SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 130: Buat Anak?


__ADS_3

“Baiklah, tetapi aku mau buat sepuluh anak, boleh?“ Alseenio tersenyum dan mulai menggoda Fara.


“Sepuluh anak? Apa tidak kebanyakan, Sayang?“ Fara tertegun sejenak mendengar permintaan Alseenio yang meminta 10 anak.


“Tidak, malah aku mau dua belas anak, pas untuk membuat tim sepak bola, hehe.“


“Heleh, memang kamu kuat buat sebanyak itu?“ Fara memutar matanya. “Paling-paling kamu sudah kalah saat proses pembuatannya.“


Alseenio hanya tersenyum mendengar ucapan Fara, ia tidak tahu bahwa dirinya memiliki kemampuan yang di luar nalar, bahkan bisa mengalahkan Fara dalam 1 juta ronde pembuatan anak.


“Lihat saja nanti. Aku pastikan kamu menjerit dan memohon untuk berhenti saat peristiwa itu terjadi,” Alseenio berkata dengan nada yang serius.


“Enak saja, tidak mungkin aku kalah darimu, huft!“ Fara mendengus, ia tak mau kalah dari Alseenio.


“Pasti kalah, aku akan terus—”


“Sudah-sudah jangan bahas itu, Sayang. Kita jadi mirip anak remaja yang berpacaran, pasti bahas tentang ini.“


“Benar juga, aku pernah melihat banyak unggahan di Pesbuk yang menampilkan sebuah tangkapan layar pesan dari pasangan remaja,” ucap Alseenio sambil mengingat salah satu unggahan lucu yang pernah ia lihat di Pesbuk.


Hal tersebut adalah fakta. Banyak anak remaja yang membahas tentang pernikahan, padahal mereka baru berpacaran dan masih sekolah.


Mereka memberhentikan percakapan persoalan itu, dan fokus menyetir sepeda motor.


Sebelum pulang ke mansion, Alseenio dan Fara mampir ke tempat tinggal Bang Windi untuk waktu yang sebentar, sekadar menanyakan kabarnya usai jalan-jalan dari Jepang.


Bang Windi saat ini masih rehat untuk sementara waktu, dia sudah berhasil menamatkan Yitub setelah melakukan perjalanan yang sangat sulit dipenuhi banyak rintangan dan perjuangan.


Sudah sepatutnya untuk Bang Windi istirahat.


Rencananya, Bang Windi tidak akan membuat gimik-gimik, seperti menjadi bocil, ilham, drama pada akhir siaran langsung, dan yang lainnya.


Ia akan terus ada di Yitub, tetapi dengan personal aslinya, tidak ada kepalsuan yang ia tampilkan. Sudah puas menjadi badut, cukup sampai di angka 10 juta pengikut saja menjadi badutnya. Bang Windi mendambakan bermain gim dengan rasa kepuasan yang sebenarnya dan bukan akting.


Sebenarnya, Alseenio cukup sedih karena nanti siaran langsung Bang Windi tak seperti dahulu lagi. Biasanya, Alseenio makan ditemani oleh video Windi yang bermain gim anak kecil, kemungkinan besar perasaan itu perlahan tak bisa dirasakan lagi.


Namanya juga hidup, tak ada yang abadi, seseorang akan jaya pada masanya, bukan selamanya, akan ada penerus yang akan menghidupkan sisa kejayaan seseorang.


Alseenio yakin, nanti akan ada penerus Bang Windi, waktunya tidak tahu kapan, yang pasti sosok itu akan muncul.


Usai mengobrol dengan Bang Windi, Alseenio dan Fara izin pergi, kemudian mereka kembali menaiki sepeda motor.


Sepeda motor tersebut melesat menuju ke arah Pondok Indah.


Setibanya di rumah, Fara menyiapkan makanan yang dibeli di atas meja makan.


Banyak makanan yang mereka beli dari tempat jajanan di belakang Mall GI, contohnya ayam geprek, steak ayam, cumi bakar, makanan ala Korea Selatan, tempe mendoan, nasi goreng, kwetiau goreng, makanan laut kerang hijau, cimol, cilor, dan masih banyak lagi.


Makanan tersebut disimpan di belakang motor, di sana terdapat tempat penyimpanan barang, bisa untuk menyimpan makanan dalam jumlah banyak sekaligus.


