SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 119: Saling Mengenal


__ADS_3

Panggung tempat Niara dan Ryan duduk bersama dengan dua belah pihak keluarga tampak mewah nan megah, tercantum nama Ryan Laryse dan Hani Kiara di atas panggung.


Tempat duduk Alseenio dan yang lain pun tidak seperti tempat duduk di acara pernikahan orang-orang, kursi tamunya di tata rapi dan disediakan meja bundar di antara beberapa kursi, mirip seperti tempat duduk di pesta-pesta besar.


Alseenio tidak mengenali orang-orang yang datang, tetapi dilihat dari pakaiannya, mereka sepertinya bukan orang yang sederhana, setidaknya memiliki rumah mewah dan perusahaan kecil.


Mengingat Ayah Laryse ada bos dari Perusahaan Laryse, rekan-rekan bisnis pasti datang ke acara pertunangan anaknya.


Namun, Alseenio tidak melihat ada artis yang datang ke sini. Biasanya, anak pengusaha yang kaya banyak dihadiri oleh artis-artis terkenal, orang penting, dan bahkan pejabat serta presiden.


Selain tidak ada artis yang datang, orang yang datang cuma ratusan orang, terlihat sedikit, tak sampai seribu orang.


Alseenio baru sadar bahwa acara belum dimulai, padahal ini sudah jam 10 pagi, di dalam undangan yang dikirim oleh Ryan mencantumkan acara dimulai pada jam 9 pagi.


Awalnya, Alseenio dan Fara ingin datang tepat waktu, tetapi mereka harus menunggu Sugi sampai di rumah Bang Luffi, dan Sugi baru tiba di jam setengah 9 pagi lewat sekian menit.


Syukurnya acara masih belum dimulai saat mereka bertiga sampai di tempat acara.


Tak lama kemudian, acara pertunangan akhirnya dimulai.


Pembukaan dibuka oleh pembawa acara, kalimat yang dibawa pembawa acara pria ini sangat lucu dan tidak membosankan, dilanjutkan dengan sambutan yang di mana Ryan menyampaikan maksud dari acara ini, yakni bertunangan dengan Niara.


Niara serta keluarga menerima tunangan ini, kemudian masuk ke sesi seserahan dan pertukaran cincin.


Ibu Niara memasangkan cincin untuk Ryan, dan Ibu Ryan memasangkan cincin untuk Niara. Dengan ini, pengikat pertunangan telah berhasil dilakukan.


Melihat ini orang-orang tersenyum dan ikut bahagia, Alseenio pun tanpa disadari mengungkapkan senyumannya, sama dengan Fara, ia tersenyum di balik masker.


Setelah itu, keluarga Niara dan Ryan berbincang dengan ramah dan diiringi canda tawa untuk mencairkan suasana yang formal ini.


Semua rangkaian acara sudah terlalui dengan baik, pembawa acara mengambil alih lagi dan dia melakukan penutupan atau pengakhiran acara pertunangan.


Acara pun terus berlanjut, sesi berfoto bersama antara dua keluarga itu dilakukan, dan para tamu undangan dipersilakan untuk menyantap hidangan yang ada dan sudah disediakan.


Pada sesi ini orang-orang mengobrol satu sama lain dan berkenalan, Alseenio dan Fara sering kali didatangi oleh orang asing yang mereka tidak kenal.


Mereka ini ingin berkenalan dengan Alseenio, lantaran di depan gedung tadi, mereka sempat melihat Alseenio keluar dari mobil Pagani yang harganya puluhan miliar, tidak aneh jika ditargetkan oleh para pebisnis ini.


Alseenio juga memperkenalkan dirinya sebagai pemilik perusahaan Chakra Asep Perkasa dan pemegang saham GoTe, ternyata mereka tahu Alseenio sebab di berbagai media sosial di ponsel mereka pasti ada satu atau dua berita yang membahas Alseenio.


Dengan demikian, mereka makin senang begitu berkenalan dengan Alseenio.


Ada puluhan kartu nama yang Alseenio terima, semua itu berasal dari orang-orang yang sempat berkenalan dengan Alseenio.

__ADS_1


Kartu nama ini cukup penting, Alseenio menyerahkan kartu nama tersebut kepada Sugi, suatu saat kartu nama tersebut berguna.


Bergitu Alseenio, Fara, dan Sugi terbebas dari perkenalan para tamu dan menikmati makanan kecil yang telah disediakan, mereka melihat para tamu satu per satu pamit dan pulang meninggalkan gedung.


Hanya tersisa puluhan orang yang ada di dalam gedung. Mereka bertiga belum pulang karena sedang menunggu momen untuk bertemu dengan Ryan dan Niara.


“Ini adalah hadiah dari kami untuk kalian berdua. Semoga hubungan kalian lancar sampai ke acara pernikahan nanti.“


Begitu mereka bertiga menunggu waktu untuk pergi ke atas panggung, ternyata Ryan dan Niara yang menghampiri mereka.


Melihat kedatangan mereka berdua, Alseenio, Fara, dan Sugi berdiri, kemudian mereka bersalaman dan Alseenio tidak lupa mengucapkan selamat kepada mereka berdua.


Kemudian, Alseenio menyerahkan sebuah tas belanjaan putih polos kepada Ryan, di dalamnya terdapat barang-barang hadiah dari Alseenio dan Fara.


“Terima kasih, Nio. Semoga saja ….“ Ryan mengambil hadiah dari Alseenio dengan senyum senang.


Alseenio membalas tersenyum dan mengangguk.


Melihat keduanya akrab, Niara terkejut tidak main, matanya sekilas membulat, kemudian ia menundukkan pandangannya dan terlihat rumit.


Ia tidak menyangka Ryan berteman dengan Alseenio, terlebih tampak dekat.


