka dan ribuan komentar.
Selagi Alseenio sedang bersantai di kamar sambil menunggu waktu makan malam tiba, Alseenio membaca rentetan komentar di videonya tersebut.
“Asli, pria ini berbakat sekali! Mulai hari ini aku akan menjadi penggemarnya!“
“Tampan, pandai bermain musik, bisa bernyanyi, kaya, tinggi, dan putih, Alseenio hampir paket lengkap, sayangnya ada yang kurang, Alseenio belum menjadi gangster dan CEO perusahaan.“
“Hei, komentar di atas! Itu kriteria protagonis di novel oranye, itu pun masih ada yang kurang. Alseenio kurang berotot.“
“Kurang berotot? Kamu tidak lihat video Tiktodnya Hani Kiara, jelas sekali tubuh Alseenio sangat bagus, bahkan perutnya bukan lagi enam kotak, melainkan delapan kotak!“
“Lagu ini menggambarkan aku yang tengah terpuruk dan tiba-tiba datanglah seorang pangeran tampan yang membantuku melewati kejamnya rintangan dunia. Pangeran tampan itu adalah suamiku, Alseenio. Love you!“
“Aku menyesal menunjukkan video ini kepada pacarku, dia tiba-tiba memintaku untuk bermain biola dengan lagu yang sama dengan pria yang ada di dalam video, kalau tidak dilakukan, dia akan memutuskan hubungan kami. Aku sungguh butuh dukungan dari kalian, Teman-teman. Silakan tekan tombol 'love' untuk mendukungku.“
“Kepada siapa saja yang iri, kalian boleh sukai komentar ini.“
Usai membaca komentar teratas atau populer, Alseenio hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tertawa. Kebanyakan dari komentar yang ramai disukai adalah komentar-komentar yang lucu dan juga aneh.
Namun, tidak sedikit juga yang memuji Alseenio, terlebih kaum perempuan, mereka sampai melemparkan komentar yang berisikan bahwa mereka iri dengan biolanya, mereka ingin sekali menjadi biola milik Alseenio.
Alseenio tidak tahu harus menjawab apa komentar aneh tersebut.
Beberapa komentar yang paling top, Alseenio sukai, dan komentar tersebut memiliki label bahwa komentarnya disukai oleh pembuat video, yakni Alseenio.
Setelah membaca komentar di puluhan videonya, Alseenio berniat untuk melihat komentar yang ada di saluran Yitub miliknya. Setiap malam, Alseenio menyempatkan waktu untuk membalas komentar paling atas di video yang ada di saluran Yitub motovlog yang ia punya.
Hal tersebut merupakan teknik meramaikan saluran Yitubnya agar menjadi banyak lagi pelanggannya. Alseenio juga bukan orang yang sombong, sebisanya ia akan membalas komentar dari para penggemar.
Tepat ketika di pertengahan dirinya sedang mengetik balasan komentar para penggemar, pintu kamarnya diketuk dan Bella memanggilnya.
“Tuan, makanan sudah siap. Ayo kita makan malam bersama!“
“Ya, tunggu sebentar. Aku akan segera menyusul!“ Alseenio dengan cepat menyahut Bella sembari membereskan seprai kasur yang sedikit berantakan dan juga biola yang habis digunakan.
“Baik, Tuan. Kami tunggu di ruang makan.“
Setelah mengatakan itu, Bella pergi meninggalkan pintu kamar Alseenio dan berjalan menuju suaminya yang tengah duduk dan menunggu.
Alseenio langsung mencepatkan gerakannya untuk merapikan barang-barang yang diambilnya.
Melihat istrinya duduk kembali ke meja makan, Gondals langsung bertanya, “Di mana Tuan Alseenio?“
“Sedang melakukan sesuatu, mungkin sebentar lag—”
Sebelum Bella menyelesaikan berbicara, suara pintu yang terbuka tiba-tiba memotongnya.
Ceklek!
Mendengar ini, Bella tersenyum dan berkata, “Nah, itu Tuan Alseenio.“
Kedua segera menoleh ke arah letak kamar utama Alseenio, tak lama menunggu, mereka melihat Alseenio berjalan dengan memakai pakaian piyama lengan dan celana pendek berwarna hitam, serta memiliki corak polkadot yang bergambar hati warna putih, ia memakai baju apa pun tetap tampan.
Bella dan Gondals tersenyum ketika melihat Alseenio datang dan mereka berdua berdiri bersama untuk memberi hormat.
“Tidak perlu terlalu formal seperti itu, aku kurang suka. Santai saja denganku.“ Alseenio menahan mereka berdua untuk tidak membungkuk hormat kepadanya, ia tidak terlalu suka dengan etiket orang kaya seperti itu. Hal tersebut akan membuat terlihat kaku dan canggung.
