SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 76: Cosplay Karakter Nazito


__ADS_3

Bang Luffi ternyata masih merenung ingin menjelaskan tentang Saviorman karena dia sendiri pun lupa. Namun, tak lama berselang ia mengingat kembali setelah ditunggu oleh Alseenio selama satu menit, kemudian ia membuka mulutnya, “Saviorman itu merupakan seorang pahla—”


“Aku tahu karakter anime yang cocok untukmu, Bang Nio!“ Fandick memotong kalimat Bang Luffi karena ia memiliki sesuatu ide yang sedang melintas di dalam kepalanya. “Menurutku Bang Nio berpakaian seperti karakter utama di sebuah anime, di mana tokoh utama atau protagonis prianya kelihatan culun di sekolah, tetapi ternyata dia adalah seorang pria tampan di luar sekolah. Pakaiannya sangat keren apabila di lur sekolah, kalau tidak salah ingat, karakter ini pakai tindik di telinganya.“


Fandick melontarkan sarannya ke Alseenio tanpa memberi kesempatan untuk Bang Luffi melanjutkan kalimat perkataannya lagi.


Begitu mendengar saran dari Fandick, tim Bang Luffi mencoba untuk mencari tahu dan mengingat karakter anime atau kartun yang dimaksud oleh Fandick. Mereka mengingat kembali film kartun Jepang yang pernah mereka tonton.


“Apa itu Izuni Mitamura dari film Lorimita?“ kata Bang Luffi setelah mengingat lagi karakter yang mirip dengan deskripsi dari Fandick.


“Benar, itu dia yang aku maksud. Bagaimana? Apa itu cocok dengan Bang Nio atau tidak?“ Fandick melihat ke arah tim Bang Luffi yang sedang duduk di sekitar ruangan studio.


Bang Luffi menggelengkan kepalanya, menurutnya Alseenio kurang cocok dengan karakter tersebut.


“Seingatku, Izuni Mitamura rambutnya tidak sepanjang rambut Bang Alseenio, menurutku kurang cocok untuk saat ini.“ Bang Luffi berkata sambil memandangi penampakan dari sosok Alseenio.


Memang benar apa yang dikatakan Bang Luffi, karakter yang diusulkan Fandick kurang cocok dengan rambut yang dimiliki oleh Alseenio. Rambut Alseenio sangat panjang bahkan menyentuh pinggang bawah jika tidak diikat, sedangkan rambut karakter yang bernama Izuni panjangnya hanya sampai bahu.


“Kalau begitu … mengapa tidak cosplay karakter yang perempuannya?“ saran Fandick tanpa berpikir dahulu.


“Tidak seperti itu juga, Fandick.“ Bang Luffi menggelengkan kepalanya. “Kyuka Lori rambutnya agak bergelombang dan berwarna cokelat, beda sekali dengan rambut palsu Bang Nio.“


“Emm, benar juga.“ Fandick diam-diam mengangguk.


“Lagi pula, itu karakter perempuan, bukan karakter laki-laki,” lanjut Bang Luffi yang juga sedang memikirkan persoalan ini.


Sejak awal, Alseenio juga berpikir dan mengingat karakter yang berambut panjang, tetapi anehnya ia tidak mengingat satu karakter pun.


“Aku punya usulan, bagaimana kalau Bang Nio cosplay karakter dari serial kartun Nazito?“ Lapi yang ikut berpikir juga akhirnya mengeluarkan pendapatnya kepada semua.


“Nazito?“ Bang Luffi menatap Lapi. “Karakter yang mana? Bukannya karakter Nazito itu banyak?“


“Itu, karakter dari Keluarga Hyungga, namanya Nasi atau Biji, aku lupa.“


“Oh … aku tahu, salah satu pria dari keluarga yang pupil matanya putih semua, kalau tidak salah namanya Narji,” Bang Luffi yang mengerti apa yang dimaksud oleh Lapi.


“Iya, itu dia! Cocok dengan Bang Nio, bukan?“


Menimbang pendapat dari Lapi, mereka semua termasuk Alseenio membayangkan Alseenio jika menjadi karakter Narji.


Bang Luffi mengamati sosok Alseenio dan menyinkronkan dengan gambar Narji yang ada di layar monitor komputernya.


Secara keseluruhan mungkin bisa saja, terlebih lagi bagian rambut panjangnya Alseenio dan Narji hampir sama.


Rambut hitam Alseenio tinggal perlu diikat ujungnya dengan ikat rambut dan biarkan menjuntai ke belakang hingga menyentuh punggung bagian bawah agak ke pinggang, kemudian ditambahkan baju atau seragam yang dipakai Narji dalam filmnya, tak lupa dengan softlens mata bilarkugan.