Baru saja, Alseenio dan Ryan ingin mengobrol, tiba-tiba Alseenio merasakan cubitan pelan di pinggangnya yang berasal dari Fara, itu sebuah kode, Alseenio harus melakukan sesuatu.


“Boleh, ada apa, Nio?“ Ryan merasakan ada yang aneh, ia sama sekali tidak keberatan, ia melihat keluarganya dan keluarga Niara masih sibuk mengobrol dan berbincang bersama beberapa tamu.


Mereka berempat duduk di tempat duduk tamu Alseenio dan Fara, Sugi pergi dari mereka dan hendak menikmati makanan-makanan yang ada di sini. Tidak baik untuk mendengarkan mereka berbicara yang tidak ada hubungannya dengan dirinya.


“Sebenarnya, Niara dan aku adalah teman, Ryan.“


Mendengar ucapan Alseenio, Ryan terkejut dan ia melirik Niara meminta kebenaran, Niara yang diam tidak berbicara pun mengangguk.


“Tunggu, kalian berdua berteman? Mengapa kamu tidak memberi tahu aku?“ Ryan bertanya kepada Alseenio dengan mimik yang tercengang.


“Aku pun baru tahu kamu bertunangan dengan Niara, bahkan kamu baru mengirimkan pesan undangan pertunangan tadi beberapa menit sebelum acara dimulai,” jawab Alseenio dengan tenang.


“Benar juga.“ Ryan mengangguk lalu menengok ke Niara yang duduk di sebelahnya. “Kamu mengapa tidak memberi tahu bahwa kamu berteman dengan Alseenio, Honey?“


“Umm … aku kira kamu tidak kenal Alseenio, jadi aku tidak memberi tahu tentang itu,” ucap Niara sambil menatap kembali Ryan.


“Sudah-sudah, tidak perlu membahas tentang ini. Ryan, aku ingin berbicara hal lain dengan kalian berdua.“ Alseenio menatap keduanya. “Aku dan Fara meminta maaf kepada Niara, kami berdua telah melakukan kesalahan ….“


Alseenio dan Fara meminta maaf secara langsung kepada Niara dengan sungguh-sungguh. Saat mendengar ini, Ryan lagi-lagi bingung dan terkejut lalu ia meminta penjelasan yang jelas atas apa yang telah terjadi.

__ADS_1


Peristiwa di mall yang di mana Niara tiba-tiba pulang diceritakan oleh Alseenio dan Fara.


Ketika menceritakan ini, Fara hampir mengeluarkan air mata sambil meminta maaf.


Niara juga mengungkapkan semua yang terjadi sebelumnya mengenai perasaannya kepada Alseenio.


Wajah Ryan menjadi muram mengetahui Niara menyukai Alseenio, tetapi begitu melihat Niara, rasa kecewa yang ia rasakan perlahan memudar, terutama ketika Niara memegang lembut tangannya dan menegaskan bahwa perasaan kepada Alseenio telah menghilang, hanya ada dirinya di hati Niara.


Alseenio dan Fara pun menerangkan semuanya, momentum pertemuan ini memperbaiki hubungan mereka berempat.


Tidak ada yang ditutupi lagi, masalah Niara dengan Alseenio dan Fara telah selesai.


“Terima kasih telah menemaniku, terima kasih kebahagiaan yang telah kamu buat saat itu, aku senang bisa bertemu kamu, Nio.“ Niara menatap Alseenio dan tersenyum sangat tulus.


Niara merasa harus berterima kasih kepada Alseenio, lantaran sebelum bertemu lagi dengan Ryan, hari-harinya menjadi berwarna karena Alseenio.


Momen senang beberapa Minggu yang lalu datang dari Alseenio.


“Terima kasih juga sudah menjadi teman baikku lagi, Niara.“ Alseenio tersenyum dan mengangguk.


Ryan dan Fara yang berdiri di samping pasangannya ini ikut senang, masalah sepenuhnya terselesaikan.


Pertemanan Alseenio dan Niara kembali baik. Niara tidak lagi menyukai Alseenio, hatinya hanya ada untuk Ryan.


Tentu saja Ryan percaya kepada Niara, lagi pula Alseenio merupakan teman dekatnya dan sudah memiliki pasangan masing-masing, mustahil sekali benih-benih cinta muncul di antara Niara dan Alseenio, lebih lagi dia dan Niara sudah bertunangan.


Dengan demikian, mereka berempat telah berdamai.


Setelah perbincangan serius ini, Fara dan Niara perlahan menjadi akrab, mereka seperti saudari kembar.


Sementara itu, Alseenio dan Ryan masih seperti biasa, akrab dan konyol.


Pada saat ini, Ryan dan Niara membawa Alseenio dan Fara untuk bertemu dengan keluarganya.


Ketika bertemu kedua keluarga tersebut, Alseenio dan Fara diterima dengan ramah dan diperlakukan bagaikan keluarga.


Ayah Ryan terkejut mengetahui bahwa orang yang pindah ke mansion besar dekat mansion anaknya adalah Alseenio.


Di atas panggung tersebut, Alseenio kerap diajak berbicara oleh Ayah Niara dan Ryan.


Mereka berdua menyukai sosok Alseenio, sedangkan Fara saat ini sedang dikerumuni oleh ibu Niara dan Ryan serta beberapa wanita yang ada di keluarga mereka.


“Kapan kamu ingin bertunangan seperti Ryan, Nak?“ Ayah Ryan bertanya kepada Alseenio yang duduk di sebelahnya sambil memegang secangkir kopi.

__ADS_1


“Ya, bukankah pacarmu sudah siap menjadi calon istri?“ tambah Ayah Niara menatap Alseenio sambil tersenyum.


__ADS_2