SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 178: Pertandingan Dimulai


__ADS_3

“Uwoghhhh!“


“Pritt! Pritt!!“


“Wow!!“


“Ayo mulai!!“


“…”


Semua orang yang hadir berteriak hampir bersamaan untuk memeriahkan dan meramaikan acara pada sesi pembukaan sekarang.


Setelah berteriak, mereka semua bertepuk tangan bersama sambil melihat penampilan semburan api yang ada di dekat panggung yang diinjak oleh pembawa acara.


Di belakang pembawa acara terdapat piala dan sebuah hadiah rahasia yang ada di dalam kotak yang terbungkus kain hitam.


Benda yang ada di dalam kotak tersebut yang menjadi tujuan adanya acara ini. Mereka semua yang ikut dan bergabung dengan kompetisi ini memperebutkan barang tersebut yang begitu rahasia.


Semua orang yang hadir tahu hadiah lain yang disediakan di acara ini, yakni hadiah uang 30 miliar rupiah dan piala ekslusif, tetapi untuk hadiah yang ditutupi dan dirahasiakan ini, mereka semua tidak ada yang tahu.


Pembawa acara menjelaskan lagi secara singkat dan jelas yang menerangkan poin penting yang ada pada unsur acara ini.


“Acara ini kita akan melihat lahirnya seorang pria yang memiliki pukulan terkuat di Bumi! Orang-orang yang sedang ada di sekitar ring adalah orang-orang yang mendaftar di hari ini. Kalian bisa mendukung mereka dengan cara voting atau pemungutan suara ….“


Usai menjalankan tugasnya sebagai pembawa acara, pria yang dari tadi mengoceh langsung memindahkan jalannya acara ke pembawa acara yang lain yang bertugas untuk memberi petunjuk apa yang harus dilakukan peserta pertandingan di acara ini.


“Peserta selanjutnya, kalian tahu siapa dia, benar! Dia adalah Dieddy Baldbuster! Panutan anak muda zaman sekarang yang ucapannya selalu mereka jadikan pedoman kehidupan ….“


“Untuk peserta satu ini kalian juga sudah tahu, seorang aktor yang telah mendunia, beberapa film Hottywood pernah dimainkan olehnya, dia adalah Jo Salting!“


“…”


Satu per satu peserta acara ditampilkan dan diperkenalkan kepada seluruh penonton.


Semua kamera yang ada tersorot ke arah orang yang diperkenalkan oleh pembawa acara.


Acara ini sangat besar dan beberapa awak media dan saluran televisi masuk untuk menyiarkan secara langsung di televisi. Selain itu juga, ada beberapa sponsor yang masuk.


Setelah beberapa banyak orang diperkenalkan, para peserta memamerkan tubuhnya yang berotot. Dengan wajah yang bangga dan sedikit sombong, mereka membuka bajunya dan memamerkan tubuh bagian tasnya yang memiliki otot.


Dalam sekejap acara ini menjadi ajang pamer otot.


Dari semua peserta yang memamerkan otot, hanya ada 2 orang yang terlihat begitu mencolok ototnya, yakni Adik Rei dan Dieddy. Mereka berdua memiliki massa otot yang lebih besar dibandingkan yang lain.


Meskipun mereka semua juga memiliki otot yang ada di atas orang biasa. Orang biasa yang jarang berolahraga untuk meningkatkan ukuran otot tidak memiliki otot yang besar dan terbentuk begitu jelas.

__ADS_1


Di saat semuanya membuka baju dan memperlihatkan seluruh otot tubuh bagian atas, ada satu orang yang berdiri diam hanya melihat mereka semua membuka baju satu per satu ketika diperkenalkan, orang itu adalah Alseenio.


Alseenio terakhir diperkenalkan oleh pembawa acara.


“Peserta yang terakhir ini sangat spesial! Tolong para kameraman sorot wajahnya dengan baik agar semua orang yang menyaksikan acara ini secara langsung bisa melihat bagaimana bentuk wajah pria di puncaknya!“


Dalam sekejap kameraman menembak penampilan wajah Alseenio dan begitu terfokus pada wajahnya.


Mendengar kalimat pembawa acara ini membuat sudut mulut Alseenio berkedut. Alseenio sebenarnya malu dilihat oleh banyak orang seperti ini, tetapi karena sudah biasa tampil di depan kamera, dia langsung tahu apa yang harus dilakukannya.


Alseenio tersenyum ke arah kamera satu per satu sambil melambaikan tangannya.


Tampilannya sekarang ini sangatlah tampan, terlebih senyuman yang ditunjukkan tadi membuat semua wanita yang melihat tersipu, bahkan di acara ini hampir bersamaan mereka semua berhenti berbicara dan fokus dengan visual wajah Alseenio.


Setiap bagian wajah Alseenio terlihat sangat tampan, lekukan pipinya sangat manis dan memesona, pandangan matanya bahkan bisa mencairkan hati wanita yang beku, batang hidung sangat indah tanpa ada cacat dalam bentukannya, alis mata pedang membuat semua wanita tidak tahan menatapnya, lebih-lebih garis rahang Alseenio yang sangat menawan dan sempurna.


