SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 103: OkeTV Terakhir


__ADS_3

Saat mendengar ini, Alseenio terkejut karena tahu arti dari ucapan yang dilontarkan oleh wanita satu ini.


Begitu Alseenio hendak merespons, wanita ini langsung menangkupkan tangannya dan meminta maaf, “Maaf! Aku tidak bermaksud mengumpat kepadamu tadi, aku terkejut.“


Wanita ini berbicara dalam bahasa Inggris dengan aksen bicara yang bagus. Nada suaranya terdengar bersalah, dia memang tidak sengaja berkata kasar.


Apa yang diucapkan di awal oleh wanita ini adalah kata umpatan yang artinya sama dengan kata “Sialan, bajingan, dan bedebah” yang memang tidak sopan kata-kata itu dikeluarkan di depan orang.


“Tidak masalah, lain kali kamu harus tahan untuk tidak berkata kasar, tidak baik jika dibiasakan,” ucap Alseenio sambil melambaikan tangannya tidak mempermasalahkan, ia juga memberi sedikit nasihat.


“Umm, ya. Aku akan mencobanya.“ Wanita ini mengangguk mengerti dengan wajahnya yang tampak memerah.


Penampilan wanita ini bisa dibilang cantik walaupun poinnya berkisar 70 poin. Bagi orang-orang ini sudah lumayan cantik, rambut hitam yang panjang sebahu dan menggunakan jaket krem, matanya memang sedikit sipit yang menambah kesan imut, mungkin karena ras dan gen dari keluarganya.


“Omong-omong, apa kamu seorang yang terkenal?“ Tiba-tiba Wanita ini bertanya pada Alseenio.


Jarang sekali ia bertemu dengan orang tampan di OkeTV, juga penampilan Alseenio jauh lebih tinggi dari pria tampan yang pernah ia temui seumur hidup.


“Kamu tahu dari mana?“ Alseenio balik bertanya.


“Ruangan yang kamu tempati dan pengaturan kamera, seperti seorang streamer, apalagi kamu sendiri tampan layaknya selebritas terkenal.“


“Ya, dugaanmu benar.“ Alseenio tersenyum ramah dan mengangguk pelan.


“Eh?“ Wanita ini tercengang, ia tidak menyangka tebakannya itu benar. “Sungguh? Apa boleh aku mengetahui namamu?“


Alseenio memperbolehkan dan ia menyebutkan namanya, “Namaku Alseenio.“


“Alseenio? Nama yang bagus. Aku akan mencoba cari akunmu di Doyin.“


“Percuma, tak akan bisa ketemu, aku tidak bermain Doyin.“


Alseenio baru ingat, Tiktod dan Doyin adalah aplikasi yang berbeda. Jadi, ia langsung mengingatkan Wanita ini untuk tidak mencari akunnya di Doyin.


“Oh, kamu bermain Tiktod, ya?“ Wanita itu menurunkan ponsel yang ia genggam.


“Benar.“ Alseenio jadi takut ingin membicarakan tentang pemblokiran situs oleh negara asal wanita ini.


“Apa kamu puny—”


“Tidak perlu mencari akun media sosialku, sebab aku belum menggunakan satu aplikasi pun yang biasa kamu pakai. Kita mengobrol santai saja. Anggap saja aku orang biasa.“


Dengan cepat Alseenio memotong ucapan wanita ini, ia sudah tahu lebih dahulu apa yang ingin dikatakan Wanita asal negara Cina ini.

__ADS_1


“Baik, aku mengerti.“ Wanita ini mengangguk perlahan.


Hampir 30 menit mereka berbincang dan saling mengenal satu sama lain, akhirnya mereka berpamitan dan berpisah.


Sebelum berpisah, Wanita ini meminta foto bersama karena ia ingin pamer ke teman kampusnya, dia masih kuliah di sana.


Ternyata cukup asyik mengobrol bersama orang negeri panda meski diawal sempat ngomong kasar.


Akan tetapi, Alseenio tidak bebas bicara, ia takut menyenggol atau menyinggung sesuatu. Karena itu, ia mengobrol dengan aman dan memang sedikit hambar.


Setelah itu, Alseenio bertemu dengan wanita asal Cina juga, kali ini 2 orang sekaligus.


Sama seperti sebelumnya, mereka berdua langsung meminta nomor WiChat Alseenio. Sangat disayangkan Alseenio sama sekali belum pernah mengunduh aplikasi sosial itu karena di Indonesia sendiri jarang ada orang yang memakai aplikasi tersebut.


Mungkin ada aplikasi kembarannya yang namanya pun hampir sama, yaitu MeChat. Namun, aplikasi tersebut disalahgunakan oleh orang-orang di Indonesia dan dipakai sebagai aplikasi untuk mencari ****** profesional yang ingin disewa.


Sudah 2 jam lebih Alseenio bermain OkeTV di server Cina dan semua wanita dari negeri panda ini banyak yang ingin berteman dengan Alseenio. Ketika melihat wajah tampan Alseenio, seketika mereka ingin menjadi pasangan Alseenio.


Wajar saja mereka begitu, bahkan Wanita tercantik di dunia pun mau menjadi pasangan Alseenio selamanya.


