SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 91: Ganti Server


__ADS_3

Seorang pria yang memakai topeng karakter yang seram, tampak seperti topeng jenis hantu yang pernah viral beberapa tahun yang lalu, yaitu Mumu.


“Hei, kenapa kamu memakai topeng itu?“ Alseenio mengatakan sebuah kalimat pertanyaan dengan menggunakan bahasa Jepang.


Ketika Orang bertopeng ini mendengar ucapan Alseenio yang memakai bahasa Jepang, ia terkejut hingga mendekatkan wajahnya ke kamera.


“Kamu bisa bahasa Jepang?!“


Alseenio mengangguk. “Aku bisa bahasa Jepang, tetapi tidak begitu lihai seperti orang Jepang asli.“


“Menurutku, kamu sudah cukup bagus intonasi dan pengucapan katanya, terlebih kamu terlihat seperti orang yang bukan dari negara Asia.“ Orang bertopeng itu memberi jempol tangan kepada Alseenio menunjukkan apresiasi terhadap kemampuan bahasa Jepang yang Alseenio kuasai.


“Kamu salah menebak asal negaraku. Aku berasal dari negara yang ada di Asia Tenggara.“


Wajar saja, apabila ada orang yang menyangka Alseenio bukan berasal dari Asia. Memang benar wajah Alseenio tidak seperti wajah orang Asia pada umumnya, wajahnya seperti gabungan dari parameter pria tampan dari seluruh dunia.


Semua orang dari berbagai negara, ras, dan suku akan melihat Alseenio itu tampan, wajahnya bisa dibilang tampan jenis universal.


“Benarkah?!“ Orang bertopeng ini melepas topengnya dan menatap wajah Alseenio yang tercetak di layar komputernya dengan lekat. “Dari negara apa? Pastinya bukan Jepang, kan?“


“Iya, aku dari Indonesia, kamu tahu negara itu?“ Alseenio memiringkan kepalanya ketika bertanya.


“Indonesia?“ Pria tersebut merenung dan mengingat nama negara Indonesia di kepalanya. “Japarta, Japarta ada di Indonesia, ya?“


“Jakarta maksudmu?“


“Benar, maksudku Jakarta!“


Alseenio mengangguk tegas. “Jakarta adalah ibu kota Indonesia, berarti kamu tahu negara Indonesia “


“Cuma tahu nama Jakharta saja, hehe.“


Pria Jepang ini menggosok kepalanya terlihat canggung.


“Omong-omong, kamu ….“


“…”


Alseenio mengobrol dengan asyik bersama pria random yang berasal dari Jepang, selama 20 menit mereka berdua membahas sesuatu yang tidak begitu penting, tetapi mereka tertawa akan hal yang dibicarakan.


Sampai akhirnya Pria dari Jepang itu tiba-tiba terputus koneksinya dengan Alseenio karena jaringan internet yang tidak stabil.


Tampaknya server OkeTV belum optimal sekali, sebab masih ada lagging meskipun jaringan internet sangat kencang.


“Sayang sekali, baru saja bertemu teman yang satu frekuensi, tiba-tiba gambarnya seperti patah-patah dan akhirnya terputus begitu saja.“ Alseenio menggelengkan kepalanya ke arah kamera dan menghembuskan napas kecewa.


Setelah itu, Alseenio menekan tombol mulai kembali, setiap ia selesai terhubung dengan orang, ia langsung menekan tombol berhenti, bisa saja ia menekan tombol selanjutnya, tetapi Alseenio takut sesuatu kejadian yang pertama kali bermain OkeTV terjadi lagi.


Namun, setelah sekian kali ia menekan tombol mulai, Alseenio sama sekali tidak menemukan orang Jepang. Hanya ada orang Indonesia yang memakai VPN server Jepang, terlebih orang-orangnya hampir semuanya pria.


Kesal dengan ini, Alseenio akhirnya ikut memakai metode VPN ia bukan memakai server Indonesia melainkan Korea.


Alhasil, ketika Alseenio mengubah server asalnya dan server yang ingin terhubung ia akhirnya menemukan seorang wanita dalam satu kali percobaan.

__ADS_1


Server yang Alseenio tuju adalah server Rusia. Mendengar banyak sekali laporan bahwa wanita Indonesia lebih banyak yang cantik dari wanita dari Rusia, ia menjadi penasaran dan ingin membuktikannya secara langsung.


Benar saja, saat ini ia bertemu dengan 2 wanita dari Rusia, tetapi … Alseenio rasa ini bukan wanita dewasa, melainkan wanita kecil alias gadis kecil.


“Privet!“


“Aaa! Ty krasivy!“


Kedua gadis remaja ini menyapa Alseenio dengan kata yang berbeda, satu gadis menyapa Alseenio, satunya lagi memuji Alseenio.


Namun, mereka berdua terlihat malu ketika melihat wajah Alseenio. Pipinya yang putih kelihatan merah dengan gelagat tubuhnya yang malu-malu.


Alseenio tidak mengerti bahasa Rusia, hanya satu kata yang ia mengerti, yaitu Privet atau Privyet yang artinya halo.


“Apa kalian bisa bahasa Inggris?“ Alseenio bertanya dalam bahasa Inggris kepada mereka berdua.


“Sedikit,” Salah satu gadis kecil berambut pirang pendek sebahu ini menjawab dengan tatapan yang terlihat sangat senang.