“Menurutku, sih … Narji cocok dengan Bang Nio.“ Setelah dipikir-pikir dan ditimbang lagi, juga mencocokkan sosok Alseenio dengan gambar Narji di layar komputer, Bang Luffi kali ini setuju dengan pendapat Lapi.


Fandick juga mengangguk, ia pun setuju dengan pendapat Lapi, Alseenio memang cocok dengan karakter Narji.


Alseenio juga berpikir demikian, karakter ini cocok untuk kondisi rambutnya sekarang.


“Baiklah, aku akan cosplay Narji. Terima kasih sudah membantu, Teman-teman.“ Alseenio merasa terbantu sekali dengan adanya mereka, ini sangat membantu dirinya menyelesaikan misi, ia berterima kasih dengan hati yang tulus.


Mendengar ucapan terima kasih dari Alseenio, mereka semua tersenyum, kemudian Bang Luffi bangun dari kursinya dan menepuk bahu Alseenio.


“Santai saja dengan kami, Bang Nio. Kami akan bantu jika perlu bantuan,“ Bang Luffi tersenyum dan berkata ramah. “Oh, iya. Mending Bang Nio cari tempat sewa baju Narji sekarang. Jadi, besok tinggal berangkat ke acara di sana.“


“Benar, mumpung sekarang baru jam setengah lima sore, masih ada waktu untuk mengambil set pakaiannya,” Fandick menambahkan untuk mendesak Alseenio menyewa pakaian Narji.


Segera, Alseenio membuka ponsel dan mencari akun Instagram yang menyewa kostum cosplay di Bandung. Beruntungnya, di Bandung ini banyak sekali toko yang menyewa kostum untuk para orang yang suka cosplay karakter di film.


Begitu Alseenio mengirim pesan ke toko tersebut, pesannya dengan cepat dibaca dan dibalas, mereka terkejut ketika tahu Alseenio ingin menyewa kostum dari tokonya, mereka bahkan ingin menggratiskan kostumnya untuk dipakai oleh Alseenio, tetapi Alseenio tidak mau, pasalnya kostum mereka cukup bagus dan harga sewanya cukup mahal, tentu ada harga ada kualitasnya.


Tanpa berlama-lama berbincangnya, Alseenio menyewa kostum Narji yang paling akurat dengan filmnya, harga sewanya 2 juta untuk 2 hari, masalah harga Alseenio tak mempermasalahkan.


Setelah melakukan transaksi dan Alseenio sudah mengirim uang penuhnya kepada mereka, kostumnya akan dikirimkan ke rumah Bang Luffi sebentar lagi, mungkin memakan waktu belasan menit saja.


Benar saja apa yang dijanjikan pemilik toko tersebut, Bang Luffi mendapatkan tamu dan ternyata itu mereka.


Pemilik tokonya adalah seorang wanita berkacamata cukup cantik sehingga di layar informasi data Sexeyes menunjukkan nilai penampilannya yang berkisar 74 poin. Selain pemilik toko yang datang, ada tiga karyawan yang terdiri dari 2 pria dan satu wanita.


Mereka ke sini membawa satu set kostum yang dipesan Alseenio, begitu diperiksa barangnya bagus dan akurat dengan karakternya. Sebelum mereka pergi kembali ke toko, mereka meminta berfoto bersama dengan Alseenio, dengan senang hati Alseenio menerima permintaan mereka.

__ADS_1


Setelah mereka pergi, Alseenio dan tim Bang Luffi mencoba barang-barang ini, apakah ukurannya pas dengan Alseenio atau tidak.


Namun, saat bajunya dipakai, ukurannya pas dengan tubuh Alseenio, tidak kecil maupun besar. Mata teman-teman Kak Diya berbinar dan menyala hijau.


Penampilan Alseenio benar-benar tampan walaupun ia hanya memakai pakaian yang terdiri dari semacam kimono putih lengan panjang dan longgar, celana yang satu irama, dan celemek hitam yang diikat di pinggang.


Terlihat damai ketika Alseenio memakai kostum ini.


“Sial! Keren sekali, Bang Nio!“ Bang Luffi berseru sambil menepuk kedua tangannya.


Kak Diya yang memfotokan sosok Alseenio saat ini menatap Alseenio dengan kagum, dia pun terkesima karena tampilan Alseenio, terlebih lagi dua temannya ini yang rela datang ke sini hanya untuk melihat Alseenio secara langsung.


Merasa cukup untuk mencoba, Alseenio merapikan kembali kostum ini dan mempersiapkan barang ini untuk besok.


Besok acara para cosplayer diadakan, mungkin akan sangat ramai di sana.


Alseenio belum diberitahukan tempatnya, kata Bang Luffi tempat acaranya lumayan jauh dari rumahnya, mungkin memakan waktu 30 menit di perjalanan untuk bisa sampai ke sana.


Tidak mengapa, terpenting itu adalah acara cosplayer.


