
Homes tersebut dan menepuk bahu Alseenio dengan penuh keakraban.
Alseenio tersenyum dan mengangguk di samping Homes serta anggota tim syuting yang lain.
Mereka semua sedang melihat layar monitor yang baru menampilkan secuil adegan filmnya.
Tim yang membuat CGI dan lainnya direkrut dalam jumlah banyak sehingga efesiensi dalam pembuatan film ini cukup tinggi.
Sengaja Alseenio meminta untuk mengambil adegannya terlebih dahulu, selama satu bulan ini para kru film memfokuskan pada sesi Alseenio, mereka mengambil dan merekam adegan-adegan yang terdapat Alseenio.
Dalam film ini Alseenio memang banyak disorot, hampir 70% Alseenio akan ada di setiap adegan-adegan dalam film. Dengan begitu, mereka merekam adegan Alseenio sampai tuntas. Setelahnya, akan dilengkapi oleh adegan karakter yang lain, seperti karakter antagonis, dan banyak karakter pendukungnya.
Memang rumit dan merepotkan, tetapi ini adalah perintah Alseenio, selaku penyuntik dana, bahkan melebihi modal yang dikeluarkan perusahaan produksinya.
Mereka sebisa mungkin memenuhi permintaan Alseenio.
Beruntung, Alseenio memiliki kemampuan akting tingkat dewa yang tak perlu lagi berlatih dan memakan banyak waktu.
Jika berlatih, waktu yang dibutuhkan lebih dari satu bulan, mungkin bisa sampai 3 bulan lebih.
Kurun waktu sebulan untuk menuntaskan adegan per adegan bukanlah sesuatu yang mudah.
Apabila tidak didukung oleh faktor yang lain, Alseenio tak bisa menyelesaikan agendanya dalam satu bulan lebih beberapa hari ini.
Alseenio mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada kru-kru film yang membantunya.
Mereka dianggap oleh Alseenio sebagai penolong, jika tidak ada mereka, mungkin dirinya meninggal sekarang, lenyap dari muka Bumi lantaran dihujani oleh aliran listrik bermuatan 300 triliun volt dari Sistem tercinta.
"Terima kasih, Semuanya." Alseenio memandang orang-orang yang berkontribusi dalam perekaman atau syuting adegannya ini. "Aku ingin memberi hadiah kepada kalian karena sudah berhasil menyelesaikan tugas ini."
Mendengar ucapan Alseenio, mereka semua terkejut dan antusias. Siapa yang tidak mau diberi hadiah oleh orang lain, terlebih orang yang memberi hadiah adalah orang kaya.
Tiba-tiba, datang segerombolan orang berjas datang ke sisi Alseenio dengan membawa satu koper jinjing di setiap orang ini.
Total ada 17 orang yang membawa koper dan berjas, itu bergerak menghampiri seluruh kru film yang hadir.
Di bawah tatapan semua kru yang bingung, pria-pria berjas ini membuka kopernya yang ternyata berisikan uang dengan tumpukan uang bernominal 10 ribu dolar.
__ADS_1
Satu ikat uang yang bernilai 10.000 ini dibagikan kepada kru-kru film dalam jumlah 3 ikat uang per orang.
Alseenio tak mengira masih ada banyak uang yang tersisa di dalam 17 koper. Dengan begitu, dia memerintahkan pria berjas ini untuk menambahkan lagi uang sebesar 10.000 dolar ke semua kru film.
Masih ada sisa, dan dia meminta uang sisa ini dibagikan kepada kru dan pemain film yang lainnya yang tidak datang di hari ini.
Dengan begitu, Alseenio berpamitan kepada mereka semua dengan hati yang cukup sedih.
Pasalnya, selama 1 bulan ini dia selalu bertemu dan berbincang dengan orang-orang di studio syuting. Ada rasa sedih yang dia rasakan saat ingin meninggalkan tempat ini.
Fara pun merasakan hal yang sama karena dia dekat dengan salah satu penata busana dan riasan para pemain film, tentunya seorang wanita. Sekarang mereka harus berpisah.
Mereka menjadi lebih terfokus pada ucapan Alseenio yang ingin pisah dibandingkan uang sebanyak 40.000 dolar yang ia terima dari Alseenio.
