
Wanita ini sangat terkejut saat melihat kedatangan Fara. Sosok Fara sangat cantik, setiap bagian wajahnya tertata begitu baik, senyumannya begitu indah, dan ketika disandingkan dengan pria tampan ini, mereka berdua sangat cocok dan serasi.
Pasangan yang paling cocok menurut dirinya sendiri. Tampan dan cantik, keduanya memiliki penampilan yang membunuh dan dapat membuat negara runtuh. Banteng merah ketar-ketir.
Setelah wanita ini tahu siapa Alseenio dan Fara, dia terpana hingga terdiam tak bergerak.
Ternyata saat ini dia telah bertemu dengan orang sedang terkenal. Banyak orang di negaranya yang tahu tentang berita pria tampan dari sebuah negara Asia, dia lupa namanya, tetapi banyak orang yang membicarakan.
Sekarang dia tahu siapa nama orang yang tengah dibicarakan oleh orang-orang, itu adalah Alseenio.
Sehabis berbincang-bincang, dia meminta foto bersama, teman-temannya senang sekali saat tahu dirinya bisa bertemu Alseenio di Okegle.
“Terima kasih, Kalian. Sampai jumpa lagi, aku bahagia sekali hari ini karena bisa bertemu kali, dadah!“
Alseenio dan Fara membalas lambaian tangan wanita ini dan juga mengatakan salam perpisahan.
Selanjutnya, Alseenio dan Fara mencari orang lagi yang normal di Okegle dan berbincang santai sambil tertawa dan tersenyum.
Banyak orang normal di Okegle meski Alseenio menemukan beberapa kali orang yang aneh di sana, orang yang kerap menunjukkan burungnya.
Mereka kira burung mereka besar, memamerkan miliknya yang kecil dengan percaya diri ke orang-orang di Okegle, khususnya kepada wanita.
Seharusnya mereka malu dengan Alseenio, miliknya jauh lebih besar dari mereka, tetapi tetap diam tak sombong sama sekali.
Tetaplah seperti orang biasa meski kita memiliki sesuatu yang luar biasa.
Bermain Okegle dari siang hari sampa jam makan malam datang.
Mereka malam malam bersama, Ayah Fara juga ikut makan bersama meski makanannya dibedakan, kondisinya belum prima layaknya orang biasa.
Setelah itu, keduanya bermain Okegle selama 2 jam sehabis makan malam bersama.
Merasa puas dengan konten yang berhasil dibuat, Alseenio dan Fara pergi malam-malam untuk membuat konten Motovlog malam. Rencananya, selama beberapa hari ini, Alseenio akan membuat konten berkendara sepeda motor di malam hari, pengganti konten video Motovlog siang hari.
Tidak perlu jauh-jauh mereka menaiki sepeda motor, berkeliling Kota Jakarta Selatan saja sudah cukup sambil membeli beberapa camilan di luar. Tak perlu drama, mendengarkan mereka berdua mengobrol saja para penonton sudah senang.
Keduanya membeli beberapa makanan ringan di pinggir jalan, Fara suka membeli jajanan di luar, terlebih ia suka dengan makanan yang bernama Kepiting Krispi dengan bumbu pedas.
Suara renyah dari makanan itu sangat membuat telinga termanjakan. Tekstur ketika digigit pun rasanya bagaikan memakan kerupuk, tetapi memang agak amis.
Oleh karena itu, Fara selalu menandai tukang dagang mana saja yang memiliki kepiting krispi yang tidak amis dan enak.
Alseenio cukup penasaran dengan makanan ini. Begitu ia coba, rasanya memang enak, tetapi Alseenio tidak terlalu suka, reaksinya biasa saja.
Memang tidak sama reaksinya ketika Fara memakan makanan ringan ini, dia terlihat sangat senang sambil menggerakkan kepala dan tubuhnya.
Makanan yang Alseenio beli adalah makanan biasa yang suka orang lain beli, yaitu martabak manis dan martabak telur.
Kedua makanan itu memang cocok untuk sebagai camilan malam, mengedit video sambil memakan camilan sangat bagus untuk mengisi waktu luang.
Hari terlewati sangat cepat, sudah 2 hari berlalu begitu saja.
Selama 2 hari ini, Alseenio mengisi hari sesuai dengan rencananya. Videonya berhasil ia kumpulkan dan siap untuk diterbitkan dan diunggah di akun Yitubnya.