Dengan cepat mereka berdua mematuhi perintah Alseenio dan meminta maaf.
__ADS_1
“Baik, Tuan! Kami tidak akan terlalu formal lagi,” kata Bella sambil mengangguk menandakan pengertiannya.
Sementara itu, suaminya, Gondals hanya diam dan mengangguk kecil. Pria ini Alseenio perhatikan mirip dengan Ryan Laryse, sifatnya lebih ke dingin dan pendiam.
Meskipun begitu, Gondals kepada Alseenio tetap merespons, sama dengan Bella yang super aktif.
Keduanya ikut duduk, selepas melihat Alseenio perlahan duduk di kursi.
Dalam pandangan Alseenio, beberapa jenis makanan, seperti steak daging sapi saus madu, spaghetti bolognese, makanan laut seperti lobster saus tomat, dan makanan mewah lainnya telah disajikan di atas meja. Semuanya lengkap dan tertata rapi, bahkan alat makannya diletakkan di posisi yang sangat baik, layaknya persiapan meja di sebuah restoran mahal.
Alseenio bingung dengan makanan ini, apakah ini semua dibuat oleh Bella, istri Gondals, atau makanannya dibeli dari bawah, restoran apartemen. Pasalnya, ini terlalu matang persiapannya.
Mata Alseenio bergerak ke arah Bella dan Gondals, tatapannya memiliki makna tentang siapa yang membuat makanannya.
Dua pengawal ini langsung mengerti arti dari sorot mata Alseenio dan Bella tersenyum ketika hendak berbicara. “Makanan-makanan ini aku yang masak dan buat, Tuan. Aku membuatnya khusus kita bertiga. Semoga Tuan menyukainya.“
Alis kanan Alseenio tersentak setelah mendengar pengakuan Bella, kemudian ia melihat ke arah Gondals untuk kepastian.
Gondals yang ditatap Alseenio pun langsung menanggapi dengan anggukan kepala, artinya apa yang dikatakan Bella adalah benar.
“Kamu bisa masak?“ Alseenio mengambil pisau dan garpu sembari bertanya kepada Bella.
Bella mengikuti gerakan Alseenio, dua pengawal ini juga bersiap untuk menyantap makanan. “Ya, jika tidak ada tugas, aku biasanya memasak makanan untuk kami berdua. Waktu luang yang ada selalu aku gunakan untuk memasak dan mengasah kemampuan memasak yang aku punya.“
Alseenio mengangguk mendengar jawaban Bella. Kemungkinan besar makanan ini akan enak, sebab Bella sering memasak.
Dari penampilan makanan-makanan yang tersaji ini cukup baik, aroma yang dikeluarkan dari tiap-tiap makanan juga sesuai.
Terkadang ada orang yang memasak tetapi aroma makanannya tak sesuai dengan makanan yang dibuat, contoh makanan pedas, tetapi aromanya sangat manis, ketika dimakan pun rasanya tidak ada rasa pedas sedikit saja.
Pelan-pelan Alseenio mengarahkan pisau dan garpu di tangannya ke steak daging. Dengan gerakan yang tenang, Alseenio memotong sedikit daging dan mengoleskannya ke saus madu yang membalut bagian atas daging, kemudian ia memasukkan potongan daging di garpunya ke dalam mulut.
Dalam sekejap, kelezatan dan tekstur daging dirasakan oleh lidahnya. Rasa manis dan gurih langsung meleleh pada lidah Alseenio, itu terasa sangat lezat hingga Alseenio tanpa sadar memejamkan matanya sesaat.
“Enak, masakannya enak, aku menyukai makanan ini,” ujar Alseenio usai menelan daging yang dikunyah.
Pujian Alseenio diterima oleh Bella, dan wanita ini tersenyum gembira, hatinya pun merasa lega karena Alseenio menyukai hasil masakannya.
Bella memperhatikan dari awal Alseenio memotong daging tersebut, ketegangan di dalam hatinya timbul drastis, ia takut sekali apabila Alseenio tidak menyukai makanannya dan berkata tidak enak.
“Makanan Bella memang selalu enak, Tuan. Dia benar-benar mempelajari hal sampai ia menjadi ahli dari hal tersebut, itu juga merupakan sesuatu yang aku sukai dari istriku ini,” jelas Gondals sembari sesekali menatap Bella. Senyum tulus terlihat di wajah Gondals ketika berbicara, ini adalah fenomena langka.
Di bawah mata Alseenio yang melihat keduanya, Bella mencium pipi Gondals dengan lembut.
