
Kurang dari 1 menit siaran langsung diterbangkan, ruang siaran langsung telah didatangi oleh 38 ribu penonton yang penasaran dengan thumbnail atau gambar mini di antarmuka video siaran langsung.
Pasalnya, terdapat wajah Alseenio, Bang Windi, Mac, dan Rijal yang kelihatan seru dan asyik, ditambah dengan keterangan di gambar yang terdapat kata-kata “ingin berbagi kebahagiaan” yang di mana para penggemar saluran Bang Windi sudah mengetahui maksudnya.
Sebelumnya, Bang Windi sudah melakukan siaran langsung yang serupa dengan sekarang, itu di jumlah pelanggan salurannya mencapai 8,1 juta orang ke bawah.
Lebih dari 40.000 penonton di ruang siaran langsung Bang Windi mengirimkan komentar komentar yang sama, mereka berlomba ingin disebut namanya oleh Bang Windi.
Orang yang dekat monitor kedua adalah Alseenio, ia melihat rentetan komentar bergulir sangat cepat, kebanyakan isi komentarnya adalah meminta untuk dipanggil namanya.
Bang Windi dan yang lain melihat rentetan tersebut. Bang Windi menoleh ke kiri dan menepuk pundak Alseenio. “Bang Nio, bisa tolong sebutkan nama mereka, tidak apa-apa, kan?“
“Ya, tidak masalah.“ Alseenio tidak keberatan sama sekali.
“Terima kasih, Bang Nio.“
Setelah itu, Alseenio mulai membacakan komentar-komentar yang ingin dibacakan namanya.
“Yuk! Kita absen dahulu!“ Alseenio menggunakan kalimat yang biasa dipakai Bang Windi. “Ada Mega, ada Wati, ada Banteng, ada Merah, ada Yitub, ada Rewind, ada Konto, ada Lodon, ada Udin, ada Sembilan Belas, ada Detik, ada Dedi, ada Buldozer, ada Pesulap, ada Hijau, ada Nana, ada Nini ….“
Alseenio menyebutkan nama-nama orang yang sebenarnya tidak ada di ruang komentar, absen gaib.
“Sial! Absen gaib! Bang Nio sudah terkena gimiknya Bang Rando!“
“Priittt! Bahaya-bahaya!“
“Absen gaib, curang!“
“Namaku, Bang!“
“Aku!“
“Aku!“
“…”
Melihat banyak yang protes, Alseenio tersenyum menahan tawa dan segera membaca nama mereka dengan sungguh-sungguh.
Bang Mac dan yang lain pun tersenyum-senyum mendengar absensi yang dilakukan Alseenio.
“Ada Lukman, ada Conge, ada Caca, ada Garoks, ada Jeji, ada Lisa, ada Nara, ada Hikmah, ada SayangNio ….“
Usai membacakan nama-nama penonton yang hadir selama 1 menit, Bang Windi berbicara lagi dan menerangkan tujuan mereka dengan detail. “Kita berempat akan memberikan uang lima puluh juta untuk tiap-tiap orang yang terpilih, ada kuota sepuluh orang saja. Mari kita memilih Yituber kecil yang sedang berkembang dan sedang siaran langsung di waktu yang sama dengan kita! Dimulai dari aku dahulu yang memilih orangnya.“
Para penonton di ruang siaran langsung terkejut saat mendengar nominal uang yang akan dibagikan perorangan oleh Bang Windi.
__ADS_1
Jumlahnya 50 kali lipat dari sesi siaran langsung sebelumnya, itu hanya 1 juta untuk 1 orangnya.
Puluhan ribu komentar itu dikirimkan bertubi-tubi oleh para penonton yang menyaksikan ruang siaran langsung Bang Windi.
“50 juta setiap 1 orang? Bukankah itu total yang dikeluarkan uang oleh Bang Windi sekitar 500 juta rupiah?“
“Sangat besar! Aku menduga ini bukan cuma uang Bang Windi.“
“Seketika aku ingin menjadi seorang Yituber kalau bantuannya sebesar itu!“
“
“Bang pilih Yituber wanita dahulu!“
“Yituber Abah Gimang, Bang!“
Di ruang komentar sudah banyak yang merekomendasikan Yituber yang akan dipilih oleh Bang Windi. Dengan wajah yang terkejut, mereka langsung mengunggah komentarnya yang merekomendasikan seorang Yituber yang layak ditolong dan dibahagiakan.
Pada saat ini, Bang Windi yang disaksikan Alseenio dan yang lain tengah mencari Yituber yang juga sedang bersiaran langsung di waktu yang bersamaan dengan dirinya.
Tidak lupa juga untuk membaca komentar dan memilih yang direkomendasikan oleh para penonton yang makin bertambah banyak.
Beberapa saat ia mencari, Bang Windi memilih untuk menyumbangkan nominal uang 50 juta ke salah satu Yituber dengan pelanggan yang masih sedikit, tetapi sudah konsisten membuat video dalam waktu bertahun-tahun.
“Ini saja, bagaimana menurut kalian bertiga?“ tanya Bang Windi sambil menoleh ke Alseenio, Mac, dan Rijal.
“Aku setuju saja. Melihat perjuangannya dari beberapa tahun yang lalu, layak untuk diberikan dukungan,” kata Alseenio yang mengeluarkan pendapatnya. Ia bebas, akan menyetujui apa yang Bang Windi dan yang lain pilih, sebab itu bukan uangnya lagi, itu sudah hak milik Bang Windi.
