
Setelah jam 12 malam terlewati dan letusan kembang api telah menghilang, mereka semua mengakhiri pesta masak-masak dan masuk ke dalam rumah.
Ryan dan Niara pamit pulang setelah pesta makan-makan berakhir. Fara dan Niara melakukan cipika-cipiki sebagai tanda perpisahan.
Keduanya makin akrab layaknya seorang adik dan kakak, apalagi ketika mereka berdua mengobrol, mereka tampak sangat asyik membahas suatu persoalan, senyum dan tawa terjadi di antara keduanya. Entah mereka sedang membicarakan tentang apa.
Sementara Alseenio dan Ryan masih sama, mereka memang akrab dan tingkahnya sedikit konyol.
Bang Windi dan Yituber lain sempat berkenalan dengan Ryan, tentu mereka semua berekspresi dengan heboh begitu tahu nama Ryan.
Perusahaan investasi Laryse Group cukup terkenal, terutama di Indonesia sendiri.
Banyak perusahaan kecil ataupun sedang yang dimodali oleh perusahaan tersebut, tidak heran jika ada nama Laryse Group di kategori pemegang saham pada banyak perusahaan yang berada di Indonesia.
Alseenio mengetahui sesuatu tentang Laryse Group, mereka tidak begitu banyak memegang kepemilikan saham, mungkin hanya beberapa persen saja yang dipegang, tidak mendominasi saham di suatu perusahaan.
Wajar saja jika mereka bisa menyuntikkan dana di berbagai perusahaan.
Terlebih, Laryse Group memiliki anak perusahaan yang cukup banyak, kebanyakan adalah perusahaan kecil yang sedang berkembang.
Keluarga Ryan sangat hebat, Alseenio mengakui itu. Keluarga konglomerat yang luar biasa dalam berbisnis, setara dengan keluarga kaya yang ada di Indonesia.
Mengingat Niara juga berasal dari keluarga konglomerat, keduanya pasti sukses dan kedua keluarga ini akan mendominasi pasar bisnis di Indonesia.
Bisa saja keluarga Ryan dan Niara mengalahkan keluarga terkaya lainnya.
Tepat di jam 1 malam, mereka semua pergi ke kamar masing-masing.
Masih ada 9 kamar kosong yang telah tersedia kasur dan peralatan tidur lainnya.
Mereka sudah melakukan diskusi mengenai pembagian kamar sebelum acara masak-memasak dimulai. Dengan begitu, mereka cukup perlu pergi ke kamar yang sudah ditentukan.
Setiap kamar diisi oleh 4—5 orang. Untungnya, tempat tidur di tiap-tiap kamar cukup besar dan muat untuk 5 orang tidur, kalau tidak cukup pun masih ada kasur dan karpet untuk tidur di lantai.
Kalau itu merasa kurang cukup, mereka bisa tidur di sofa yang terdapat di ruang keluarga dan ruang tamu. Sofa di sana empuk dan cocok untuk dijadikan tempat tidur.
Wanita dan pria dipisah pastinya dipisah. Jangan ditanyakan lagi. Rumah Alseenio bukan tempat untuk kumpul kebo.
Keesokan harinya, di hari paling awal pada tahun 2023, mereka semua berpamitan pulang kepada Alseenio dan keluarga setelah sarapan bersama.
Satu per satu kendaraan yang terparkir di depan mansion menghilang dan orang-orang yang ikut merayakan malam tahun baru pergi meninggalkan mansion.
Abang MV, Nalpi, dan Yituber Motovlog beranjak pergi usai berpamitan hangat dengan Alseenio serta keluarga,. kemudian disusul oleh Yituber Gim, mereka juga pulang ke rumah masing-masing.
Saat ini, tersisa beberapa Yituber Gim yang masih ada di dalam mansion Alseenio.
Mereka sedang mengobrol serius mengenai perihal sesuatu.
“Pergi ke Korea Selatan?“ Bang Luffi merenung untuk sesaat. “Kalau kita ikut, berapa hari kita berada di sana, Bang Nio?“
Alseenio tersenyum dan mengangkat kelima jarinya menghadap Bang Luffi dan lainnya yang ada di seberang sofa. “Lima hari, masih sama saat kita berada di Jepang.“
“Kalau begitu, aku akan ikut, Bang Nio.“
Setelah berpikir beberapa waktu, Bang Luffi bersedia untuk ikut liburan bersama Alseenio ke Korea Selatan. Kebetulan juga habis malam tahun baru, masih cocok dijadikan hari-hari untuk liburan.
