SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 157: Duel Om Botak


__ADS_3

“Halo, Nio.“ Om Botak ini menjabat tangan Alseenio dengan senyuman ramah di wajahnya.


Melihat Alseenio pertama kali, Om Dedi Buldozer memiliki kesan baik terhadap Alseenio.


Pemuda di depannya sangat percaya diri dan tampilan luarnya mempunyai aura tersendiri. Sebagai seorang yang pernah belajar psikologi, dia dengan mudah melihat itu semua.


Tampak Alseenio, seperti orang yang akan menjadi sosok yang luar biasa.


Usai berjabat tangan, Alseenio diajak oleh pria ini ke dalam rumahnya. Di sana, ia diperkenalkan lagi kepada tim Yitub salurannya dan anggota keluarganya.


Alseenio dan Fara bertemu dengan anak dan istri Om Botak satu ini, mereka menyambut Alseenio dengan hangat.


Mereka ketika mengobrol lebih sering menggunakan bahasa Inggris, terutama ketika Alseenio mengobrol dengan anak laki-laki Om Dedi Buldozer ini.


Bahasa Inggris yang digunakan oleh Alseenio memilik aksen bicara yang kental, seperti orang yang berasal dari luar negeri dan telah tinggal di sana berpuluh-puluh tahun.


Ternyata setelah mengobrol lebih lama, mereka mengetahui bahwa Alseenio bisa menggunakan banyak aksen bicara bahasa Inggris, bahkan mereka tak bisa memakai aksen tersebut.


Tanpa berlama-lama lagi, mereka langsung memulai acaranya.


Di ruang studio yang sangat familier dan pernah Alseenio lihat di Yitub ini, mereka berdua duduk bersampingan di seberang Om Dedi Buldozer.


Terdapat mikrofon di depan mereka semua untuk suara yang mereka keluarkan terdengar jelas apa yang dikatakan.


Keluarga Om Botak ini sudah tak begitu terkejut dengan ketampanan dan kecantikan pasangan ini, tetapi memang sulit mengalihkan pandangan dari mereka berdua.


Visual keduanya diakui oleh para anggota Tim saluran Yitub milik Om Dedi dan anggota keluarganya, bahkan mereka beberapa kali memuji wajah Alseenio dan Fara.


Om Botak ini memuji Alseenio dan Fara ketika acara mengobrol santai berlangsung.


Dalam acara tersebut, Alseenio dihadapkan oleh banyak pertanyaan, hampir sama dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Tim Acara Malam Not beberapa hari yang lalu.


Namun, pertanyaan ini lebih kompleks dan dalam. Sangat mendetail dan Alseenio juga harus menjawabnya dengan rincian yang jelas.


Pertanyaannya tak jauh dengan pengalamannya setelah terkenal, bagaimana cara menghadapi brutalnya orang di Internet, tentang bagaimana mendapatkan penonton yang selalu belasan juta di Yitub dan Tiktod, dan segala sesuatu tentang di sekitarnya.


Di sana, Alseenio benar-benar terbuka, ia bahkan memberi tahu bahwa penghasilan di Yitub itu selalu disumbangkan, tentu tak akan disebutkan nilai nominalnya, intinya sangat besar.


Sontak Om Dedi terkejut dengan fakta ini, penghasilan Yitub Alseenio sangat besar, bahkan melebihi penghasilan kanal Yitub miliknya, dan sebagian besar dari penghasilan tersebut dialokasikan ke lembaga amal di situs dan secara langsung.


Pemuda di depannya ini sangat-sangat hebat, sangat luar biasa.


Selain itu juga, Alseenio mengungkapkan di acara ini bahwa dia seorang pebisnis dan memegang beberapa saham di berbagai perusahaan besar, Alseenio tidak memberi tahu secara detail dan sampai menohok menyebut perusahaan tersebut, ia hanya bilang dirinya memiliki saham dan kekayaannya berasal dari sana.


Penghasilan Yitub dan Tiktod tidak dianggap sebagai penghasilan.


Om Dedi tahu harga mobil yang dipakai Alseenio untuk datang ke sini, itu puluhan miliar, anak ini lebih sukses dibandingkan dirinya.


Kekagumannya menjadi bertambah setelah mengetahui cerita dan sifat Alseenio.


Sebenarnya, Alseenio tidak mau mengungkapkan itu semua, disebabkan dirinya ditanya, mau tidak mau harus dijawab.


Ada banyak pertanyaan lagi, terlebih seputar Fara. Fara juga menjelaskan bagaimana dia mencintai Alseenio.


Cerita yang berawal dari mereka berdua kecil sampai saat ini dibeberkan kepada Om Botak berwibawa ini. Semua ucapan Fara direkam oleh kamera.


Begitu mendengar cerita ini, Om Dedi bangga dengan Alseenio, pemuda ini sangat baik hati dan pemberani, tak menyangka pemuda di depannya ini memiliki kenalan di satuan polisi.


Bahkan pernah berhasil menangkap banyak penjahat dan memiliki hadiah dari polisi langsung.


