SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 96: Kembali Normal


__ADS_3

“Iya, itu karena kamu terlalu cantik.“


Alseenio paham secara keseluruhan mengapa Fara memakai riasan dan menyembunyikan fakta dirinya memiliki wajah yang sangat cantik.


Pilihan Fara memang sudah tepat, kecantikan tidak selalu membawa hal yang baik, melainkan membawa kesialan, banyak wanita cantik yang menjadi target kejahatan dan pria aneh di luar sana.


Sudah bagus pilihan yang Fara putuskan, sebuah langkah yang cerdas.


Meskipun Alseenio merasa sedikit kesal karena baru tahu wajah Fara yang sebetulnya. Kesal karena merasa dibohongi, padahal dia dan Fara sudah kenal dari Sekolah Dasar.


“Bukan cuma itu, orang yang memberi pinjaman uang kepada ayah itu seorang pria yang tidak memiliki seorang istri. Jadi, Ibu bilang bahwa aku tidak boleh mengungkapkan wajahku sampai utang ini lunas, takut orang itu memberi keringanan dengan cara aku menikah dengannya. Aku tidak mau sedikit pun menikah dengan pria licik seperti itu, lebih baik aku mati daripada menikah dengan orang tersebut. Dengan demikian, aku terus menyembunyikan wajahku sampai kamu mengetahui wajahku.


“Ketika lulus SMP aku sudah memiliki rencana untuk menampilkan wajah asliku untukmu, Nio. Namun, masalah utang itu menjadi penghambat hingga aku membatalkan untuk menunjukkan wajahku kepadamu.


“Sekarang aku senang, aku senang karena sudah melunasi keinginan yang aku rencana di masa lampau aku juga sangat bahagia bisa bertemu denganmu lagi!


“Kamu tahu perasaanku sekarang? Aku bahagia dan juga terkejut! Aku tidak menyangka kamu bisa sebaik ini, aku juga tak menduga kamu menyayangiku, aku merasa aku adalah wanita yang paling beruntung di dunia!“


Fara memeluk sangat erat tubuh Alseenio, seolah-olah ia tidak ingin melepaskan Alseenio dari kehidupannya.


Senyum senang terbentuk di wajah Alseenio, kemudian ia memegang pinggul Fara dan menggendongnya.


“Seharusnya adalah aku yang merasa paling beruntung dicintai olehmu, Fara. Terima kasih sudah menemaniku di saat aku ditindas, berteman denganku di saat semuanya memusuhiku, aku sangat bahagia dan bersyukur di dalam kehidupan ini karena telah bertemu dengan wanita cantik berhati bidadari,” ucap Alseenio dengan tatapan yang serius dan sekaligus menawan.


Fara sudah mulai nyaman dengan gendongan Alseenio, ia tidak lagi merinding ketika tangan Alseenio menyentuh pinggulnya, justru merasa hangat dan ingin terus digendong seperti ini.


“Nio~ … aku ….“ Fara tiba-tiba mencium bibir Alseenio, kali ini atas inisiatifnya sendiri tanpa harus ada ajakan dari Alseenio.


Alseenio tetap menggendong tubuhnya Fara dan membiarkan Fara bermain dengan lidah dan bibirnya.


Pada ronde ketiga ini, Fara sangat beringas, adu mulut di kesempatan ini Fara sangat dominan, Alseenio hampir kewalahan.


Namun, kemampuan 1 juta ronde yang dimilikinya ternyata memiliki efek yang bisa mengalahkan Fara, ditambah dengan paru-paru Alseenio yang sangat kuat, Alseenio bisa memberikan perlawanan pada Fara.


Sembari mencium, Fara juga membelai pipi Alseenio dengan mata yang tertutup karena menikmati.


Suara aneh seperti mendesah keluar dari mulut Fara di sela-sela ia sibuk menciumi bibir Alseenio.


“Love you~”


“Love you more~”

__ADS_1


Setelah beradu mulut di ronde ketiga, mereka berdua saling memandang mesra dan tersenyum bahagia.


Setelah itu, Alseenio dan Fara kembali seperti biasa dan normal, tetapi mereka menjadi lebih dekat dan sangat manis, terlebih Fara yang makin menempel pada Alseenio.


“Kamu harus pakai masker ini ketika keluar, jangan lupa ucapanku.“ Alseenio meminjamkan masker ajaib dari Sistem kepada Fara.


Alseenio sangat takut jika Fara dilukai oleh seseorang. Maka dari itu, tindakan preventif sangat diperlukan, ia ingat salah satu kata pepatah, yaitu “Sedia payung sebelum hujan” dan “Lebih baik mencegah daripada mengobati”.


