SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 200: Heboh Satu Mall


__ADS_3

Orang-orang yang ada di jalan menoleh ke arah kedua wanita yang duduk di atas sepeda motor dengan wajah ingin tahu.


Namun, kedua wanita itu diam tidak menjawab satu patah kata pun, mereka berdua memandangi mobil mewah yang banyak orang tidak ketahui mereknya.


Begitu semua orang melirik ke arah kedua wanita itu memandang, mereka semua menemukan sesosok pria tampan sedang tersenyum dari jendela kaca mobil sambil melambaikan tangannya.


Bapak-bapak tidak tahu tentang siapa pria tampan tersebut, tetapi ibu-ibu, anak remaja yang ada di dalam mobil dan di atas sepeda motor lain tahu siapa orang itu.


Berikutnya, suara teriakan dari para wanita memenuhi jalan lampu merah.


"Aaa, ada Tehyun!!"


"Tehyun, Sangeheyo!!"


"Ada Tehyun, aah! Aku mau foto bersama!"


Namun, sebelum sempat mereka semua mendekati mobil Alseenio, lampu merah telah berganti hijau menandakan kendaraan diperbolehkan untuk kembali berjalan.


Vroom!


Dengan lambaian tangan Tehyun di dalam mobil, ban mobil Gemera berputar dan melaju meninggalkan kehebohan di lampu lalu lintas.


Di dalam mobil, Alseenio dan Tehyun tersenyum satu sama lain, kemudian tertawa bersama.


"Mereka tampak kecewa saat kita pergi," kata Alseenio kepada Tehyun yang mengendarai mobil.


Tehyun membalas tanpa daya, "Mau bagaimana lagi, aku tidak mungkin keluar dari mobil, itu akan membuat macet jalanan."


"Benar. Nanti saja di dalam Mall kita ajak mereka foto bersama, tetapi aku sarankan kamu memakai masker terlebih dahulu."


"Oke, aku mengerti. Semoga saja banyak yang mengenalku di sana."


Tangan Alseenio menepuk bahu Tehyun. "Aku yakin di sana banyak yang mengenalmu. Siapkan dirimu, kemungkinan besar banyak yang mendekati kamu untuk meminta foto dan sebagainya. Tenang, aku yang menjagamu."


"Haha, oke-oke."


Setibanya di dalam mall, Tehyun dan Alseenio berjalan bersama sambil melihat beberapa toko di sisi mereka.


Wajah mereka ditutupi masker mulut, tetapi wajah tampan mereka masih bisa diketahui oleh orang-orang yang lewat.


Mata, alis, dan pangkal hidung mereka masih mencerminkan pria tampan dan terlihat menarik di mata orang-orang.

__ADS_1


Sugi dan kameraman tim Tehyun memegang kamera dan masih merekam tentang kegiatan Alseenio dan Tehyun di dalam mall. Sugi benar-benar tidak berdaya mengetahui banyak sekali wanita yang mengikuti dirinya hanya karena ingin mendekati Alseenio dan Tehyun.


"Kata siapa pria berbaju putih itu adalah Tehyun?"


"Kamu lihat dari depan, alis dan matanya mirip dengan Tehyun, yaitu suamiku!"


"Mengapa banyak yang mengikuti empat pria ini? Ada apa?"


"Banyak yang bilang salah satu dari dua pria di depan adalah anggota boyband terkenal Korea Selatan."


"Hei, mengapa di sini begitu ramai?"


Banyak diskusi terdengar di belakang Sugi dan Kameraman. Untungnya, suara mereka yang berbicara tidak ditangkap oleh mikrofon karena kamera langsung terhubung ke mikrofon kecil yang dikaitkan di baju Alseenio dan Tehyun.


Sengaja menggunakan mikrofon mini agar mudah dibawah meski suaranya tidak sebagai yang ditempelkan di belakang tubuhnya.


"Sebelum membuka masker, aku ingin mengajak kamu ke toko baju untuk menganti sedikit gaya pakaian kita. Kita samakan saja biar kompak," ujar Alseenio yang memiliki ide yang muncul secara spontan di kepalanya.


"Baiklah." Tehyun tidak mempermasalahkan ini dan dia setuju dengan rencana Alseenio.


Dengan begitu, Alseenio dan yang lainnya berbelok ke toko Luis Vuton untuk membeli satu pakaian.


Ketika mereka berempat masuk ke toko Luis Vuton, para wanita tidak berani masuk ke dalam karena mereka tahu bahwa toko ini bukan toko sembarangan.


Sekitar ada 30 orang yang berdiri di depan toko, mereka semua mengobrol satu sama lain membahas tentang pria yang diduga sebagai Tehyun oleh mereka.


Tehyun memang tidak mengenakan masker ajaib sehingga masih bisa dicirikan oleh orang lain, sedangkan Alseenio mengenakan masker ajaibnya sendiri, dia tak dikenali oleh orang.


