SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 109: Kebahagiaan Datang


__ADS_3

“Ryan!“ Ayah Ryan terkejut marah dan hendak berdiri, tetapi dengan cepat ditahan oleh istrinya.


Mereka semua terkejut begitu mendengar persyaratan yang dilemparkan oleh Ryan.


Namun, pihak keluarga Niara langsung tersenyum setelahnya. Tampak ada yang salah dengan keluarga Niara.


“Lukas,” panggil Ayah Niara.


Mendengar Ayah Niara memanggilnya, Ayah Ryan segera meminta maaf, “Maaf, Ghani. Anakku memang aneh sejak kecil—”


“Tidak, kami setuju dengan persyaratannya,” potong Ayah Niara sambil tersenyum.


Mendengar ucapan Ayah Niara, tubuh Ayah Ryan tertegun sesaat, dan memandang Ayah Niara dengan bingung.


“Hahaha, tidak perlu terkejut seperti itu, Teman. Sebenarnya, kami tidak menjodohkan anakmu dengan adik dari istriku, dia sudah memiliki calon.“


“Eh?“ Orang tua Ryan terkejut mendengar pernyataan Ayah Niara.


Sambil melihat Ayah dan Ibu Niara, Ayah Ryan berkata, “Jadi, anakmu yang ingin kamu jodohkan dengan anakku?“


“Benar, Lukas.“ Ibu Niara mengangguk lembut.


Sementara itu, Ryan melirik Niara dengan ekspresi yang tidak percaya. Saat ini, Ryan merasa sangat terkejut lantaran selama seminggu ini Ryan memikirkan setiap harinya tentang pilihannya dan konsekuensi dari pilihan persyaratan yang ia ungkapkan tadi.


Ia sama sekali tidak menduga dari awal orang tua dari Niara menjodohkannya dengan Niara.


Seminggu yang lalu adalah sebuah prank? Atau kejahilan kecil?


Di sisi lain, Niara pun tidak tahu akan kebenaran tentang perjodohan ini, ia kira Tante Tia benar-benar ingin dijodohkan dengan Ryan.


Hampir 3 malam ia menangis usai berkunjung dari tempat tinggal Ryan. Niara memikirkan tentang Ryan, pikirannya tentang Alseenio perlahan menghilang, hanya ada Ryan di benaknya.


Saat ada waktu kosong, ingatan masa kecil tentang dirinya dielus-elus oleh Ryan diputar sendirinya, itu teringat dan terngiang-ngiang.


Otaknya memilih untuk Alseenio menjadi pasangannya, tetapi hati berkata sebaliknya. Hatinya dan tubuhnya lebih memilih Ryan sebagai calon suaminya.


Sentuhan masa kecil masih berbekas, sesuatu yang hilang kembali ditemukan, sesuatu yang ia cari akhirnya datang, semua itu terjadi saat ia disentuh oleh Ryan di mobil.


Sebuah kerinduan kecil masa lalu yang hampir menghilang dibangkitkan kembali, tetapi langsung dihapuskan oleh perjodohan ini.


Akan tetapi, setelah 3 hari ia bersedih, tantenya datang menemuinya dan memberi tahu bahwa perjodohan ini bukan perjodohannya, ini adalah perjodohan Niara dengan Ryan.


Kabar ini bagaikan orang lapar diberi makanan lezat, tentunya Niara tidak percaya apa yang dikatakan oleh Tante Tia, ketika diberitahukan langsung oleh orang tuanya, Niara percaya.


Beberapa kali ia menanyakan tentang perjodohan ini untuk memastikan, Niara sendiri masih terkejut.

__ADS_1


Sampai hari ini, ia sudah membulatkan keputusan untuk menerima perjodohan ini, hatinya sudah menerima dengan lapang.


Seputar Alseenio, Niara sudah membuang perasaannya dan menganggap Alseenio sebagai teman.


Pada dasarnya, ini adalah kesalahannya sendiri, sebab hal yang membuatnya kecewa ialah harapannya sendiri, bukan dari Alseenio.


Ia salah telah berharap, dia tersadar bahwa dirinya sendiri tidak bisa memaksakan kehendak seseorang untuk mencintainya, sama sekali tidak mempunyai hak.


Dari awal memang salah, salah karena sudah berharap dan berekspektasi pada seseorang. Padahal orang yang disukai tidak tahu tentang perasaannya bahkan keinginannya, bisa jadi orang itu menganggapnya biasa saja, atau bukan siapa-siapa.


Hanya dirinya yang terlalu percaya diri.


“Bagaimana, Ryan? Kamu setuju dengan perjodohan ini?“ Ayah Ryan bertanya pada Ryan.


Sudut mulut Ryan melengkung dan ia mengangguk tanpa ada keraguan, “Aku setuju dengan perjodohannya.“


Saat berikutnya, kedua orang tua Niara dan Ryan tersenyum dan bertepuk tangan, mereka sangat bahagia sekarang.