Menurut Om Botak, Alseenio benar-benar sangat bertalenta dan terasa tak ada kurangnya.


Dari segi material dan kepribadian, Alseenio mengalahkan banyak pemuda zaman sekarang. Selain kaya, ia juga memiliki nilai hati yang jauh lebih berharga.


Obrolan tentang keduanya ini tiba-tiba saja merembet ke perihal seni bela diri, Om Dedi sangat semangat mengobrol perihal ini, ia terkejut begitu tahu Alseenio bisa bela diri Wing Chun.

__ADS_1


Om Dedi juga mempelajari seni bela diri tersebut. Dengan demikian setelah acara ini selesai, mereka akan pergi ke tempat ring bertarung yang selalu Om Botak ini datangi untuk latihan.


Alseenio, Fara, Om Dedi, istri dan kedua anak Om Botak pergi ke sana. Kedua anaknya yang terdiri dari anak perempuan dan laki-laki yang berusia remaja ini meminta izin untuk naik mobilnya, mereka berdua tidak mau naik mobil Ayahnya.


Mereka bilang mobil Ayah kurang bagus dibanding mobil Alseenio.


Dengan sudut mulut yang berdenyut, Om Dedi membiarkan anak-anaknya ini naik mobil Alseenio, sedangkan ia dan istrinya naik mobilnya sendiri.


Setibanya di area tanding, Alseenio dan Om Dedi naik ke atas ring dan siap bertarung.


Mereka tidak bertarung secara brutal atau memukul begitu terang-terangan, Alseenio tidak akan bermain pukulan, ia takut pukulannya lepas dari kendalinya menghantam tubuh kekar Om Dedi.


Selama pertarungan berlangsung, Alseenio dengan santainya memblokir semua pukulan yang diluncurkan oleh Om Dedi, pukulan dari arah menurut Om Dedi arah buta atau tak terlihat itu semuanya dengan mudah ditangkis oleh Alseenio.


Kuncian yang ingin dilancarkan oleh Om Dedi juga tak bisa menahan Alseenio sama sekali.


Bisa dilihat dari pertarungan mereka berdua, anak-anak Om Dedi sudah tahu siapa yang akan menjadi pemenangnya.


Alseenio terlalu menekan hingga akhirnya Om Botak ini kalah karena kuncian Alseenio.


Seberapa kuat Om Botak mencoba untuk melepaskan kuncian, itu tidak akan bisa, bahkan untuk menggerakkan tangan Alseenio pun Om Botak tak sanggup. Tangan Alseenio sangat kuat dan keras, bagaikan baja yang mengikat lehernya.


Mereka bertanding dengan bebas menggunakan teknik pertarungan apa saja, asalkan objek pukulan tidak boleh membidik ke tempat yang krusial dan vital.


“Luar biasa!“ Om Botak bertepuk tangan setelah berdiri dari lantai ring tinju.


Kemudian ia memeluk Alseenio sebagai bentu penghormatan setelah melakukan pertarungan.


“Dari mana kamu belajar Wing Chun dan teknik kuncian?“ Sambil berjalan keluar arena pertandingan, mereka berdua mengobrol mengenai pertarungan tadi.


“Otodidak, aku tidak berguru ke siapa-siapa.“ Alseenio tersenyum dan menoleh ke Om Botak.


Mendengar jawaban Alseenio, wajah Om Dedi menunjukkan ekspresi terkejut.


“Sungguh? Kamu tidak berbohong, kan?“


“Benar, aku belajar otodidak dan hanya melihat dari acara di Yitub.“ Alseenio mengangguk tegas membenarkan yang dia ucapkan.


Mata Om Dedi menatap Alseenio dengan perasaan yang meragukan. Sangat sulit dipercaya kata-katanya.


Rasa tidak percaya masih hinggap di diri Om Botak sehingga ia melontarkan pertanyaan yang sama kepada Alseenio. Namun, tetap saja jawaban Alseenio juga tidak berubah, tetapi serupa dengan jawaban di pertanyaan awal Om Dedi.


Setelah keluar dari arena pertandingan dan beristirahat, Alseenio menunjukkan teknik bela diri yang ia kuasai ke anak Om Dedi dan Om Dedi sendiri.


Mereka semua terpana, Om Dedi Buldozer tahu teknik yang dipakai Alseenio, kebanyakan dari teknik yang Alseenio tunjukkan banyak yang tak diketahui.


Secara keseluruhan, penampilan gerakan bela diri Alseenio terlihat sangat inda, bagaikan menari. Om Dedi tahu betapa kuat gerakan serangan yang Alseenio tampilkan.


Usai semuanya beres dan selesai, pertandingan resmi dimenangkan Alseenio, mereka semua pergi ke sebuah restoran terdekat untuk makan siang.


Meskipun telat, tetapi bukan masalah bagi mereka.


Di restoran, anak Om Dedi meminta Alseenio untuk mengajarinya bermacam jenis bela diri yang Alseenio bisa.


“Mengapa tidak Ayah kamu saja yang mengajari kamu?“ Alseenio menatap Asqa yang duduk di meja seberang bersama Om Dedi dan ibunya di sebelahnya.


