SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 166: Mengajari Fara Seni Bela Diri


__ADS_3

Setelah suasana menjadi hening dan mereka semua tak bersuara, Linda mencairkan suasana yang dingin dengan perintah kepada mereka semua untuk bekerja dengan semangat.


Linda adalah ketua bagian depan atau minuman, memiliki tugas untuk memantau secara langsung teman-temannya sekaligus membantu semua orang.


Biasanya, Linda menjadi orang yang memberi tahu jikalau ada karyawan yang sakit, dia akan mencatat meski sebenarnya itu tidak diperlukan.


Setelah itu, di jam 3 sampai jam 4 Alseenio menjalankan tugas dengan sangat baik tanpa ada kesalahan. Sebelum berganti dengan karyawan lain, Alseenio membereskan piring dan alat makan yang kotor bersama Hilman, tak lupa untuk mengantarkan semua pesanan yang ada.


Ketika semuanya selesai, Alseenio dan Hilman pulang dan digantikan oleh karyawan yang masuk di sore hari.


“Pak Mugi, kami berdua pulang dahulu, ya!“


“Bang Bondan, aku pulang dahulu, semangat!“


Keduanya tidak lupa untuk tetap ramah dengan para karyawan lama atau senior. Respons mereka sangat baik dan tak lupa untuk mengingatkan untuk tetap berhati-hati di jalan.


Mereka berdua pergi ke tempat parkir di tempat parkir yang ada di dekat area restoran, Alseenio diberi tahu bahwa tempat parkir di belakang restoran ini hanya untuk para mobil yang mengirimkan bahan baku makanan tidak diperuntukkan bagi karyawan menyimpan kendaraan transportasi pribadi.


Tempat parkir yang letaknya dekat dengan restoran ini memiliki harga yang cukup murah bagi Alseenio. Selama satu bulan hanya cukup membayar 60 ribu rupiah untuk sepeda motor bisa diparkirkan.


Sekitar 5.000 rupiah untuk per hari sepeda motor ditempatkan di area parkir khusus di sana.


Alseenio lebih memilih untuk memarkirkan secara langsung 60.000 rupiah daripada tiap hari menyetorkan uang 5.000 kepada si penjaga tempat parkir.


Harganya terjangkau dan tidak mahal. Bagi Alseenio.


Mungkin bagi orang lain atau karyawan restoran itu terlalu mahal. Seharusnya, hanya 2.000 rupiah per hari setiap satu kendaraan sepeda motor atau beroda dua.


Di bawah tatapan para penjaga tempat parkir, Alseenio melajukan sepeda motornya keluar dari area tempat parkir menuju tempat Hilman menunggu.


Sehabis itu, mereka berdua pergi melesat dengan sepeda motor Alseenio ke rumah Hilman.

__ADS_1


Sama seperti sebelumnya, Alseenio menyempatkan waktunya untuk menengok anak-anak dan keluarganya. Mereka semua baik-baik saja, dan Alseenio sempat makan sejenak di rumah ketiga anak kecil itu.


Di mansion, Alseenio menceritakan apa yang terjadi di tempat kerjaannya kepada semua orang di dalam mansion.


Mendengar cerita Alseenio, mereka merasakan kelelahan Alseenio juga dari ceritanya. Setelah makan malam, Alseenio dan Fara ke ruang studio untuk membuat konten OkeTV, dan Fara memijat tubuh Alseenio yang pura-pura kelelahan.


Tubuh atau fisik Alseenio tidaklah lemah, melainkan kuat, kegiatan pekerjaan itu tidak ada apa-apanya, bahkan membuat Alseenio berkeringat pun tidak.


Akan tetapi, mental Alseenio yang kelelahan karena dihadapi banyak celotehan dari banyak orang, terlebih ketika melayani para pelanggan yang tak sabaran.


Kelelahan mental yang masih Alseenio tingkatkan lagi untuk lebih kuat ke hari berikut.


Fisiknya dengan cepat beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan, tetapi mentalnya masih belum.


Rekaman pulang setelah dari mengantarkan Hilman dan beranjak pergi dari rumah ketiga anak itu pun sudah Alseenio edit dengan bagus.


Editan videonya sangat keren dan tak ada yang salah, semuanya dikerjakan dengan baik walau dalam waktu yang cepat.


