SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 115: Insting Hebat Wanita


__ADS_3

“Omong-omong aku sekarang memilih Yituber wanita atau pria?“ Alseenio mengganti topik pembicaraan.


Bang Windi menoleh dan berkata, “Terserah Bang Nio saja, kita bebas memilih tanpa ada suap-menyuap, tidak seperti yang ada di pemil—”


“Waduh, jangan main di tepi jurang, Bang Windi.“


“Sudah, Bang Windi. Aku malas ke penjara.“


Rijal dan Mac memotong kalimat Bang Windi yang berbahaya, jika tidak dipotong, itu akan membuat mereka berempat masuk ke kondisi yang berbahaya.


Alseenio tidak berani berkomentar ia hanya tersenyum dan mencoba untuk berekspresi yang biasa saja dan tenang.


“Emm … kalau begitu, aku akan memilih random saja,” ucap Alseenio sambil mengetik di kolom pencarian Yitub.


Setelah itu, Alseenio menggulirkan halaman yang keluar dan memilih saluran Yitub yang sedang siaran langsung.


Cukup lama untuk dirinya memilih, sebab yang sedang siaran langsung menjadi bertambah selama Bang Windi dan yang lainnya membagikan uang.


Setelah meminta pendapat kepada Bang Windi, Rijal, dan Mac, saluran yang dipilih Alseenio adalah saluran Yitub dari seorang Pria tua yang pintar bermain gim tembak-tembakan zaman dahulu, Alseenio sempat memainkan gim tersebut, seketika membuat dirinya nostalgia.


“Ini AbahGimang?“ tanya Alseenio kepada Bang Windi.


“Iya, dahulu pernah masuk di siaran langsung aku juga,” Bang Windi menjawab sambil mengangguk. “Aku salut dengan AbahGimang ini, semangatnya mencari uang tidak goyah karena umur, beliau terus semangat dan tetap berjuang.“


“Aku pilih AbahGimang saja, bagaimana menurut kalian?“ Alseenio langsung setuju dan memandang Mac serta yang lain.


“Aku setuju saja.“


“Boleh, pantas dan layak menurutku untuk diberikan.“


“Berangkat! Kasih Abah uangnya!“


Sesuai dengan pendapat mereka semua, Alseenio memilih AbahGimang yang selalu disebutkan oleh para penonton ruang siaran langsung Bang Windi.


Bang Windi memindai kode bar untuk mengonfirmasi pemberian uang ke situs yang tertera di deskripsi siaran langsung AbahGimang.


Saat ini, Aba yang sudah tua sedang sibuk menyapa para pasukan penonton dari saluran Bang Windi.


“Halo, Pasukan Windi! Terima kasih sudah datang ke sini. Mantap, Pasukan Windi Bersaudara!“


“Halo-halo, keren sekali, Pasukan Windi!“ Aba menyapa dengan sangat antusias khasnya sendiri.


Tampak jelas sekali mimik wajah Aba yang keriput ini bahagia, ia dengan senang hati menyapa Bocil Simpati saluran Windi.


“IlhamGoat baru saja memberikan Rp51.000.000,00. Semangat terus, Aba!“


Notifikasi donasi dari Bang Windi muncul di layar komputer AbahGimang.


Wajah Aba menjadi lebih senang saat melihat pemberitahuan yang masuk, beliau ini makin bersemangat menyebut orang-orang yang datang dan tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada Bang Windi, Mac, Rijal, dan Alseenio, diucapkan berkali-kali membuat Alseenio yang menontonnya tersenyum.

__ADS_1


Namun, beberapa detik berikutnya, Aba meneteskan air matanya dan terdiam, rasa terkejutnya datang terlambat.


Seluruh penonton menyaksikan Aba menangis karena mendapatkan bantuan uang, mereka terharu dan ikut mengeluarkan air mata, ini momen yang membahagiakan sekaligus mengesankan.


Lebih dari 300.000 orang mengirimkan rentetan dengan hati yang ikut senang dan bahagia di ruang komentar siaran langsung.


“Aba sangat bahagia sampai menangis, aku ikut senang melihat Aba bahagia.“


“Terima kasih untuk Jaya Exford karena sudah memberi uang kepada para Yituber pemula, aku sebagai Bocil Kehidupan bangga pada kalian!“


“Meskipun sedikit lucu, rasa bangga dan terharu sangat dapat dirasakan olehku!“


“Aku bangga menjadi penggemar kalian berempat!“


“Alseenio, aku tidak salah menjadikanmu objek—maksudku …menjadikanmu idolaku, aku sangat-sangat bangga!“


“…”


Alseenio dan yang lainnya berpamitan dan terus melanjutkan target saluran Yitub yang akan dijadikan target pemberian uang.


Tepat ketika Bang Windi ingin memilih, pintu ruang studio dibuka oleh seseorang.


“Halo-halo, Semuanya!“


“Halo, Temanku yang aku sayangi!“


Candy dan Rino masuk ke dalam ruang studio sambil menyapa mereka berempat.


Semua penonton tanpa sadar tersenyum saat melihat adegan tadi.


“Kebetulan sekali, tersisa dua orang yang belum dipilih, kalian mau memilih orang juga?“ Bang Windi menawarkan kepada mereka berdua untuk ikut memilih Yituber yang pantas dibantu.


Candy mengangguk, ia ingin memilih juga, disusul oleh Rino yang juga satu pendapat.


“Boleh. Siapa dahulu yang pilih? Aku atau Rino?“ Candy memandang Bang Windi.


“Suit saja biar adil,” Mac menyarankan.


“Oke.“ Rino dan Candy setuju.


