
Alseenio langsung berubah postur sedang memegang dahinya dan tersenyum aneh, “Pakai nanya.“
“Sebaiknya jangan terlalu gegabah,” Bang Fandick duduk di sofa sambil memandang Alseenio dengan posisi duduk yang lucu.
“Ada-ada saja.“ Alseenio mengangkat tangan kanannya, menggelengkan kepalanya dan terkekeh kecil.
“Hahaha!“
Mereka semua tertawa melihat kelakuan acak Alseenio dan yang lainnya, mereka mempraktikkan sebuah gambar lucu di media sosial Mukabuku atau Pesbuk.
Tentu saja Alseenio mengetahui gambar lucu atau meme yang ada di internet, ia menyukai meme Indonesia untuk menghibur dirinya di kala sendirian dan butuh kesegaran pikiran.
“Aduh, Masbro. Itu pakai baju apa, Masbro?“ Bang Luffi bertanya sambil menatap kostum yang dipakai Alseenio.
Pada saat ini, Alseenio sedang memakai kostum dari karakter Jiljamesh yang memiliki sifat arogan dan sombong, karakter yang ada di anime serial Nol Takdir, kostumnya hanya kimono yang didominasi oleh warna emas terang dengan kalung, gelang, cincin berwarna emas, bahkan rambut Alseenio juga berubah menjadi kuning.
Rambut Alseenio bisa diubah sesukanya, tak terbatas panjang dan pendek, tekstur rambut, bentuk, dan warna juga bisa diubah, misalnya rambut Alseenio berubah menjadi keriting atau ikal dengan warna ungu, ia bisa ubah ke model rambut seperti itu.
Sebagai kesimpulannya, cukur rambut tidak berguna bagi Alseenio, dalam hidup ini Alseenio tidak membutuhkan tukang cukur rambut.
“Jiljamesh, kamu tahu?“
“Oalah, Masbro. Baru sadar, pantas saja sangat mirip, hanya kita belum sadar dengan tampilan Jiljamesh versi memakai kimono warna emas. Lagi pula, matanya masih kurang mirip, harusnya berwarna merah.“ Bang Luffi dan yang lainnya baru sadar dengan kostum yang dikenakan oleh Alseenio.
Dari awal ia sudah samar-samar mengetahui siapa kostum yang Alseenio pakai.
“Benar juga, aku harus memesan softlens merah khusus Jiljamesh.“ Alseenio segera melepaskan kostumnya yang ia bawa dari Jakarta, dan duduk di sofa.
Dengan jarinya yang lihai dan cekatan dalam mengetik layar ponsel, ia memesan softlens merah khas Jiljamesh.
Tidak perlu menyewa, ia langsung membelinya, setelah dipakai akan diberikan ke Cosplayer lain.
“Jadi, besok ingin meng-cosplay Jiljamesh, Bang Nio?“ Fandick duduk di kursi gim milik Bang Luffi dan memutar kursi untuk bisa melihat Alseenio.
Anggukan kepala Alseenio tunjukkan, dan ia menjawab, “Benar, karakter Raja Jiljamesh yang sombong. Bagaimana menurut kalian? Apa itu cocok dan bagus untukku?“
“Cocok saja menurutku, dua karakter sebelumnya yang kamu cosplay juga sangat cocok, aura khas dan tampilan khusus dari karakter Narji dan Gojo sangat sukses ditampilkan olehmu, Bang Nio.“ Bang Luffi memberi jempol kepada Alseenio lalu mengambil pizza yang ada di atas meja, ia merasa lapar di sore hari ini.
“Benar! Menurutku, setelah Bang Nio meng-cosplay dua karakter sebelumnya, kataku itu sangat sukses besar. Tidak gagal sedikit pun,” imbuh Fandick yang merasa satu pendapat dengan Bang Luffi.
Teman-teman Tim Bang Luffi yang lainnya juga sama, mereka sama-sama setuju.
Kak Diya dan temannya juga setuju, mereka mengangguk dalam diam sambil menatap Alseenio dengan wajah yang penuh keinginan, tidak tahu mereka ingin apa.
“Terima kasih nilainya. Kalau begitu, aku makin yakin dengan menggunakan kostum tersebut untuk acara besok.“ Alseenio tersenyum ke arah mereka semua yang ada di dalam studio.
Setelah menelan bagian terakhir potongan pizza yang dibawa Alseenio, Bang Luffi menyesap air putih dan berkata, “Oh, iya. Nanti malam kita akan membuat konten video, apa Bang Nio mau ikut?“
“Boleh, konten apa?“ Alseenio bertanya dengan penasaran seraya mematikan layar ponselnya, ia sudah memesan softlens merah di toko digital.