Fara mengambil masker itu tanpa bertanya lagi, ia sudah percaya 100% kepada Alseenio. “Baik, aku akan menyimpan dan selalu memakainya.“


“Sekarang, kamu temani aku membuat konten video, tetapi kamu harus memakai masker.“


“Oke, Nio!“


Sama sekali Fara tidak keberatan dengan perintah Alseenio, ia berpikir bahwa dengan menutupi wajahnya dari orang termasuk tindakan yang memperkecil untuk masalah datang kepadanya, perintah Alseenio juga berdampak baik baginya.


“Tunggu, aku harus memakai baju yang lebih bagus.“ Fara berdiri kembali ketika barus saja duduk selama 2 detik.


Setelah itu, ia berlari ke pintu keluar ruang studio.


“Jangan lupa untuk memakai baju yang oversize,” saran Alseenio sambil melihat Fara yang berlari keluar.


Sebelum menutup pintu, Fara memberi lidah dan mengejek Alseenio dalam konteks candaan.


“Wanita ini ….“ Alseenio menggelengkan kepalanya.


Kurang dari 1 jam setelah Fara keluar, ia akhirnya kembali dengan memakai baju yang berbeda, ia memakai baju ukuran besar ala wanita Korea dan topi hitam serta rok panjang.


Sangat cantik walaupun tanpa memakai riasan sedikit pun.


“Apa aku sudah mirip dengan wanita luar negeri?“ Fara bertanya sambil mengedipkan mata, gayanya terlihat sengaja dibuat imut, tetapi memang penampilan Fara sangat imut.


“Mirip sekali! Bahkan lebih cantik.“ Alseenio tersenyum dan mengangguk.


“Lebih cantik mana antara aku dengan wanita yang pernah kamu temui, atau dengan wanita yang pernah bertemu di siaran langsung itu?“ Fara memajukan tubuhnya dan bertanya dengan serius.


Alseenio masih tersenyum dan menjawab tanpa ragu, “Kamu, kamu paling cantik di antara mereka semua.“


“Benarkah?“ Fara menaikkan alisnya. “Kamu berbohong, ya?“


“Enggak, untuk apa aku berbohong?“

__ADS_1


“Baiklah, ciuman pipi sebagai hadiah atas kejujuranmu.“


Setelah mengatakan itu, Fara langsung mencium pipi kanan Alseenio.


“Aku lihat-lihat, kamu makin berani berbuat itu padaku.“ Alseenio langsung mengangkat tubuh Fara dan meletakkannya di atas kedua kakinya, Fara dipangku kembali oleh Alseenio bagaikan barang yang ringan.


Kekuatan Alseenio saat ini sangat mudah untuk mengangkat beban tubuh Fara yang tidak lebih dari 55 kilogram.


“Mengapa? Toh, aku berani hanya untukmu saja.“ Fara memegang pinggangnya dan berlagak seperti sedang mendominasi Alseenio.


Jari kelingking Alseenio terulur dan berkata, “Sungguh? Apa kamu berjanji?“


“Ya, aku berjanji!“ Dengan cepat Fara mengaitkan jari kelingking tangan Alseenio.


Usai mereka beradu bibir di ronde keempat, Alseenio memulai untuk membuat video Yitub dengan ditemani oleh Fara di sebelahnya.


Fara ikut masuk ke dalam kamera, tetapi orang lain tidak akan tahu siapa identitas Fara, itulah kegunaan dari masker ajaib dari Alseenio.


Ketika baru bermain OkeTV, mereka berdua sudah disambut oleh sesuatu pemandangan yang tidak baik.


Refleks tubuh Alseenio sangat cepat, sebelum Fara bisa melihat sesuatu yang ada di dalam layar komputer ia sudah menutup mata Fara.


Dalam kamera pun gerakan Alseenio hanya terlihat bayangan yang samar-samar saking cepatnya.


“Nio, apa itu?“ Fara yang terkejut itu pun bertanya, ia sama sekali tidak tahu mengapa Alseenio menutup matanya.


Alseenio dengan suara yang lembut menjawab, “Sesuatu yang tidak boleh kamu lihat.“


“Apakah it—”


“Ya, sesuatu yang ada pada pria. Lupakan, ayo kita pindah ke server yang lain!“


Server OkeTV Alseenio ternyata terulang seperti semula lagi, ia harus mengganti server ke server negara lain dan harus menyaring.


Selepas mengganti server ke server negara lain, yaitu Thailand, mereka langsung bertemu dengan seorang wanita yang diragukan kewanitaannya.


“Aaa! Loo Maak!!!“ Wanita itu menjerit begitu melihat wajah Alseenio tanpa ada yang menutupi.


Mendengar jeritan ini, wajah keduanya penuh tanda tanya.


"???"

__ADS_1


__ADS_2