Melihat jam di layar komputer menunjukkan pukul jam 11 siang, masih ada waktu untuk membuat video lagi.


Oleh karena itu, Alseenio segera mengganti server lagi dan tetap menggunakan VPN.


Server yang dipilih adalah server Indonesia, kembali ke asal setelah mencoba puluhan server selama 7 hari ini.


“Nio!!“ Wanita ini langsung berteriak dan memanggil namanya.


Alseenio terkejut dan langsung mengecilkan volume pengeras suara agar tidak bising.


“Halo,” sapa Alseenio dengan senyuman ramah.


“Ini Nio sungguhan, kan?“ Wanita ini bertanya sambil mengangkat ponselnya hendak mengambil foto Alseenio.


“Ya, ini aku.“ Alseenio mengangguk kecil.


“Akhirnya aku bisa bertemu denganmu, aku iseng bermain OkeTV dan memang berniat ingin ketemu kamu, entah hoki atau keberuntunganku selama beberapa tahun tanpa sengaja terpakai, harapanku terwujud dengan mudah.“


Melihat wanita ini bahagia dan senang, Alseenio pun ikut senang.


“Nio, senyumanmu sangat menawan, jangan terus-terusan senyum seperti itu, aku jadi salah tingkah nantinya.“ Wanita ini mengibaskan tangan ke wajahnya yang mulai memerah.


“Aku harus apa, dong? Datar seperti ini?“ Alseenio mengubah mulutnya dan ekspresinya menjadi dingin dan menatap tajam wajah wanita yang ada di dalam.

__ADS_1


“Aaa! Sangat keren dan kece!“


Bukannya takut, wanita ini bereaksi sebaliknya, ia makin senang dan tersipu.


Alseenio terpana sesaat dan menggelengkan kepalanya. Tidak peduli apa yang dilakukan oleh idolanya, itu pasti didukung dan disukai para penggemar, sama halnya dengan artis yang terjangkit kasus narkoboy, tetapi tetap dibela karena banyak idola yang memuja ketampanannya.


“Nio, lihat tanganku yang gemetar hebat, jantungku juga berdebar-debar, tampaknya aku telah jatuh cinta padamu.“ Wanita ini menunjukkan tangan kanannya yang bergetar dengan wajahnya makin memerah.


Alseenio bingung ingin membalas apa, sedari tadi wanita ini mengoceh tak karuan, sampai membuat Alseenio tidak tahu bagaimana harus menjawabnya.


Cekrek!


Suara kenop pintu dibuka terdengar, kemudian sosok Fara masuk ke dalam ruangan.


Alseenio sudah paham dan ingat apa yang akan dilakukan Fara.


Dengan refleks yang cepat Alseenio berpamitan memakai suara yang sopan dan lembut pada Wanita yang ditemui ini tanpa menunggu balasannya, kemudian ia menekan tombol berhenti.


“Sayang, aku sudah selesai memilih baju!“ seru Fara setelah berbalik dan menutup pintu.


Ia berlari kecil dan duduk di pangkuan Alseenio dengan nyaman.


“Eh, mengapa dahimu berkeringat?“ Fara mengangkat kepalanya dan melihat dahi Alseenio yang terdapat banyak embun keringat.


Mendengar ini, Alseenio tersenyum dan hendak menyeka dahinya. “Aku lupa meningkatkan suhu dingin AC, terasa gerah dari tadi.“


“Sini, biar aku yang mengelap dahimu.“ Fara menahan tangan Alseenio dan dengan cepat mengambil beberapa lembar tisu.


Fara menyeka air keringat yang menempel di kening Alseenio dengan gerakan yang lembut penuh kasih sayang.


Tanpa sadar tubuh Fara sedikit menempel di tubuh Alseenio sehingga bola besar itu dapat dirasakan kekenyalan dan kelembutan barang milik Fara.


Adik kecil Alseenio tiba-tiba bangun, seolah-olah ada alarm yang membangunkannya dari tidur.


Alseenio saat di rumah terkadang tidak memakai pakaian dalam, hanya memakai celana pendek dan itu membuat adik kecilnya bisa bangun agak leluasa dan tidak begitu terkekang.


Bangun terus sampai akhirnya Joni milik Alseenio menabrak sesuatu di atas dan posisi berdirinya menjadi melengkung agak bawah, tidak berdiri tegak layaknya menara.


Saat Fara sibuk membersihkan dahi Alseenio, ia merasakan sesuatu yang menabrak paha kakinya dari bawah. Dengan penasaran, ia menundukkan tatapannya ke bagian tubuh Alseenio.


Di detik berikutnya, wajah Fara memerah secara drastis dan ia melompat dari pangkuan Alseenio.


Fara menutup mulutnya sambil memandang sesuatu yang besar dan panjang yang muncul di antara kedua kaki Alseenio.

__ADS_1


Itu sangat besar, hampir mendekati panjang paha, bahkan sama dengan panjang celana pendek yang Alseenio pakai. Fara bisa melihat sedikit sesuatu yang keluar dari lubang celana pendek bagian kaki kanan Alseenio.


“Sa–sayang, itu ap–apa?“ Fara tidak berani memandang sesuatu yang ada di antara dua kaki Alseenio.


__ADS_2