“Konten membicarakan dunia paralel dan misteri-misteri yang lainnya.“
“Oke, aku ikut!“ Alseenio sangat tertarik dengan konten videonya, konten ini seperti melibatkan dirinya sendiri yang sebagai seorang traveler.
“Baiklah!“
Begitu malam tiba, mereka langsung mengatur kamera dan peralatan yang lainnya untuk mengambil video dengan bagus.
Pada kesempatan kolaborasi saat ini, mereka membuat video dengan anggota yang lengkap karena ada Lapi dan Fandick, mereka berdua juga nanti ikut nimbrung mengomentari tentang pembahasan nanti.
Sebenarnya, membuat video konten itu sebagian besar ada skrip atau skenario masing-masing agar video tertata dan tersusun dengan baik.
Setelah kamera dinyalakan, mereka langsung memulai acaranya.
Awal-awal mereka hanya berbincang kosong antara satu sama lain, kemudian menerangkan dan membahas misteri-misteri yang ada di dunia ini, semacam misteri alien AoP, Alien mobel lejen, dunia hanya simulasi dalam gim, dan yang lainnya.
Alseenio juga mengemukakan pendapatnya mengenai misteri-misteri itu, tentu ia menanggapi sesuai dengan perspektif dan persepsinya saja.
Pada saat di sesi yang membahas Dunia Paralel, Bang Luffi menanyakan tentang pandangan Alseenio terhadap dunia paralel.
__ADS_1
“Dunia paralel? Menurutku itu ada, tetapi kita tidak tahu di mana letaknya dan bagaimana caranya kita bisa ke sana.“ Alseenio tersenyum ke arah kamera.
“Jadi, menurut Bang Nio, dunia paralel itu benar-benar ada? Tidak ada keraguan tentang hal itu?“ tanya Bang Luffi dengan rasa penasaran.
Alseenio mengangguk kejam dan matanya terkandung keyakinan yang kuat. “Benar, aku yakin seratus persen bahwa dunia paralel itu ada.“
Alasan kenapa Alseenio yakin dengan pernyataan argumennya, sebab dirinya sendiri adalah seorang yang melakukan perjalanan ke dunia paralel.
Tentu saja ia bisa berpendapat bulat seperti itu.
“Aku juga agak yakin dengan teori dunia paralel,” Fandick berkata yang sependapat dengan Alseenio. “Mungkin saja kita yang ada di dunia paralel memiliki perbedaan jalan cerita atau jalur kehidupan.“
“Mungkin, bisa jadi itu tidak ada yang berubah, seperti kita ini benar-benar tidak berbeda, antara kita yang di dunia lain dan dunia ini.“ Alseenio tersenyum misterius sambil menatap layar laptop yang menampilkan artikel tentang dunia paralel.
“Namun, Bang Nio. Aku skeptis dengan teori ini, soalnya tidak ada bukti yang kuat dan hanya teori semata,” ujar Bang Luffi yang tidak percaya dengan adanya dunia paralel.
Merasakan keseruan podcast ini, Lapi juga ikut berkomentar, “Menurutku, dunia paralel itu mungkin saja ada. Seperti yang ada dalam artikel yang pernah aku baca, dunia paralel atau alam semesta paralel terbagi menjadi empat tipe, tipe pertama adalah tak terbatas, contohnya seperti apa yang diucapkan Bang Nio, semuanya sama tetapi jauh dari kita dan seakan terputus.
“Tipe kedua adalah tipe yang bergantung dengan dua teori, yakni model inflasi dan Teori Ekpyrotic, yang di mana ruang dunia kita dan yang lain itu berkembang melebihi kecepatan cahaya yang menyebabkan kita terlalu jauh dan tak bisa berkomunikasi satu sama lain.
“Tipe ketiga, yaitu tipe realitas alternatif atau cerminan, munculnya karena kita memilih sesuatu pilihan yang ada, contohnya kita di sini memilih konten membahas misteri, apabila kita sebelumnya memilih membahas yang lain itu akan menciptakan alam semestanya sendiri.
“Terakhir ada tipe keempat, alam semesta yang memiliki peraturan matematika atau fisika yang bertentangan dengan alam semesta kita saat ini, mungkin bisa dicontohkan dengan novel tentang wanita yang mendominasi dunia dan pria adalah makhluk yang lemah dibanding pria.“
Mendengar penjelasan dari Lapi, mereka semua merenung dan mencerna informasi ini, semuanya terdengar masuk akal dan memang bisa terjadi.
