SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 142: Bertemu Wanita


__ADS_3

Fandick menyapa mereka semua dengan senyum canggung di wajahnya. Tangannya menggaruk-garuk pipinya yang tidak gatal. Penampilan Fandick saat ini terlihat kaku.


Dikarenakan Fandick merupakan seorang pelawak di antara teman-teman, ia bisa dengan cepat mencairkan suasa.


“Anu, aku bisa jelaskan.“


Setelah itu, Fandick dan seorang wanita yang di sebelahnya duduk dan bergabung dengan Alseenio dan lainnya.


Begitu duduk, Fandick menjelaskan semua apa yang terjadi kepadanya barusan sehingga ia kembali bersama seorang wanita.


Jadi, pada saat Fandick keluar hotel dan berjalan mengelilingi hotel, ia menemukan seorang wanita yang duduk sendiri di kursi umum dekat jalan.


Wanita tersebut diam sambil memeluk tangannya sendiri seperti sedang kedinginan.


Sebagai pria yang baik, Fandick berinisiatif untuk memberi wanita ini jaketnya kepada wanita ini supaya tidak kedinginan lagi. Dengan adanya Fandick, wanita ini pun merasa lebih baik, tak lama pun mereka mengobrol.


Wanita yang tak sengaja berkenalan dengan Fandick berasal dari Indonesia, dia sedang liburan bersama teman-temannya selama beberapa hari di sini. Wanita ini sepertinya memiliki keturunan darah Cina, bisa dilihat wajahnya, matanya terlihat agak sipit dengan kulit yang putih kekuning-kuningan.


Alasan mengapa wanita ini ada di kursi umum sendirian di malam hari, itu karena ada percikan masalah dengan temannya.


Fandick diceritakan bahwa teman wanita ini memiliki pendapat yang berbeda tentang suatu hal, rencananya teman-teman wanita ini ingin pergi ke suatu tempat, tetapi mereka tidak tahu ingin ke mana. Dengan begitu, diadakan diskusi mengenai tempat wisata.


Akan tetapi, ada dua pendapat dan saran yang dipilih oleh teman-temannya, pendapat itu berasal dari wanita ini dan salah satu temannya. Namun, mereka harus memilih salah satu pendapat dari keduanya.


Pada akhirnya, pendapat wanita inilah yang dipilih, sedangkan temannya tidak.


Entah mengapa, setelah pemilihan pendapat itu dilakukan, temannya ini menjadi menjauhi wanita tersebut, padahal awalnya dia dan temannya baik-baik saja.


Merasa diasingkan oleh teman dekatnya, wanita ini pun keluar dari hotel dan membutuhkan waktu untuk sendiri.


Hal yang menjadi masalah adalah wanita ini lupa untuk membawa jaket dari kamar dan ponselnya ada di jaket tersebut. Akibatnya, dia tidak tahu jalan dan lupa hotel apa yang ia tinggali.


Dari situlah, Fandick datang entah dari mana dan membantu wanita ini.


Wanita ini bernama Cantika Pusi. Sampai sekarang ia masih merasa dongkol, dan tak mau kembali ke hotel. Oleh sebab itu, Fandick membawanya ke hotel yang ia inap.


Cantika Pusi ingin tidur di hotel yang diinap oleh Fandick. Enggan kembali ke hotel tempat teman-temannya berada.


Mata Cantika terfokus ke arah Alseenio selalu, ia sepertinya mengenali Alseenio, tetapi tidak berani untuk berbicara langsung kepada Alseenio.


“Sekarang, kamu mau tidur di hotel ini?“ tanya Alseenio kepada Cantika.


“Iya, apakah boleh?“ Cantika mengangguk dan menjawab iya. Ini sudah malam, tidak mungkin baginya pergi keluar lagi untuk ke hotel.


Alseenio menatap Fara dan Fani, ia meminta persetujuan dari keduanya. Respons Fara adalah anggukan yang berarti tidak keberatan dengan permintaan Cantika.