“Zaman sekarang makanan banyak aneh-aneh, ya. Banyak sekali jenisnya.“


“Benar. Ayam goreng saja dihantam sampai hancur begini.“


“Aci ternyata bisa dibuat seperti ini.“


Kedua orang tua Fara mengomentari makanan yang dibeli Alseenio dan Fara sembari mencicipi makanannya.

__ADS_1


Menurut mereka, makan zaman sekarang sangat aneh dan unik, ada saja ide untuk membuat makanan tersebut. Jujur, untuk segi rasa, makanan kekinian ini terbilang enak.


Pada zaman mereka muda, makanan enak sulit didapat, bukan karena tidak ada yang menjual, melainkan tidak ada uang untuk membeli.


Jajanan zaman sekarang banyak yang murah, tetapi memiliki nilai gizi yang cukup memenuhi gizi harian.


Zaman sekarang hanya perlu pintar memilih makanan, di mana-mana bisa membeli makanan bahkan di rumah pun orang-orang bisa membeli makanan dengan harga relatif murah.


Indonesia memang makin maju.


[Ding! Terdeteksi Misi Berhasil Diselesaikan! Selamat Kepada Anda Karena Telah Mendapatkan Kemampuan Berbahasa Prancis Menengah, Penampilan +6 Poin, Cairan Peningkatan Gen Medium!]


Setibanya di kamar, Alseenio mendengar prompt Sistem yang semenjak pulang dari Jakarta Pusat ia tunggu. Akhirnya, suara yang ditunggu terdengar juga.


Namun, wajah Alseenio berubah seketika setelah melihat hadiah yang diberikan oleh Sistem.


Belum sempat Alseenio berbicara, ia merasakan sedikit pusing di kepalanya dan rasa seperti ada sesuatu yang menggerayangi wajahnya , proses integrasi dilakukan oleh Sistem tanpa persetujuan dari Alseenio langsung.


Untungnya, Alseenio sudah terbiasa dengan rasa kesemutan di kepalanya, tubuhnya perlahan menahan rasa nyeri setelah mengalami puluhan kali integrasi kemampuan.


Sebuah pengetahuan baru tertanam secara permanen di otak Alseenio. Dalam satu kedipan mata, Alseenio sudah fasih menggunakan bahasa Prancis . Tak ada masalah jika dia berbicara dengan orang Prancis asli.


Selain itu juga, wajah Alseenio ditingkatkan menjadi lebih sempurna.


Sekarang wajah Alseenio dapat dibilang sebagai pria dengan wajah yang paling tampan di dunia untuk abad ini.


Pria tampan pemain film di tahun 1900-an kalah oleh wajah Alseenio yang sekarang. Pria tampan pemain film yang terkenal, seperti Elonardi Jecaprio, Byorn Andersan, Jaret Latto, Joni Deep, dan yang lainnya, jika disandingkan secara langsung visual mereka dengan Alseenio, mereka semua bagikan tidak ada apa-apanya di hadapan wajah Alseenio.


“Cairan peningkatan gen medium? Apa ini?“ Alseenio menggenggam sebuah botol kaca yang berisi cairan ungu agak gelap.


Setelah membaca keterangan dari pada cairan ungu ini, Alseenio terpana dan memandang botol di tangannya dengan takjub.


“Sial! Bukankah barang ini sangat hebat?!“ Alseenio berseru dengan suara yang sangat bersemangat.


Setelah itu, ia dengan gegas membuka penutup botol dan menyesap cairan ungu gelap dalam sekali tarikan napas.


“Rasanya sama seperti cairan gen dasar, tetapi ada rasa sedikit pedas.“


Tepat ketik ia bergumam demikian, sebuah sensasi aneh terada di sekujur tubuhnya.


Alseenio tahu apa ini, ia berlari dengan tertatih-tatih menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar.


“Bajingan! Sakit!!“


Pekikan kesakitan berkali-kali terdengar dari kamar mandi, diiringi dengan suara percikan air yang dihantam oleh benda berat.


Kegaduhan tersebut berlangsung selama lebih dari 5 menit. Tak bisa dibayangkan rasa sakit yang dirasakan Alseenio sehebat apa. Tubuh Alseenio yang lebih kuat dari manusia normal masih bisa merasakan sakit sehebat dan luar biasa seperti itu.


Tidak tahu nasibnya jika manusia normal menerima rasa sakit yang sama, seperti yang dirasakan Alseenio sekarang.