Namun sayangnya, semuanya hanya teori, tidak bisa dibuktikan, kita sendiri belum sampai di mana kita dapat menguasai galaksi kita sendiri.
Terdapat beberapa argumen yang menguatkan teori ini, yaitu tentang konstanta matematika, jika ada konstanta matematika yang berbeda, mungkin dunia paralel itu benar adanya, inflasi kosmik tentang ruang yang memiliki laju atau tumbuh ekspansi yang berbeda.
“Pada intinya, kalian bertiga memiliki sedikit keyakinan dengan adanya dunia paralel?“ Bang Luffi menoleh ketiganya yang duduk memanjang ke samping bersamanya.
“Benar, Bang Luffi. Kalian tahu kasus pria yang berasal dari Negara Taured yang ia ada di Bandara Tokyo?“ Fandick berkata sekaligus bertanya kepada orang-orang yang ada di studio.
Mata Bang Luffi menyala, ia tahu kasus ini. “Kasus time traveler, kan?“
“Benar! Katanya pria itu berasal dari Negara Taured, negara yang dia bilang ada di antara Negara Spanyol dan Perancis, bahkan ia mengeluarkan paspor sebagai bukti. Ketika diinterogasi dan diamankan di dalam hotel, orang itu tiba-tiba menghilang, padahal semua pintu terkunci, dia dijaga di luar kamar oleh dua orang petugas.
Alseenio sempat menonton video yang membahas manusia Taured ini, ia cukup tertarik dengan video yang sejenis itu.
“Sumpah! Jadi merinding tubuhku,” Bang Luffi berkata sambil memeluk dirinya sendiri.
“Tidak menutup kemungkinan juga kita sedang berada di dunia paralel,” celetuk Alseenio begitu mereka terdiam karena memikirkan pembahasan yang membuat bulu kuduk mereka berdiri.
“Iya, benar. Bisa jadi dunia kita ini bukan dunia satu-satunya.“ Bang Lapi mengangguk setuju.
“Sebentar, aku menemukan artikel yang terpercaya,” ucap Bang Luffi sambil menatap layar laptop dengan serius. “Cerita tentang pria Taured itu adalah sebuah kebohongan. Pria yang diceritakan oleh Fandick itu bernama Jhon Alen Jebrus yang dituntut oleh Jepang karena memalsukan paspor ketika bepergian melalui bandara.“
“Oalah, ketahuan bohongnya, tuh.“ Fandick menggelengkan kepalanya sambil menangkupkan wajahnya.
“Jangan lucu, Masbro.“
“Hahaha! Fandick kecewa karena terlalu yakin dengan cerita pria T-rex.“
“Taured, woi!“
Mereka semua tertawa setelah melihat reaksi Fandick yang kecewa berat, padahal ia sudah yakin dengan cerita Pria Taured.
Alseenio juga tersenyum, ia baru tahu ini adalah sebuah kebohongan, sepertinya ia harus menyelam tentang kebenaran kasus-kasus misterius.
“Ayo kita bahas yang lain!“ Bang Luffi mulai memindahkan pembahasan ke topik selanjutnya.
“Apakah vagaina itu mitos?“
“…”
Pembahasan selanjutnya juga tak kalah seru, Alseenio merasa sangai dengan acara pembuatan konten Yitub yang membahas banyak misteri ini.
Mereka semua bebas berpendapat satu sama lain dan saling mendengarkan, Alseenio juga baru tahu bahwa Lapi itu pintar dalam ilmu fisika karena ternyata Lapi lulusan kuliah jurusan fisika.
__ADS_1
Setelah membuat konten dengan durasi lebih dari satu jam, mereka makan malam bersama dan langsung pergi tidur.
Seperti biasanya, Alseenio tidur di atas sofa yang biasa ia gunakan sebagai tempat tidur ketika menginap di rumah Bang Luffi.
Entah kenapa rasanya aneh jika tidur di kasur Bang Luffi.
Di pagi berikutnya, mereka semua mulai bersiap-siap untuk pergi ke acara cosplay, Alseenio juga menunggu barangnya datang, barang softlens yang ia pesan kemarin, dan sekarang baru diantar.
Dengan begitu, mereka berangkat di jam 9 pagi, tidak terlalu siang, hari masih terasa sejuk jika di Bandung.
