
“Annyeong haseyo, Oppa!“ Kedua wanita itu menyapa Alseenio dengan kilatan mata berwarna hijau.
Alseenio merupakan pria paling tampan yang ditemui oleh mereka di OkeTV, terlihat seperti orang Korea secara sekilas.
Dengan gegas mereka mengambil ponsel dan mengambil gambar Alseenio di layar komputernya.
“Apa kalian bisa bahasa Inggris?“ tanya Alseenio sambil mengambil camilan brownies yang dibuat khusus oleh Fara.
Ternyata Fara bisa memasak kue, bisa karena dapat ilmu dari ibunya.
Kedua wanita berambut sebahu ini mengangguk dan menjawab dalam bahasa Inggris, “Tentu, tetapi tidak terlalu bagus.“
“Tidak apa-apa, hitung-hitung sambil belajar.“
“Benar, kami berdua bermain OkeTV untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris kami.“
Kebanyakan orang yang bermain aplikasi sosial ini memiliki tujuan untuk melatih kemampuan berbahasanya, juga menambah teman.
“Oppa, apa kamu orang Korea juga seperti kami?“
“Bukan, kalian salah.“ Alseenio menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
“Bukan? Padahal wajahmu sangat tampan dan mirip pria tampan di Korea Selatan, kamu tahu PTS, Kurasa kamu lebih tampan dari Y anggota boyband tertampan di PTS.“
“Benar! Aku juga belum pernah menemui pria tampan yang setara denganmu, di sini maupun secara langsung.“
Penglihatan mereka sangat baik, memang benar bahwa visual Alseenio sangat tampan, melebihi banyak anggota Boyband di Korea yang sangat terkenal sekalipun.
Mereka tidak berbohong, melainkan realistis dan jujur.
“Nio, minum ini.“
Tepat ketika Alseenio ingin menjawab, tiba-tiba Fara menyeka bibir Alseenio yang kotor karena remahan brownies dan menyerahkan segelas air minum.
Suara Fara yang lembut dan jari-jemari serta tangan Fara yang cantik ditunjukkan pada kedua wanita ini.
“Baik,” Alseenio menjawab dan langsung menyesap segelas air putih.
Fara mengambil gelas kaca kosong itu dan mengisi ulang di dispenser air minum yang ada di dalam ruang studio.
Wajah kedua wanita yang ada di OkeTV langsung tercengang, mereka terkejut tiba-tiba ada wanita di sekitar pria tampan ini.
Di detik berikutnya, hati mereka seperti retak dan remuk, mereka kira akan ada kesempatan untuk dekat dan menjadi pasangan pria tampan satu ini, harapan mereka langsung pupus begitu berpikiran seperti itu.
Namun, mereka juga tersadar ketika Fara menyebut nama Alseenio, tampaknya mereka mengetahui sesuatu.
“Nio, apakah namamu Nio?!“ Salah satu dari kedua wanita ini bertanya dengan mimik wajah yang tercengang.
“Ya,” Alseenio mengelap tangannya yang kotor dengan lap.
__ADS_1
“Alseenio, kan? Itu kamu?!“
“Benar, kalian kenal aku?“
“Kami tahu kamu! Bukannya kamu itu sedang terkenal dan dibicarakn oleh para Kpopers? Apa kamu tidak tahu?“
Alseenio menurunkan alisnya, wajah terheran karena baru mendengar berita tentang ini. “Apa kalian bisa memberi tahu hal itu?“
“Ya, tentu saja. Begini ….“
Secara jelas dan padat, mereka memberi tahu tentang Alseenio yang ternyata terkenal di kalangan para penggemar artis korea.
Terkenal dan menjadi bahan perbincangan karena Alseenio mengabaikan undangan dari beberapa agensi K-Pop raksasa di Korea Selatan.
Begitu mendengar ini, Alseenio terkejut, ia sendiri bahkan tidak mengetahui perihal ini.
Kemudian ia dengan cepat membuka pesan di Instagrem yang terdapat jutaan pesan dari para penggemarnya untuk diperiksa.
Akun Instagremnya hampir menyentuh 15 juta pengikut, tidak heran ada beberapa orang di luar negeri tahu Alseenio.
Di setiap unggahannya yang ada di Instagrem memang terdapat banyak komentar yang berbahasa Inggris dan berbahasa yang lain.
Sambil mereka menjelaskan, Alseenio mencari pesan undangan dari beberapa agensi yang disebut oleh dua wanita ini.
Tak lama kemudian, Alseenio menemukan beberapa undangan tersebut dan itu dikirim oleh akun resmi dari agensi-agensi terbesar di Korea Selatan.
Tidak hanya di Instagrem, di akun Tiktod miliknya yang sudah mencapai 16 juta pengikut pun ada undangan yang sama, ketika Alseenio periksa semuanya itu memang resmi undangan dari mereka.
Melihat ini, Alseenio teringat dengan perkataan Niara waktu itu.
“Mereka sangat menyukaimu, bahkan banyak penggemar K-Pop yang mendesak agensi ini untuk merekrutmu. Aku dan dia sebagai penggemar pun setuju dengan hal itu, hehe.“
Kedua wanita ini pun setuju apabila Alseenio bergabung dengan salah satu agensi K-Pop di sana.