Persaingan ketat terjadi dalam kontes suit ini, hasil pemenang dari suit ini sangat tidak terduga. Candy yang cupu dalam bermain gim ini menang melawan Rino dalam permainan suit untuk menentukan keputusan.


Dengan begitu, Candy yang memilih terlebih dahulu.


Tanpa disuruh, Candy memilih Yituber pemula yang seorang wanita, Yituber itu memiliki tema siaran langsung bicara bebas bersama dengan para penontonnya, sudah siaran langsung beberapa jam yang lalu, sebelum Bang Windi mulai siaran langsung.


Setelah melihat kapan wanita mulai aktif di Yitub dan melihat perjuangannya di pusat saluran wanita ini, mereka berenam sepakat untuk memberi wanita yang dipilih Candy itu uang yang sudah ditentukan.


Pada pemilihan terakhir yang dilaksanakan oleh Rino, saluran Yituber yang beruntung mendapatkan donasi uang adalah seorang pria yang cukup tua, mungkin umurnya sudah berkepala 4 yang juga adalah seorang penonton Bang Windi paling setia, selalu komentar dan memberi informasi perihal gim yang dimainkan Bang Windi, salurannya bernama Joceps selalu di liver.

__ADS_1


Salut dengan hal ini, mereka setuju dan sepakat untuk menyerahkan uang 51 juta yang kesepuluh kepada saluran Yitub ini.


Sangat kebetulan sekali, Joceps menyiarkan siaran langsung di jam ini.


Mereka berenam sudah memeriksa bahwa Joceps ini sudah memulai siaran sebelum mereka siaran langsung yang artinya tidak tabrak atau disengaja ingin mendapatkan uang.


Sehabis memberikan uang kepada orang yang kesepuluh, Bang Windi dan yang lainnya berpamitan kepada para penontonnya yang sudah menembus 350.000 orang, rekor baru yang dipecahkan oleh saluran Yitub Bang Windi.


Banyak penonton yang enggan ruang siaran langsung dihentikan, sebab mereka belum puas menonton siaran langsung, padahal sudah 2 jam Bang Windi melakukan siaran, sudah terlalu lama, bahkan matahari sudah tenggelam.


Bang Windi mematikan siaran langsung tanpa memberi tahu bahwa akan ada part 2 siaran langsung berbagi kebahagiaan.


Mereka berenam berpelukan dan mengucapkan selamat kepada Bang Windi karena sebentar lagi 10 juta pelanggan, sudah ada 9,95 juta pelanggan hanya kurang 50.000 orang untuk menyentuh 10 juta.


Terdapat 100.000 orang yang baru berlangganan ke saluran Bang Windi hasil dari siaran langsung yang baru saja dilakukan.


Mereka berenam keluar dari ruang studio dan pergi ke ruang tamu karena wanita-wanita ada di sana sedang mengobrol asyik.


Ada tambahan anggota, pacar Candy dan pacar Rino yang datang dan bergabung ke kelompok wanita, tambah ramai.


Begitu wanita-wanita ini melihat Alseenio dan yang lain datang ke ruang tamu, mereka berdiri dan berpindah duduknya, mereka memberi tempat duduk untuk para lelaki ini duduk.


“Bagaimana, Babe? Lancar sesi siaran langsung pertamanya?“ Kak Agnis bertanya dan menatap Bang Windi.


Bang Windi menoleh ke Alseenio, Rijal, dan yang lain. “Ya, lumayan lancar. Banyak yang menonton siaran langsung tadi.“


“Benarkah? Berapa orang?“ Kak Gheska penasaran dan ia langsung menyambar melontarkan pertanyaan.


Bang Mac menjawab, “Tiga ratus lima puluh ribu lebih orang.“


“Sungguh?!“ Semua wanita ini terkejut hampir bersamaan, Fara pun sedikit terkejut.


Para laki-laki mengangguk serempak memvalidasi jawaban Mac.


“Hasil dari siaran langsung ini sangat bagus, melebihi target atau tujuan Bang Windi, cuma perlu lima puluh ribu orang untuk menyentuh sepuluh juta pelanggan,” Alseenio berkata dengan tenang.


“Benar kata Bang Nio, siaran langsung ini meledak bahkan melebihi titik yang ditargetkan. Maka dari itu, kita akan melanjutkan siaran langsung sesi kedua sehabis kita makan malam atau dinner,” tambah Bang Windi sambil melihat wanita-wanita yang duduk di seberangnya.


“Boleh, mumpung ada waktu, kita pesan makanan saja dari lobi bawah,” usul Bang Rino yang matanya menyala, soal makanan ia paling cekatan.


Segera, mereka ada yang pergi ke ruang lain untuk berinteraksi dan melakukan sesuatu yang bersifat pribadi, ada yang sibuk bermain gim, bermain Tiktod, dan masih banyak yang lain sambil menunggu pesanan makanan mereka datang.


Alseenio dan Fara pergi ke balkon apartemen, duduk di sofa saling berpelukan sambil mengobrol santai.


Mereka berdua tidak lupa untuk meluangkan waktu untuk mereka menikmati perasaan berdua.


Keduanya tidak tahu bahwa beberapa Jaya Exford mengintip mereka dari dalam, mereka cukup iri dengan kemesraan hubungan Alseenio dan Fara, tetapi juga itu secara langsung menginfeksi Candy dan yang lain membawa pacar makin erat hubungannya, mereka ingin hubungannya seperti Alseenio dan Fara.


“Sayang, kamu tadi pilih Yituber wanita, ya?“ celetuk Fara tiba-tiba sembari menatap Alseenio yang sedang memeluknya.

__ADS_1


Wajah Alseenio stagnan sekian detik, kemudian ia berpikir, “Bagaimana Fara bisa tahu? Apakah Insting wanita sehebat itu?“


__ADS_2