Sambil mengedit, Fara memijat kedua bahu Alseenio dengan pijatan yang lembut, sama sekali tidak terasa dipijat melainkan dielus oleh Fara.


Usai itu, mereka pergi ke kamar masing-masing untuk tidur dan bersiap menghadapi hari esok yang masih misteri.


Di pagi hari, Alseenio tidak berangkat dan bersiap bekerja, seperti 2 hari sebelumnya. Pasalnya, hari ini Alseenio masuk siang, sedangkan Hilman masuk jauh lebih pagi, yaitu di jam 7 pagi.


Masuk di jam 7 pagi benar-benar berat karena mempersiapkan semua yang ada di restoran, entah itu peralatan makan, meja, gelas, membersihkan kaca, membersihkan alas kaki depan restoran, menyiram bunga, menyiapkan piring yang serba guan, dan masih banyak lainnya.


Hilman pasti kerepotan dan bingung, terlebih dia sendiri yang karyawan baru, sedangkan Alseenio masuk di jam 12 siang, beberapa jam setelah Hilman masuk. Itu termasuk lama.


Dikarenakan banyak waktu, Alseenio dan Fara memulai untuk menjalani sebuah kegiatan, yakni mengajarkan Fara ilmu pertahanan diri atau seni bela diri.


Seni bela diri yang Alseenio ajarkan sangat praktis dan begitu sederhana. Alseenio mempraktikkan sebuah gerakan yang mudah dikuasai oleh Fara sebagai pemula.

__ADS_1


Gerakan-gerakan tersebut adalah menendang alat vital, menendang lutut, memukul jakun, dan masih banyak lagi.


Namun, hari ini hanya 3 gerakan yang difokuskan untuk Fara kuasai dengan dalam, tak hanya bisa, melainkan sudah mudah mengaplikasikan di kondisi yang tepat.


Selama 2 jam mereka melakukan pengajaran ini, Fara sudah berkeringat deras sehingga baju olahraganya dibasahi oleh keringat.


Alseenio bisa melihat wadah bola besar Fara dari baju basah tersebut, wadah berwarna hitam dengan pola bunga.


Setelah itu, Alseenio mandi dan mencuci diri karena banyak bergerak dan terkena debu dan kotoran tanah di taman mansion.


Mereka melakukan latihan ini di taman mansion yang cukup besar dan cocok untuk dijadikan tempat pelatihan, terlebih sangat damai karena pepohonan menghalangi sinar matahari pagi.


Masih ada 2 jam sebelum Alseenio berangkat kerja, ia memutuskan untuk menghabiskan waktu untuk membuat konten video OkeTV dan Tiktod.


Konten itu sangat sederhana dan singkat karena waktu juga berjalan begitu cepat, bagai kilat yang melesat.


Memakai kemeja putih dan celana bahan hitam, tak lupa membawa jaket hitam kesukaannya, Alseenio berjalan keluar dari kamar dan menuruni tangan untuk bertemu Fara yang menunggunya.


Selain Fara, di sana ada orang tua Fara dan Bella, Gondals tak ada karena dia sibuk bekerja dan mengkoordinasikan perusahaan sesuai kemauan Alseenio dan pertimbangan Sugi.


“Hati-hati, di jalan, ya. Jangan kebut-kebutan. I love you~ ….“


Fara memeluk Alseenio di depan orang tuanya dan Fara, kakinya berjingkat untuk bisa mencium pipi Alseenio, itu pun tubuh Alseenio harus menunduk agar ciuman bibir Fara sampai ke pipinya.


Setelah berpamitan dengan semuanya, Alseenio menyalakan mesin sepeda motor R6 yang biasa digunakan untuk berangkat kerja, kemudian menarik pedal meninggalkan area mansion.


Masih sama dengan kegiatan sebelumnya, Alseenio merekam lagi sebuah konten menuju tempat kerja, tetapi jalurnya Alseenio bedakan agar orang-orang tidak mendeteksi atau menerka-nerka di mana dirinya berada.


Ditakutkan, Alseenio kepergok oleh seorang penggemar ketika pulang dari pekerjaannya.


Akan tetapi, itu tidak mungkin.

__ADS_1


Alseenio dengan cepat melakukan persiapan dan kemudian ia pergi ke dalam restoran untuk bertugas sebagai pelayan.


Baru saja, Alseenio bekerja di siang hari ini, sebuah peristiwa mengejutkan terjadi.


__ADS_2