“Kamu akan tidur di kamar Fara dan Fani, jangan lupa untuk malaporkan ke resepsionis dahulu. Bang Fandick, akan mengantarmu.“


“Baiklah, terima kasih, Semuanya.“


Setelah itu, Cantika menoleh ke Fandick dan mengangguk.


Fandick membalas dengan anggukan kepala dan keduanya pergi ke tempat meja resepsionis hotel.


“Apakah Fandick telah menemukan pujaan hati?“ Sugi tersenyum dan menatap Alseenio dan yang lain.


“Entah, semoga saja. Namun, aku tahu Bang Fandick ini memiliki cerita cinta yang menyedihkan. Dia pernah diselingkuhi, bahkan ketika sedang berjalan dengan mantan pacarnya dahulu, mantan pacarnya ini melakukan panggilan video dengan pria di saat Fandick dan dirinya sedang jalan-jalan.“ Alseenio menggelengkan kepalanya. “Wanita lebih mengerikan dalam perselingkuhan dibandingkan Pria.“


“Kasihan sekali, Fandick. Memang benar, wanita ketika selingkuh bukan lagi main perasaan, tetapi tubuh. Mereka tidak keberatan jika tubuhnya dipakai oleh Pria lain. Mengerikan.“


Fara dan Fani hanya diam dan menyimak obrolan Alseenio dan Sugi. Mereka berdua juga diam-diam setuju dengan pendapat pasangannya ini.


Zaman sekarang, sejak adanya Tiktod dan segala trend-trend yang ada di dalamnya, kengerian wanita telah terbongkar. Tidak sedikit wanita di Tiktod yang bangga dengan penyakit selingkuhnya, bahkan yang sudah menikah tetap bermain dengan mantan pacarnya.

__ADS_1


Kejelekan pria dan wanita sudah hampir seimbang, keduanya suka selingkuh.


Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan kasus perselingkuhan terbanyak di Asia. Prestasi baru.


Tidak heran jika Tiktod banyak yang mengumbar kejelekannya sendiri, kemungkinan besar memang nyata dan bukan diada-adakan.


Akan tetapi, Fara dan Fani menganggap omongan mereka berdua sebagai pengingat, pasangannya sangat membenci dengan namanya perselingkuhan. Pengingat diri untuk tidak melakukan perbuatan jelek tersebut.


Setelah 10 menit berselang, Fandick dan Cantika kembali ke restoran hotel. Di sana, mereka mengobrol sejenak sebelum pergi ke kamar masing-masing.


Ada anggota kamar baru, Fani dan Fara mulai akrab dengan Cantika. Mereka bertiga mengobrol sejenak sebelum ke kasur.


Cantika terkejut ketika melihat Fara yang membuka maskernya, ia tak menyangka wanita yang duduk di sebelah Alseenio sangat cantik, ia merasa jelek ketika melihat kecantikan Fara saat ini.


Dengan penasaran, Cantika bertanya tentang bagaimana caranya memiliki kecantikan seperti itu, Fara menjawab bahwa ini alami. Sangat sulit dipercaya, tetapi Fara membuktikan ucapannya sehingga Cantika percaya.


“Kak Fara itu pacarnya Alseenio?“ Cantika bertanya dengan hati-hati.


Fara mengangguk dan tersenyum.


Cantika menutup mulutnya dan memandang Fara dengan mata yang membelalak. “Sungguhan?“


“Iya, Kak Fara pacarnya Alseenio,” jawab Fani pada Cantika.


“Jadi, wanita yang dirumorkan sebagai pacar Alseenio adalah Kak Fara?“


Fara dan Fani mengangguk secara bersamaan.


“Kalau begitu, aku tidak keberatan kalau Alseenio punya pacar seperti Kak Fara. Aku setuju.“


“Kamu penggemar Alseenio?“ tanya Fara yang bingung dengan ucapan Cantika.


“Iya, hehe. Aku sudah menjadi penggemarnya dari awal Alseenio muncul di Instagrem.“ Cantika tersenyum canggung sambil menggaruk pipinya.