Akan tetapi … Alseenio berpikir untuk apa, kalau meraih uang, ia sudah punya banyak uang, popularitas pun sama, bahkan Alseenio dengan mudahnya mencapai itu semua.
Jadi, untuk apa ia bergabung dengan mereka, mengingat menjadi idola itu terlalu ketat dan hidup sangat dijaga, terasa sangat tidak bebas, bahkan sulit untuk bertemu keluarga.
Alseenio sudah pasti menolak undangan agensi-agensi ini.
Mungkin kalau diundang menjadi pemilik saham dari agensi tersebut, Alseenio pasti mau.
“Terima kasih atas informasinya, tetapi aku sepertinya tidak akan bergabung kepada agensi-agensi itu, dan juga belum ingin meluncur ke dunia industri hiburan, seperti K-Pop dan semacamnya.“
Mendengar ini, kedua wanita tersebut tampak kecewa, mereka sudah sangat senang bisa mengabari hal ini, dan berharap Alseenio mempertimbangkan keputusan untuk menerima.
Sayangnya, Alseenio menolak, tetapi itu tidak menjadi masalah, asalkan Alseenio tidak berhenti memperbarui unggahannya di media sosial, sebab wajah Alseenio merupakan asupan untuk mata mereka.
Setelah mengobrol beberapa hal lain, wanita ini bertanya tentang wanita yang sempat muncul di kamera.
__ADS_1
Alseenio menoleh ke Fara dan tersenyum seakan-akan memberi kode.
Melihat Alseenio yang menatapnya, Fara membalas tersenyum dan menjawab makna dari senyuman Alseenio.
“Dia itu asistenku, bisa kalian lihat sendiri tadi, dia yang membantu kehidupan sehari-hariku,” Alseenio menjawab sambil tersenyum.
“Apakah masih ada lowongan? Aku juga ingin menjadi asisten pribadimu, bahkan menjadi asisten pribadi yang melakukan 'itu'.“
“Maaf, cuma ada satu kuota untuk menjadi asistenku,“ Alseenio dengan sopan menjawab.
“Umm, baiklah, tidak mengapa.“ Mereka berdua tidak sungguhan mengucapkan kalimat tadi, jadi mereka tidak begitu kecewa.
Setelah itu, Alseenio yang ditemani dan diawasi Fara terus berbincang dengan kedua wanita ini sampai akhirnya, mereka berpamitan dan Alseenio bertemu dengan orang lain di server yang sama.
Selain kedua wanita itu, tidak ada yang tahu dan kenal Alseenio, tetapi mereka tetap menganggap pria tampan dan jarang sekali dilewati oleh orang-orang, bahkan mereka memibta foto bersama dan izin mereka video keduanya bertemu di OkeTV.
Tidak terasa, 2 hari berlalu, hari ini adalah hari terakhir Alseenio bermain OkeTV, besok di sore hari misinya resmi selesai.
Namun, sekarang Alseenio bisa bersantai dan libur membuat konten video OkeTV, ia sudah menimbun beberapa video untuk diunggah hari ini.
Selama 6 hari menjalankan misi OkeTV, Alseenio sudah mengunggah 26 video dan semuanya masuk trending di Yitub, videonya selalu tembus 5 juta penonton, terdapat 11 video yang tembus 10 juta dan 20 juta Penonton, sangat luar biasa dan menakjubkan.
Sudah aman, Alseenio berharap hadiah misi spesial satu ini akan lebih luar biasa dari yang sebelumnya.
“Sayang! Ayo kita jalan-jalan!“ Fara turun dari tangga dan berlari menuju Alseenio yang sedang menunggu di sofa ruang keluarga.
Bajunya dengan gaya santai yang terdiri dari baju oversize atau ukuran besar dan celana kulot cokelat tampak cantik dan menawan.
Alseenio sengaja menyuruh Fara untuk memakai baju yang besar, itu dikarenakan bola besar Fara akan terlalu menonjol bila mengenakan baju biasa atau yang pas pada tubuhnya, Alseenio diberitahukan oleh Fara bahwa ukuran Bolanya lebih dari 40 D, mungkin ukuran E atau F.
Informasi ini sangat mengejutkan bagi Alseenio, tidak terbayangkan jika bola sebesar itu menampar wajahnya.
Hari ini mereka ada acara, yaitu jalan-jalan di Mall, mereka bosan menghabiskan waktu di rumah kalaupun keluar, Alseenio saja yang keluar untuk membuat konten Motovlog.
Melihat Fara yang selesai bersiap-siap dan berlari ke arahnya, Alseenio bangkit dari sofa, dan langsung memeluknya.
Fara langsung menggosok pipinya ke pipi Alseenio dan mencium bibir Alseenio sekilas.
“Kamu udah siap?“ Alseenio menurunkan Fara dan bertanya.
“Sudah, ayo kita berangkat sekarang!“
“Ayo!“
Mereka bergandengan tangan dan keluar dari mansion, di lantai pertama memang jarang ada orang, sesekali pembantu membersihkan lantai pertama, tetapi Bella dan orang tua Fara jarang ke sini, mungkin di malam hari saja ketika sedang berkumpul bersama.
Siang hari seperti ini mereka sibuk dengan urusannya masing-masing, terlebih Gondals yang sudah pergi ke perusahaan dari pagi hari.
Vroom!
__ADS_1
Raungan mobil hypercar berbunyi dan Gemera melesat membelah jalan setelah keluar dari pagar mansion.