SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 114: Bersin Tiba-tiba


__ADS_3

Di beranda Yitub komputer Bang Windi, Alseenio mencari Yituber wanita yang sedang siaran langsung, tetapi begitu ia mencari, saluran yang keluar kebanyakan adalah saluran Yitub dari para penonton.


Penonton Bang Windi sengaja ikut menghidupkan siaran langsung agar menjadi target pemberian 50 juta rupiah, Bang Windi sebut sebagai Bocil Tabrak.


Tidak murni siaran langsung seperti GalaGimang dan dua orang yang lain, siaran langsung demi salurannya makin berkembang. Kebanyakan saluran yang ditampilkan mereka hanya ingin mendapatkan uang 50 juta saja.


Alseenio menjadi susah untuk mencari target berikutnya, ia harus memeriksa waktu mulai target tersebut, jika itu mulai siaran langsung sebelum Bang Windi siaran, berarti bukan Bocil Tabrak, atau orang yang sengaja ingin mendapatkan uang dari Bang Windi.


Setelah belasan kali memeriksa, akhirnya Alseenio menemukan targetnya, yaitu Yituber wanita yang sedang bermain permainan tembak-tembakan yang cukup terkenal di kalangan para pencinta gim.


Saat masuk ke dalam ruang siaran langsung Yituber wanita ini, Alseenio dan yang lain melihat bahwa hanya ada belasan orang yang menonton, siaran langsung telah dimulai beberapa menit sebelum Bang Windi mengaktifkan siaran langsung.


“Terima kasih yang sudah berlangganan!“ Wanita ini senang ada orang yang menakan tombol langganan, notifikasinya muncul di layar komputer.


Awalnya, ia kira itu hanya 1 orang yang berlangganan di kanal Yitubnya, ternyata notifikasi terus-menerus bermunculan, itu artinya banyak orang yang berlangganan di salurannya.


“Ih, ini ada apa? Mengapa tiba-tiba ramai orang yang datang?“


Di dalam layar komputer Bang Windi, terlihat wajah dari wanita ini yang tercengang sambil menggerakkan karakter di dalam gim.


“Garoks baru saja memberikan Rp20.000,00. Bang Windi, Bang Nio, dan Jaya Exford lagi nonton siaran langsung kamu.“


Bang Windi menjadi sedikit kesal, dan ia berkata, “Tolong, Semuanya. Jangan ada yang beri tahu dahulu sebelum kita kirim uangnya supaya mereka terkejut dan dapat perasaan senangnya yang menusuk. Namun, aku tetap hormat dengan teman-teman semuanya yang ikut membantu.“


Melihat pesan dari pemberitahuan yang mendonasikan uang, Wanita ini tertegun sesaat, kemudian bertanya ke para penonton yang makin banyak yang menonton, “Apakah benar Bang Windi Barusadar ke sini?“


Lebih dari 5.000 orang yang menonton siaran langsung wanita ini memiliki jawaban yang berbeda terhadap pertanyaannya. Sebagian penonton ada yang membantu Bang Windi untuk tidak ketahuan, dan ada yang mengiakan.


Segera, Bang Windi selesai memindai kode bar dan pemberitahuan uang yang diberikan muncul di siaran langsung wanita ini.


“IlhamGoat baru saja memberikan Rp50.000.000,00. Semangat main Palorant, Kakak!“


Seketika mulut wanita ini terbuka lebar, tangannya dengan cepat menutup mulutnya dan menatap pemberitahuan yang muncul dengan mata yang membulat seperti melihat monster.


“Te–terima kasih atas donasinya, Ilham Goat ….“ Wanita ini merasa tubuhnya melemas karena keterkejutannya yang tak terkatakan.


Setelahnya, air matanya tanpa sadar keluar dan menetes ke bawah melalui pipinya.


Baru kali ini dirinya diberikan uang sebesar itu dalam bekerja sebagai Streamer pemula, sama sekali tidak pernah membayangkan ada orang yang memberikan uang puluhan juta kepadanya.


“Melihat reaksi keempat orang yang kita donasikan, aku jadi merasa iba. Aku tambahkan lagi satu juta rupiah untuk mereka berempat yang sudah didonasikan.“

__ADS_1


Bang Windi merasa hati kecilnya senang sekaligus terharu melihat orang-orang bahagia, jadi ia memutuskan untuk memberi uang tambahan 1 juta rupiah untuk 10 orang yang menjadi target.


Setelah memberi uang, Alseenio keluar dari siaran langsung Yituber wanita tersebut dan memberi giliran kepada Bang Windi untuk memilih target.


Sudah 1 jam mereka tayang siaran langsung, mereka baru mendapatkan 4 orang. Dengan begitu, Bang Windi mempercepat tempo dan waktunya.