Tak lama kemudian, pintu kamar mandi terbuka dan sosok Alseenio yang baru ditampilkan.


Otot yang awalnya padat, kini menjadi lebih padat dan keras, mengandung banyak kekuatan dari sebelumnya. Perut 8 pak bertambah menjadi 10 pak, otot di setiap bagian tubuh sangat luar biasa indah, bagaikan ciptaan terindah yang berhasil diciptakan.


Tidak ada kelemahan di tubuhnya, ia tidak akan pingsan walaupun dihajar di bagian bawah dagu dan pelipis, sebab kulitnya dan jaringan ototnya bisa menahan kerusakan.


Porsi tubuh Alseenio juga ditingkatkan, tingginya bertambah menjadi 192 sentimeter. Joni juga termasuk bagian yang ditingkatkan, panjangnya bertambah 2 sentimeter, lebih tepatnya panjangnya 40 sentimeter saat tidur, dan bertambah 5 sentimeter saat bangun.

__ADS_1


Bukan hanya itu yang luar biasa. Semua kemampuan yang ia punya sekarang telah dinaikkan levelnya. Kemampuan yang berada di level menengah otomatis ditingkatkan menjadi level tinggi dan kemampuan dasar menjadi level menengah, sedangkan yang level awalnya tinggi tidak akan berubah.


Hal tersebutlah yang menurutnya proses yang paling menyakitkan di antara proses yang lain.


Pasalnya, semua kemampuan ditingkatkan dalam 1 waktu sekaligus. Sensasi tertusuk-tusuk oleh puluhan jarum di kepalanya dirasakan langsung oleh Alseenio selama proses perubahan dilakukan.


Selepas dari itu semua, Alseenio puas dengan hasilnya.


Alseenio yang baru telah hadir.


[Informasi Dasar]


Nama : Alseenio Asep


Umur : 20 tahun


Kelamin : Laki-laki.


Tinggi : 192 cm.


Penampilan : 240 poin


Murni : 99


Pemain : 0


[Pria paling tampan di abad ini. Tidak ada pria yang mengalahkannya, tetapi sayangnya … otak mesum masih belum menghilang.]


Sebuah tirai tipis muncul di depan matanya ketika Alseenio melihat sosok dirinya sendiri di cermin.


Statistik dasar Alseenio berubah. Paling jelas di bagian penampilan.


Mulanya, penampilan Alseenio ada di angka 114 poin, kemudian ditambahkan 6 poin menjadi 120 poin dan menerima efek cairan gen menjadi 240 poin.


Sungguh dikalikan dua setelah proses perubahan tubuh. Sistem tidak berdusta kepadanya.


Pantas saja, di dalam cermin, wajah Alseenio menjadi lebih halus, setiap bagian pada wajah tidak ada yang gagal, semuanya terlihat menawan dan memesona.


Alseenio khawatir wajah tampannya akan mengundang para pendukung lubang belakang untuk menyukainya.


Sama sekali tidak mau dirinya dicintai oleh jenis yang sama.


Saat ini, Alseenio menangkupkan kedua tangannya, ia sedang berharap semoga para penyuka sesama jenis jauh dari lingkungan hidupnya, kecuali Yochilin, dikecualikan.


Di dalam kamar mandi, Alseenio mencoba mengubah rambutnya, tidak lagi seperti Oppa Korea, melainkan seperti seorang pangeran dengan rambut pirang agak emas yang panjangnya sebahu.


Mirip dengan gaya rambut Byorn Andreson saat muda.


Tampilannya sekarang benar-benar mirip dengan seorang pangeran muda, ditambah lagi tempramen bangsawan dan lembut. Seolah-olah dirinya sendiri adalah seorang pangeran di dalam karakter fiksi anime.


“Sangat tampan!“ Melihat dirinya di cermin, Alseenio hampir ingin menjilati cermin saking tampannya diri sendiri.


Syukurnya ia masih waras dan bisa menahan diri. Pesona tampilan Alseenio sangat besar, itu bisa membunuh wanita pecinta pria tampan.


“Penampilan sekarang sudah oke. Waktunya untuk tidur!“


Alseenio beranjak pergi dari kamar mandi setelah mencuci tubuh, kemudian ia tidur pulas hingga terbangun di keesokan harinya.

__ADS_1


__ADS_2