“Ayah payah, masih hebat kamu. Lebih baik aku berguru padamu,“ Asqa dengan lantang mengucapkan kalimat tersebut, padahal ada Ayahnya di sampingnya.


Wajah Om Botak langsung gelap, sudut matanya berkedut-kedut. Ia memandang Asqa dengan tatapan yang ingin marah, tetapi tidak bisa.


Alseenio merenung untuk memikirkan permintaan Asqa ini. Ia sedang menimbang dirinya sendiri, apakah bisa mengajarinya atau tidak. Alseenio memiliki kesibukan yang padat, takut dirinya tidak bisa memenuhi janjinya kepada Asqa.


Begitu Alseenio berpikir, tiba-tiba Om Dedi berkata kepada Asqa, “Alseenio punya kesibukan sendiri, akan sulit untuk mengajari kamu. Lebih baik Ayah yang mengajarimu, seperti biasanya.“


Asqa terdiam sesaat, kemudian mengangguk, “Oke, aku menarik permintaan yang aku keluarkan tadi.“

__ADS_1


Sesudah makan siang di jam menjelang sore, mereka semua berpamitan dan pulang kembali ke rumah masing-masing.


“Sayang, aku juga mau belajar cara bertarung. Bisakah kamu mengajari aku?“


Fara di dalam mobil tiba-tiba memiliki pikiran untuk belajar bertarung. Hitung-hitung ia bisa menjaga diri jika tidak ada Alseenio.


“Kamu yakin dengan pilihan kamu?“ Alseenio berkata sembari mengendalikan setir mobil dengan sikap santai.


“Ya, tentu saja!“


Pilihan Fara sudah dipikirkan baik-baik oleh dirinya sendiri, ia sudah bulat untuk mempelajari ilmu bela diri.


Tujuannya agar bisa membela diri apabila Alseenio tidak berada di sisinya, seperti sedang keluar rumah, atau pergi ke luar kota dan negeri tanpa membawanya.


Setidaknya, ia tidak menjadi beban Alseenio dan membuat susah Alseenio karenanya.


“Baiklah, mulai besok pagi satu jam setelah makan pagi, kita akan memulai sesi latihan. Aku akan mengajarimu teknik bela diri yang sederhana dan efektif untuk berjaga-jaga.“


Alseenio menguasai teknik bela diri yang cocok untuk wanita. Gerakannya tidak sulit, mudah untuk dilakukan.


Di rumah, Alseenio dan Fara berkumpul dengan orang rumah di kamar orang tua Fara. Mereka mengobrol bersama dengan Ayah Fara yang sudah lebih baik, tetapi ia harus di kasur dan tidak boleh terlalu lama beraktivitas takut luka pasca-operasi terbuka kembali.


Saat Alseenio keluar dari kamar mandi setelah mencuci tubuhnya yang terasa gerah, suara yang muncul di benaknya membuat langkah kakinya berhenti seketika.


[Ding! Misi Spesial Telah Dikeluarkan!]


Misi : Menjadi Pelayan Restoran yang Lihai.


Syarat : Banyak pelanggan yang senang, makin bagus hadiah yang diterima.


Waktu : 1 Bulan.


Hadiah : Kotak Misteri Spesial.


Hukuman : Jantung berhenti berdetak selamanya.


[Misi otomatis diterima!]


Melihat isi dari informasi yang ada di layar tipis mengambang di depannya, ekspresi Alseenio yang terkejut menunjukkan perasaan yang tak terduga.


Belum sempat Alseenio hendak menjawab dan memberi respons terhadap pemberitahuan Sistem.


Sistem mengeluarkan notifikasinya sekali lagi.


[Ding! Sistem sudah mencantumkan nama Anda di salah satu cabang Restoran TaySatay sebagai karyawan baru. Besok pagi Anda harus datang ke kantor tersebut untuk persiapan.]


Begitu pengingat itu jatuh, Alseenio mendapatkan panggilan dari seseorang dan Alseenio segera berlari untuk mengambil ponselnya.


“Halo, Apakah ini dengan Saudara Asep?“


Suara wanita yang dewasa dan berkarisma terdengar dari ponsel.


Mendengar ini Alseenio segera menjawab, “Benar, saya sendiri.“


Pihak penelepon terdiam beberapa detik setelah Alseenio menjawab.


“Baik, Saudara Asep. Besok Anda diundang untuk ke kantor karena Anda telah diterima sebagai keluarga baru kami …. Alamatnya di ….“


Wanita yang ada di telepon ini menginformasikan bahwa dirinya diterima menjadi salah satu karyawan dan akan ada arahan besok sehingga Alseenio harus datang ke kantor pusat di Jakarta Pusat.


“Baik, terima kasih, Bu.“


“Sama-sama, aku tunggu kedatangan Anda.“


Tut! Tut! Tut!

__ADS_1


Panggilan ditutup setelah pihak lawan berbicara, dan percakapan berakhir.


“Sial! Bukankah aku tak bisa membuat konten video lagi?!“


__ADS_2