
Saat ini, mereka semua melihat burung-burung beterbangan dan mendarat di dekat mereka.
Mereka semua terdiam dan mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh Alseenio langsung, sesekali dia membuat Burung-burung Huia mendekat kepadanya dan bertengger di kedua bahunya.
Melihat aksi Alseenio yang tampak begitu akrab dengan burung yang telah punah ini, mereka mau tidak mau merasa iri.
Ingin sekali didekati makhluk hidup yang spesial, seperti Burung Huia ini.
Semuanya memperhatikan bentuk dari spesies burung ini. Burung-burung Huia terlihat sangat unik dengan warna bulunya yang dipenuhi oleh warna hitam, terdapat warna oranye kekuningan yang ada di dekat sudut paruhnya yang terlihat seperti dua pipi yang imut.
Burung Huia ini juga mempunyai paruh panjang yang melengkung ke bawah dan ramping. Paruh ini hanya bisa ditemukan pada Burung Huia jenis betina, sedangkan paruh pada jenis jantannya memiliki patuh pendek dan sedikit gemuk, agak mirip seekor burung gagak.
Selain itu, ukuran dari burung-burung ini tidak semuanya sama, ada beberapa yang memiliki ukuran tubuh lebih besar, Alseenio menyebutkan bahwa Burung Huai yang punya ukuran yang sedikit lebih besar merupakan berjenis betina.
Tingkah laku burung-burung ini sangat menggemaskan, mereka semua menurut dengan apa yang dikatakan oleh Alseenio.
Aneh, tetapi kenyataannya memang seperti itu.
Setiap kali Alseenio berbicara kepada mereka tampak sedang memerintah ke manusia lain, Burung-burung Huia bergerak mengikuti suruhan Alseenio seolah mereka mengerti apa yang diucapkan Alseenio.
Sangat membingungkan Sugi dan yang lainnya.
Ketika mereka mencoba meniru Alseenio meminta burung untuk melakukan sesuatu, satu pun dari kelompok Burung Huia ini bergerak sesuai dengan perintah Sugi, Fara, dan Fani.
Terlepas dari itu, ketiganya sangat menikmati dan terhibur oleh perilaku burung ini yang hanya mematuhi ucapan Alseenio.
Mungkin saja karena Alseenio yang membawa mereka ke sini entah dari mana dan memberi mereka tempat untuk berkembang biak.
Tak lama mereka bermain dengan kawanan Burung Huia, Bella dan Ibu Fara datang untuk melihat apa yang sedang Alseenio dan yang lainnya lakukan di taman.
Bella yang sedikit mengerti tentang fauna langsung tahu jenis apa burung yang berkeliaran di taman.
Dengan keras dia berteriak memanggil nama Burung Huia sembari menunjuk ke arah burung-burung yang beterbangan di pepohonan yang ada di taman. Bella tidak percaya apa dengan apa yang dia lihat sekarang.
Burung-burung ini tampak senang melihat banyak orang di taman, tetapi Alseenio segera meminta mereka semua untuk kembali ke rumah dan jangan terlalu banyak berbaur dengan burung-burung agar mereka bisa bergerak sesuka hati mereka dan juga tidak merasa terganggu.
__ADS_1
Saat tahu bahwa burung yang baru saja dilihat adalah Burung Huia, Bella bertanya kepada Alseenio tentang bagaimana dan dari mana dirinya membawa burung yang telah punah tersebut ke rumah.
Terpaksa Alseenio melakukan suatu kebohongan kecil atas pertanyaan Bella.
Alseenio mengatakan dia menemukan burung-burung ini di suatu tempat di Jakarta dan entah mengapa mereka tampak menyukainya saat pertama kali bertemu.
Oleh sebabnya, Alseenio mengajak mereka terbang ke taman ini dengan cara mengambilnya memakai mobil.
Bella yang mendengar perkataan Alseenio seketika meragukan jawaban Alseenio. Dia pikir, pernyataan Alseenio sulit untuk bisa dipercaya.
Namun, kembali lagi siapa yang berbicara, Alseenio adalah orang yang penting bagi Bella. Jadi, dia percaya ucapan Alseenio tanpa syarat.