“Aku juga, Bang Windi.“
“Kataku layak diberikan.“
Rijal dan Mac menyetujui pilihan Bang Windi, mereka memiliki pendapat yang sama dengan Alseenio.
“Oke, aku juga sangat suka dengan orang yang bermain permainan zaman dahulu seperti ini. Kalau begitu, aku akan mengirimkan uang untuk dia.“ Bang Windi memutuskan untuk memberi 50 juta pertama untuk Yituber satu ini yang nama salurannya adalah GalaGimang.
Para penonton memasuki siaran langsung GalaGimang selagi Bang Windi memproses mengirim uangnya melalui situs berbagi uang untuk Streamer.
Seorang pria muda, pemilik saluran GalaGimang ini sempat membaca komentar dan melihat bahwa ribuan orang tiba-tiba mendatangi siaran langsung miliknya.
Sebelumnya, penontonnya cuma mencapai puluhan orang yang menonton, dalam beberapa detik langsung melejit cepat sampai ada 9.000 orang yang mengunjungi siaran langsungnya.
“Eh? Ada apa ini?“ Pria tersebut terkejut dengan matanya yang menatap kamera terlihat bingung tak mengerti. “Ha–halo, Semuanya ….“
Pria pemilik kanal Yitub GalaGimang memaksakan dirinya menyapa orang-orang yang terus berdatangan dengan keadaan yang gugup, bingung, kaget, dan senang.
__ADS_1
“I–ini kalian dari mana? Sebenarnya, apa yang terjadi?“ tanya Pria tersebut ekspresi penuh tanda tanya.
Tepat ketika ia hendak membaca komentar jawaban dari penonton yang menonton siaran langsungnya, sebuah notifikasi berbunyi dan sebuah pesan terpampang jelas di layar monitornya.
“IlhamGoat baru saja memberikan Rp50.000.000,00. Semangat siaran langsungnya, Bang Gala!“
Wajah Pria tersebut stagnan, ia menatap notifikasi dengan mata yang membelalak dan tangan yang memegang tetikus gemetar hebat.
“Te–terima kasih karena sudah memberikan ua–uang lima puluh juta.“
Nada suara Pria tersebut bergetar, ia masih terkejut dan tidak percaya melihat ada yang mendonasikan uang untuknya sebesar itu.
Tidak sengaja ia membaca komentar dari penonton yang terus bertambah, mereka bilang bahwa yang mengirimkan uang adalah Bang Windi.
“Kalian semua dari Bang Windi?“ Pria tersebut terpana kemudian mencari saluran Yitub Bang Windi untuk menginformasi ucapan para penonton.
Benar saja, itu adalah sebuah kebenaran.
“Terima kasih banyak, Bang Windi dan Teman-teman! Terima kasih banyak, akhirnya aku bisa membelikan orang tuaku ponsel dan baju baru, terima kasih!“
Pria itu menangkupkan tangannya dan berkata sangat serius, ucapan rasa terima kasihnya sangat tulus, bahkan Alseenio dan yang lainnya bisa melihat tetesan air mata yang terjatuh.
Dengan begitu, Bang Windi, Alseenio, Mac, dan Rijal merasa sangat terharu atas niat Pria muda ini yang ingin membahagiakan orang tuanya.
“Semuanya, tolong bantu saluran Yitub milik GalaGimang menjadi 10.000 pelanggan, ayo kita pasti bisa!“ Bang Windi meminta para penontonnya membantu GalaGimang mencapai 10.000 pelanggan.
Akan tetapi, target yang Bang Windi minta dilebihkan oleh para penontonnya.
Awalnya, saluran GalaGimang memiliki 7.000 pelanggan, kini sudah lebih dari 20.000 pelanggan setelah Bang Windi menyegarkan Yitubnya.
Bang Windi dan yang lainnya sangat menghargai penggemarnya yang memiliki jiwa saling tolong menolong.
Setelah mendonasikan GalaGimang dan berpamitan untuk mencari Yituber lain, giliran Bang Rijal yang memilih.
Bang Rijal mencari Yituber yang tepat sesuai dengan pandangannya. Tak lama berselang, ia menemukan target, itu adalah Yituber kecil yang sedang bermain gim tembak-tembakan yang bisa bermain bersama orang secara langsung.
Melihat bahwa orang ini memiliki potensi untuk diberikan uang, akhirnya mereka sepakat untuk menyerahkan 50 juta rupiah berikutnya kepada Yituber tersebut.
Reaksinya masih sama, tetapi Yituber ini tidak memberi tahu tujuan uang itu akan dipakai.
Target yang dipilih Bang Mac juga sama, itu tidak diberitahukan uangnya digunakan untuk apa dan siapa.
Namun, semuanya tetap berterima kasih, bahkan target yang dipilih oleh Bang Mac itu menangis, sebab targetnya seorang Yituber perempuan.
“Sekarang, giliran kamu, Bang Nio. Aku sarankan yang wanita saja, sama seperti Bang Mac supaya pas, aku dan Rijal memilih dari pria dan Bang Mac serta Bang Nio pilih dari wanita,” kata Bang Windi sambil melihat Alseenio yang berpindah tempat duduknya dengan Bang Mac.
__ADS_1
“Baiklah, aku akan mencari seorang Yituber wanita kali ini.“