Keseluruhan tampilannya memang ada di atas manusia.


Di bawah tatapan mereka semua yang puas dengan ketampanan Alseenio, tiba-tiba Alseenio bergerak membuka bajunya secara bertahap.


Dia membuka jas tuksedo, kemudian melepaskan kancing kemeja satu demi satu.


Semua orang menatap gerakan Alseenio tanpa berkedip sedikit pun, pandangan mata semua orang terfokus pada tubuh Alseenioo.


Beberapa saat kemudian, sosok Alseenio tanpa pakaian atas ditampilkan di depan mereka semua.


Ketika orang-orang yang hadir ke sini melihat sosok tubuh Alseenio, mereka semua mendesis dengan wajah yang terpana dan tersipu secara bersamaan.


Mata para wanita langsung berubah, mereka terlihat seperti serigala yang ingin memangsa domba.


Penampilan tubuh Alseenio lebih indah dibandingkan seluruh peserta yang hadir.


Meskipun tidak sebesar Adik Rei, tetapi kepadatan otot Alseenio jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan Adik Rei.


Adik Rei sampai bingung saat melihat otot pada tubuh Alseenio, dia baru pertama kali melihat orang yang memiliki otot perut sampai 8 pak lebih, dan itu terlalu simetris.


Om Dieddy yang tahu betapa kuatnya tenaga Alseenio segera memberi tahu Adik Rei untuk tidak meremehkan Alseenio. Adik Rei tidak pernah meremehkan lawan, dia malah mengapresiasi lawan, dia kagum dengan Alseenio.


Berikutnya, kursi penonton dipenuhi oleh bisikan para penonton, mereka membicarakan tentang sosok tubuh berotot Alseenio, terlalu indah untuk dilihat dan dipandang mata.


Tanpa berlama lagi, acara dimulai dengan peserta pertama yang mulai memukul mesin tinju.


Peserta pertama adalah seorang Tiktoder terkenal karena memukul pohon pisang sampai roboh, dan makin ke sini dia terkenal karena tinjunya yang kuat.


Memasang ancang-ancang, Peris menatap karung tinju atau bola tinju dengan mata yang tajam.

__ADS_1


Di detik berikutnya, pukulan tangan kanannya terbang dan menghantam bola tinju hingga masuk ke tempatnya.


Bam!


Mesin mulai menghitung skor kekuatan dari tinju peris, dan dalam beberapa detik itu menembus skor 900 poin.


Untuk hasil yang konkret dan valid, peserta diharuskan memukul sampai tiga kali, setelahnya diambil skor paling tinggi yang bisa peserta tersebut capai.


Pada akhirnya, Peris hanya bisa sampai di angka 983 poin. Skor ini sangat tinggi, belum tentu peserta lain bisa mengalahkannya.


Ketika para peserta melihat skor poin Peris, beberapa dari mereka langsung tidak percaya diri dengan kekuatannya, dan sudah sangat skeptis.


Setelah Peris, peserta selanjutnya mulai membuat skor tinju di mesin tinju.


Rata-rata dari mereka hanya sampai 950 poin, itu pun ada beberapa orang yang tak sampai, artinya adanya poinnya di bawah dari 950 poin.


Om Dieddy sudah sangat fokus, dia mengepalkan tangan kanannya begitu keras dan kencang. Berikutnya, dengan segenap tenaganya dia memukul bola tinju dengan suara yang nyaring.


Bang!


Mesin tinju dengan cepat membuat perhitungan kekuatan dari tinju Om Dieddy. Semua orang fokus dengan hasil tinju Om Dieddy.


Alhasil, tinju Om Dieddy mengalahkan skor tinju dari Peris yang skornya menyentuh angka 990 poin. Sangat tinggi.


Tak terasa, giliran Adik Rei datang. Dengan tubuh yang besar penuh otot dan kekuatan, Adik Rei memukul karung tinju bulat dengan seluruh kekuatannya.


Lagi-lagi mesin tinju dengan cepat menghitung kekuatan dari tinju Adik Rei, dan dengan mudahnya melewati angka 950 poin dan itu terus bertambah.


Dengan hasil resminya, Adik Rei untuk sementara waktu adalah orang yang memiliki skor tinju paling tinggi, yaitu 993 poin.


Melihat ini, orang-orang terkagum-kagum, mereka tidak menyangka kedua pria yang sudah memiliki umur yang tua kekuatan tinjunya sangat besar.


Om Dieddy dan Adik Rei sudah berusia di atas 40 tahun, sudah menjadi bapak-bapak, tetapi badan keduanya tetap bagus, dan kekuatannya mengalahkan banyak para pemuda.


Tersisa satu orang yang belum memukul.


Semua orang mengalihkan pandangannya ke arah Alseenio, mereka semua menunggu performa tinju Alseenio.


“Ayo, Alseenio! Kamu pasti bisa!


“Tunjukkan keperkasaan kamu! Jangan mau kalah!“


“Kami di sini mendukung kamu, Alseenio! Kekuatan cinta kami semua akan selalu menyertaimu!“


“Ayo, Sayang!“

__ADS_1


“Bubarkan, DePeR!“


__ADS_2