“Bang Windi, Bang Birand, dan Bang Alpahit, kalian bertiga bagaimana?“ Alseenio menoleh ke arah ketiganya dan menanyakan jawaban dari ajakannya.
Bang Alpahit sudah memiliki jawaban pasti, dan kemudian berkata, “Aku ikut, sudah lama aku tidak pergi jalan-jalan dan cuma ada di rumah setiap harinya.“
“Aku tidak ikut, Bang Nio. Aku ada kerjaan sehabis tahun baru ini,” jawab Bang Birand dengan mimik wajah yang sedih.
Sebenarnya, Bang Birand sangat ingin ikut, tetapi mau bagaimana lagi jika ada sesuatu rencana pekerjaan yang harus diurus dan diselesaikan.
“Baiklah, tidak apa-apa, Bang Birand. Liburan bisa kapan-kapan, kalau mau ikut, kamu bisa hubungi aku untuk menyusul.“ Alseenio tidak masalah dengan pilihan Bang Birand, ia tidak memiliki hak untuk memaksa Bang Birand untuk ikut dirinya ke Korea Selatan.
“Siap! Aku akan kabari jika memang sempat untuk pergi ke sana.“ Bang Birand mengangguk setuju.
“Kalau aku bisa-bisa saja, beberapa hari ke depan masih termasuk waktu rehat.“ Bang Windi bisa ikut ke Korea bersama Alseenio.
Beberapa hari, mungkin satu Minggu ke depan termasuk waktu istirahat Bang Windi dari Yitub. Jadi, tak masalah dirinya ikut jalan-jalan lagi bersama Alseenio.
“Oke!“ Alseenio mengangguk.
__ADS_1
Kemudian ia melirik Bang Luffi dan berkata, “Bang Luffy, seperti biasa, tolong diabsen orang-orang yang akan ikut.“
“Oke, nanti akan kubuatkan daftarnya, aku harus pulang untuk beres-beres. Sore kita akan berangkat, kan?“
“Iya, sore kita akan berangkat.“ Alseenio membenarkan ucapan Bang Luffi.
“Ya sudah, kami pamit pulang dahulu, nanti sore kami akan ke Bandara Soekarno-Hatta,” ucap Bang Windi sambil berdiri.
“Baik, aku akan menunggu kalian di bandara sore nanti.“
Setelah berdiskusi masalah itu, mereka bubar dan teman-teman Alseenio pulang ke rumahnya masing-masing.
Waktu ke sore hari masih banyak, tersisa beberapa jam, cukup bagi mereka membenahi dan memilih barang-barang yang akan dibawa.
Broom!
Suara knalpot mobil berbunyi di sekitar area mansion dan 3 mobil melaju keluar dari mansion.
Alseenio dan Fara juga ikut bersiap-siap, Sugi juga sama, dia langsung menghubungi pacarnya dan mengajaknya pergi ke luar negeri, sedangkan orang tua Fara, Bella dan Gondals tidak ikut, mereka masih ingin di rumah dan bersantai.
Mereka akan bilang jika ingin ikut jalan-jalan bersama Alseenio dan Fara.
Tidak terasa waktu pun berjalan cepat. Jam dinding sudah menunjukkan pukul jam 5 sore.
Orang-orang yang ikut dengan Alseenio sudah sampai di Bandara Soekarno-Hatta, tetapi mereka masih menunggu orang, Bang Luffi dan Kak Diya beserta 2 orang Timnya belum datang.
Jarak Bandung ke Jakarta cukup jauh, memakan waktu berjam-jam untuk tiba di bandara.
Dari pertemuan ini, Alseenio menjadi tahu bahwa Alpahit ternyata orang Jakarta, pantas dia dan pacarnya datang begitu cepat dan santai.
Alseenio juga baru tahu bahwa Alpahit memiliki pacar, tetapi tampaknya belum berpacaran, mereka berdua masih dalam tahap pendekatan.
Namun, jika dilihat-lihat Alpahit dan wanita yang ia bawa, mereka memang cocok, terlebih selera humor mereka serupa dan sama.
Entahlah, Alseenio tidak mau mengurusi kehidupan orang lain, ia berharap yang terbaik untuk Alpahit ini.
Lebih dari 15 menit lamanya mereka menunggu di bandara sambil memakan camilan, akhirnya Bang Luffi datang.
