
“Eh?“ Alseenio terkejut begitu mendengar bahasa yang digunakan wanita satu ini.
Awalnya ia mengira bahwa wanita di depannya ini artis Indonesia ternyata ini adalah orang dari negara lain. Alseenio sepertinya kenal dengan bahasa yang digunakan oleh wanita ini.
Penontonnya pun banyak yang memberi tahu kepada Alseenio, bahasa yang digunakan wanita cantik ini adalah bahasa Thailand.
“Cantik sekali! Namun, aku ragu, apakah wanita ini asli atau tidak. Mencurigakan.“
“Aku kenal dengan wanita ini, dia terkenal di Thailand sana.“
“Ternyata penonton Alseenio bukan hanya dari Indonesia, ada dari negara lain.“
“Sial! Wajahnya begitu indah. Aku sedikit ragu setelah mendengar bahasanya.“
“Ada Thailand, oi!“
Kebanyakan dari komentar yang menonton, mereka meragukan tentang gender wanita yang terpilih ini.
Seperti yang diketahui oleh banyak orang Indonesia, di negara tempat wanita terpilih ini banyak sekali pria yang berganti kelamin menjadi wanita. Tidak menutup kemungkinan juga bisa sebaliknya, wanita berganti kelamin menjadi pria.
Bahkan banyak yang bilang di sana sangat sulit membedakan antara wanita tulen dan yang tidak, tetapi warga asli negara tersebut bisa dengan mudah membedakan, mungkin hanya turis yang sulit mengetahui wanita yang asli.
Dengan rasa ingin tahu yang semakin besar, ditambah dengan sebagian besar komentar yang skeptis dengan wanita ini, Alseenio langsung mengaktifkan kemampuan Sexeyes kepada wanita ini. Sepasang mata Alseenio yang menawan itu menyala dalam sekilas.
Sebuah panel transparan muncul seketika di retina Alseenio dan menampilkan data diri wanita ini.
[Informasi Dasar.]
Nama : Yochi Linlada.
Kelamin : Pria (saat ini wanita).
Umur : 26 tahun.
Tinggi : 170 cm.
Penampilan : 91 poin.
Kemurnian : - poin.
Pemain : 1 orang.
[Wanita yang dahulunya adalah seorang pria atau biasa disebut transgender. Wanita transgender paling cantik di dunia.]
Mata Alseenio membelalak, ia menatap wanita cantik yang ada di layar ponselnya dengan sorot mata yang tidak percaya. Alseenio berkata dalam hatinya, “Ini terlalu cantik bukan? Bahkan wanita tulen kalah dengan poin penampilannya. Andai saja wanita ini ialah wanita tulen, mungkin aku akan mendapatkannya. Sayang sekali, aku tidak berminat pada pria.“
Mimik wajah Alseenio berubah-ubah, banyak yang ia pikirkan begitu melihat data informasi datar yang ditampilkan.
Ia tidak mengira wanita ini dahulunya adalah seorang pria. Wajah Yochi tidak terlihat ada unsur pria, bahkan tulang wajahnya sangat mirip ke wanita. Sayang seribu sayang, wanita ini ternyata bukan wanita tulen.
Pada saat Alseenio membaca beberapa detik panel transparan, wanita bernama Yochilin ini menatap Alseenio dengan wajah yang bingung karena tidak mengerti kenapa Alseenio bereaksi seperti itu secara tiba-tiba. Tatapan mata Alseenio membuatnya malu.
Alseenio menatap beberapa detik wajah Yochi. Wanita ini memiliki hidung yang mancung, alis sedikit tebal dan rapi, dagu yang lancip, bibir tipis, dan mata yang bulat sedikit besar, keseluruhan orang tampak sangat cantik dan menawan, orang lain tidak akan bosan untuk menatap kecantikannya.
Wanita ini mengenakan gaun santai berwarna krem, rambutnya bergelombang tergerai ke depan tubuhnya sampai menutupi pundak, terlihat sangat sederhana, tetapi elegan.
“Do you speak English?“
Alseenio mencoba untuk berbicara dengan wanita ini menggunakan bahasa Inggris, ia sama sekali tidak mengerti bahasa Thailand.
Yochi mengangguk. “Little bit.“
Mendengar jawaban Yochi, Alseenio mengeluarkan napas lega. Akan canggung apabila keduanya berinteraksi menggunakan bahasa tubuh.
Mulai sekarang keduanya berbicara satu sama lain menggunakan bahasa Inggris sederhana dan basic.