Di target ketujuh, siaran langsung Bang Windi berhasil telah mencapai 9,9 juta pelanggan, juga penonton ruang siaran langsungnya telah mencapai 200.000 orang.


“Akhirnya, saluran Yitub ini mencapai sembilan juta sembilan ratus pelanggan! Ayo kita rayakan dengan mengikuti gerakanku!“


Usai Bang Windi mengatakan itu, mereka berempat berdiri bersama dan saling berpegangan tangan dan membuat lingkaran, bagai sedang melakukan ritual penyembahan.


“Semuanya, ikuti aku,“ Bang Windi berkata sambil menatap Alseenio dan yang lain.


Berikutnya, ia menggerakkan pinggulnya kiri dan ke kanan dan diikuti oleh Alseenio, Mac, dan Rijal, kemudian Bang Windi melakukan gerakan selanjutnya yang adalah menggelengkan kepalanya sangat cepat, diakhiri dengan gerakan acak seperti orang yang tidak normal.


Mereka berempat melakukan gerakan ini sambil menahan tawa, tetapi wajahnya dilaksanakan serius.


Penonton yang menyaksikan siaran langsung Bang Windi langsung tertawa terbahak-bahak, mereka menertawakan perayaan mereka yang sangat aneh dan menggelitik.


Setelah puas tertawa, penontonnya yang lebih dari 200.000 dengan senyuman di wajahnya berbondong-bondong mengirimkan komentar di ruang siaran langsung.


“Meskipun Alseenio terlihat konyol, wajahnya tidak berubah, itu tetap tampan!“


“Hehehe, aku sudah menangkap gambar saat Alseenio tersenyum, aku bisa puas malam ini!“


“Sepertinya tata krama belum ditemukan di sini!“


“Mereka berempat memang sangat lucu ketika bersama, sangat kompak dan konyol!“


Beberapa penonton yang baru datang langsung menjadi bingung dengan operasi mereka berempat.


“Ada apa ini? Mereka sedang memuja langit-langit ruangan?“


“Seseorang tolong beri tahu aku apa yang terjadi dengan mereka? Mengapa menari tidak jelas seperti itu?“


“…”


Ritual berlangsung selama 1 menit, mereka berempat duduk kembali di tempat duduk masing-masing sesuai gilirannya.


Mac telah memilih target ketujuh, itu adalah seorang Pria yang sudah siaran langsung dari 6 jam yang lalu, sangat gigih dan berjuang keras.

__ADS_1


Keempatnya setuju untuk memberi uang 51 juta rupiah untuk pria itu, layak sekali.


Selagi mereka siaran langsung, Fara, Kak Agnis, Kak Gheska, dan Pacar Mac mengobrol di balkon apartemen perihal makanan, pakaian, dan yang lainnya, tidak jauh dari sesuatu yang disukai wanita.


“Kak Agnis benar pernah ciuman dengan Bang Windi?“ Kak Gheska memastikan ucapan yang dikeluarkan oleh Kak Agnis.


“Iya, bukannya itu wajar sebagai pasangan?“ Kak Agnis mengonfirmasi ucapan sebelumnya.


“Benar juga.“


Pacar Mac dan Kak Gheska mengangguk.


“Kak Gheska memangnya belum pernah?“ Kak Agnis balik bertanya.


“Belum, aku belum pernah adu bibir selama pacaran.“


“Lo, bukannya waktu itu pernah pacaran, tidak melakukan itu?“ Kak Agnis berkata dengan heran.


“Iya, aku belum pernah sama sekali. Aku dan dia tidak berani begitu.“


“Terus, kalau Kak Fara bagaimana, apakah pernah ciuman dengan Bang Nio?“ Kak Agnis melempar pertanyaan ke Fara.


Segera mereka semua menjadi penasaran dan menatap Fara dengan saksama.


Pipi mulus bagai berlian milik Fara secara bertahap memerah daei kecil sampai membesar, kemudian ia mengangguk malu.


“Sungguhan?!“ Mereka bertiga berseru hampir serempak.


“Iya, itu benar.“ Fara mengangguk lagi untuk meyakinkan mereka bertiga.


Kak Gheska dan Kak Agnis mendekatkan diri ke Fara tampak penasaran.


“Saat itu, apa Kak Fara mencium bau yang tidak mengenakkan?“ Kak Gheska sangat ingin tahu pengalaman Fara yang pernah melakukan adu mulut dengan Alseenio.


“Sebaliknya, Nio sangat harum ….“


Hachoo!


Tiba-tiba Alseenio bersin ketika baru duduk di kursi untuk memilih orang. Dengan cepat ia menyeka hidungnya dengan tisu yang diberikan Bang Windi.


"Ada yang lagi membicarakan Bang Nio kayaknya," celetuk Bang Rijal dengan nada yang bercanda.

__ADS_1


"Bisa jadi, Bang Rijal. Hahaha."


__ADS_2