SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 186: Penyelesaian Pembagian Ponsel


__ADS_3

Alis Alseenio naik ke atas, dia tertarik dengan usulan dari Birian. Bukan ide yang buruk jika mereka membagikan ponsel untuk para mahasiswa dan mahasiswi di sini.


Mengingat masih banyak sisa, Alseenio akan mempercepat pembagian ponsel karena waktu yang diberikan oleh Sistem tidak banyak.


Waktunya terbatas untuk menyelesaikan Misi dari Sistem. Tidak perlu ditanyakan betapa menyebalkannya Sistem.


Sebelum dia ke Los Angeles untuk syuting film, Sistem memberinya banyak Misi Sampingan yang sangat tidak penting dan tidak bermoral.


Misinya selalu berhubungan dengan Fara atau tidak dengan orang-orang terdekatnya, misi yang dikeluarkan sangat cocok untuk orang yang hobi menjahili teman-temannya.


Alseenio terpaksa melakukan hal tersebut karena semua Misi Sistem merupakan tugas mutlak yang harus dikerjakan. Jika tidak, akan ada hukuman yang menimpanya, membuat Alseenio menjadi rugi, atau hukuman yang paling ringannya adalah kecacatan dan paling beratnya mati.


Sangat-sangat di luar nalar hukuman yang diberikan oleh Sistem, tidak heran Alseenio menganggap Sistem ini menyebalkan.


Untungnya, Alseenio hanya pernah mendapatkan hukuman yang ringan dan tidak sampai membuat tubuhnya cacat karena kehilangan anggota tubuh secara permanen.


Hukuman yang ditakutkan Alseenio adalah kematian yang disebabkan oleh penyebab tak masuk akal sekaligus terlalu mengerikan, seperti mati tersambar petir 1 triliun volt yang di mana itu di luar akal manusia, dan ada dihukum dijatuhkan meteor yang hanya menyebabkan dirinya mati, orang lain tidak akan terkena dampaknya.


Kematian karena ditimpa meteorit mengingatkan Alseenio dengan serial televisi Indonesia yang sangat masuk akal.


Maka dari itu, demi mengejar efesiensi waktu, Alseenio akan mengikuti saran Birian.


Sebelumnya, Alseenio telah menonton Yituber luar negeri yang biasa memberikan barang kepada para mahasiswa dan mahasiswi di kampus, dia sudah punya gambaran bagaimana dirinya nanti membagikan ponsel.


Kemungkinan dia tidak akan bertanya soal pengetahuan umum, dia akan bertanya dengan konsep basa-basi yang sangat tidak penting, mirip dengan apa yang dilakukan oleh beberapa Yituber luar.


Mereka masuk ke dalam mobil untuk pergi ke universitas terdekat. Tidak perlu ke universitas yang jauh dan besar, Alseenio ingin hari ini semua ponsel yang berjumlah seratus kotak iPon berhasil dibagikan kepada orang-orang.


Setidaknya, malam nanti dia sudah menyelesaikan misinya.


Dengan demikian, mereka sampai di salah satu universitas yang cukup bagus reputasinya.


Begitu mereka turun dari mobil mereka langsung mencari target untuk diberikan ponselnya, mahasiswa dan mahasiswi di sini tidak terlalu banyak yang keluar, entah waktunya yang kurang tepat atau bagaimana.

__ADS_1


Setelah mencari selama kurang lebih 5 menit, dia menemukan target pemberian ponsel.


"Hei, aku ingin bertanya." Alseenio dengan suara magnetisnya mendekati seorang wanita cukup cantik berambut pirang kecoklatan dengan pakaian yang rapi, tetapi bagian pusat perutnya terlihat.


Mendengar suara magnetis Alseenio yang membuat nyaman telinganya, wanita ini segera berhenti dan mencabut Aer pod dari telinganya. "Um, ada apa?"


"Aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu, tolong dijawab dengan jujur," Alseenio berkata sambil menatap kedua pupil mata cokelat wanita ini dengan normal.


Akan tetapi, wanita yang sedang berkomunikasi dengannya merasa pandangan mata Alseenio ini berbeda, terlihat menggoda dan seduktif. Jantungnya berdegup kencang, dia merasa sedang jatuh cinta.


"I–itu, aku akan be–berusaha." Wanita ini gugup sekali berada di dekat Alseenio, dia langsung menganggap Alseenio sebagai gebetan atau calon pacarnya.


Fara yang berdiri dengan Birian dan Tim Birian di kejauhan merasakan bahwa wanita ini menyukai Alseenio. Bisa dilihat dari wajah wanita ini yang memerah dan gerakan tubuhnya yang menunjukkan bahwa dirinya tertarik dengan Alseenio.