Meskipun demikian, itu akan ditulis dengan bahasa Indonesia.
“Emm … lagu apa yang kamu rekomendasikan untukku?“ Alseenio agak canggung bertanya kepada wanita cantik ini.
Pasalnya, ia tahu bahwa wanita ini bukan wanita asli, alias onderdilnya sudah dibongkar dan diubah.
“Lagu 'Sempurna' dari Id Shiran, apakah boleh?“ Wanita ini berkata dengan malu-malu. Pesona Alseenio sangat menarik matanya dan tanpa diketahui hatinya terus menerus berdegup kencang.
Jujur saja, Alseenio sedari tadi agak merinding, ditambah ketika mendengar rekomendasi lagu yang diajukan wanita ini, tetapi ia berusaha untuk bersikap normal. Alseenio kagum dengan kecantikan pria atau wanita ini, untuk perbuatannya yang menyimpang, ia sama sekali tidak kagum.
Alseenio tidak langsung menjawab pertanyaan Yochi, ia merenung memikirkan lagu yang disarankan ini.
Lagu “Sempurna” dari Id Shiran memiliki makna cinta, bukankah ini sama saja ia menyatakan cinta kepada Yochi.
Memikirkan hal ini, Alseenio bergidik ngeri. Ia menatap kecantikan di layar ponselnya dengan hati-hati. Masalahnya, wanita ini sangat cantik meskipun bukan wanita tulen.
__ADS_1
“Sial! Aku bingung harus bagaimana,” gumam Alseenio sedikit kesal. Ia bimbang tidak tahu harus berbuat apa. “Sepertinya … mau tak mau aku harus menuruti permintaan wanita ini, tetapi dengan sikap yang biasa saja.“
Pertama-tama, Alseenio menarik napas pendek, lalu dengan keberanian dan niat yang kuat, ia mengambil gitar yang diletakkan di sebelahnya untuk bersiap-siap menyanyikan lagu yang direkomendasikan Yochi.
“Oke, aku akan mencari kunci gitarnya terlebih dahulu,“ ujar Alseenio kepada Yochi dengan suara yang ramah.
Yochi tersenyum dan mengangguk lembut sebagai responsnya. Sikap dan sifatnya bahkan wanita ini lebih bagus daripada kebanyakan wanita original.
Alseenio tak mau banyak berpikir tentang hal wanita ini lagi. Dengan lekas ia mencari kunci gitar lagu tersebut.
Kurang dari satu menit mencari, Alseenio sudah menemukannya. Alseenio harus melakukan pengecekkan sebelum memainkan gitarnya, kemudian ia menoleh ke layar ponsel dan melirik Yochi.
“Apa kamu siap untuk mendengarkannya?“
“Iya! Aku siap!“ Yochi tersenyum manis dan mengangguk kecil. Tentu saja ia siap, dari awal ia sudah menantikan penampilan Alseenio.
“Baiklah, aku mulai.“
Setelah mengatakan itu, jari Alseenio memetik senar gitar dengan anggun tanpa ada kesan permainan gitar yang buruk.
Suasana komentar yang sebelumnya ramai menjadi tenang dan agak sepi. Semua mengalihkan perhatian mereka ke layar ponselnya masing-masing.
Yoshi menyaksikan Alseenio bermain gitar dengan sepasang mata yang berkilauan.
Di bawah tatapan banyak penonton, Alseenio membuka mulutnya dan mulai bernyanyi.
“Aku temukan cinta untukku~”
“Darling, just dive right in and follow my lead.“
“Ya, kutemukan seorang gadis, cantik dan manis.“
Dalam sekejap, siaran langsung meledak dan heboh. Suara Alseenio sangat mirip sekali dengan penyanyinya, seakan-akan para penonton sedang menyaksikan penampilan Id Shiran secara langsung di sini.
“Sangat mirip, bukan? Bahkan nada dan ciri suara khas Id Shiran sangat jelas.“
“Keren sekali, sial! Alseenio memiliki banyak bakat!“
“Aku merasa sedang menonton konser Id Shiran bernyanyi sekarang.“
“Suara ini benar-benar serupa, seolah Alseenio sendiri adalah Id Shiran.“
Alseenio tidak tahu bahwa siaran langsung di Tiktod sudah menembus satu juta orang. Sebagian besar dari mereka yang baru datang ialah orang yang penasaran dan diajak oleh temannya yang menonton siaran langsung lebih dahulu.
