
Setelah mematikan panggilan, Alseenio berjalan keluar dari kamar dan pergi ke depan pintu kamar Fara.
Di pagi hari ini, di jam 8 pagi, Alseenio telah melakukan banyak hal, seperti mandi, makan pagi atau sarapan, olahraga setengah jam, dan berbincang bersama Gondals yang terlihat sangat senang.
Sekarang dia sudah mengenakan pakaian yang cukup rapi, berupa kemeja hitam dengan kancing atas dilepas dan lengan panjangnya digulung. Tampak sederhana dan juga elegan.
Terlebih yang memakai pakaian tersebut adalah Alseenio yang tampan, makin keren dan indah.
Bukan pakaian yang dibutuhkan oleh Alseenio, melainkan pakaian yang membutuhkan Alseenio untuk terlihat bagus.
Tidak lama setelah dia mengetuk pintu, seorang wanita cantik keluar dari kamar dengan mengenakan baju oversize yang imut.
Tidak lain adalah Fara, calon istri Alseenio yang nanti akan dia nikahi. Setelah keluar dari kamar, dia langsung memeluk Alseenio dan menciumi lehernya penuh kasih sayang.
Tentunya tak sampai memberi noda merah di leher Alseenio. Dia hanya mencium lembut melampiaskan kasih sayangnya.
Agak aneh, tetapi keduanya memang aneh.
Cara mereka dalam menunjukkan rasa sayang satu sama lain berbeda dengan yang lainnya dan cukup panas.
Setelah itu, keduanya pergi ke lantai bawah untuk memeriksa pekerjaan asisten rumah tangga.
Saat mereka turun dan melewati ruang tamu dan ruang keluarga, mereka melihat Bella dan Ibu Fara sedang asyik mengobrol tentang sesuatu.
Alseenio dan Fara sempat ikut mengobrol sesaat lalu pergi ke tujuannya.
Performa para asisten rumah tangga ini sangat bagus, dengan gerakan mereka yang lihai dan cekatan membuat pekerjaan dalam membuat banyak masakan selesai dalam waktu yang tidak lama.
Setelah itu, Alseenio dan Fara pergi area taman rumah menyapa para Burung-burung Huia yang bahagia dengan rumah barunya.
Untuk kenyamanan mereka, Alseenio sudah membuat 2 pohon tambahan agar taman lebih rindang, juga supaya Burung-burung ini punya tempat lain untuk dihinggapi dan tak bosan.
Rencananya, Alseenio akan membuat taman lain lagi setelah dia pikir-pikir sekali lagi.
Jadi, taman di rumah ini tidak ada ada satu, ada lebih dari 3 taman dengan pohon-pohon yang tinggi di beberapa sudut halaman rumah ini yang luas.
Tujuannya supaya Burung-burung Huia tidak bosan dan stress.
Jelas, rencana ini harus dibicarakan lagi dengan Sugi dan temannya yang ahli dalam bidang binatang unggas.
Seharusnya, teman Sugi tahu lingkungan seperti apa yang tepat untuk burung ini.
Dengan begitu, Alseenio akan melaksanakan rencana atas dasar pendapat teman Sugi dan membuat lingkungan yang nyaman bagi Burung Huia.
__ADS_1
Pada saat ini, Alseenio sedang berbaring di atas kursi panjang taman yang sudah lama disiapkan dengan kepalanya di atas pangkuan Fara.
Perasaan nyaman dan tenang dapat dirasakan oleh Alseenio saat terbaring dengan kepalanya di atas bantal alami Fara.
Sayangnya, Alseenio di posisi ini tak bisa melihat ke atas untuk menikmati pemandangan pepohonan taman lantaran ada 2 gunung yang menghalangi pandangannya saking besar ukuran gunung tersebut.
Saat Alseenio coba pindahkan, gunung tersebut bergetar hebat dengan kekenyalan yang luar biasa dan juga mengeluarkan bunyi yang enak didengar.
"Sayang, jangan jahil seperti itu."
Suara wanita tiba-tiba terdengar dengan nada yang sedikit kesal.
Itu adalah suara ketika Alseenio bermain-main dengan gunung besar dan kenyal tersebut. Alseenio sangat menyukai gunung-gunung besar yang menghalangi pandangannya.
Tanpa menghiraukan suara yang muncul tadi, Alseenio mengarahkan kedua tangannya ke kedua gunung dan mencoba untuk menggoyangkannya secara brutal.
