SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 61: Bernyanyi Penuh Hayat


__ADS_3

“Kenapa harus siaran langsung lagi? Kamu memang ingin membuatku terkenal dan menciptakan rekor baru di bidang siaran langsung, ya?“ Alseenio berkata dengan heran dan aneh pada Sistem.


Sudah berkali-kali Sistem mengeluarkan misi seputar siaran langsung, entah apa tujuannya, apakah Sistem ingin membuatnya menjadi streamer tier SSSR atau membuatnya menjadi terkenal di seluruh dunia karena siaran langsungnya? Sistem yang aneh.


Alseenio sama sekali tidak mengerti. Terlepas dari itu, misi ini tak terlalu sulit, hanya perlu bernyanyi dengan suara yang berbeda.


Namun, Alseenio bingung ingin bernyanyi lagu apa dan dengan suara apa.


Ia butuh waktu untuk memikirkan ini dan menyiapkan peralatan siaran langsung.


Alseenio pergi dari kamarnya untuk mengambil pegangan ponsel yang ia beli beberapa hari yang lalu ketika membuat rekaman video Yitub. Tripod dan kawan-kawannya sangat dibutuhkan bagi seorang vloger seperti Alseenio.


Di tangannya sudah ada pegangan ponsel dan sebuah gitar, Alseenio kembali lagi ke ruang keluarga dan duduk nyaman di sofa.


Sembari ia mengatur peralatan siaran langsung dan menemukan sudut kamera yang bagus, Alseenio berpikir tentang lagu apa yang ingin ia nyanyikan.


Ada sesuatu yang ia pikirkan selain hal itu, yakni keterangan pada misi.


Pada isi misi, Sistem menyebutkan bahwa Alseenio harus melakukan siaran langsung dengan pengikutnya, itu artinya ia harus bersiaran bersama dengan pengikutnya, sama seperti dirinya di Instagrem, mengundang beberapa pengikutnya dan menyanyikan sebuah lagu untuk pengikut yang terpilih.


Apakah misi ini memiliki konsep yang sama? Alseenio bingung.


Ketika memikirkan hal ini, ia segera bertanya kepada sistem untuk mendapatkan keterangan yang jelas.


“Sistem, apa misi ini serupa dengan misi sebelumnya di Instagrem?“ Alseenio duduk santai dan bertanya kepada Sistem.


[Ding! Tidak sama, tetapi Anda diperbolehkan untuk mengundang pengikut Tiktok, terpenting selama satu hari ini Anda berhasil menyelesaikan misi sesuai dengan syarat misi.]


“Menyanyikan lima lagu dengan suara yang berbeda?“ tanya Alseenio sekali lagi.


[Ding! Anda benar, Tuan Rumah!]


Setelah mendengar penjelasan dan konfirmasi dari Sistem, Alseenio langsung paham dengan isi misi sistem.


Pada kesimpulannya, Alseenio bebas untuk mengundang pengikutnya untuk bergabung di siaran langsungnya, itu tidak akan memengaruhi misi dari Sistem.


Semua peralatan sudah siap untuk digunakan, hanya tinggal Alseenio saja yang belum siap, ia masih memikirkan topik dan lagu yang akan dinyanyikannya nanti.


Segera, sebuah lagu yang cocok terpikirkan di kepalanya.


Tanpa berlama-lama, ia langsung membuat judul siaran langsung yang bertuliskan “Bernyanyi dengan 5 Suara Berbeda”, kemudian Alseenio memulai siaran langsungnya.


Layar ponsel Alseenio sudah menampilkan dirinya yang tengah memegang gitar sambil berduduk santai di sofa, latar yang ada di belakangnya adalah dinding yang terdapat ukiran kayu berbentuk kepala singa, tampilannya sudah bagus, lebih lagi dengan Alseenionya sendiri yang tampan.


Baju yang Alseenio kenakan hanya kaos putih bertuliskan “Sakedik” dan celana pendek selutut, celananya tidak terlalu pendek.


“Halo, Semuanya! Selamat siang menjelang sore!,” Alseenio menyapa dengan ramah dan wajah yang lembut.


Dalam sekejap, orang-orang berdatangan ke ruang siaran langsung Alseenio, bagaikan air yang mengalir di sungai yang deras.


Hanya dalam beberapa tarikan napas dan beberapa detik setelah Alseenio menyapa penonton, ruang siaran langsungnya seketika dikunjungi oleh 70 ribu orang, itu semuanya adalah manusia dan bukan bot.


Mereka semua sangat antusias dan penasaran, sebab di kolom komentar yang ditampilkan secara langsung itu berisikan pertanyaan mengenai apa yang akan dilakukan oleh Alseenio.


