
Begitu keduanya sudah dekat, Alseenio dan Fara sudah siap untuk memanggil kedua orang di depannya ini.
Baru mereka berdua membuka mulutnya hendak memanggil, tiba-tiba kedua orang ini yang ada di depannya menoleh setengah badan ke belakang dan melihat Fara dan Alseenio.
Berikutnya, Alseenio dan Fara melihat kedua wajah orang ini dan ternyata dugaan mereka salah.
Orang yang mereka duga sebagai Ryan dan Niara sama sekali bukan mereka berdua. Wajahnya saja berbeda jauh. Alseenio dan Fara tidak mengenal keduanya sama sekali.
Dalam sekejap, Alseenio dan Fara berpura-pura berjalan cepat dan mendahului keduanya. Cara menghindari rasa malu.
“Sayang, kedua orang tadi mirip sekali dengan Ryan dan Niara jika dilihat dari belakang, tetapi begitu sudah melihat wajahnya itu sama sekali tidak mirip. Untungnya, kita tidak sempat memanggil keduanya.“ Fara memeluk tangan Alseenio dan ia memiringkan kepalanya sedikit mendongak.
Alseenio menanggapi dengan anggukan dan ia berkata sedikit berbisik, “Aku juga sama, Sayang. Mereka berdua tadi mirip dengan Ryan dan Niara, ternyata kita salah menebaknya.“
Benar-benar di luar dugaan. Namun, kedua orang itu sangat mirip jika dilihat dari belakang.
Bukan hanya Alseenio dan Fara, Sugi pun merasakan sama, dia kira orang yang berjalan di depan Alseenio dan Fara adalah Ryan dan Niara, ternyata bukan.
Alseenio dan Fara menyampingkan peristiwa tadi dan fokus kepada liburannya.
Mereka semua mulai mencoba banyak wahana di sini. Wahana yang banyak bertemakan film dan animasi yang pernah mereka tonton di saat masih kecil.
Semua wahana sangat seru, mereka tertawa dan tersenyum selama mencoba semua wahananya.
Selain wahana yang bagus, makanan di sini juga cukup lezat.
Makanan yang dicoba oleh mereka adalah waffle yang berbentuk sebuah kartun manusia salju, ada pizza bebek peking, laksa, dan makanan manis yang memiliki bentuk karakter dari serial kartun Disniy.
Alseenio pribadi suka dengan waffle yang dijual di sana, tidak terlalu manis, dan cocok untuk dirinya, sedangkan Fara lebih suka dengan makanan manis yang bentuknya seperti tikus, itu juga karakter film kartun Disniy.
Setelah mencoba wahana yang disediakan, mereka semua akhirnya pulang ke hotel usai menyaksikan kembang api di malam hari pada Taman Disniyland ini.
Tata letak Disniyland ini tidak terlalu jauh dan tidak juga terlalu dekat, butuh setengah jam lebih untuk bisa sampai ke hotel menggunakan transportasi mobil.
Setibanya di hotel, Alseenio dan yang lain diperlihatkan lagi kedekatan antara Fandick dan Cantika. Keduanya berpamitan karena tempat hotel mereka yang berbeda, cara mereka berpamitan mirip seperti orang yang berpacaran dan tidak ingin jauh, sangat dramatis dan keduanya menabur kesedihan satu sama lain karena ingin berpisah.
“Aku ke hotel dahulu, ya.“ Fandick menatap mata indah milik Cantika yang berdiri di depannya.
Cantika mengangguk sambil menampilkan senyumnya yang manis dan agak terlihat sedih. “Iya, aku juga. Jangan begadang, ya. Mata kamu sudah terlihat kelelahan, nanti kantung mata kamu makin melebar.“
“Iya, Cantika. Aku pasti akan tidur. Kamu juga, ya. Jangan ceroboh lagi, selalu hati-hati.“ Senyuman Fandick yang telah lama hilang, kini muncul karena Cantika.
Alseenio dan yang lainnya menyaksikan ini dan hanya bisa tersenyum. Orang yang sedang jatuh cinta jarang memedulikan sekitarnya, dalam pandangannya hanya ada aku dan dia.
Setelah itu, Alseenio dan rombongannya menunggu teman-teman Cantika masuk ke dalam mobil untuk berangkat lagi ke hotel mereka.
Mereka berhenti di hotel Alseenio terlebih dahulu sebelum ke hotelnya.
__ADS_1
“Sepertinya kamu sudah memiliki kemajuan yang baik, Fandick.“ Sugi bersandar di kepala ranjang sambil bermain ponsel. Di layar ponselnya terdapat gambar dirinya dan Fani yang berada di Disniyland tadi.
Mendengar celetuk dari Sugi, Fandick tersenyum kaku dan canggung. “Tidak tahu kenapa aku bisa mudah berinteraksi dengan dia. Dia juga sepertinya cocok denganku.“
“Mungkin saja dia memang sudah nyaman denganmu, Fandick. Kalau sudah seperti itu, kamu sudah mendapatkan izin, tetapi kamu harus terus berjuang dan buat dia menjadi nyaman lagi hingga dirinya memiliki perasaan bahwa dia selalu membutuhkan kamu.“
“Siap, Bang Sugi. Aku mengerti. Aku akan terus berusaha sampai mendapatkan dia.“ Fandick menerima saran Sugi dan ia akan mengingatnya.
“Ingat, jangan terlalu cepat dna terburu-buru, kamu harus santai, tetapi jangan lambat juga, kamu harus tahu waktu untuk masuk dan keluar.“
“Iya, aku mengerti, Bang Sugi. Terima kasih masukannya.“
Sugi menatap Fandick dan mengangguk. “Semoga lancar sampai kamu mendapatkannya.“
“Iya, Bang sugi. Semoga saja.“
Di sisi lain, Cantika juga sedang dinasehati oleh teman-temannya. Mereka sedang berkumpul di restoran hotel sambil mengobrol.
