
Di malam hari, Alseenio berdiri menghadap jendela memandangi suasana malam di luar yang terasa sepi dan tenang.
Sebuah layar tipis dan transparan melayang di depan wajah Alseenio yang menampilkan sebuah informasi tentang hadiah yang Sistem berikan.
Perasaan hangat samar-samar terasa di dalam tubuh Alseenio, sensasi ini sudah sering Alseenio rasakan dan tidak lagi aneh baginya.
Wajah dan tubuh Alseenio ditingkatkan lagi oleh Sistem, membuatnya merasa biasa saja.
Dari bayangan kaca jendela, Alseenio bisa melihat wajahnya yang sangat-sangat tampan, rasanya personifikasi dari kata tampan adalah dirinya sendiri.
Dan kekuatannya meningkat yang mampu membuat Alseenio melakukan adegan-adegan pahlawan super yang tak mungkin dilakukan di dunia nyata.
Selain itu juga, sebuah pengetahuan baru muncul di otak Alseenio. Kini Alseenio bisa berbahasa Jawa dengan baik dan benar.
Triring!
Suara notifikasi dari ponsel Alseenio berbunyi. Alseenio segera melihat ponselnya dan ternyata itu panggilan dari seseorang yang tidak dikenal.
Sebagai orang yang sudah veteran menerima banyak telepon dari seorang penipu, Alseenio menerima telepon ini dan merespons pihak telepon dengan santai.
Setelah Alseenio angkat, panggilan ini ternyata berasal dari CEO Sungsang pusat yang memberi tahu tentang saham dan sejenisnya.
Alseenio yang sudah paham dengan ini menjawab dengan ucapan yang sama sehingga dia akhirnya memicu penyelesaian Misi Menjadi Ikan Asin yang Kaya Raya.
Panggilan berakhir, beberapa hadiah diberikan oleh Sistem kepadanya dengan bentuk yang berbeda.
[Ding! Misi Menjadi Ikan Asin yang Kaya Raya terselesaikan dan Dapatkan Temperamen Pangeran, 11 triliun rupiah, Bombardier Global 7000!]
Alseenio kembali ke tempat tidur dan siap untuk pergi tidur di malam hari ini.
Sebelum tidur, ada yang harus Alseenio lakukan, yaitu mengirim pesan kepada Sugi untuk melakukan sesuatu.
Jari-jari Alseenio menari di atas layar kaca ponsel dengan lihai, mengetik beberapa kalimat untuk memberi tahu suatu informasi yang penting.
Melihat balasan yang dikirimkan oleh Sugi, Alseenio tersenyum dan mengangguk. Urusannya sudah selesai malam ini.
Besok hanya mengantarkan anggota PTS ke bandara dan menunggu target kolaborasi yang ketiga datang ke rumah.
Alseenio bermain cepat untuk Misi Kolaborasi yang dirilis oleh Sistem kali ini. Pasalnya, ada jeda di tengah durasi misi ini dikarenakan ada pesta pernikahan yang akan diselenggarakan oleh Fandick dan Cantika.
Dengan begitu, durasi Alseenio untuk menyelesaikan misi dipangkas sehari atau mungkin dua hari.
Belum lagi nantinya akan ada kolaborasi bersama JYKT69 di tanggal belasan dan itu akan memotong waktu misinya juga.
__ADS_1
Memejamkan matanya perlahan, Alseenio memasuki mimpinya yang indah.
Di pagi hari berikutnya, anggota PTS diantarkan oleh Alseenio dan yang lainnya ke Bandar Udara Soekarno-Hatta.
Sesampainya di bandara, sudah ada banyak penggemar yang menunggu PTS di sana untuk melihat sosok PTS secara langsung.
Tidak tahu dapat informasi dari mana para penggemar tersebut sehingga mereka bisa menunggu di bandara sebelum anggota PTS tiba.
Setelah mengantarkan anggota PTS di bandara dan melakukan perpisahan yang cukup sedih.
Alseenio berpelukan antarpria yang sangat terasa solidaritas. Meskipun sedih, mereka harus tetap tangguh. Tak perlu menangis lagi setelah ditampar kipas tangan.
Melihat pesawat pribadi Alseenio Gulfstream G650 lepas landas dengan sempurna, Alseenio dan yang lainnya kembali ke rumah untuk menunggu bintang tamu atau artis terkenal yang akan berkolaborasi dengan Alseenio.
Kedatangan orang terkenal yang diajak kolaborasi kali ini agak siang, serupa dengan kedatangan PTS tanggal 3 Juli kemarin, mereka juga datang di siang hari.
"Kali ini, siapa yang kamu ajak ke rumah, Sayang?"
Di ruang kerja Alseenio, Fara duduk di pangkuan Alseenio dan menatapnya dengan sorot mata yang penasaran.