Tak sedikit juga mereka yang menyambut kedatangan Alseenio di Tiktod, mereka senang Alseenio juga ikut merambah ke Tiktod, setelah masuk ke Instagrem dan Yitub.


“Selamat datang untuk semuanya yang baru bergabung!“ Alseenio selama beberapa menit hanya menyapa orang yang baru bergabung ke ruangan siaran langsungnya.


Tanpa perlu waktu yang lama, ruang siaran langsung Alseenio memiliki penonton lebih dari 200 ribu orang. Alseenio belum memulai acara siaran langsungnya, ia masih sibuk menyapa orang-orang yang bergabung, sesekali juga ia berinteraksi dengan para penontonnya.


“Apakah ini orang yang bernama Alseenio? Pantas saja terkenal, orang seperti ini tidaklah mengherankan jika cepat terkenal.“


“Tampannya!! Aaa!“


“Mamah, kini anakmu sedang sekarat karena tersengat senyum tampan pria ini.“


“Kenapa dia tampan sekali? Aku tidak mengira akan ada pria tampan yang melebihi segi ketampanan yang aku miliki.“


“Pankreasku gatal.“


“Bang, absen, dong!“


“Mau absen? Oke! Kita absen dahulu.“ Alseenio melihat rentetan komentar dan tertarik dengan komentar yang memintanya untuk mengabsen para penonton.


“Ada Kurniawan, ada Kurniatod, ada Kurniawan suka ngen—, ada Dedi, ada Buldozer, ada Ragil, ada ….“


Alseenio mengabsen puluhan orang yang ingin disebutkan namanya di laman komentar.


“Oke, kita langsung saja ke inti siaran langsungnya. Sesuai dengan judul yang tertera, aku akan menyanyikan total lima lagu dengan karakter suara yang berbeda, dua lagu di antaranya sudah aku tentukan, tiga lagu sisanya akan dipilih oleh orang yang aku undang siaran langsung bersama.


“Aku akan memilih secara acak dengan jari telunjukku, pengikut akun milikku di Instagrem seharusnya sudah tahu metode yang aku gunakan. Jadi, persiapkan mental dan penampilan Anda. Sekarang kita mulai!“


Setelah Alseenio menjelaskan tujuan siaran langsung, ia membuka tas gitar dan menyetel benang gitar agar nada tangganya sesuai.


“Ekhem! Aku akan mulai bernyanyi, lagu pertama adalah lagu yang berjudul 'Lepaskan' dari seri film kartun Frosten, kalian pasti sudah tahu film itu. Jadi, aku akan menggunakan suara karakter Salsa kakak dari adik bernama Anne,” terang Alseenio sambil melihat kunci gitar lagu yang akan dibawa di layar laptopnya.

__ADS_1


“Tanpa banyak omong, aku mulai saja.“


Jari-jari tangan Alseenio yang menawan itu memetik senar gitar dengan lihai tanpa ada gerakan yang kaku.


Melodi yang terdengar sedih, seakan ada hati yang gelisah karena ada yang mengganggunya berbunyi dari petikan gitar Alseenio.


Alseenio masuk ke mode yang serius karena bernyanyi baginya bukan hanya sekadar untuk senang-senang saja, lagu memiliki pesan dan bahkan cerita yang bisa diambil nilai positifnya, sama saja saat ini dia sedang menyampaikan pesan baik yang terselubung.


“Salju berkilauan di gunung malam ini, tidak ada jejak kaki terlihat~ ….“


Suara wanita yang begitu dewasa dan memiliki pesona tersendirinya keluar dari mulut Alseenio dengan lancar.


Seketika halaman komentar menjadi sepi dan sunyi untuk beberapa saat. Orang-orang yang mendengar suara ini langsung tertegun dan menatap layar ponselnya dengan tatapan mata yang bingung.


Mereka tidak percaya apa yang dilihat dan didengarnya sekarang. Mereka bertanya-tanya, apakah ini asli atau ada seorang wanita di sebelah Alseenio. Pasalnya ini terlalu mirip dengan karakter Salsa di dalam filmnya, bahkan suara nyanyiannya lebih baik lagi, seakan suara Salsa ini memiliki versi yang sudah ditingkatkan.


Alseenio tidak tahu sama sekali bahwa ruang siaran langsungnya menjadi lebih ramai.


Dirinya fokus bernyanyi dan berusaha menampilkan penampilan yang terbaik, seluruh kemampuan suaranya dikeluarkan, termasuk kemampuan Impersonate Suara yang ia desak untuk bisa mengeluarkan hasil yang maksimal.


“Don't let them in, dont let them see.“


“Jadilah kamu gadis yang sesungguhnya.“


“Sembunyikan, jangan biarkan mereka tahu.“


“Sekarang mereka tahu ….“


Nada suara yang dikeluarkan Alseenio menjadi tinggi, membuat semua orang terdiam dan mendengarkan baik-baik.