Seketika, Alseenio tersenyum masam, ia merasa menjadi nyamuk di sini.
Tidak hanya itu, mereka mulai saling suap-menyuap satu sama lain, sangat harmonis dan mesra. Namun, masalahnya mereka berdua melakukannya di seorang perjaka akut dua dunia.
“Uhuk! Uhuk!“ Alseenio pura-pura terbatuk dan meminum segelas air putih.
Suara batuk Alseenio membuat mereka berdua terhenti sesaat dan kemudian keduanya menundukkan kepalanya karena malu dengan apa yang dilakukan.
Untuk sementara waktu, suasana menjadi canggung dan sunyi di antara mereka bertiga, tetapi Alseenio dengan cepat mengakhiri suasana canggung dengan obrolan yang ia mulai.
“Omong-omong, aku akan menugaskan kalian berdua untuk sesuatu urusan,” kata Alseenio dengan serius. “Aku akan memberitahukannya sekarang.“
Wajah kedua pengawal Alseenio menjadi serius, mereka bertiga telah menyelesaikan makan malamnya, makanan yang diletakkan di atas meja sudah kosong, hanya ada sedikit sisa makanan.
“Gondals, kamu akan ditugaskan untuk membantu perusahaan yang sedang dikembangkan olehku, aku akan memilihmu untuk menjadi Direktur SDM di Perusahaan Jasa Keamanan yang aku miliki. Tugasmu hanya untuk merekrut, mengelola, dan melatih karyawan yang terpilih agar menjadi pengawal yang baik. Menjadi Direktur SDM pasti digaji. Laporkan saja kepadaku apa yang terjadi di perusahaan, aku memberikan kepercayaan kepadamu.
Alseenio menatap wajah Gondals dengan serius dan tenang, aura ketegasan keluar dari sosok Alseenio yang duduk tegak di depan keduanya.
“Siap, Tuan! Aku akan melakukannya dengan baik!“ Gondals berseru sambil mengangguk penuh keyakinan.
“Aku akan mengabari CEO atau Presdir persoalan ini, besok kamu harus pergi ke perusahaan tersebut, tetapi sebelum ke sana, aku minta kamu ambilkan mobilku yang ada di Showroom Prestide. Gunakan mobil itu untuk pergi ke perusahaan esok hari.“
Beberapa instruksi dilontarkan oleh mulut Alseenio kepada Gondals dengan jelas.
Sejak awal Alseenio berbicara, Gondals mendengarkan dengan baik dan mengingat arahan ini dalam otaknya.
“Siap! Akan aku laksanakan, Tuan!“ Gondals menjawab dengan tegas.
Melihat sikap Gondals saat menjawab permintaannya, Alseenio makin puas dengan pengawal ini.
“Untuk Bella, kamu besok akan ikut bersama Gondals ke tempat dua mobilku disimpan. Namun, setelahnya kamu tidak ikut ke perusahaan, melainkan pergi ke suatu rumah, aku akan memberitahukan lokasinya. Tugasmu di sana hanya memantau dan menjadi tamu, bilang saja bahwa kamu saudariku.“
“Baik, Tuan! Aku pasti memenuhi tugas yang diberikan.“
__ADS_1
“Ya, mulai hari ini juga kalian boleh tinggal di sini bersamaku.“ Alseenio menepuk bibirnya menggunakan lap yang disediakan oleh Bella di dekat piring makannya. “Apabila kalian kekurangan biaya atau uang, kalian bisa minta kepadaku, aku akan memberikan uang untuk kalian.“
“Terima kasih, Tuan Alseenio. Kami sebenarnya tidak kekurangan uang, uang pensiunan kita masih tersimpan sangat banyak, ditambah dengan gaji Gondals sebagai direktur perusahaan, kurasa kami tak perlu uang dari Tuannya lagi,” ucap Bella dengan rasa terima kasih yang tulus dari hatinya.
“Adapun jika aku tidak digaji, itu bukan masalah,” sambung Gondals dengan nada bicara yang tenang.
Alseenio tersenyum ke arah keduanya dan menggelengkan kepalanya. “Pekerjaan tetaplah pekerjaan, dan harus mendapatkan imbalan. Kamu tetap akan digaji layaknya orang yang menjabat sebagai direktur.“
Tidak etis apabila ia mempekerjakan seseorang tanpa digaji, ini bukanlah perusahaan bertema perbudakan dan penjajahan.
Pada saat Alseenio ingin membersihkan piring bekas makannya, Bella tiba-tiba melarangnya dan berkata, “Tidak usah, Tuan. Biar kami berdua yang membereskan ini semua.“
Melihat wajah mereka berdua yang tegas, mau tidak mau Alseenio membiarkan mereka berdua membersihkan bekas makanan yang ada.
