SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 187: Berdiskusi Bersama Direktur


__ADS_3

[Dapatkan Uang 5 Miliar Dolar, +10 Fisik, +10 Penampilan, +2% Saham Luis Vuton!]


Mendengar pengingat Sistem yang tiba-tiba muncul di telinganya, senyum simpul muncul di mulut Alseenio.


Misi Sampingan saja sudah memberikan banyak hadiah karena kemampuan buff hadiah misi yang menggandakan hadiah dari Sistem.


Tidak heran jika kekayaannya kian bertambah seolah itu terus meningkat tanpa ada pengurangan.


Sehabis pemberitahuan Sistem berbunyi, ponsel Alseenio yang ada di atas kasur kamar menyala, menampilkan ada seseorang yang menelepon nomornya.


Ketika diangkat, Alseenio mendapatkan kabar atau konfirmasi bahwa sahamnya telah bertambah, CEO Luis Vuton meminta konfirmasi dari Alseenio terhadap apa yang terjadi pada para pemegang saham.


Alseenio yang telah diinformasikan oleh Sistem tentang dari mana asal penambahan sahamnya membeberkan kepada CEO perusahaan, dan itu sesuai dengan informasi dari pihak penjual saham yang bertransaksi dengan Alseenio yang aslinya adalah Sistem.


Selain pengingat Sistem dan CEO Perusahaan Luis Vuton, terdapat notifikasi yang masuk ke ponselnya dan menginformasikan tentang penambahan uang sebesar puluhan triliun secara berturut-turut.


Uang sebanyak itu tidak bisa langsung masuk semuanya, harus secara bertahap dengan rekening yang berbeda.


Entah bagaimana caranya Sistem mengirimkannya uang sebanyak itu, asalnya dari suatu perusahaan yang bahkan Alseenio tidak tahu di mana letaknya.


Setelah itu, Alseenio pergi ke balkon kamar untuk menikmati angin malam yang berhembus cukup menyegarkan.


Memandangi kota di bawah yang penuh oleh lampu neon warna-warni terlihat meriah.


"Berada di puncak kekayaan aku merasa ini hambar dan tidak begitu semangat seperti dahulu. Entah itu mengendarai mobil mewah, sepeda motor mewah, dan memakai banyak barang mahal, tidak sesenang saat dahulu. Aku merasa sangat biasa saja dengan segala sesuatu kemewahan yang ada di dunia ini," gumam Alseenio yang merindukan hidupnya saat dahulu di awal-awal mengenal Sistem. "Jika tidak ada Fara, mungkin aku sudah menghilang dari bulan lalu dan ikut ke dunia baru seperti Super Elite di dunia ini."


Beberapa waktu yang lalu, Alseenio mendapatkan pesan dari seseorang anonim yang tentu tidak dikenal.


Anehnya, pengirim pesan ini tahu nomornya dan itu hanya memberikan pesan ajakan atau undangan atas suatu acara.


Undangan ini sangat aneh dan juga tak masuk akal. Seseorang ini mengajaknya untuk pergi ke dunia baru yang ada di balik kutub.


Tidak tahu apa maksudnya Dunia Baru yang dimaksud oleh orang ini, tetapi yang membuat Alseenio tercengang adalah cara untuk ke Dunia Baru itu.

__ADS_1


Caranya adalah berpura-pura mati atau memalsukan kematian dan meninggalkan segala harta di dunia ini.


Jujur saja, Alseenio cukup tertarik, tetapi Sistem tak mengizinkan dirinya karena Sistem memberi tahu bahwa Dunia Baru yang disebutkan orang itu adalah dimensi lain yang dilarang untuk dimasuki.


Sebuah kenyataan yang sulit dipercaya pada awalnya, tetapi dengan cepat Alseenio percaya karena Sistem yang merupakan entitas yang tidak masuk diakal ini mengonfirmasikan hal tersebut.


Mungkin akan seru untuk pergi ke Dunia Baru tersebut.


Meratapi keindahan kota di malam hari selama satu jam, Alseenio pergi ke dalam kamar dan bersiap untuk tidur.


Jam sudah menunjukkan pukul jam 11 malam, dia harus tidur sekarang.


Saat tidur sempat bermimpi bertemu dengan sosok Dewi Gaia yang memberi tahu tentang sesuatu. Sayangnya, dia tidak mengerti apa yang Dewi Gaia ini katakan kepadanya.


Di pagi hari, Alseenio benar-benar lupa dengan ucapan Dewi Gaia yang ada di dalam mimpinya tadi malam.


Hari ini adalah hari Alseenio bertemu dengan sutradara film yang akan dimainkan olehnya.


