SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 201: Kabur dari Para Penggemar


__ADS_3

"Cukup enak, aku suka." Tehyun mengangguk sambil mengigit tempe goreng di tangannya.


Wajahnya terlihat menikmati memakan tempe goreng, memang tidak bisa disanggah bahwa tempe goreng adalah makanan yang enak.


Setelah tempe goreng di tangannya habis, Tehyun mengambil satu potong tempe lagi dan memakannya dengan santai.


Setelah itu, Alseenio memberi saran kepada Tehyun untuk mencicipi beberapa makanan khas Nusantara yang Alseenio sukai, seperti tumis kangkung, rujak cingur, perkedel kentang, soto ayam, dan lainnya.


Di restoran ini cukup komplit menunya, banyak makanan asli Indonesia yang dapat mereka buat.


Tehyun memberi penilaian jujurnya terhadap makan Indonesia, ada beberapa makanan yang kurang dia sukai, tetapi lebih banyak makanan yang dia suka, terlebih tumis kangkung.


Dia sampai meminta kepada Alseenio untuk menambah.


Padahal, Alseenio mengajaknya ke sini hanya untuk mencicipi makanan seperlunya, tidak sebanyak-banyaknya.


Alseenio tidak melarangnya dan membiarkan Tehyun dan yang lainnya makan di sore hari ini.


Sayangnya, ada beberapa makanan yang tak sempat mereka habiskan sehingga Alseenio meminta pelayan untuk membungkusnya.


Pelayan yang datang adalah seorang wanita, saat mengambil makanan yang tersisa, dia tampak sangat malu.


Sebagai orang yang baik dan jantan, Alseenio mengajak wanita itu untuk berfoto bersama dengan dirinya dan Tehyun bertujuan agar wanita tersebut tidak grogi.


Sesuai dengan harapan, pelayan ini tidak grogi dan menjadi sangat bahagia, sampai-sampai dia tak sadar memeluk tubuh Alseenio saat berfoto bersama, sedang Tehyun berdiri dengan senyuman yang tampan.


Namun, rencana Alseenio tidak sebaik itu. Setelah berfoto bersama dengan pelayan, semua pengunjung restoran ikut meminta foto bersama.


Restoran dalam sekejap menjadi ramai dengan suara pengunjung yang cukup keras meminta Alseenio dan Tehyun foto bersama dengan mereka.


Untungnya, Alseenio bisa menangani ini semua.


"Permisi, kita ingin keluar, apakah boleh?" ucap Alseenio membuka maskernya dan menunjukkan senyumannya yang dapat mengambil seluruh hati wanita di alam semesta.


Deg!


Para pengunjung restoran yang ingin meminta foto seketika terdiam tak bergerak memandang Alseenio dengan mata yang berbentuk hati.


Melihat ini, Alseenio segera menyuruh Tehyun dan yang lainnya untuk segera pergi dan masuk ke dalam mobil.


"Ambil saja kembalian, terima kasih!"


Setelah memberi uang makanannya di kasir, Alseenio berlari dengan cepat meninggalkan restoran, disusul oleh rombongan wanita di belakangnya bagaikan serbuan zombie.


Brak!

__ADS_1


Masuk kedalam mobil, Alseenio menyuruh Tehyun untuk menjalankan mobil mengikuti navigasi.


Dengan pedal gas yang diinjak oleh Tehyun, mobil tersebut meninggalkan tempat parkir restoran dan pergi ke rumah.


"Fiuh, akhirnya kita lolos dari kejaran mereka." Alseenio menoleh melihat Tehyun dan tersenyum.


Tehyun mengusap keringat di dahinya dan ikut tersenyum. "Aku tidak menyangka akan seheboh ini. Aku tidak akan meremehkan antusias penggemar Indonesia lagi."


"Omong-omong, aku penasaran dengan orang tua kamu, Alseenio. Apakah mereka adalah pasangan paling tampan di dunia sebelumnya?"


Tiba-tiba Tehyun memiliki pertanyaan tersebut di kepalanya. Dia penasaran dengan ketampanan yang Alseenio dapatkan. Pasalnya, Alseenio sangat tampan.


Untungnya, Tehyun pria yang lurus dan tidak belok, dia hanya mengagumi ketampanan Alseenio.


Alseenio menggelengkan kepalanya dan membalas, "Bukan, orang tuaku hanya pasangan biasa, mereka memang tampan dan cantik, tetapi tidak sampai menjadi pria dan wanita wajah terbaik di dunia."


"Lantas, bagaimana kamu bisa setampan ini?" Tehyun menoleh sesaat dan berkata dengan heran. "Aku sempat melihat video kamu yang menunjukkan bahwa kamu tidak operasi plastik sama sekali. Jadi, bagaimana cara kamu mendapatkan wajah seperti ini?"


