
Alseenio sempat melihat pukulan ini, refleks tubuhnya diaktifkan dan menghindarinya. Tubuh Alseenio bergerak mundur satu langkah ke belakang dan pukulan dari pria itu gagal mengenai tubuh Alseenio.
Orang-orang yang ada di pinggir jalan dan kebetulan melihat adegan ini, mereka semua tercengang.
Gerakan Alseenio menghindari pukulan yang terbang sangat cepat, mata semua orang hampir tidak bisa melihat prosesnya.
Namun, sebelum orang bereaksi lebih lanjut, kelima orang ini dengan bersamaan menyerang Alseenio.
Pukulan tangan, tendangan, dorongan, dan serangan yang lain dilancarkan oleh kelima pria ini ke arah Alseenio, tetapi semua serangan mereka dengan mudahnya Alseenio hindari dan tangkis.
Dikarenakan di sini banyak sekali meja dan bangku, serta ada banyak orang yang makan, Alseenio secara perlahan menggiring mereka semua keluar dari area tempat makan menuju trotoar sebelah.
Meskipun kelima pria ini telah merusak 2 meja selama perpindahan tempat pertempuran yang secara halus dilakukan oleh Alseenio.
Pertempuran makin meriah karena diiringi oleh jeritan suara dari para wanita dan waria, Fara pun panik, tetapi ditenangkan oleh Yochi dan Fani.
Orang-orang banyak yang ingin memisahkan, tetapi malah mereka yang menjadi sasaran kelima pria ini, terlebih lagi tampilan kelima pria yang gara membuat orang takut dan enggan ikut campur.
Sejak pertarungan terjadi, kelima pria ini terus-menerus mencoba melukai Alseenio, sayangnya mereka tidak bisa melukai bahkan mereka tak mampu menyentuh baju Alseenio.
Tubuh Alseenio bergerak sangat cepat sehingga ia menjadi licin dan sulit ditangkap.
Selama penghindaran, Alseenio menyempatkan diri untuk melirik ke suatu arah, tak ada satu pun orang yang sadar dengan sorot mata Alseenio yang berubah.
Bosan melakukan posisi bertahan, Alseenio akhirnya bergerak dan balik menyerang.
Kaki Alseenio yang panjang melesat sangat cepat menuju pinggang pria bertato yang paling dekat dengannya, dengan 2 kali tendangan di antara leher dan lutut, pria tersebut jatuh tersungkur dan tidak sadarkan diri.
Belum sempat keempat temannya membalas dendam, sosok Alseenio berpindah dengan cepat dan menyerang mereka semua dengan gerakan seni bela diri yang berbeda.
Muay thai, Aikido, tinju, dan taekwondo, keempat seni bela diri tersebut Alseenio gunakan dalam pertempuran saat ini.
Kurang dari 2 menit sejak dimulainya serangan Alseenio, kelima pria bertato tersebut tergeletak di tanah, mereka dibuat pingsan oleh Alseenio. Tidak lupa Alseenio berikan luka kepada mereka berlima yang dapat dipastikan sulit dihilangkan.
Alseenio memberi luka dengan cara mematahkan tulang ibu jari mereka dengan berat.
Semua orang yang ada di warung makan tidak tahu bagaimana cara Alseenio mematahkan tulang ibu jari kelima pria bertato tersebut, gerakan Alseenio memiliki kecepatan yang cepat ditambah dengan pencahayaan yang kurang membuat orang tak melihat dengan jelas pertempuran tadi.
Tulang jari bisa disembuhkan, Alseenio yakin walaupun ibu jari mereka sembuh, itu tidak akan bisa dipakai seperti biasanya atau normal.
Melihat mereka berlima tergeletak dengan napas yang normal dan tidak ada luka berdarah, Alseenio mengibaskan tangannya ke baju seakan-akan ada debu yang menempel di pakaiannya.
__ADS_1
Pertarungan ini sama sekali tidak membuat Alseenio lelah, bahkan napas Alseenio tidak berubah dan masih stabil seolah ia tidak habis melakukan apa-apa.
Orang-orang yang ada di warung makan tak lagi duduk di meja masing-masing, mereka berdiri dan menyaksikan pertarungan Alseenio melawan lima pria bertato dengan kewaspadaan yang tinggi.
Fara dan yang lain pun ikut berdiri, Fara melihat Alseenio dengan tatapan yang penuh akan kekhawatiran.
Begitu Alseenio berjalan kembali ke meja makan, orang-orang yang ada di warung makan tersebut menatapnya dengan pandangan mata yang tertulis rasa takut, mereka juga memandang Alseenio dengan rasa yang hormat.
Mereka sama sekali tidak ingin berinteraksi dengan Alseenio, takut membuat Alseenio marah dan mereka berakhir seperti kelima pria bertato itu.
Selepas dari itu, mereka juga tidak ingin menolong kelima pria bertato tersebut, bahkan orang yang menjadi pelanggan dan pemilik warung makan ini menatap Alseenio dengan rasa terima kasih.
Kelima pria bertato ini bertingkah arogan dari lama, mereka semena-mena terhadap orang-orang yang ada di sini. Tidak jarang mereka berlima ini makan tak bayar.
Kalau bukan masakan warung makan ini yang terkenal enak, orang-orang enggan untuk datang ke warung makan ini.
“Sayang!“
Melihat Alseenio kembali ke warung makan, Fara dengan gegas menghampiri Alseenio dan memeluknya sambil memeriksa keadaan tubuh Alseenio.