Bang Luffi berkata bahwa Fandick sedang libur, kebetulan juga ia memiliki uang untuk pergi liburan, dari kemarin Bang Fandick bingung ingin merilekskan tubuh dan pikiran di mana, begitu mendengar Bang Luffi ingin ikut Alseenio pergi, dia pun ikut.
Tak heran wajah Fandick sangat bersemangat ketika datang dan bertemu mereka semua.
Total orang yang datang berjumlah 15 orang, sangat pas sekali dengan kapasitas penumpang pesawat pribadi Alseenio yang memiliki kapasitas 19 orang.
Ditambah 4 orang yang terdiri dari 2 pilot dan 2 pramugari, keseluruhan menjadi 19 orang yang berada di dalam pesawat.
Bang Fandick dan Bang Alpahit sangat heboh ketika melihat interior pesawat, mereka memvideokan semua penampakan dalam pesawat dengan ponselnya, kemudian mereka unggah sebelum lepas landas.
Dengan adanya 2 orang gokil ini, suasana di pesawat menjadi sangat ramai dan perjalanan tidak terasa membosankan, ada saja sesuatu yang mereka bicarakan, Alseenio dan Fara selalu tersenyum saat mendengarkan candaan mereka semua.
Alseenio bukan tidak mengajak Tim Semfack, dia sudah mengajak Tim Semfack, tetapi mereka tidak bisa ikuta dengan alasan pekerjaan.
Motovlogger seperti Abang MV akan sulit liburan yang tidak terkait dengan bermain sepeda motor, liburan dengan Alasan sama sekali tidak ada hubungannya dengan sepeda motor, artinya tak bisa dijadikan sebuah konten video.
Selain itu, liburan Alseenio terlalu lama, sedangkan Abang MV sendiri seorang Motovlogger yang mengunggah video setiap hari.
Meskipun dia menabung video, tetapi jika tidak membuat video selama 5 hari, tabungan videonya sudah habis lebih dahulu dan ia tak bisa mengunggah video setiap hari.
Teman-teman Abang MV pun sama, mereka tak bisa dan tidak memungkinkan untuk ikut, masing-masing dari mereka memiliki alasannya masing-masing.
Ryan dan Niara sudah Alseenio ajak dan mereka serempak menjawab tidak bisa ikut. Mereka juga memiliki jadwal harian, tidak bisa mendadak seperti ini jika ingin liburan.
Lagi-lagi Aku tidak memaksa, dia tak mempermasalahkan hal ini.
Jarak antara Bandara Soekarno-Hatta dengan Bandara Internasional Incheon cukup jauh, dan juga hampir sama jaraknya dengan penerbangan ke Bandara Internasional Tokyo.
Di peta memang jaraknya hampir mirip, malah lebih jauh jarak ke Bandara Tokyo dibandingkan jarak ke Bandara Incheon jika berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta.
Perbedaan jaraknya kurang lebih 520 kilometer.
Perjalanan cukup jauh, mereka memiliki waktu untuk tidur dan beristirahat.
Bang Windi, Kak Agnis, Fandick, dan wanita yang lain tidur di kursi masing-masing. Sementara itu, Bang Luffi dan lainnya tidak tidur, mereka sibuk sendiri-sendiri.
__ADS_1
Alseenio sibuk mengedit dan bermain gim tanpa hubungan internet di Jenbook, Bang Luffi, Alpahit dan 2 orang dari Timnya sibuk bermain gim daring.
Di pesawat pribadi Alseenio sudah disediakan WiFi on board, mereka bisa internetan sepuasnya selama penerbangan dilakukan.
Terkadang Alseenio jahil kepada Fara yang tengah tidur, ia sesekali menyentuh pipi Fara yang imut dan mulus, juga dia menciumi kening Fara sehingga kening Fara mengkerut karena merasa tidurnya diganggu.
Ekspresi Fara sangat lucu saat diganggu ketiga tidur pulas.
Merasa kasihan, Alseenio menyudahi perbuatan jahilnya terhadap Fara, dan ia kembali sibuk mengerjakan urusannya.
Begitu Alseenio membuka Instagrem, sebuah pesan banyak yang masuk ke akunnya. Pengikutnya makin banyak, Alseenio sudah masuk ke kategori akun dengan pengikut Instagrem terbanyak di Indonesia, mengalahkan Chelsi Oliv, Pia Fallen, dan Raiso, dnegan jumlah pengikut 33 juta orang.