Kehadiran Burung-burung Huia di rumah Alseenio selama satu Minggu telah membawa banyak kebahagiaan bagi Alseenio dan orang-orang terdekatnya, contohnya Fandick yang jadi untuk menikahi Cantika di Bulan Juli.
Fandick resmi akan menikahi Cantika di Bulan Juli tahun 2023. Ini merupakan berita terbaik yang Alseenio dapatkan dari temannya.
Rencananya Fandick akan mengadakan acara pernikahan di tanggal 7 Bulan Juli yang diselenggarakan di sebuah gedung yang ada di Jakarta Barat.
Sebagai teman yang baik, Alseenio membantu Fandick untuk mempersiapkan resepsi pernikahannya dengan cara memesan gedung mewah dan membawa iringan mobil mewah.
Selain itu juga, Alseenio menyiapkan sebuah hadiah kejutan untuk Fandick.
Di hari itu, Alseenio akan membawakan hadiah secara langsung untuk Fandick.
Tentu, hadiah untuk Fandick dibedakan, Alseenio sudah ada pikiran ingin memberikan kado kepada pasangan ini. Barangnya tentu masih misterius dan tak bisa diberi tahu.
Alseenio berharap hari di mana Fandick dan Cantika berjalan dengan lancar sesuai rencana mereka.
Selain berita tentang Fandick, ada berita membahagiakan yang berasal dari Bella, dia hamil.
Setelah bertahun-tahun mencoba, pasangan yang sudah agak tua ini akhirnya mendapatkan momongan.
Dengan begitu, Alseenio menyuruh Bella untuk tidak bepergian jauh, apalagi ikut pergi dengannya untuk melakukan hal yang berbau kekerasan, seperti bertarung dan yang lain.
Berita itu datang di hari kemarin, berita ini masih panas dan baru.
__ADS_1
Teman-teman Alseenio yang mengenal Bella ikut bersuka cita atas kabar kehamilan Bella.
Kak Agnis dan anggota perempuan jaya exford lainnya sampai ingin datang ke rumah Alseenio untuk mengucapkan keberhasilan Bella untuk hamil.
Mereka memang dekat dengan Bella. Ketika bertemu pun mereka kerap kali mengobrol dan bercanda, tampak seperti sahabat di satu kelompok pertemanan meski agak beda umur.
Hari ini, mereka berencana untuk datang. Maka dari itu, Alseenio meminta para pengurus rumah untuk menyiapkan makanan lebih yang akan disajikan kepada para tamu.
Kemungkinan besar, kumpulan wanita itu tidak datang sendiri, anggota pria jaya exford pasti ikut bersama mereka.
Ada kabar baik lainnya, yaitu Burung-burung Huia berhasil berkembang biak, semua betina berhasil bertelur dan membuat sarang di pohon yang berbeda.
Alseenio dan Sugi sedikit demi sedikit mengubah taman ini supaya lebih luas dan nyaman untuk mereka tinggali.
Hal itu sukses dilakukan karena hanya dalam waktu satu Minggu mereka berhasil bertelur.
Demi kesehatan dan keselamatan mereka hidup, Alseenio meminta Sugi untuk merekrut seorang yang sudah mahir dalam bidang memelihara burung atau orang yang ahli dalam bidang Ornitologi.
Kebetulan teman Sugi ada yang ahli dalam bidang tersebut sehingga kemarin Sugi meminta temannya untuk datang ke Indonesia dan berkerja di bawah bisnis Alseenio.
Untungnya, teman Sugi menerima dan sekarang sedang bersiap untuk terbang.
Kemungkinan besok dia akan tiba di rumah, atau besok luasnya lagi.
Alseenio percaya Sugi, tetapi dia harus melihat temannya dahulu, apakah orang tersebut dapat dipercaya atau tidak.
Tidak mau sama sekali apabila kehadiran Burung-burung Huia di rumahnya dibocorkan.
Alseenio akan meminta Gondals untuk mewawancarai orang ini.
Wawancara yang dilakukan Gondals sangat ketat. Jadi, dia menyerahkan hal tersebut kepada Gondals.
"Halo, selamat pagi! Kalian sudah ada di mana?"
Saat ini, Alseenio menerima panggilan telepon dari Bang Windi dan yang lainnya.
__ADS_1
"Mereka? Um, baiklah, ajak mereka ke sini. Aku menunggu kalian di rumah, hati-hati di jalan."