"Umm, sayang~"
Mendengar suara lembut yang menggoda di telinganya, Alseenio segera memberhentikan tangannya dan melepaskan gunung-gunung tersebut dari jari-jarinya.
Tampaknya Alseenio sudah berlebihan.
Tepat ketika Alseenio hendak bangun, Fara menahan kepalanya menggunakan bola-bola besar yang tidak bukan adalah dua gunung yang menghalangi wajahnya.
Namun, bola-bola besar itu tidak bisa menahan Alseenio lebih lama karena tubuh Fara digendong oleh Alseenio dan dibawa ke dalam rumah.
Alseenio melangkahkan kakinya di dalam rumah, melewati ruang keluarga di mana Bella dan Ibu Fara masih asyik mengobrol dan terus berjalan menaiki tangga hingga mereka tiba di ruang kerja Alseenio.
Di sana mereka berdua melakukan kegiatan yang hampir setiap hari dilakukan, yaitu bermain bola.
Tak heran jika ukuran bola Fara sedikit terlihat lebih besar meski sudah disamarkan dengan pakaian oversize.
Tepat ketika mereka sedang asyik bermesraan, ponsel Alseenio berbunyi di dalam saku celananya dan terpaksa menghentikan kegiatan mereka.
"Halo, kalian sudah sampai?"
"Oke, tunggu di sana."
Tut-tut!
Alseenio menyimpan kembali ponselnya di saku celana dan berdiri merapikan pakaiannya.
Fara sempat mendengar obrolan Alseenio di telepon, itu berasal dari Bang Windi yang mengabari mereka berdua bahwa dia dan teman-temannya sudah sampai di depan gerbang.
__ADS_1
Setelah dirasa rapi, Alseenio dan Fara bergegas keluar rumah untuk menyambut kedatangan mereka semua.
Ada hal yang spesial dari kedatangan Bang Windi karena beberapa anggota dari girl band JYKT 69 datang bersama mereka ke rumah Alseenio.
Setibanya di teras rumah yang luas, Alseenio meminta satpam membukakan pintu gerbang untuk mereka semua.
Berikutnya, lebih dari 6 mobil masuk ke dalam rumah dan berhenti di lahan kosong halaman depan rumah Alseenio.
Satu per satu orang-orang yang ada di dalam mobil keluar dan menemui Alseenio.
Alseenio dan Fara menyambut mereka dengan senyuman.
Orang pertama yang keluar adalah para wanita anggota tim Jaya Exford, mereka berpelukan dengan Fara melepas kerinduan karena sudah lama tidak bertemu.
"Fara, kamu makin cantik saja!"
"Aa! Sahabatku tidak berubah, masih cantik seperti dahulu!"
"..."
Para wanita memang heboh ketika bertemu dengan sahabat atau teman lamanya. Tidak lupa untuk melakukan ritual cipika-cipiki saat pertemuan berlangsung.
Setelah berpelukan dengan Fara, wanita-wanita ini tidak melanjutkan kegiatan pelukannya kepada Alseenio yang sedari tadi berdiri di samping Fara.
Mereka menjadi terlihat pendiam dan elegan saat berinteraksi dengan Alseenio, memperlihatkan sosok tercantik mereka, tetapi tetap seperti seorang teman yang saling bertemu.
Setelahnya, Bang Windi dan pria-pria lainnya keluar dari mobil, di belakang mereka terlihat ada gerombolan wanita sekitar 7 orang wanita.
Para pria bersalaman kepada Alseenio terlebih dahulu dengan canda dan tawa, kemudian mereka memperkenalkan Alseenio kepada gerombolan wanita cantik di belakangnya.
"Ini Alseenio, orang yang ingin kalian temui," ujar Bang Windi dengan senyuman.
Pandangan mata wanita-wanita bergerak ke sosok Alseenio yang berdiri di dekat Fara, rona merah berangsur-angsur muncul saat memandang Alseenio.
Mereka tidak lama melirik Alseenio dan mereka langsung berkenalan dengan Fara terlebih dahulu.
Dalam sekejap, mereka tampak akrab seolah seorang teman lama yang baru bertemu lagi setelah bertahun-tahun terpisah.
Dilanjutkan dengan berkenalan dengan Alseenio, mereka cukup kikuk ketika melakukan perkenalan dengan Alseenio.
Setelah penyambutan singkat, mereka semua dibawa oleh Alseenio ke dalam rumah untuk langsung bertemu Bella yang adalah tujuan mereka datang ke sini.
"Kalian?!"
__ADS_1