Rambut kepala semua orang terasa kesemutan. Suara Alseenio sangat mirip dengan Id Shiran, bahkan para penggemar Id Shiran dari Indonesia mengakui bahwa Alseenio sangat mirip suaranya dengan Id Shiran, mencakup suara, teknik bernyanyi, dan gerak tubuh.
Semuanya serupa, hanya berbeda penampilan.
Tanpa sadar, orang-orang mengangkat tangannya dan melambaikan untuk mengikuti irama lagu yang Alseenio nyanyikan.
Yochi pun menggoyangkan tubuh atasnya ke kanan dan ke kiri. Nyanyian Alseenio benar-benar membuatnya terlena dan terpesona.
“Baby, I'm dancing in the dark.“
“Bersamamu di dalam pelukku.“
“Barefoot on the grass.“
“Mendengarkan lagu kesukaan kita.“
Nada tinggi berhasil Alseenio lakukan di reff lagu. Orang-orang yang menonton ini langsung terkesima dan terpana, ini sangat luar biasa.
Selain itu, di sisi lain, banyak orang yang merekam siaran langsung ini untuk dibuat konten oleh mereka semua.
Mata Yochi melebar dan ia tidak percaya Alseenio dapat melakukan nada setinggi itu, padahal dalam lagu originalnya tidak begitu tinggi nadanya.
Semua penonton terbawa arus melodi lagu seraya memejamkan mata untuk lebih menghayati makna dari lagu ini.
“Aku bisa membayangkan diriku menari bersama di atas rumput tanpa alas kaki dengan Alseenio.“
“Pangeran Alseenio, aku ingin sekali dipeluk olehmu, semoga kita bersama.“
“Hei! Itu suamiku! Jangan ambil suamiku!“
“Apa-apaan?! Ini suamiku, Alseenio adalah punyaku, jangan mengaku-ngaku!“
Yochi merasa hatinya berbunga-bunga tiap Alseenio menyanyikan lirik lagu yang ada, bagaikan itu ditujukan kepadanya dan mengenai dirinya.
Pada kenyataannya, Alseenio sama sekali tidak bermaksud seperti itu, ia hanya bernyanyi untuk penonton, dan tidak secara khusus untuk Yochi.
Alseenio menyanyikan lagu dengan sangat baik, sampai-sampai banyak tokoh-tokoh artis yang terkenal ikut menonton siaran langsung Alseenio, seperti Raffa Mamad, Jirigen, Pino J Bastian, Tinta Laura, dan masih banyak lagi.
__ADS_1
Secara tidak langsung juga, pengikut akun Tiktodnya naik menjadi 600 ribu orang dalam seperempat jam, pengikut Instagrem menjadi 1,5 juta, dan 1,1 juta pelanggan Yitub. Semuanya menjadi naik saat siaran langsung ini terus berjalan.
“I don't deserve this ….“
“Kamu terlihat sempurna malam ini.“
Lagu ditutup oleh lirik terakhir yang dibawa dengan indah dan penuh penjiwaan.
Yochi tanpa sadar pipinya merah tersipu, dan ia menatap Alseenio dengan tatapan yang berbeda.
Begitu ditatap oleh Yochi, Alseenio sedikit merinding. Meskipun wanita ini cantik, di pikirannya wanita ini tetaplah seorang pria.
Prok! Prok! Prok!
Yochi bertepuk tangan dengan senyum di wajahnya. Penampilan Alseenio sangat luar biasa, dirinya sangat menyukai pertunjukan tadi. Ini pasti akan dikenang dan disimpan dalam hidupnya.
“Aaa~ sangat bagus!“ Yochi berkata dengan senang dan riang.
“Terima kasih,“ Alseenio membalas pujian Yochi dengan kaku seraya membungkukkan kepalanya sedikit.
Tak lama setelah Yochi memuji beberapa kali penampilan Alseenio, Yochi pamit untuk pergi karena pacarnya yang cowok memanggilnya, mereka ada acara malam ini.
Dikarenakan Yochi bukan wanita asli, Alseenio harus menyanyikan lagu untuk wanita terakhir yang beruntung.
Ia menyanyikan lagu artis Ladi Gagak dan misi secara resmi selesai.
“Sampai di sini saja siaran langsungnya. Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk menonton siaran langsung yang tak berfaedah ini,” Alseenio berkata sambil menangkupkan kedua tangannya setinggi dada.
Para penonton tidak terima dengan ucapan Alseenio yang bilang bahwa siaran langsungnya tidak berfaedah.