Alseenio ingin memberi masker ajaib untuk Tehyun pada sesi membuat video ini, tetapi Alseenio berpikir lagi dan memutuskan untuk tidak memberi Tehyun masker ajaib.


Pasalnya, masker ajaib yang satunya adalah milik Fara, tak mungkin dipinjamkan ke orang lain.


Lagi pula, nantinya Tehyun akan mengungkapkan wajahnya di depan orang-orang.


Lebih dari 20 menit mereka berdua memilih pakaian, mencari yang cocok untuk keduanya.


Untungnya, di toko ini Alseenio bertemu dengan manajer sehingga mereka bisa merekomendasikan pakaian yang bagus.


Setelah 20 menit itu, mereka berdua keluar dengan pakaian yang hanya sedikit berbeda, mereka berdua mengenakan jas hitam kotak-kotak, seperti adik dan kakak.


Tidak ada yang berbeda, mereka berdua mengenakan kaos polos berwarna putih untuk Tehyun, Alseenio kaos berwarna hitam, keduanya sama-sama memakai celana panjang yang agak menjuntai lebar berwarna hitam. Perbedaannya hanya mereka mengenakan jas kotak-kotak berwarna abu-abu.

__ADS_1


Sangat menarik mata, terlebih mata para wanita, bahkan para pegawai toko menatap keduanya sedari awal mereka masuk.


Tepat ketika mereka berdua keluar dari toko usai membayar jas ini, mereka melihat bahwa di depan toko sudah ada 50 orang lebih yang menunggu mereka untuk keluar.


Mengetahui ini, Alseenio menatap Tehyun di sampingnya, tersenyum pasrah di balik maskernya dan berkata, "Sudah waktunya kamu membuka maskermu. Aku akan menjaga kamu dari penggemar yang anarkis."


"Baiklah," balas Tehyun sambil mengangguk.


Di bawah tatapan puluhan orang Tehyun melepaskan masker mulutnya yang menutupi sebagian wajahnya.


Di detik berikutnya, seruan dan jeritan terdengar keras hingga mencapai sampai ke lantai atas dan bawah.


Puluhan wanita tiba-tiba bergerak hendak memeluk Tehyun, tetapi segera Alseenio halangi, dibantu oleh petugas keamanan yang bertugas memantau dalam mall.


Tehyun tersenyum dan melambaikan tangannya sembari menyapa semua para penggemar yang menjerit keras layaknya orang yang kerasukan setan.


Mereka yang dikepung oleh kerumunan pengunjung perlahan bergerak menuju ke luar mall untuk pergi.


Para penggemar PTS tidak tahu bahwa salah satu dari orang yang menjaga Tehyun merupakan pria tertampan, tetapi ada beberapa wanita yang menyadari ketampanan Alseenio yang menjaga Tehyun dari banyaknya penggemar. Alih-alih memotret Tehyun, beberapa penggemar mengambil gambar Alseenio yang tengah serius berperan sebagai satpam pribadi Tehyun.


Tak lama kemudian, mereka berempat berhasil masuk ke dalam mobil Gemera, tetapi di luar mobil, terdapat kerumunan orang yang berjumlah ratusan memenuhi area parkir.


Tehyun cukup terkejut dengan antusias penggemar di Indonesia, ini sangat heboh hingga banyak sekali petugas keamanan dikerahkan. Pengalaman barusan benar-benar sulit untuk dilupakan.


[Ding! Misi Menjadi Bodyguard Tehyun Terselesaikan dan Dapatkan +50 Fisik dan penampilan, Bermain Kalimba, dan uang 3 triliun won!]


Saat ini, Alseenio mendengar pengingat Sistem di dalam benaknya, dia hanya diam dan terus fokus mengemudikan mobilnya sembari menahan integrasi kemampuan yang berlangsung.


Alasan dia mengajak salah satu dari anggota PTS untuk pergi karena misi dari Sistem.


Jika bukan karena Sistem, Alseenio lebih baik mengajak mereka semua untuk menonton di bioskop pribadinya di rumah beramai-ramai daripada keluar jalan-jalan.


Pasalnya, dia tahu pasti akan kacau dan menghebohkan mengajak Tehyun ke luar.


Sekarang, mereka menyempatkan diri pergi ke restoran untuk membuat konten video mencoba beberapa makanan khas Indonesia.


Lagi dan lagi, adanya mereka berdua, restoran yang mereka kunjungi seketika ramai oleh pengunjung dan banyak sekali mata yang menyorot ke arah mereka berdua.


Namun, Alseenio meminta Tehyun untuk santai dan tetap makan.


"Makanan apa ini? Mengapa ada coraknya seperti kura-kura?" tanya Tehyun menunjuk ke salah satu makanan yang ada di atas piring.

__ADS_1


Alseenio mengambil salah satu dari makanan tersebut dan menggigitnya, kemudian menjawab, "Namanya tempe goreng, dicocol dengan saus sambal akan terasa jauh lebih nikmat."


__ADS_2