Setelah itu, mereka berunding membahas mengenai pertunangan dan pernikahan terlebih dahulu. Hasil perundingan adalah akan diadakan pertunangannya 3 hari kemudian dari sekarang, pernikahan akan diadakan 1 atau 2 tahun berikutnya setelah Niara selesai kuliah.


Acara pertunangan akan diadakan di sebuah gedung di Bandung, tidak jauh dari rumah keluarga Niara.


Ryan dan Niara sepakat untuk acaranya tidak terlalu mewah, cukup sederhana saja, terpenting adalah mereka bisa berhasil bertunangan.


“Senang berbisnis dengan Anda, Tuan Ghani.“


Ayah Ryan dan Ayah Niara saling berjabat tangan, mereka sepakat dengan perjodohan dan perjanjian yang sudah dibahas tadi.


Terlihat jelas sekali mereka berdua puas dengan perjodohan, senyum di wajah mereka yang keriput menjadi bukti dari peristiwa kebahagiaan ini.


Mendengar kesepakatan ini, Ryan dan Niara saling bertatapan dengan senyuman di masing-masing wajah mereka, keduanya bahagia dan gembira.


Pada saat yang bersamaan, Alseenio dan Fara telah sampai di apartemen Bang Windi, atau apartemennya.


Di apartemen, Alseenio, Fara, dan beberapa anggota tim Jaya Exford sedang berkumpul dan berbincang-bincang dengan santai.


Namun, pandangan Bang Windi, Candy, Mac, Rino, Rijal, Kak Gheska, Kak Agnis, dan Pacar Rino tertuju ke wajah Fara yang belum dibuka maskernya.


Mereka sangat terkejut begitu mendengar Fara itu adalah pacar Alseenio, mereka sangka Alseenio akan menjomblo lebih lama dan lebih memilih bermain-main dengan wanita, ternyata salah.


Mengetahui ini, Kak Gheska pun merasa sedikit kecewa, tetapi mau bagaimana lagi, ia tidak menentukan pasangan Alseenio.


Syukurnya Kak Lafhel tidak datang, tak bisa dibayangkan betapa kecewanya Kak Lafhel mengetahui kenyataan yang teramat pahit ini.


Bang Windi juga bilang bahwa fakta ini akan membuat para penggemar marah dan kecewa, tetapi Alseenio tidak memedulikan hal ini, ia yakin penggemarnya akan menerima Fara seiring berjalannya waktu.

__ADS_1


Lagi pula, Alseenio tidak menunjukkan atau memerkan Fara untuk kepentingan pekerjaan seperti Yitub dan yang lain, kecuali memang Fara yang mau.


Jujur saja, Alseenio pun takut Fara diambil orang lain.


“Kalian yakin ingin melihat wajah Fara?“ tanya Alseenio kepada mereka semua.


“Ya, Bang Nio. Aku penasaran.“


“Sama, aku juga.“


“…”


Jaya Exford sudah meminta untuk menunjukkan wajah Fara sedari tadi.


“Sayang, bisa buka maskernya?“


“Tetapi kamu yang lepaskan, ya?“ Fara menoleh dan meminta untuk Alseenio lepaskan maskernya.


Alseenio mengangguk, kemudian ia mengangkat rambut hitam sehat Fara dan melepaskan kaitan tali masker dari telinganya.


Di detik berikutnya, wajah Fara yang cantik sempurna tanpa cacat ditampilkan di depan mata Jaya Exford.


Sebuah sinar cahaya putih ilahi terpancar dari wajah Fara sekilas, membuat mereka semua terpaksa untuk memejamkan matanya untuk sesaat.


“Wow!“


“Cantiknya!!“


Bang Windi, Cendy, dan pria yang lainnya terkesima oleh kecantikan Fara, mereka berseru bersamaan, sedangkan ketiga wanita di sini menutup mulutnya dan menahan teriakan terkejut mereka.


Kemudian wanita-wanita ini membawa Fara ke kamar Kak Agnis. Entah apa yang mereka lakukan.


“Bang Nio, jujur saja, wanitamu sangat cantik, bahkan anggota BelekPink kalau jauh dari kecantikan wanitamu.“


“Aku memaklumi, Fara memang layak menjadi pacarmu, Bang Nio.“


“Gila, sih! Aku baru pertama kali lihat wanita secantik ini!“


Mereka berkomentar dan mengeluarkan tanggapannya kepada Alseenio, mereka sangat terkagum-kagum dengan kecantikan Fara.


Ada niatan untuk bersaing dan mengambil Fara, tetapi mereka sadar diri, dari segi kekayaan, wajah, kekuatan, dan yang lain kalah telah oleh Alseenio.


Tidak ada harapan bagi mereka untuk bisa bersaing.


Setelah itu, mereka mulai menjalankan rencana acara hari ini, hari sudah masuk waktu pertengahan.

__ADS_1


Segera, mereka semua masuk ke ruang studio Bang Windi, ruang kamar pembantu disulap oleh Bang Windi menjadi studionya, ini sudah disetujui oleh Alseenio.


Hari ini mereka akan mengadakan kolaborasi, kolaborasi bermain gim horor.


__ADS_2