“Lepaskan, lepaskan!“


“Tak mampu kutahan lagi~ ….“


Orang-orang yang mendengar suara menakjubkan ini langsung terkesima, mereka diam dan menikmati nyanyian Alseenio versi karakter Salsa.


Pada saat ini banyak orang yang berkomentar mengenai nyanyian suara Alseenio. Mereka berkomentar ini benar-benar bingung, penampilan yang Alseenio kini tengah ditampilkan membuat otak mereka membeku.


“Apakah ini suara yang bisa dicapai oleh seorang pria?“


“Sepertinya lipsync, jelas sekali dari gerakan bibirnya.“


“Penipu! Menggunakan suara orang lain untuk populer.“


“Suara yang indah~ …. Aku kagum dengan suaranya meskipun sempat terkejut bahwa bukan wanita yang bernyanyi.“


“Hei, ini benar-benar Alseenio yang bernyanyi? Kenapa suaranya seperti Salsa?“


Alseenio terus membawakan lagu dengan penuh perasaan juga dengan berbagai teknik dan kemampuannya bernyanyi yang dipadukan dengan kemampuan tiru suara yang tinggi.


“Rasa dingin tak pernah menggangguku.“


Baris terakhir lagu dinyanyikan oleh Alseenio dengan nada rendah dan tegas. Lagu diakhiri oleh Alseenio dengan baik tanpa ada nada dan lirik yang salah.


Dalam beberapa menit itu ruang siaran langsung Alseenio membeludak oleh orang-orang, jumlah penontonnya menjadi lebih banyak, dua kali jumlahnya dari awal siaran langsung.


Tanpa diketahui oleh Alseenio, banyak konten kreator Tiktod yang mampir ke sini saking panasnya.


Bahkan, beberapa artis yang aktif di Tiktod pun ikut melihat Alseenio di ruangan siaran langsung.


Alseenio kembali lagi menghebohkan dunia internet.


“Terima kasih banyak,“ Alseenio berterima kasih kepada para penontonnya yang memuji suara nyanyiannya barusan.


Namun, suara yang yang Alseenio gunakan masih suara Salsa.


Secara tidak langsung juga, Alseenio membungkam para pembencinya yang mengira suara yang bernyanyi tadi adalah suara orang lain.


“Mana tadi yang bilang Alseenio adalah penipu?!“


“Keluar kamu Bambang! Aku lihat kamu bilang Alseenio hanya lipsync!“


“Pria sempurna ini masih saja ada pembencinya, pasti yang membenci itu iri, mereka hanya bisa menghujat tanpa melihat diri sendiri.“


“Report akun 'akucange69' dia tadi yang mengejek Alseenio.


Melihat pengikut dan penggemarnya sedang menggoreng orang yang membenci dirinya, Alseenio segera memberhentikan ini, “Ekhem! Sudah-sudah, janganlah bertengkar, aku akan melanjutkan lagu yang kedua, habis itu kita akan memulai memilih orang secara acak.“


Dalam kedipan mata, kolom komentar yang awalnya penuh dengan caci-maki kepada orang-orang yang terduga menghina Alseenio, kini langsung menghilang dan menjadi damai.


Begitu kolom komentar kembali kondusif dan ramah. Ruang siaran langsung menjadi dingi. Para penonton tidak sabar untuk menunggu lagu kedua yang akan dinyanyikan Alseenio.


Lagu pertama saja sudah membuat mereka terkejut, suara Salsa ini sangat mirip, bahkan bagaikan Alseenio sendiri yang adalah pengisi suara karakter Salsa, lebih lagi teknik bernyanyinya tidak berkurang walaupun suara Alseenio berbeda drastis, semuanya sangat bagus.


“Harap tenang, aku akan menyanyikan lagu selanjutnya, duduk dan dengarkan baik-baik.“ Alseenio tersenyum ke layar ponselnya.

__ADS_1


Senyuman ini lagi-lagi membuat seluruh wanita yang menonton siaran langsung Alseenio teriak histeris, mereka merasa hatinya meleleh ketika melihat senyuman memesona Alseenio, mereka tidak tahan untuk memeluk guling untuk melampiaskan kegembiraan di hati mereka, bahkan ada yang basah celananya, dikarenakan air minumnya tak sengaja tumpah.


Harus tetap positif.


“Lagu kedua berjudul 'Hantu' dari penyanyi tersohor Jastin Bibir. Semoga kalian menyukainya.“


Segera, benang gitar bergetar mengeluarkan nada irama yang suram dan depresi, tetapi enak didengar oleh telinga.