Tidak aneh jika banyak pesan di laman obrolan pada akunnya. Pesan tersebut kebanyakan berasal dari pengikut akunnya.
Alseenio merasa sedikit bosan dan akhirnya ia memutuskan untuk membaca beberapa pesan yang diterima.
Beberapa pesan Alseenio baca dan jawab dengan semestinya, tetapi begitu ia ingin membaca pesan selanjutnya, sebuah pesan datang dari akun XG Entertainment yang adalah perusahaan yang beberapa persen sahamnya Alseenio miliki.
Pesannya berisi pemberitahuan tentang BelekPink ingin mengadakan World Tour ke Indonesia di tahun ini.
Alseenio segera membalas dengan pesan persetujuan, Alseenio pernah mendengar lagu BelekPink dan Alseenio menyukai lagunya. Mendengar pemberitahuan tersebut, tentunya Alseenio mengizinkan dan mendukung penuh.
Beberapa menit setelah pesan Alseenio dikirim, XG Entertainment membalas lagi dengan isi pesan yang berbeda, katanya BelekPink ingin sekali bertemu dengan Alseenio, sebab semua pemegang saham sudah pernah bertemu BelekPink, sedang Alseenio belum sama sekali.
Tahu akan ini, Alseenio mengirim pesan pemberitahuan bahwa dirinya akan ke Korea Selatan dan sekarang dalam perjalanan.
Berita ini sangat mendadak, membuat para pekerja dan orang penting di perusahaan tersebut heboh.
Mereka tidak menyangka Alseenio akan ke Korea Selatan hari ini, mereka kira beberapa hari kemudian Alseenio berangkatnya.
Setelah obrolan pesan tersebut berakhir, perusahaan XG Entertainment dalam keadaan yang genting.
Mereka dengan cepat membuat perayaan penyambutan tamu untuk Alseenio.
Saat ini, Alseenio tidak tahu tentang apa yang dilakukan para pekerja di perusahaan XG. Ia sedang sibuk menonton film aksi yang belum ditonton olehnya.
Segera, pesawat mendarat dengan mulus di lapangan landasan pacu bandara.
Kedatangan pesawat Alseenio sudah dikonfirmasi oleh pihak Bandara Incheon dan diperbolehkan menaruh pesawat di bandara selama 5 hari.
Tak perlu ditanyakan, semua itu pasti memerlukan biaya.
Mereka semua sudah terbangun dari tidurnya dan perlahan turun dari pesawat dengan baris-berbaris.
Tidak bisa mereka berjalan seenaknya, mereka harus berhati-hati karena salju menutupi beberapa bagian pada lapangan.
Korea Selatan juga sedang musim dingin, tak berbeda dengan musim yang dialami oleh mereka saat di Jepang.
Untungnya, Alseenio sudah mengimbau mereka dari sebelum keberangkatan untuk membawa jaket tebal khusus musik dingin, sebab di Korea Selatan sedang musim dingin.
Setelah turun di bandara, mereka langsung keluar dari bandara dan pergi ke hotel yang telah dipesan Sugi.
Ketika mereka tiba di bandara, jam sudah menunjukkan jam 4 pagi atau subuh, mereka merasa lelah dan mengalami sedikit jet lag, butuh istirahat sekali.
Begitu mereka masuk ke dalam kamar hotel, mereka semua berbaring dengan lemas dan langsung tidur.
Terutama para wanita, mereka belum cukup tidur di pesawat, sebab ada saja sesuatu yang mengganggu tidurnya sehingga tak tidur secara maksimal.
Bukan karena para pria, melainkan perasaan mereka di dalam jet yang selalu khawatir terjadi apa-apa.
Kesadaran mereka tertahan dan tidurnya menjadi tidak benar.
Di siang hari, tepatnya di jam 2 siang, mereka bersiap-siap untuk pergi bersama ke tempat wisata pertama di Kota Seoul.
“Kita mau minum kopi di sana, Bang Nio?“ tanya Bang Luffi yang penasaran.
Alseenio mengangguk dan menjawab dengan senyum di balik masker hitam, “Benar, kita akan minum kopi dan menghangatkan diri di sana.“
“Aku penasaran dengan tempatnya, bisakah kita langsung berangkat saja?“ celetuk Fandick dengan wajah yang tak sabaran.
“Sabar, Fandick. Tunggu yang lain turun,” tegus Bang Luffi sambil menepuk pundak Fandick.
“Oke-oke, aku akan sabar."
__ADS_1