Sebuah panggilan telepon Alseenio dapatkan dan itu berasal dari sutradara film yang mengabari tentang janji pertemuan mereka di salah satu hotel terkenal di California.


Homes Sniper merupakan seorang direktur yang akan mengadakan sebuah film pahlawan super yang berdasarkan komik yang telah rilis tahun 90-an.


Sebagai pecinta komik, Alseenio tahu komik apa yang ingin dijadikan film. Namun, saat Homes ini menerangkan tentang plot cerita yang ada di dalam film nanti, Alseenio terdapat ketidaksetujuan pada unsur cerita yang terselip di film tersebut.


Ada perdebatan yang terjadi pada Alseenio dan Homes di hotel, perdebatan dengan otak yang dingin.


Alasan Alseenio tidak setuju adalah film yang ingin dia bintangi mengandung unsur LagiBete atau LagiBatuQ yang sangat Alseenio benci.


Tidakkah sudah dijelaskan dan didemonstrasikan oleh alam bahwa kita sebagai makhluk hidup berpasangan dengan lawan jenisnya. Mengapa komunitas aneh ini melakukan yang di luar nalar dengan alasan cinta yang mereka samakan.


Mendengar penjelasan mereka bahwa sesama jenis merupakan hal yang lazim dan lumrah ingin sekali Alseenio pukul hingga jantung mereka berpindah ke bagian otaknya.


Binatang pun tahu cintanya dan melakukan kopulasi dengan jenis apa, tentu bukan sesama jenis.

__ADS_1


Apakah mereka tidak belajar mata pelajaran Biologi ataupun IPA di sekolah atau universitas mereka?


Dengan demikian, Alseenio sangat tidak mau film ini disusupi oleh unsur penyimpangan yang sangat menyimpang hingga para penganutnya memiliki pemikiran yang di luar otak, lebih tepatnya otaknya keluar dari kepalanya.


Perdebatan panjang Alseenio lakukan dengan Homes yang ternyata pendukung LagiBatuQ, mencoba menyadarinya dengan moral dan sesuatu kalimat yang etis.


Pada dasarnya, pendukung komunitas itu sangat keras, lebih keras dari benda terkeras di Bumi. Maka dari itu, Alseenio mencoba untuk mengubahnya dengan uang.


Alseenio secara resmi menyumbang uang produksi film ini sebesar 1 miliar dolar untuk Homes menghilangkan unsur menjijikkan tersebut.


Dirinya yakin, tanpa ada dukungan dari komunitas rusak itu, film ini akan untung besar.


Homes akhirnya percaya pada Alseenio karena telah terpesona oleh tempramen Alseenio yang luar biasa dan kepintaran Alseenio serta prestasi Alseenio yang memegang saham dari banyak perusahaan besar.


Selain mengikuti Alseenio, Homes tidak bisa melakukan apa pun, terlebih Alseenio sudah menurunkan sejumlah uang yang sangat besar demi proyek film ini.


Sikap Homes yang keras kepala menjadi jauh lebih penurut di hadapan Alseenio.


Ketahuilah, tidak ada manusia yang masih bersikap kuat jika dihadapkan oleh gunung uang atau emas. Mereka akan luluh dan menjadi seorang pemuja harta cepat atau lambat.


Modal 1 Miliar bukanlah jumlah yang besar bagi Alseenio yang punya puluhan miliaran dolar.


"Baik, aku menerimamu kesepakatan ini. Mungkin akan ada rapat lagi besok hari. Jadi, kemungkinan besar pelaksanaan syuting akan dilakukan besok atau lusa," ucap Homes dengan senyuman.


Alseenio mengangguk mengerti dan tidak keberatan. "Baiklah, aku akan menunggu kabar darimu. Ingat tentang poin pertemuan kita kali ini."


"Tentu saja. Terima kasih banyak, Pak Alseenio!"


Setelah obrolan mereka berdua selesai. Alseenio, Fara, dan beberapa orang dari Homes pergi ke restoran untuk makan siang bersama.


Semuanya hampir terfokus pada wajah Alseenio dan Fara yang sangat luar biasa indah. Homes yang melihat Alseenio menjadi yakin dengan ucapan dan visi Alseenio.


Sangat mungkin jika film ini sukses, bisa dilihat pemeran utama film akan dimainkan oleh seorang pria paling tampan di Bumi. Semua akan melihat film karena tertarik dengan satu pria ini.

__ADS_1


Awalnya Homes ingin mengajak Fara bermain film, tetapi Fara tidak mau untuk akting saat ini.


Semua urusan yang ada di hari ini telah selesai, dengan begitu Alseenio dan Fara punya waktu untuk jalan-jalan di tempat yang baru mereka kunjungi.


__ADS_2