Terkadang pertemanan lebih berharga dibandingkan harta, terkadang sebaliknya.
Sebelum pergi, Alseenio bertanya kepada direktur dan staf lainnya tentang perkiraan kapan film ini dapat dirilis.
Mereka bilang itu akan memakan waktu 1 tahun lebih, entah di tahun 2024 atau 2025 tayangnya di layar lebar.
Alseenio paham akan hal ini, dan dia tak begitu mempermasalahkan hal ini.
Direktur Homes pun memberi Alseenio pesan untuk siap sedia apabila tim film menghubunginya suatu waktu.
Menurut Direktur Film, akan ada pengambilan ulang adegan jika ada perekaman yang berhasil disimpan tak sesuai naskah atau kurang cocok.
Hal ini pun bukan masalah bagi Alseenio, dia bisa kapan saja ke sini. Kemungkinan besar akan diusahakan kalau memang waktunya tepat.
Setelah semua obrolan dan pengingat itu, Alseenio dan Fara pergi dari lokasi syuting untuk menikmati waktu berdua di sekitar daerah Los Angeles yang ramai.
Di hari ini, mereka ingin menghabiskan waktu sebelum pergi kembali ke Indonesia.
Alseenio dan Fara sempat bertemu dengan pemeran utama film yang diganti olehnya, karakter yang Alseenio mainkan ini memiliki aktor yang sangat melekat identitasnya dengan karakter yang Alseenio mainkan.
Orang ini adalah Hanry Castil, dia termasuk pria tampan yang digadang-gadang wajahnya adalah wajah paling tampan kedua menurut sains.
Sekarang dia sudah menjadi peringkat kedua karena diambil alih oleh Alseenio yang mendapat rasio 1000%. Hanry hanya mendapatkan rasio sebesar 91%. Sangat jauh.
__ADS_1
Meskipin demikian, wajah Hanry termasuk tampan bagi para wanita yang memandangnya.
Oleh sebab itu, cocok dalam memerankan tokoh yang ada di film tersebut, tetapi semuanya telah diambil alih oleh Alseenio.
Hanry ini orang yang ramah, dia bahkan tidak marah saat tahu orang yang menggantikannya adalah Alseenio.
Di malam hari itu, Alseenio, Fara, Hanry, dan pacarnya makan malam bersama di restoran mahal yang ada di Los Angeles.
Mereka semua berbincang mengenai hidup masing-masing untuk perkenalan.
Setelah makan malam bersama itu, Alseenio memberi hadiah pertemuan kepada Hanry berupa jam tangan Yolex yang memiliki harga 100 ribu dolar.
Sementara itu, Hanry memberinya sebuah pakaian Super Human yang adalah pakaian dari karakter yang Alseenio bintangi dan mainkan.
Alseenio sangat menghargai hadiah ini karena memiliki sejarah dan ceritanya tersendiri. Sebagai penggemar, Alseenio sangat menyukainya.
Sehabis pertemuan ini, mereka semua berpisah dan pulang ke tempat tinggal masing-masing.
Alseenio dan Fara kembali ke hotel, Sugi dan Pacarnya sudah menunggu mereka di hotel sedari tadi.
Sugi tidak diajak oleh Alseenio karena Sugi memiliki urusan yang berkaitan dengannya dan itu cukup penting.
Kembali ke kamar hotel, Alseenio berdiri di balkon sambil menikmati udara segar di malam hari.
Saat ini, dia teringat bahwa dirinya belum mengonfirmasikan tentang penyelesaian tugasnya.
[Ding! Misi menjadi Aktor dalam satu bulan terselesaikan dan dapatkan hadiah +500 Penampilan, +500 fisik, 15% Saham Wolf Disnot Company, dan 15% Saham Wenner Bloss Discovery.]
Gelombang energi besar meledak di dalam tubuh Alseenio, mengalir ke segala penjuru tubuhnya.
Aliran energi ini memberikan efek hangat dan nyaman seolah dirinya sedang dipijat dan belai oleh banyaknya bidadari.
Alseenio tak bergerak selama proses ini, dan berdiri di balkon sembari memejamkan matanya.
Tak lama berselang, Alseenio merasakan tubuhnya jauh lebih kuat dari sebelumnya.
"Sistem, apakah kamu bercanda memberi dua hadiah saham ini?"
__ADS_1