“Aku suka sebagai idola saja, tidak mungkin aku bersaing dengan Kak Fara.“ Senyum Cantika tampak kikuk.


“Kamu juga cantik, seharusnya kamu bisa mendapatkan pria yang tampan dan baik.“


“Bisa, tetapi aku sudah kapok dan tidak ingin mencari pasangan dari segi penampilan.“


“Sepertinya ada cerita yang kamu alami,” Fani berkata karena tertarik dengan perkataan Cantika.


“Begitulah, namanya juga manusia, sulit sekali untuk setia dengan satu orang. Aku tidak menyebutkan pria, tetapi kedua gender memang sudah banyak yang selingkuh. Jadi, aku lebih memilih seorang pria dari sikap dan sifatnya.“


Dapat dilihat bahwa Cantika sudah mulai memasuki fase yang tidak peduli dengan penampilan pasangan. Fase memasuki dewasa, sebentar lagi ia akan memiliki pikiran bahwa harta adalah segalanya. Wanita dewasa dekat kaitannya dengan kata “Realistis” karena segala sesuatu butuh uang.


“Bagus, aku juga setuju. Mengapa aku memilih Sugi sebagai pasangan, salah satu alasan terbesarnya karena sikap dan sifatnya yang cocok denganku.“ Fani mengangguk dan memiliki pendapat yang sama.


“Kalau Kak Fara? Apakah Alseenio sikap dan sifatnya sesuai dengan apa yang Kakak Fara mau?“ Cantika melemparkan pertanyaan.


“Aku dan dia sudah kenal dari kecil. Tidak perlu ditanyakan lagi, aku suka sifat dan kepribadiannya. Sifat dan karakter Alseenio yang menjadi alasan aku menerima dia menjadi pasanganku.“


“Tunggu!“ Cantika salah fokus dengan kalimat Fara. “Jangan bilang kalau Alseenio yang meminta berpacaran dengan Kak Fara, apakah itu benar?“


“Ya, dia yang mengungkapkan perasaannya terlebih-lebih dahulu kepadaku.“


Terdapat rona merah di kedua pipi Fara. Senyumnya kelihatan sangat bahagia.


Fani dan Cantika yang melihat ini pun ikut senang. Fara wanita yang beruntung mendapatkan pria seperti Alseenio.


Di sisi lain, Fandick dan Sugi sedang berbaring di kasur masing-masing. Keduanya mengobrol tentang sesuatu yang mengasyikkan.


“Fandick, jangan bilang kamu suka dengan wanita itu?“ celetuk Sugi yang tengah berbaring santai sembari menonton video di Yitub.

__ADS_1


“Belum, aku bukan pria yang mudah jatuh cinta ketika melihat wanita,“ Fandick menjawab sambil melihat akun Yitubnya, dia sedang melihat peningkatan jumlah penonton. “Jujur saja, wanita tadi benar-benar tipeku.“


“Mengapa tidak langsung digas saja? Langsung jadikan dia pacarmu.“ Mata Sugi yang sedikit sipit bergerak dan ia melirik Fandick yang ada di kasur sebelah.


“Tunggu saatnya, tidak boleh asal masuk kalau buka waktunya. Takutnya dia tidak suka padaku dan akunya saja yang terlalu percaya diri.“


“Okelah, aku menantikan kamu berpacaran dengan dia.“


“Doakan saja yang terbaik buatku.“


Sugi mengangguk menunjukkan dia akan melakukan, pasti Sugi berharap yang terbaik bagi temannya. “Omong-omong, kamu suka wanita keturunan Cina-Indonesia?“


“Suka, semua wanita dari berbagai daerah aku suka, tidak ada kriteria istriku asal mana dan apa. Aku tidak suka wanita yang furi.“


“Haha, wanita kucing maksudmu?“


“Ya, tetapi kalau wanita kucingnya seperti pelayan di maid cafe, aku tidak masalah, aku akan dengan senang hati menerimanya.“


“Tahu saja yang bening, hahaha.“ Sugi cukup terhibur berbicara dengan Fandick. Pria ini memang asyik diajak mengobrol. “Kamu yakin mau dengan pelayan di maid cafe? Mereka orang Jepang asli, belum tentu masih tersegel.“


“Eh, aku lupa. Ya sudah, aku pilih Cantika saja.“ Senyuman Fandick tampak berbeda ketika berbicara tentang Cantika. Senyumnya tampak semringah. Datangnya memang dari hti.