“Sayang, tolong jangan seperti itu lagi,” lirih Fara di dalam dekapan Alseenio, “aku takut kamu terluka, aku tidak mau kehilangan kamu.“
Fara menangis di detik berikutnya setelah mengatakan kalimatnya. Kejadian tadi benar-benar membuatnya terkejut sekaligus khawatir, dia tidak pernah melihat Alseenio bertengkar dengan orang lain, apalagi sehebat tadi.
“Sudah, jangan menangis, aku tidak apa-apa,” ucap Alseenio sambil mengusap rambut dan punggung Fara dengan lembut.
Sebenarnya, Alseenio tidak bisa berjanji, ia pasti akan memberi pelajaran kepada orang yang menghina keluarganya, terlebih kekasihnya. Menurutnya, itu adalah sesuatu hal yang harus dilakukan, harga diri tidak boleh direndahkan.
Fara masih menangisi di dalam pelukannya, dan Alseenio terus menenangkan Fara dengan sentuhan dan pelukan yang nyaman, untungnya usaha itu selalu berhasil untuk menenangkan Fara yang menangis.
Melihat orang-orang masih memerhatikan mereka berdua, Alseenio segera menggendong Fara dengan gaya bridal menuju tempat makan mereka berenam.
Tan, Yochilin, Sugi, dan Fani menghampiri keduanya dan membimbing Alseenio ke meja makan.
Setelah pertarungan tadi, suasana di warung makan menjadi aneh dan kaku, orang-orang memandangi mereka berenam dan tidak kembali duduk lantaran beberapa meja makan telah rusak akibat kelima pria tersebut yang mencoba menghantam Alseenio.
Pemilik warung makan pinggir jalan pun bingung harus apa.
Melihat ini, Alseenio segera meminta Sugi dan Tan untuk memberi tahu bahwa makanan yang dipesan oleh semua orang di warung makan ini akan ia bayar.
Tan bangun dari kursi makan dan kemudian ia pergi ke dapur warung makan ini, sedangkan Sugi berjalan dan memberi tahu semua orang yang makan di sini bahwa makanan digratiskan.
__ADS_1
Namun, untuk kerugian meja, Alseenio tidak mau ganti rugi, ia meminta pemilik warung untuk menagihnya ke kelima pria ini ketika sadar.
Orang-orang segera bersorak gembira, dan secara perlahan rasa takut di dalam diri mereka menghilang, suasana kembali menjadi kondusif.
Sehabis makan malam, tiba-tiba mobil polisi Thailand berhenti di depan warung.
Beberapa polisi ini datang karena mendapatkan laporan dari beberapa pengunjung yang makan di sini.
Akhirnya, Alseenio dan beberapa orang di warung makan ini di bawa ke kantor polisi dan dimintai keterangan.
Alseenio sudah menyiapkan diri untuk ini. Maka dari itu, Alseenio meminta Sugi untuk merekam ucapan kelima pria tersebut sampai dirinya mengalahkan kelima bajingan.
Semua bukti dan saksi dinilai akurat, kesalahan tidak ada di Alseenio, sebab kelima pria bertato ini yang memulai kekacauan bahkan yang pertama kali memukul.
Ternyata kelima pria ini adalah seorang kriminal kelas teri yang selalu mengganggu warga dan orang, ada beberapa laporan di berkas kantor polisi, ada catatan kriminal yang dilakukan kelima pria ini.
Dengan begitu, Alseenio tidak terkena kasus, malahan Alseenio mendapat penghargaan lisan dari polisi.
Permasalahan berakhir dan mereka berenam kembali ke hotel, Yochi dan Tan ditawarkan oleh Alseenio untuk tidur di hotel saja lantaran sudah terlalu malam.
Pulang dari kantor polisi, waktu sudah menunjukkan tengah malam, berbahaya untuk pulang malam-malam, lebih baik tidur di hotel.
Usai kejadian yang mengejutkan tadi, Fara makin menempel pada Alseenio.
Wanita ini makin manja dan perhatian, bahkan tidak mau berjauhan walaupun sedang berjalan bersama.
Selain itu, kejadian pertarungan Alseenio dan kelima pria bertato menjadi viral di internet Thailand.
Banyak awak media dan berita yang menyebarkan informasi tentang ini. Keterangan di setiap unggahan sesuai dengan apa yang terjadi, tidak dipalsukan atau diada-adakan oleh portal media.
Para netizen Thailand mengapresiasi tindakan Alseenio yang menjaga pasangannya yang dihina oleh orang, mereka juga kagum dengan bela diri yang ditunjukkan Alseenio di salah satu video yang telah terkenal dan tersebar.
Tidak hanya itu, berita Alseenio terkenal juga dikarenakan wajah Alseenio yang tampan, banyak wanita di Thailand yang penasaran dengan Alseenio sampai mencari biodata mengenai diri Alseenio.
Dengan demikian, Alseenio menjadi panas sampai mereka berempat pergi meninggalkan negara Thailand.
Dari kejadian tersebut, Alseenio mendapatkan keuntungan, yakni pengikut sosial medianya bertambah dan ia juga mengenal beberapa artis Thailand sehingga relasi pertemanannya menjadi lebih luas.
Pada saat ini, keempatnya sedang duduk sambil menunggu pesawat yang mereka tumpangi sampai di Bandara Soekarno-Hatta.
Mereka pulang ke Indonesia untuk melakukan acara pesta tahun baru di Indonesia bersama keluarga.
__ADS_1
“Kami berempat pulang!“