Soalnya, Sistem brengsek ini memberi jangka waktu dalam misi ini, padahal setahu Alseenio acara cosplayer itu langka dan tidak sering. Butuh usaha yang banyak untuk bisa menyelesaikan misi satu ini.


Pada malam hari, mereka semua berpesta, cuma pesta kecil-kecilan yang kegiatannya hanya mengobrol dan bakar steak, sosis, dan yang lain, intinya hanya merayakan kedatangan Alseenio.


Selain berpesta, Alseenio diajak kolaborasi dengan tema bermain gim, bukan Podcast lagi. Gim yang dimainkan adalah gim PS yang bertarung, seperti The King of Soldier dan Street Warrior, tetapi versi yang sudah ditingkatkan dengan grafis yang memukau dan memanjakan mata.


“Mau pakai karakter apa, Bang Nio?“ Bang Luffi bertanya sambil memilih karakter yang ada.


“Karakter yang pria saja dahulu,” jawab Alseenio dengan santai dan menyaksikan Bang Luffi yang masih memilih karakter yang ingin dimainkan.


Akhirnya, Bang Luffi selesai memilih karakter dan giliran Alseenio yang memilih.


Di belakang mereka berdua berdiri tim Bang Luffi dan teman-teman Kak Diya. Mereka semua memandang Alseenio dengan semangat, ingin tahu kehebatan Alseenio dalam bermain gim.


Usai memilih mereka berdua bertanding di dalam gim, pertandingan berjalan sengit, keduanya sama-sama kuat.


Wajar Bang Luffi lihai dalam bermain gim seperti ini, sebab memang pekerjaannya yang tidak jauh bermain gim, sedangkan Alseenio di kehidupan sebelumnya jarang bermain gim, di kehidupan ini pun sama, tetapi karena cairan peningkatan gen dasar membuat jari-jarinya beradaptasi dengan cepat, cukup bisa mengimbangi sadisnya Bang Luffi saat bermain gim.


Para wanita dan teman-teman Bang Luffi tidak begitu masalah dengan kekalahan Alseenio, mereka tetap terkesan dengan Alseenio yang bermain gim. Meskipun sedang fokus bermain gim, ketampanan Alseenio tetap tidak berkurang, bahkan teman-teman Kak Diya setuju diam-diam bahwa Alseenio lebih tampan ketika sedang serius.


“Jago juga, Bang Nio. Tadi aku sempat kalah, menang juga beda tipis cuma beda satu skor.“ Bang Luffi menatap Alseenio dengan kagum.


Awalnya, Bang Luffi memiliki ekspektasi buruk terhadap kemampuan Alseenio dalam bermain gim, orang kaya seperti Alseenio tidak mungkin sibuk karena bermain gim, atau mungkin tak ada waktu untuk bermain gim.


Kenyataannya berbeda, Alseenio cukup baik dalam bermain gim, perlu diasah lagi. Kalau saja diasah, Bang Luffi yakin Alseenio bisa mengalahkannya.


“Mau bermain lagi?“ Bang Luffi bertanya seolah-olah menantang Alseenio.


Ditantang seperti ini, Alseenio tidak akan menolak, jadi ia menerimanya.


“Ayo! Kali ini kita pakai karakter perempuan.“


“Oke! Siapa takut!“


Setelah itu, mereka berdua memilih karakter perempuan.


Namun, begitu mereka memilih, keduanya terkejut dengan tampilan karakter perempuan di dalam gim ini.


“Besar banget, sialan!“ Bang Luffi berseru kaget melihat sesuatu benda yang besar di tampilan karakter perempuan yang ia pilih.


Alseenio tidak berkomentar, ia hanya diam dan melihat ke arah yang lain.


Meskipun pura-pura tidak melihat, di dalam hatinya Alseenio bergumam, “Ini sebesar punya Fara, apakah Fara perwujudan dari karakter gim ini?“


Memikirkan hal yang agak mesum ini, pipi Alseenio memerah tanpa ia sadari.


Setelah keduanya memilih karakter, mereka langsung memulai pertandingan.


Lagi-lagi mereka tersipu melihat tampilan model karakter perempuan di gim ini, dua benda bulat di karakter yang mereka pilih masing-masing begitu besar sehingga itu memantul dengan brutal.


Mereka berdua tidak fokus dalam bermain gim, dikarenakan Alseenio sudah kebal dengan benda bulat yang memantul, pertandingan akhirnya dimenangkan oleh Alseenio.


Kebalnya Alseenio disebabkan oleh Fara. Ketika menginap di rumah Fara, Alseenio sering diperlihatkan benda bulat tersebut yang dilapisi pakaian yang sebenarnya cukup tertutup, awalnya memang membuat Alseenio menjadi bergairah, tetapi lama-kelamaan adik kecil Alseenio tidak langsung bangun lagi.