Cantika sedari tadi tersenyum dan mengangguk mendengar ucapan teman-temannya.
“Cantika, kamu harus hati-hati dalam memilih pasangan, jangan seperti yang dahulu, aku sangat tidak setuju kamu dengan pria yang sebelumnya.“ Keisya mengambil sesendok es krim dari mangkuknya dan menatap Cantika.
“Iya, aku tahu, Keisya.“ Cantika mengangguk. “Menurut kalian, bagaimana dengan Fandick, apakah dia cocok untukku?“
“Fandick? Menurutku dia baik dan juga lucu.“
“Kalau menurutku, kamu cocok dengan Fandick.“
“Pendapatku terhadap Fandick dan kamu, aku bisa bilang kalian berdua cocok. Dia baik dan tidak terlalu ramah, setidaknya dia tahu siapa yang harus dihindari. Asal kamu tahu, kami tadi telah menguji Fandick, tetapi pria itu tetap terus mendekatimu,” kata Keisya sambil tersenyum.
“Menguji Fandick?“ Cantika terkejut dan menatap teman-temannya. “Menguji apa?“
“Menguji ketekunan dan niatnya, kami mencoba mendekati dia, tetapi dia seolah tidak peduli dan mementingkan kamu.“
“Benar, pria itu sama sekali tidak mau dekat denganku, padahal aku cantik.“
“Benar, apa yang dikatakan teman-teman adalah fakta. Jadi, kami mencoba menguji Fandick diam-diam, seperti mencoba mendekatinya, semua perbuatan yang memancing pria ini dekat dengan salah satu dari kita. Hasilnya, Fandick sama sekali tidak terpancing, ia selalu berpikir tentangmu,” Keisya mencoba menjelaskan tentang apa yang terjadi di Disniyland.
Mendengar ini, Cantika terkejut sekaligus senang, berarti bukan dia saja yang menyukai, ternyata Fandick juga menyukainya.
Begitu memikirkan hal ini, membuat Cantika tersipu, pipinya memerah dan ia menundukkan kepalanya dengan malu.
Hari-hari selanjutnya, mereka tetap melakukan liburan bersama-sama menuju beberapa wisata daerah.
Kebanyakan mereka pergi ke situs bersejarah dan beberapa kuil yang megah.
Kota Shanghai menjadi tempat terakhir bagi Alseenio pergi liburan, setelah ini dia akan fokus di Indonesia dan mengurusi kehidupannya di sana.
__ADS_1
Liburan Kota Shanghai diakhiri dengan berkunjung ke aquarium ikan terbesar di sana. Mereka menikmati pemandangan bawah air yang dipenuhi semua jenis biota laut.
Tepat di tanggal 11 Januari 2023 di sore hari, Alseenio dan rombongan berpisah dengan rombongan teman-teman Cantika.
Sudah 5 hari Alseenio dan lainnya liburan di Cina, sudah waktunya bagi mereka untuk kembali ke Indonesia.
“Fan, aku akan menyusul nanti, ingat untuk saling berkabar, ya,” ujar Cantika sambil tersenyum di pelukan Fandick.
Fandick membelai rambut kepala Cantika penuh perasan yang lembut. “Aku akan menunggumu, jaga diri baik-baik di sini. Selalu perhatikan apa yang kamu lakukan, jangan ceroboh lagi, oke?“
“Iya, Fan. Aku akan selalu mengingatnya.“ Cantika mengangguk dengan tegas. “Umm … bisakah kamu sedikit menunduk, kamu terlalu tinggi.“
“Untuk apa?“
“Ikuti saja kataku, Fan.“
“Oke-oke.“
Begitu Fandick sedikit menundukkan kepalanya ke arah Cantika yang sedang memeluknya, tiba-tiba sebuah ciuman mendarat di pipinya diiringi dengan suara bisikkan, “Aku sayang kamu, Fan.“
Mata Fandick membulat, dan ia menatap Cantika dengan wajah yang tidak percaya.
Melihat ekspresi wajah Fandick yang lucu, Cantika mencium pipi yang satunya lagi sebelum melepaskan diri dari pelukan Fandick.
Fandick tertegun sejenak, ia menatap Cantika yang tersenyum di depannya sambil menyentuh pipinya yang dicium oleh Cantika.
“Ayo kita masuk ke mobil, Fandick! Sebentar lagi pesawat kita akan berangkat!“ Sugi segera menyeret Fandick yang tercengang menuju mobil.
Kemudian Alseenio dan lainnya melambaikan tangan sebelum mobil yang dinaiki melaju dan pergi ke bandara.
Teman-teman Cantika menyaksikan mobil yang dinaiki oleh rombongan Alseenio melesat meninggalkan mereka semua sampai sosok belakang mobil menghilang.
Pandangan semua teman-temannya dialihkan ke Cantika, mereka semua tersenyum memandang Cantika.
“Ekhem! Sepertinya ada yang mau berpasangan, nih.“
“Sepertinya aku mendengar kata 'sayang' di sini.“
“Ada cinta yang datang di antara kita sepertinya.“
“Harus makan-makan, sih, nanti malam.“
“….“
Ketika mendengar ucapan mereka semua, pipi Cantika merah merang dan menghangat. Ia benar-benar malu sekarang.
Pada saat yang bersamaan, Fandick sedang konsultasi kepada Sugi mengenai langkah selanjutnya.
__ADS_1
“Kamu sudah aman, Fandick. Kamu hanya perlu membuat Cantika senang dan jangan sampai membuat kesalahan. Dia sudah cinta kepadamu, jangan kecewakan dia.“