“Baiklah, terima kasih. Aku akan kembali ke kamar dahulu.“
“Ya, Tuan. Hati-hati.“
Setelah pamit, Alseenio berjalan lagi dan masuk ke dalam kamar utama.
Di sana ia menyiapkan diri sebelum tidur, menggosok gigi dan mencuci muka dengan air.
“Tidak perlu dijemput? Baiklah.“
Alseenio melihat pesan dari Tiara bahwa dia tak perlu dijemput. Wanita itu pulang bersama teman wanitanya.
Kebetulan sekali, Alseenio sudah mengantuk sehabis mengobrol di laman pesan dengan Fara, Niara, dan teman yang lainnya.
Setelahnya, Alseenio berbaring di atas kasur dan tertidur.
Hari baru dimulai lagi.
“Oke, pastikan mereka berdua aman. Aku akan ke sana.“
Alseenio mendapatkan laporan dari Bella bahwa paman Tiara sedang di rumah Tiara, saat ini orang itu sedang memaksa Tiara untuk memberinya uang.
Bella sudah sampai di rumah Tiara, wanita ini yang ditugaskan oleh Alseenio untuk ke rumah seseorang dan menjadi tamu. Rumah itu ialah rumah Tiara. Rencananya Alseenio memang ingin ke rumah Tiara untuk melihat secara langsung paman biadab yang diceritakan oleh Tiara.
Sekarang ini, Bella menjadi tamu di rumah Tiara sebagai saudari jauhnya.
Setelah mendapatkan laporan itu, Alseenio langsung bergegas ke tempat parkir untuk mengambil sepeda motor dan pergi menuju rumah Tiara.
Kurang dari 20 menit, Alseenio sampai di rumah Tiara, ia memarkirkan sepeda motornya di depan rumah di samping gang masuk rumah Tiara.
Di depan rumah Tiara terdapat banyak orang. Jika Alseenio lihat, orang-orang ini tampak seperti orang buronan dan orang pelaku kriminal. Banyak sekali tato, bahkan tubuh mereka tampak kurus seolah sering memakai barang.
Namun, ada beberapa orang yang berbadan besar dan berotot, total dari mereka semua ada 6 orang.
Begitu Alseenio makin lama makin mendekat, orang-orang ini menatap Alseenio dengan wajah yang beringas dan mata yang tak senang.
Salah satu orang dari mereka datang kepada Alseenio dan menghalangi jalannya, orang ini memiliki badan yang besar dan juga tinggi. Dengan tatapan yang tidak ramah, ia melotot ke wajah Alseenio dan berkata keras, “Hei-hei! Ngapain ke sini?!“
Sebelum Alseenio hendak menjawab, kelima orang yang diam langsung bergerak mengelilingi Alseenio sehingga tubuh Alseenio terlihat sedang dikurung.
Di situasi yang tegang seperti ini, Alseenio sedikit pun tidak takut, ia menatap dengan santai orang-orang yang berwajah seram yang mengelilinginya. “Ingin mampir ke rumah teman, kebetulan ada saudari yang datang ke rumah itu.“
“Teman?! Siapa?!“
Orang yang berbadan besar dan berambut gondrong ini masih mempertahankan suaranya yang keras dan nyaring. Terlihat orang ini hendak mendominasi dan menekan nyali Alseenio.
“Rumah Tiara.“ Alseenio masih santai, bahkan wajahnya tampak datar tak memiliki ekspresi.
“Oh, Tiara. Jadi, wanita seksi yang barusan datang adalah saudarimu?“ tanya Orang tersebut dengan seringai yang aneh.
“Ya.“
“Sepertinya saudarimu boleh kita pakai bersama-sama, kan? Kalau tidak boleh, aku cuma bisa bilang, kelihatannya kamu bisa hidup sampai hari ini saja.“
Setelah mengatakan itu, masing-masing dari mereka memasang wajah dan pose yang menyeramkan sambil menyeringai kejam ke arah Alseenio. Tatapan mereka pun sangat menusuk.
Akan tetapi, Alseenio tidak merasakan ancaman dari mereka, melainkan ia merasakan bau ketiak yang parah.
Sedari tadi Alseenio menahan bau tak enak ini.
“Aku ingin bilang kepada kalian. Tolong, uang hasil pemalakan digunakan juga untuk membersihkan badan, kalian semua bau.“
Ketika mereka mendengar ucapan Alseenio ini, mereka tertegun untuk beberapa saat, kemudian wajah mereka memerah karena amarah yang meledak.
__ADS_1
“Bocah biadab!“