Sebagai wanita, dia tak perlu belajar mengetahui seorang wanita yang menyukai seorang pria. Berpacaran dengan Alseenio sudah membuatnya menjadi ahli mendeteksi apakah seorang wanita itu menyukai seorang pria atau tidak hanya dengan melalui penampilan dan gerakannya.


Sangat-sangat keren.


Selama Fara berjalan bersama Alseenio, pasti ada saja wanita yang mendekat dan menatap pacarnya secara terang-terangan. Padahal, dia mendekap erat tangan Alseenio yang menandakan dirinya adalah wanita Alseenio, wanita lain tak boleh tertarik dengan pacarnya, lebih tepatnya calon suaminya.


Tanpa banyak berpikir, wanita ini mengulurkan jati telunjuknya ke kotak iPon yang di dalamnya terdapat ponsel iPon berwarna ungu dan menjawab, "Aku suka warna ungu karena aku suka Y, dia suamiku!"


Mendengar jawaban wanita ini, Alseenio pada awalnya tersenyum senang dan di akhir kalimat dia tersentak kaget.


Alseenio telah menemukan wanita pecinta boyband Korea Selatan. Alseenio tidak aneh dengan fenomena ini karena Boyband atau Girlband Korea Selatan sedang naik dan masih tren. Banyak orang luar negeri yang tahu dengan mereka.


Andai saja wanita ini tahu bahwa ada seorang pria yang mengalahkan ketampanan Y yang hanya menyentuh 90 poin penampilan.


Kemungkinan besar wanita ini akan jungkir balik dan melakukan jump shot Epep.


Di dala maskernya , Alseenio hanya bisa tersenyum, kemudian dia memberikan ponsel yang ditunjuk oleh tangan wanita ini. "Untukmu."


"Eh? Sungguh? Ini sungguhan?!" Wanita ini terkejut dan menatap Alseenio dengan mata yang memperlihatkan rasa tak percaya.

__ADS_1


Alseenio mengangguk pelan dan mata menawannya melengkung karena dia sedang tersenyum. "Aku tidak bercanda. Kamu bisa memeriksa kotaknya, itu bukan kotak iPon palsu, apalagi kotak dari Ebox."


"Sebentar," ucap wanita ini yang perlahan membuka kotak iPon yang diberikan oleh Alseenio.


Meskipun Alseenio adalah orang yang membuatnya jatuh cinta, tetapi itu bukan alasan yang membuatnya bisa percaya begitu saja kepada seseorang.


Setelah segel dan plastik kotak iPon dilepas dan tutup kotak dibuka, wanita ini langsung menemukan ponsel berwarna ungu yang terlihat mewah dan indah.


Secara otomatis itu menunjukkan bahwa Alseenio tidak berbohong.


"Itu untukmu, gunakan ponsel dengan baik."


Alseenio berbicara beberapa kata kepada wanita ini, dan tiba-tiba wanita ini melompat memeluk Alseenio sembari berteriak kegirangan.


Ternyata wanita ini tahu Alseenio dan dia merupakan penggemarnya.


Pantas saja, suara Alseenio ini terdengar familier di telinganya, tetapi karena masker ajaib yang membuat pandangannya terkecoh, dia tak bisa meyakinkan dirinya bahwasanya orang ini Alseenio.


Bukan penggemar berat, wanita ini juga baru tahu Alseenio sebentar dan baru-baru hari ini saja.


Memang benar bahwa ketenaran Alseenio sedang merambat ke luar negara, bahkan ke wilayah Amerika Serikat dan Eropa.


Wanita ini tak diberi kesempatan untuk memeluk Alseenio dengan lama karena Fara tiba-tiba datang dan memberi peringatan kepada wanita tersebut.


Untungnya, wanita itu tidak marah dan malah meminta maaf, dia tahu Fara adalah pasangan dari Alseenio.


Tim Birian yang bersembunyi di kejauhan sambil merekam akhirnya memberi tahu bahwa mereka sedang syuting untuk Yitub.


Setelah peristiwa ini, mereka kembali bergerak untuk menyelesaikan misi mereka memberikan 100 buah iPon 14 kepada 100 orang yang beruntung.


Tak sampai malam hari tiba, ponsel yang berjumlah 54 buah sisanya itu berhasil mereka berikan kepada mahasiswa dan mahasiswi di universitas.


Dengan begitu, Misi Alseenio berhasil diselesaikan.

__ADS_1


[Ding! Misi Membagikan 100 buah iPon 14 Terselesaikan!]


__ADS_2