__ADS_1
Dalam sekali rekaman itu bisa dibagi menjadi 3 video sehingga video yang berhasil dibuat dan dikumpulkan cukup untuk mengisi selama 3 Minggu walau dirinya tidak membuat video sama sekali.
Anehnya, semenjak adanya Misi Spesial dari Sistem, misi sampingan tidak muncul lagi selama 3 hari ini, termasuk hari rilisnya Misi Spesial.
Kemungkinan, Sistem memerintahkan Alseenio untuk fokus pada Misi Spesial. Waktu misi satu ini sama lamanya dengan Misi Spesial sebelumnya, butuh persiapan yang matang dan ekstra, Alseenio akan mengalami perubahan pola hidup menjadi seorang pekerja.
Muah!
Fara mencium pipi Alseenio yang tengah berdiri di dekat sepeda motor R6. “Hati-hati di jalan, kamu jangan terlalu kencang naik sepeda motornya, dan tetap fokus pada jalanan. Semangat kerjanya, beri tahu aku kalau ada apa-apa di sana.“
“Iya, Sayang. Aku akan berhati-hati di perjalanan. Pasti aku kabari jika ada sesuatu yang salah.“ Alseenio tersenyum ceria usai dicium oleh Fara.
Setelah mengatakan itu, Alseenio menarik pinggul Fara untuk mendekat ke tubuhnya, dan ia mencium kening Fara dengan penuh kehangatan.
“Aku berangkat dahulu, Sayang.“
Alseenio naik ke jok sepeda motor dan menyalakan mesin motor. Suara knalpot sepeda motor yang agak bising terdengar di tempat parkir bawah tanah.
“Jaga diri di sana. Kamu pasti diincar karyawan wanita senior di tempat kerja, kamu harus siaga,” ucap Fara yang mengingatkan Alseenio untuk tidak berhubungan dekat dengan wanita yang sama-sama bekerja.
Kurva terbentuk di wajah Alseenio, mengangguk dalam-dalam dan berkata, “Tenang saja, aku akan berjaga jarak dengan wanita di sana.“
“Bagus kalau kamu mengerti maksudnya.“
“Kalau begitu, aku pergi sekarang. I love you.“
“I love you too, Baby.“
Vroom!
Di dalam perjalanan, Alseenio menyalakan kamera YoPro di helmnya, ia mulai merekam video Motovlog.
“Selamat pagi, Semuanya. Kembali lagi bersamaku di Motovlog hari ini. Aku saat ini sedang berada di perjalanan menuju suatu tempat, semoga kalian terhibur oleh video ini ….“
Alseenio memulai membuat video, di sepanjang jalan ia berkata sendiri dan mengomentari sesuatu yang ia lihat entah itu pengendara aneh, bangunan gedung, dan sesuatu yang bisa dikomentari.
Dalam rekamannya juga Alseenio bercerita tentang yang sudah terjadi dengan dirinya, tetapi ia menjauhi pembahasan tentang dirinya ingin ke mana, terlebih membahas seputar apa yang ia kerjakan.
Berita tentang dirinya bekerja di restoran jangan sampai tersebar luas di internet, itu akan kacau sehingga akan mengganggu misi yang sedang digarap olehnya.
Apabila restoran terlalu ramai karena dirinya ketahuan identitasnya, akan mengakibatkan banyak masalah. Jadi, ia ingin bekerja layaknya seorang orang manusia normal.
Kurang dari 1 jam Alseenio membuat video, posisinya sudah dekat dengan tempat kerja yang ada di Kebun Sirih, letaknya dekat Monas dan Bank Besar.
“Kita akhiri dahulu videonya karena ada sesuatu yang harus aku lakukan. Sampai jumpa lagi di video selanjutnya!“
Kamera berhenti merekam dan Alseenio mulai mengendalikan sepeda motor ke tempat kerja.
Alseenio melihat ke arah kanan jalan, ia mencari tempat makan yang memiliki nama TaySatay. Deretan jalan ini banyak sekalu bangunan, Alseenio harus teliti mencari di mana tempat kerjanya.
Tak lama kemudian, ia menemukan tempat makan yang dekat belokan jalan besar, tercetak jelas nama TaySatay dan Alseenio segera berbelok dan masuk ke dalam area parkir kendaraan.
Melihat toko ini masih tutup, Alseenio bingung bagaimana dia bisa masuk ke dalam tempat ini, ia berdiri di depan pintu restoran ini menunggu seseorang yang tahu bagaimana caranya bisa masuk ke dalam.