Alseenio mengenakan pakaian kimono emas dan beberapa aksesoris tubuh berwarna emas, matanya sudah berwarna merah dan rambutnya sudah menjadi kuning sejak kemarin datang ke rumah Bang Luffi.
Secara keseluruhan orang sangat mirip dengan Jiljamesh, aura bangsawan yang elegan sangat terasa ketika orang melihatnya, tetapi tempramen sombong dan arogan terlihat kurang, Alseenio masih belum mendapatkan tempramen tersebut.
Namun, itu tidak mengurangi ketampanan dan kecocokan Alseenio dalam memerankan karakter Jiljamesh ini.
Begitu sampai di acara Cosplayer yang diadakannya di sebuah Mall besar di Bandung, banyak orang-orang yang memperhatikan Alseenio.
Bagaimana tidak, penampilan Alseenio sangat berbeda dengan para cosplayer yang lain. Kedua alis dan matanya yang ditampilkan sangat memesona dan menawan, itu langsung menarik perhatian orang-orang yang melihatnya.
Terlebih lagi, warna dari kostum yang Alseenio pakai sangat terang dan membuat orang menoleh.
Tinggi dan tampan adalah kriteria pria yang dicari oleh wanita yang ada di Indonesia, bahkan dunia.
“Bang Nio, kali ini kita membawa teman, namanya Boti, dia seorang streamer, orangnya frontal atau langsung ke poinnya, dan pemberani, nanti Bang Nio berkenalan dengannya,“ Bang Luffi membisikkan suatu informasi tentang temannya kepada Alseenio.
Alseenio tidak keberatan, ia senang-senang saja berkenalan dengan orang baru. “Baiklah, aku akan berkenalan dengannya.“
“Nah! Itu dia orangnya, Bang Nio.“ Bang Luffi menunjuk seorang pria yang cukup kurus dan tinggi dengan rambut panjang yang poni rambutnya ke samping kanan.
“Yo, halo!“ Orang ini datang ke Bang Luffi dan lainnya dengan percaya diri, kemudian bersalaman.
Tepat ketika ingin bersalaman dengan Alseenio, mata orang ini melebar dan menatapnya dengan takjub. “Siapa ini? Wibu elite? Tampan sekali?!“
Segera, Bang Luffi membisikkan nama Alseenio ke telinga orang ini.
“Ternyata itu kamu!“ ucap orang itu dengan semangat. “Perkenalkan, aku Boti!“
“Alseenio,” ucap Alseenio pelan. Ia belum ingin diketahui oleh orang-orang.
“Ayo kita wawancarai orang, Bot!“ Bang Luffi langsung mengajak Boti untuk mewawancarai orang-orang yang ada di sini.
“Boleh saja. Orang yang mana yang ingin kita wawancarai? Apakah mereka berdua?“ Boti langsung menunjuk ke arah dua orang pria yang sedang duduk dan memakai kostum dari suatu anime.
“Kamu harus sendiri wawancaranya, kamu mau?“ Bang Luffi menatap Boti.
Boti mengangguk dengan yakin. “Mau saja.“
“Ambil ini, kamu harus membawa mikrofon agar bisa terdengar apa yang kamu bicarakan.“
Tangan Boti mengambil mikrofon nirkabel, kemudian berjalan mendahului mereka semua menuju kedua pria yang berkostum aneh.
Di belakangnya, Alseenio, Bang Luffi, Fandick, dan Tim yang lainnya mengikuti Boti.
Tepat ketika Boti sampai di target yang ingin diwawancarai, di bawah tatapan mereka semua, Boti menutup hidungnya dan duduk bersama mereka berdua.
“Bang, boleh kita wawancarai?“ tanya Boti yang menutupi sedikit hidungnya.
Melihat perilaku Boti, Bang Luffi dan yang lainnya tertawa, ini di luar dugaan mereka semua. Boti memang pemberani.
“Boleh,” jawab Salah satu dari keduanya.
“Bisa diajak bercanda, kan?“
“Ya, santai saja dengan kami berdua.“
Keduanya pun ikut tertawa melihat tindakan konyol Boti. Mereka tidak memedulikan sisi sindiran yang dilakukan oleh Boti, mereka tahu bahwa Boti berniat bercanda.
“Abang berdua sedang cosplay karakter siapa? Mengapa memakai kostum seperti pembantu dari anime Jepang?“ Boti mengamati kostum yang dipakai oleh kedua pria ini, penampilan mereka berdua sangat aneh.
__ADS_1
“Oh, ini kami berdua sedang cosplay karakter Rim dan Rom dari anime Re: Nol."