“Oke, aku sudah memberi tahu Fani bahwa kamu suka Cantika,“ ucap Sugi dengan wajah yang serius.


“Jangan, Sugi!“


Pada saat yang bersamaan, Alseenio tengah duduk di atas kasur dengan wajah yang bahagia. Ia sedang melihat hadiah yang dia dapatkan dari Misi Spesial Fotografer.


[Ding! Misi Spesial Menjadi Seorang Fotografer Andal Terselesaikan dan Dapatkan Saham Luis Vuton 23%, Nilai Penampilan +70, Kemampuan Parkour Tinggi, dan Wangi Abadi!]


[Apakah Anda ingin mengintegrasikan semua kemampuan yang disimpan?]


“Iya, integrasikan sekarang!“


Sebuah proses integrasi atau penyatuan kemampuan pada tubuh Alseenio berlangsung selama 3 menit, semua rasa nyeri sudah bisa ditahan oleh tubuh Alseenio dengan mudah. Ia melewati proses integrasi dengan perasaan yang biasa saja.


Setelah proses berakhir, Alseenio menemukan perbedaan pada tubuhnya. Tubuhnya menjadi lebih fleksibel dari sebelumnya meskipun sedikit, memori otot telah tertanam, membuat Alseenio bisa melakukan gerakan seni bela diri Wing Chun dan gerakan parkour.


Namun, hadiah yang membuat Alseenio terkejut adalah wangi pada tubuhnya. Wangi ini makin jelas dirasakan oleh Alseenio, ia juga bisa mengendalikan wangi ini, sama halnya anggota tubuh.


Wangi tubuh yang sekarang jauh lebih baik ketimbang wangi sebelumnya. Alseenio berpikir bahwa wanita akan nyaman ketika pertama kali mencium wangi ini, bahkan Alseenio sendiri senang dengan wangi yang terpancar dari tubuhnya. Dia benar-benar tidak butuh minyak wangi.


Kemampuan bahasa Mandarin telah Alseenio kuasai, tidak ada halangan dan kesulitan bagi Alseenio berbicara dengan orang lokal.


“Lagi-lagi aku bertambah tampan.“


Dalam refleksi cermin, Alseenio melihat sosoknya yang memiliki wajah yang tidak lagi bisa disebut manusia. Pasalnya, tidak ada manusia yang setampan ini. Lebih mirip peri yang ada di negeri dongeng.


Tririring!


Sebuah panggilan tiba-tiba muncul dari ponselnya dan Alseenio terima.


Panggilan tersebut datang dari luar negeri, lebih tepatnya dari CEO Perusahaan Luis Vuton, Pak Michel Burned.


Tidak ada yang berbeda isi teleponnya dengan CEO dari perusahaan yang pernah menelepon Alseenio.


Alseenio menjawab akan ke sana jika ada waktu dan kesempatan.


Jawabannya ini secara langsung menyelesaikan Misi Menjadi Ikan Asin yang Kaya.


Misi tersebut melarang Alseenio untuk pergi ke sana dalam waktu yang dekat. Tidak masalah jika Alseenio mengurus perusahaan di 1 bulan yang akan datang.


[Ding! Misi Menjadi Ikan Asin yang Kaya Terselesaikan dan Dapatkan Kemampuan Melukis Tinggi, Uang 200 Juta Euro, dan Bugatti LA Voiture Noire!]

__ADS_1


__ADS_2