__ADS_1
“Apakah ini tempatnya? Seharusnya, sudah benar tempat ini. Tak ada restoran TaySatay di Jalan Kebun Sirih.“ Alseenio mencoba melihat ke dalam ruangan restoran ini melalui jendela.
Ia dapat melihat sosok orang yang sedang mengepel lantai di dalam restoran ini.
Tak sengaja orang ini juga melihat Alseenio yang sedang mengintip ke dalam sehingga orang tersebut berjalan ke depan area parkir restoran.
Area parkir restoran ada di depan restoran itu sendiri.
“Halo, apa ada yang bisa saya bantu, Bang?“
Begitu keluar dari dalam dan membuka pintu restoran, pria tersebut berdiri di depan Alseenio dengan senyum yang ramah.
“Aku karyawan baru di sini, aku harus masuk lewat sini atau di mana?“ kata Alseenio yang kebingungan.
“Karyawan baru? Oh, Sini, Bang. Ikut aku!“ Orang ini langsung mengerti apa yang harus dilakukan, kemudian dia menuntun Alseenio ke belakang restoran yang ternyata adalah tempat karyawan masuk, di sana juga ada area luas yang bisa dijadikan tempat parkir.
Pria ini terkejut mengetahui Alseenio membawa sepeda motor. Karyawan baru satu ini tampak berbeda dari yang lain. Tinggi sekali badannya, dari alis dan matanya sudah mencirikan pria tampan.
Alseenio menaiki sepeda motor lagi dan memindahkan sepeda motor ke area yang ada di belakang restoran.
“Siapa itu? Jidan?“ Pria agak tua berseragam satpam yang berdiri di depan area belakang restoran bertanya setelah melihat pria tersebut dan Alseenio datang ke tempat khusus karyawan menggunakan sepeda motor.
“Orang baru, Be.“
“Yakin orang baru? Kelihatannya tidak seperti orang baru.“ Pria tua itu agak tidak percaya.
Nama pria yang menuntun Alseenio ke tempat karyawan atau tempat istirahat karyawan bernama Jidan.
“Tanya saja sama orangnya, Be.“
Babe adalah panggilan terhadap seorang pria yang tua, bisa digunakan untuk pengganti panggilan Bapak atau Ayah.
Alseenio yang telah menyimpan sepeda motor di area kosong tempat khusus karyawan seketika tersenyum di balik maskernya, kemudian ia mengangguk ke arah pria tua itu.
Turun dari sepeda motor, Alseenio berjalan ke Jidan dan Babe. Ia mengeluarkan sebuah kertas dari jaketnya dan menunjukkannya ke Jidan. “Aku harus memberikan kertas ini ke Leader, apa kamu tahu siapa Leader–nya?“
“Oh, aku tahu. Sini, biar aku saja yang memberi kertas ini. Kamu masuk saja ke dalam mes,” Jidan berkata kepada Alseenio dan menunjukkan ke suatu tempat yang ada di dalam belakang restoran.
Di dalam restoran ini terdapat tempat menaruh barang dan tempat istirahat karyawan, biasa disebut mes yang tempatnya berhadapan dengan pintu masuk belakang restoran.
Alseenio menyerahkan kertas itu ke Jidan, dan menjawab, “Baiklah, terima kasih sudah membantuku.“
“Santai saja, Bang. Ayo ikuti aku! Kita ke sana bersama. Be, kita masuk dahulu.“
Setelahnya, mereka berdua meninggalkan Babe si petugas keamanan restoran dan pergi ke mes.
Ketika Alseenio dan Jidan masuk ke dalam mes, mereka melihat ada 2 orang wanita yang tengah berdandan dan bersiap-siap untuk bekerja, briefing.
“Masih dandan? Kita kedatangan karyawan baru, nih. Mau kenalan apa tidak?“
“Karyawan baru? Tampan atau tidak?“ Kedua wanita ini masih bercermin sambil merias wajahnya. Keduanya sama sekali tidak melihat kedatangan Alseenio dan Jidan.
“Makanya, lihat dahulu. Jeda berdandannya,” ucap Jidan yang akrab dengan kedua wanita ini.
__ADS_1
Mereka berdua mengikuti ucapan Jidan, kemudian keduanya meletakkan cermin yang dipegang dan menoleh ke arah pintu ruang mes.
Berikutnya kedua wanita ini melotot ke arah Alseenio dan berteriak, “Aaa! Pacarku!"