Kedua wajah gadis ini tampak cantik, mungkin mencapai 80 poin ke atas. Sayangnya, mereka masih bisa dilihat sebagai anak kecil, Alseenio menduga mereka masih di bawah umur, kira-kira 16 tahun.


Untuk memastikan, Alseenio bertanya kepada mereka, “Berapa umur kalian berdua?“


“Aku atau dia?“ Gadis berambut pendek ini menunjuk ke dirinya sendiri dan ke temennya.


Temannya berambut panjang lebih dari sebahu dan berwarna cokelat.


“Kalian berdua.“


“Umm … aku tiga belas tahun.“ Gadis rambut cokelat menutup wajahnya saat berbicara.


Tubuh Alseenio tersentak dan menatap layar komputer dengan bingung.


“Anu, sepertinya aku harus pergi, selamat tinggal!“


Alseenio dengan cepat menekan tombol selanjutnya untuk menghindari sesuatu yang berbahaya.


Ia takut Efbiai datang ke rumahnya.


“Mengapa orang luar negeri yang masih kecil, penampilannya tidak sesuai dengan umur? Apa karena memang gennya cepat tua? Kalau kalian tahu, kalian boleh komentar di bawah, nanti aku baca.“


Setelah berinteraksi dengan kamera, Alseenio melanjutkan penjelajahannya di dunia OkeTV yang seram dan misterius.


Layar komputer berubah lagi setelah menakan tombol mulai, dan memuncul gambar seorang wanita berambut hitam panjang yang tergerai sedang duduk dan arah kamera terlihat dari arah bawah, kelihatannya kamera wanita ini ditaruh di atas kasur dan wanita tersebut duduk di atas kasur juga.


Tepat ketika Alseenio ingin menyapa, wanita ini teriak sesaat sebelum ia refleks cepat menutup mulutnya.


“Are you real?“ Wanita itu bertanya dengan tatapan yang tidak percaya.


Alseenio mengangguk cepat seraya menjawab, “Yes, i'm real.“


“Aaa!“


Wanita itu berteriak secara terang-terangan tanpa ditutup mulutnya, kemudian ia mengambil ponsel lainnya dan mengarahkan kamera ke Alseenio. “Boleh aku merekam kamu untuk memberi tahu ke teman-temanku?“

__ADS_1


“Ya, silakan saja.“ Alseenio mengangguk tanpa keberatan.


“Kami benar-benar tampan, bahkan temanku saja tidak ada yang setampan kamu!“ Sambil merekam, wanita itu memuji Alseenio.


“Terima kasih, kamu juga cantik.“ Alseenio tersenyum tulus dan membalas pujian wanita itu.


Wanita yang terhubung dengan Alseenio memamg cantik, mungkin lebih dari 80 poin penampilan, padahal wanita ini hanya memakan kaos putih polos yang berukuran lebih besar ketimbang badannya.


Wajah wanita itu memerah, kemudian ia menyelipkan rambutnya ke telinga, “Terima kasih~”


“Sudah selesai?“


“Sudah.“ Wanita ini menyimpan kembali ponselnya setelah merekam Alseenio yang ada di dalam layar ponselnya. “Kamu orang mana? Apakah Korea? Soalnya aku bertemu kamu di server Korea Selatan.“


“Aku pakai VPN. Aku sebenarnya orang Indonesia, kamu tahu?“


“Sungguh?“ Wanita ini mendekati wajahnya ke depan kamera untuk melihat Alseenio dengan jelas.


“Jujur, aku belum bertemu dengan orang Indonesia setampan kamu! Bahkan pria dari negaraku tidak ada yang tampannya melebihi kamu!“


“Benarkah?“ Alseenio menaikkan alis kanannya dan bertanya.


“Benar, aku tidak berbohong.“


“Memangnya, kamu dari negara apa? Rusia, bukan?'


“Iya, aku dari Rusia.“ Wanita itu mengangguk. “Tunggu, kamu tidak memakai filter, kan?'


“Tidak, memangnya kenapa?“


“Aku skeptis bisa bertemu pria setampan kamu.“


Melihat wanita ini yang merasa ragu dengan wajahnya, Alseenio mencoba meyakinkan dia. “Perhatikan baik-baik! Aku akan mencoba filter kecantikan.“


“Oke.“ Wanita itu langsung fokus menatap wajah Alseenio dan terus mengamati perubah penampilan Alseenio.


Namun, ketika Alseenio mengaktifkan mode kecantikan, itu tidak terlihat perubahan sama sekali, filter kamera seakan tidak berguna dihadapkan di depan wajah Alseenio.


“Bagaimana? Ada perubahan?“ Alseenio bertanya setelah mengubah filter kecantikan kembali normal lagi.


“Eh? Kamu sudah mengaktifkan filter kecantikan tadi?“ Wanita itu tidak sadar saat Alseenio mengotak-atik kamera, sebab tidak ada perubahan sedikit pun pada wajah Alseenio.


“Sudah, apa kamu tidak melihat perbedaan suasana kameranya?“


“Umm, ya. Namun, aku sama sekali tidak melihat ada perubahan dari wajahmu.“


“Itu artinya wajahku memang asli tanpa filter.“


“Aku kurang percaya, apa kamu ada Instagrem atau Tiktod?“ Wanita ini masih belum yakin dan sekarang menanyakan tentang media sosial Alseenio.


“Ya, aku akan memberikan nama akun Instagrem di kolom pesan.“


“Oke, aku tunggu.“

__ADS_1


__ADS_2