Alseenio tersenyum misterius dan berkata, "Rahasia, kamu akan tahu siapa orang itu nanti."
"Hum! Mainnya rahasia-rahasia begitu!" Fara mendengus tidak suka dan mencubit pelan perut Alseenio.
Dalam sekejap, kemarahan Fara menghilang digantikan oleh perasaan geli.
Mengisi kekosongan waktu dalam menunggu orang terkenal yang ketiga datang, Alseenio dan Fara melakukan kegiatan yang telah menjadi rutinitas mereka berdua setiap hari.
Kegiatannya adalah berlatih seni bela diri wanita, memberi makan Burung Huia, dan minum susu.
Minum susu adalah kegiatan yang paling Alseenio sukai karena kemasannya sangat besar dan kencang.
Terlebih kemasan yang punyanya ini adalah wanita tercantik di dunia, tentunya Alseenio sangat suka dan menjadi kegiatan favorit di pagi hari.
Selain bergizi, ini juga dapat membuat untu Alseenio bertambah panjang.
Batas hubungan mereka hanya sampai di sana saja, tidak sampai ke tanah yang lebih jauh lagi.
Mereka berdua takut kelepasan dan janin bayi muncul di dalam perut Fara sebelum mereka nikah.
Bukan karena tak mampu menghidupi dan membiayai anak, tetapi malu dijadikan bahan gosip orang-orang karena hamil di luar nikah.
Oleh sebabnya, sejauh ini, itu sudah yang paling jauh.
__ADS_1
Omong-omong, ukuran bola Fara makin besar jika Alseenio lihat-lihat. Namun, Fara tidak mengakuinya lantaran malu. Dia masih tidak percaya bahwa pijatan pria bisa membuat bola wanita makin besar.
Tidak terasa mereka telah menghabiskan waktu berjam-jam dalam melakukan beberapa kegiatan tersebut, paling lama adalah kegiatan minum susu paling murni.
Alseenio mendapatkan pesan dari Sugi bahwa orang yang ia undang ke rumah untuk kolaborasi sudah tiba di bandara dan sedang berada di perjalanan menuju ke rumah.
Mengetahui ini, Alseenio dan Fara bergegas ke kamar masing-masing, mengenakan pakaian yang rapi dan sopan untuk menyambut tamu.
Kurang dari 20 menit kemudian, Alseenio dan orang-orang rumah telah berdiri dan berbaris menyamping dengan sangat rapi.
Mereka semua siap untuk menyambut orang terkenal ketiga yang datang ke rumah Alseenio dalam rangka kolaborasi.
Vroom!
Suara knalpot mobil terdengar, dan di depan mereka muncul 2 mobil yang masuk melalui gerbang utama rumah.
Kedua mobil itu adalah mobil Alseenio yang khusus digunakan untuk menjemput tamu dalam misi ini. Alseenio membeli mobil-mobil tersebut agar mempermudah dalam penyelesaian misi kali ini.
Tin! Tin!
Suara klakson mobil terdengar bersamaan dengan berhentinya kedua mobil tersebut di halaman depan rumah Alseenio.
Berikutnya, di bawah mata semua orang, seorang wanita cantik yang memiliki aura keibu-ibuan keluar dari mobil dengan gerakan yang elegan.
Fara yang melihat wanita ini sontak terkejut dan dia memeluk Alseenio karena terlalu gembira.
Melihat reaksi Fara yang heboh, Alseenio menjadi senang dengan rencana kejutannya untuk Fara sukses.
Orang terkenal yang ia undang ke rumah adalah Abele, penyanyi terkenal dari beberapa lagu terkenal di dunia.
Salah satu lagunya yang Alseenio sering dengan adalah Hard on me dan Hellow.
Hampir semua anak muda yang seumuran dengan Alseenio dan Fara mengetahui kedua lagi tersebut.
"Halo, Alseenio!" Abele melambaikan tangannya dengan senyum lebar di wajah cantiknya.
Terlihat Abele ini senang ketika bertemu Alseenio secara langsung.
Dia bersalaman sejenak dengan Alseenio dan berbicara beberapa patah kata dan melanjutkan salaman dengan Fara yang sudah merah karena malu sekaligus senang.
"Wanita ini adalah Fara, dia calon istriku. Alasanku mendatangkan kamu ke sini karena Fara yang sangat suka banyak lagumu dan dia termasuk penggemar berat kamu."
"Oh, ya?" Abele terkejut mengetahui ini, kemudian dia memandang Fara yang punya paras begitu cantik bagai seorang putri dongeng. "Terima kasih, Manis, telah mengagumiku. Aku sangat terhormat sekali!"
__ADS_1
Sikap lembut Abele kepada Fara, hati Alseenio merasa lega dengan pemandangan ini.