__ADS_1


“Gila! Aku berhasil dikalahkan, dong!“ Bang Luffi tidak menyangka Alseenio bisa mengalahkan dirinya.


Tim Bang Luffi juga kagum dengan Alseenio, terlebih wanita-wanita di belakangnya ini yang menyaksikan keduanya bermain.


Meskipun teman Kak Diya dari awal hanya fokus ke wajah samping Alseenio, mereka tetap kagum saat melihat hasil pertandingan.


Setelah video kolaborasi selesai dan makan malam, mereka semua tidur untuk istirahat.


Seperti biasa, Alseenio mengirim pesan dengan teman-temannya meskipun hanya beberapa kalimat, kecuali dengan Fara, Niara, Ajiji, dan wanita yang pernah berhubungan langsung dan tidak langsung dengannya.


Saat berpesan dengan Niara, ia mengabari bahwa dirinya ada di Bandung dan besok ingin pergi ke acara cosplayer, Alseenio mengajak Niara, sayangnya Niara tidak bisa sebab ada jadwal kuliah pagi, tentunya Alseenio tidak memaksa.


Sebetulnya, Niara ingin sekali ikut Alseenio, tetapi di lain sisi kewajiban dia sebagai mahasiswi tidak bisa ditinggalkan.


Jadi, Alseenio besok hanya ditemani Bang Luffi bersama timnya, istri dan teman istrinya juga tidak ikut karena ada kesibukan lain.


Keesokan harinya, Alseenio berangkat menggunakan mobil Gemera, Bang Luffi dan dua orang timnya naik di mobil Alseenio.


Selain mobil Alseenio, Bang Luffi juga membawa mobilnya untuk menyimpan peralatan membuat video, beberapa orang timnya di sana membawa mobilnya.


Alseenio memberi kesempatan Bang Luffi mencoba mobil mewah ini, dia kegirangan selama mengendarai mobil, beberapa kali ia memuji.


Kurang dari setengah jam, mereka semua sampai di tempat acara cosplayer yang ditunggu-tunggu Alseenio.


Sebelum keluar, Alseenio memakai atribut pelengkap, seperti pelindung dahi, softlens bilarkugan, dan sendal ninja berwarna hitam. Alseenio tidak perlu memakai riasan, wajahnya sudah tampan.


Ia sudah memakai kostum dari rumah Bang Luffi.


Rambutnya yang panjang sudah diikat oleh salah satu teman dari Kak Diya, wanita itu baik kepada Alseenio, juga cakap dalam mengikat rambut, model rambutnya saat ini sudah sangat mirip dengan Narji.


Setelah memakai pelindung dahi Konindo, sandal, dan softlens, Alseenio mengenakan masker ajaib.


Tepat saat Alseenio memakai masker ajaib ke wajahnya, tiba-tiba Bang Luffi bertanya kepada Alseenio, “Kamu Bang Nio?“


“Hah?“


Alseenio heran dengan pertanyaan Bang Luffi. “Maksudnya?'”


“Ini Bang Nio, kan?“


“Iya, aku Alseenio, memangnya kenapa?“ Alseenio bertanya dengan heran dan aneh.


Pada saat ini Bang Luffi seperti orang yang sedang lupa ingatan.


“Syukurlah, kukira siapa, tiba-tiba ada orang lain yang masuk ke dalam mobil Bang Nio.“ Bang Luffi menghembuskan napas lega.


“Memangnya aku tidak terlihat seperti Alseenio?“


“Benar, tidak kelihatan seperti Bang Nio sama sekali, seakan kamu adalah orang asing.“


Mendengar ini, Alseenio menjadi kagum dengan masker ajaib dari Sistem, ternyata ini sangat bermanfaat dan berfungsi dengan baik.


“Ayo kita keluar!“


“Ayo!“


Mereka semua keluar dari mobil dan berjalan ke pusat acara cosplayer.


Tujuan Alseenio di sini hanya datang saja dan ikut mewawancarai para cosplayer yang ada di sini bersama Bang Luffi dan Fandick.


Saat berjalan, mereka bertiga direkam oleh editor Bang Luffi dan timnya.


Bang Luffi yang memakai kacamata memang terkenal, banyak orang yang melihat mereka bertiga, terlebih Alseenio, para wanita yang hadir di sekitar tempat acara ini kerap kali meliriknya.


“Nah, akhirnya kita bertemu cosplayer yang unik.“


Mereka berempat akhirnya mendapatkan target wawancara usai lama mencari.


Target ini adalah seorang pria yang sedang memakai kostum karakter wanita, sangat aneh dan lucu.


“Namanya siapa, Bang?“ Fandick bertanya sambil menyodorkan mic ke mulut orang yang diwawancarai ini.


“Namaku Burhan G Sukanakecil.“

__ADS_1


__ADS_2