"Tidak ada cara khusus, aku mencuci muka dengan air keran, sama halnya orang biasa lakukan. Saya manusia biasa, makan nasi," kata Alseenio dengan jujur.


Intonasi suaranya agak berbeda dan terdengar familier di telinga Sugi yang sudah menjadi warga Indonesia lokal.


"Apakah itu benar? Mengapa aku tidak bisa setampan kamu?" Tehyun menjadi bingung.


Entah mengapa, Alseenio tiba-tiba melirik ke suatu arah dan memandang ke sesuatu selama dua detik.


"Siapa?"


"Orang yang sedang melihat kita, mereka iri dengan ketampanan kami berdua," kata Alseenio yang terlihat seperti sedang kesurupan karena memiliki sikap yang berbeda.


"Apa maksudnya?" Tehyun tidak paham apa yang dimaksud Alseenio. "Orang yang melihat kita? Sugi dan kameraman aku?"


"Bukan. Lupakan itu, kamu harus tetap bersyukur dan jangan merasa tidak puas dengan wajahmu sendiri."


Alseenio melambaikan tangannya dan tersenyum sambil memandang jalan yang ada di depan.


"Baik, aku mengerti."


Setelah obrolan itu, mobil Gemera melewati berbagai jalanan di Jakarta dengan laju yang stabil, tidak terlalu cepat dan lambat.


Tidak lama kemudian, mereka sampai di rumah Alseenio sambil membawa kantong belanja yang berisikan makanan.


"Makanan apa yang kalian bawa?"


Di ruang makan, anggota PTS dan yang lainnya berkumpul untuk melihat barang bawaan dari Alseenio dan Tehyun.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Jongkok, Tehyun membuka salah satu bungkus makanan dan memperlihatkan tumis kangkung yang dia pesan lagi. "Tumis kungkang. Makanan ini sangat enak."


"Benarkah?"


"Ya, makan saja jika kalian penasaran," kata Tehyun sambil mengambil garpu untuk mencicipi kembali tumis kungkang.


Alseenio tiba-tiba muncul dari ruangan lain bersama Fara, kemudian dia berkata, "Tumis kangkung yang benar namanya, bukan kungkang, itu sesuatu yang berbeda."


"Oalah, aku salah sebut, hehe." Tehyun memegang rambutnya dan tersenyum lebar menahan tawa.


"Kalau kungkang itu apa?" Minji bertanya.


Mengambil ponselnya, Alseenio menunjukkan hewan kungkang yang diambil dari Gugel. "Kungkang adalah hewan."


Mengetahui ini, mereka semua tersenyum untuk menahan tawa.


Setelah mencicipi makanan yang dibawa oleh Alseenio dan Tehyun, mereka semua melanjutkan makannya dengan makanan yang disiapkan untuk makan malam.


Tak terasa sudah masuk waktu makan malam sehingga dia melanjutkan sesi cicip makanan Indonesia yang kali ini dibuat oleh Chef Renapa.


Tadi siang saat mereka baru sampai di rumah, mereka sempat makan di sini, tetapi makanan yang disuguhkan adalah makanan dari berbagai negara luar, bukan makanan Indonesia.


Pada kesempatan makan malam bersama ini mereka makan makanan khas Nusantara yang sangat enak dan unik. Tidak lagi makan masakan luar negeri.


Setelah itu, Alseenio dan anggota PTS diajak untuk ke ruang kerja Alseenio untuk melakukan sesuatu.


"Aku ingin mengajak kalian kolaborasi bermain OkeTV di siaran langsung akun Yitubku. Apa kalian keberatan?" tanya Alseenio kepada anggota PTS yang duduk di sebelahnya dan di belakangnya.


"Tidak, aku ingin bertemu orang-orang di OkeTV."


"Aku tidak keberatan sama sekali. Ayo kita lakukan!"


"Apakah ada sesi karoke di siaran langsung?"


"..."


Semua anggota PTS setuju dengan ajakan Alseenio. Permintaan Alseenio tidak berat, melainkan menyenangkan.


Lagi pula, bekerja seperti ini lebih baik daripada menari di atas panggung dengan gerakan yang intens dan begitu melelahkan.


"Nanti kita akan mengadakan lomba menari di siaran langsung. Vote terbanyak yang diberikan oleh penonton akan mendapat hadiah rahasia dariku," ucap Alseenio kepada mereka semua.


Mendengar ini, semua anggota PTS menjadi semangat dan melompat.


"Tunggu apa lagi? Ayo kita mulai siaran langsungnya!"

__ADS_1


__ADS_2