“Siaran langsungmu membuatku lebih semangat untuk belajar. Ya, belajar mencintaimu.“
“Bermanfaat sekali siaran langsungmu, aku terhibur, padahal sebelumnya aku sedih karena sesuatu.“
“Tidak boleh seperti itu, Nio. Siaran langsungmu dilihat banyak orang, mereka pasti terhibur.“
“Kamu tahu? Aku mengunduh Tiktod hanya karena kamu, Nio.“
Alseenio menggaruk-garuk kepalanya, ia merasa bersalah telah mengatakan itu, kemudian ia mengubah kalimatnya dan berkata, “Terima kasih sudah hadir di sini, khusunya kepada satu juta orang yang menonton siaran langsung ini. Terima kasih juga untuk yang sudah memberi hadiah T-rex, macan, dan lainnya.
“Sebenarnya, kalian tidak perlu mengeluarkan uang untuk memberiku hadiah, dengan hadirnya kalian di sini sudah aku anggap sebagai hadiah. Lain kali jangan mengeluarkan uang untuk siaran langsungku, lebih baik disumbangkan ke badan amal dan orang yang membutuhkan.“
Alseenio baru sadar bahwa siaran langsungnya dipenuhi oleh hadiah, totalnya mungkin ada puluhan juta rupiah mendekati ratusan juta setelah dikenai pajak dari Tiktodnya secara langsung. Mungkin lebih dari 100 juta rupiah.
Mengenai uang, Alseenio sama sekali tidak kekurangan uang, di akun rekeningnya ia memiliki jumlah uang puluhan triliunan, ditambah ia sudah memiliki banyak barang mewah.
Mungkin Alseenio akan mengirimkannya ke badan amal, Alseenio akan meminta bantuan kepada Candy yang berpengalaman.
“Aku berniat untuk mengalokasikan uang yang kalian berikan di siaran langsung ini ke situs KamiBisa. Aku akan mengirimkan surat buktinya di akun Instagrem milikku. Terima kasih semuanya, aku pamit undur diri, selamat tinggal!“ Alseenio melambaikan tangannya menandakan perpisahan sebelum akhirnya siaran langsung ditutup.
Segera, di layar ponsel yang menonton menjadi hitam, siaran langsung sudah selesai.
Total durasi yang Alseenio habiskan untuk siaran langsung ini lebih dari setengah jam. Tidak terlalu lama, paling tidak waktu sudah memasuki sore hari, masih ada waktu untuk melakukan sesuatu.
[Ding! Misi Terselesaikan dan Dapatkan 5 Juta Baht, Centurion Card atau Black Card, dan Kemampuan Berselancar Air Menengah!]
Pemberitahuan sistem muncul setelah mematikan siaran langsung.
Bersamaan dengan itu sebuah pengetahuan baru ditanamkan ke dalam kepalanya. Dalam satu kedipan mata Alseenio cukup cakap dalam bermain selancar air.
Alis Alseenio bertaut ketika melihat hadiah lain yang didapatkannya selain kemampuan berselancar.
“Tidak biasanya Sistem memberi hadiah mata uang lain dan juga ATM Kredit,” gumam Alseenio sambil melihat tiga kartu ATM memiliki warna berbeda yang muncul di atas meja ruang keluarga di depannya.
“Ini ATM Thailand, sepertinya ini yang berisi uang lima juta bath.“ Alseenio melihat kartu berwarna biru yang memiliki tulisan dengan huruf Thailand yang unik.
Lima juta bath itu sama dengan 2 miliar rupiah lebih. Cukup banyak untuk membeli bakso selama bertahun-tahun.
“Mungkinkah hadiah ini berhubungan dengan Yochi?“
Alseenio berasumsi hadiah satu ini karena saat penyelesaian misinya yang menghadirkan Yochi dari Thailand.
Kartu ATM Thailand ini Alseenio simpan ke dalam dompetnya.
Terdapat salah satu kartu ATM yang ia dapatkan yang menarik mata, kartu ini sangat terlihat ekslusif dan bahannya berbeda dengan ATM yang Alseenio punya.
Penasaran dengan hal ini, Alseenio mencari nama Centurion Card di mesin pencarian gugel di laptopnya.
Detik berikutnya, matanya membesar dan ia terperanjat hampir terpental membentur dinding. Alseenio menatap layar laptop di depannya dengan manik mata yang bergetar.
"Sistem, kamu tidak bercanda, 'kan?
__ADS_1