Selanjutnya, mulut Alseenio perlahan terbuka dan suara yang sama sekali berbeda dengan suara asli Alseenio terdengar.


“Jiwa muda berpikir akan selalu ada hari esok.“


Suara yang sangat familiar terdengar di setiap orang yang menonton siaran langsung ini, mereka semua kembali terkejut dan menatap Alseenio dengan mata yang terbuka lebar.


Salah satu penggemar berat Jastin Bibir yang menonton siaran langsung Alseenio sampai melompat dari atas kasur dan jatuh ke lantai saking tak menyangka.


“In-ini, ini terlalu mirip, bukan?“ ucap seseorang itu dengan pandangan meragukan ke layar ponselnya.


Orang ini kembali duduk di atas kasur dan dengan tenang menyaksikan Alseenio bernyanyi dengan suara Jastin.


“Dan jika kamu tidak bisa di sampingku ….“


“Ingatan akan dirimu adalah candu.“


“Aku sangat merindukanmu.“


“I miss you more than life ….“


Pada lagu ini, Alseenio membawakannya dengan sangat sempurna. Penjiwaannya sangat terasa, makna dari lirik yang ada pada lagu sukses tersampaikan kepada penonton. Sampai-sampai banyak dari penontonnya yang meneteskan air mata yang berwarna bening, dan bukan putih, itu berbeda.


Siaran langsung Alseenio digandrungi banyak orang selama lagu ini dinyanyikan. Penontonnya yang makin banyak hingga yang melihatnya lebih dari 700.000 orang.


Tidak tahu, apakah semua penontonnya dari Indonesia atau ada dari luar negeri. Namun, diluhat dari kolom komentarnya, mayoritas berasal dari Indonesia.


Lagu berakhir dengan suara yang merintih sedih dan wajah Alseenio yang muram.


Orang-orang bisa melihat mata Alseenio yang berkaca-kaca, Alseenio terlihat sangat sedih, seakan-akan di detik berikutnya akan menangis.


Alseenio terlalu menjiwai sehingga ia teringat dengan mendiang orang tuanya. Meskipun mereka telah tiada, memori kebersamaannya saat kecil masih tersimpan rapi di kepalanya.


Selama beberapa detik, Alseenio tidak berbicara setelah bernyanyi. Alseenio tengah menstabilkan hatinya dan menahan untuk tidak menangis.


Penonton yang melihat ini langsung berempati kepada Alseenio dengan cara memberi komentar penguat.


“Jangan menangis, Alseenio. Kami akan selalu ada di sini, di sampingmu.“


“Aku tidak tahu apa yang kamu tangisi, tetapi aku ikut merasa sedih, pasti itu sakit. Semangat Alseenio, jangan bersedih.“


“Kurasa Alseenio tengah mengingat orang tuanya, apakah kalian tahu siapa orang tuanya?“


“Pangeran, jangan menangis, masih ada aku yang siap menemanimu di atas kasur.“


Tidak lama berselang, Alseenio menggelengkan kepalanya dan kembali menatap ke layar ponsel.


“Jangan pikirkan itu. Ayo kita mulai memilih orang!” kata Alseenio seraya tersenyum.


Senyuman Alseenio masih terlihat dipaksakan, para penggemarnya mengetahui itu.


“Aku akan menghitung satu sampai tiga dan menunjuk satu akun di kolom komentar, akun yang beruntung segera bersiap-siap untukku undang,” Alseenio memperingatkan kepada mereka.


Para penggemar mengangguk berat, mereka mengirim pesan bertubi-tubi untuk memenangkan peluang berhasil dipilih.


“Satu ….“


“Dua ….“


“Tiga!“


Ujung jari telunjuk Alseenio mendarat di layar ponsel dan memberhentikan kolom komentar yang bergulir, terdapat satu akun yang tepat ada di bawah ujung jari.


“Untuk akun yang bernama Manila Cici, aku beri waktu untuk bersiap-siap. Aku akan mengundangmu sebentar lagi.“


Setelah mengatakan itu, Alseenio mengikuti akun tersebut dan mengundangnya untuk bergabung.


Saat berikutnya, layar di ponsel Alseenio terpotong menjadi dua bagian dan wajah wanita yang terlihat cukup cantik muncul di depan mata Alseenio.


Menurut matanya, wanita ini memiliki penampilan sekitar 70 poin.


Tidak memiliki riwayat hidup yang aneh, cukup bersih.


“Halo, Nio~” Wanita satu ini menyapa terlebih dahulu dengan suara yang malu.


“Halo, Manila,” sapa Alseenio kembali. “Kamu mau rekomendasi lagu apa?“


“Kebetulan aku sedang suka es krim Mixiu beberapa hari ini, bisakah kamu menyanyikan lagunya?“

__ADS_1


“Hah???“


__ADS_2