SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 108: Persoalan Keuangan Dimudahkan


__ADS_3

Orang yang datang ke mansion milik Alseenio adalah Asisten Pribadi Profesional yang dikirim oleh Sistem sebagai hadiah yang diterima Alseenio dari kotak misteri Misi Spesial.


Nama Pria ini adalah Sugi Onochan yang ternyata memiliki banyak gelar s2 di beberapa jurusan. Ia menunjukkan sertifikat s2 di universitas terkenal seperti Oksford dan Harpard.


Sugi merupakan lulusan S2 jurusan bisnis dan manajemen di Universitas Harpard, lulusan S2 jurusan ekonomi di Universitas Stanpord, S2 Informatika di Universitas Oxpord, dan ada 2 gelar jurusan lagi.


Semua gelar itu didapatkan dalam waktu 14 tahun dimulai dari dirinya berusia 18 tahun. Usianya sekarang sudah 33 tahun, tetapi wajahnya masih tampak muda dengan ciri khas tersendiri dari wajah orang Jepang.


Setelah melakukan percakapan bersama Alseenio dan Niara di ruang tamu, Alseenio dikabari bahwa Sugi ini datang ke Indonesia memakai jet pribadinya, ini dikonfirmasikan oleh Sistemnya kepada Alseenio, katanya untuk lebih efesien dan cepat sampai ke tempat tinggal Alseenio.


Bella dan Gondals pun mengobrol dengan Sugi, mereka cepat akrab, mungkin karena umur mereka yang tidak jauh berbeda.


Kedua pengawal ini diam-diam memeriksa Sugi, apakah sertifikat atau ijazah pendidikannya benar atau tidak. Hasilnya adalah asli tidak ada unsur kepalsuan, Bella dan Gondals sudah memverifikasinya.


Usai berkenalan, Alseenio langsung memberikan arahan, ia menugaskan Sugi untuk mengurusi perihal gaji karyawan yang Alseenio pekerjakan di mansion, rumah di Bandung, dan karyawan tim yang lain, termasuk biaya sewa perawatan jet pribadi.


Semua tentang transaksi keuangan dan masalah yang bersangkutan dengan uang akan diurus oleh Sugi tanpa harus Alseenio turun tangan sendiri.


Selain itu, Alseenio berkata kepada Sugi untuk selalu siap siaga, bisa saja ia menyuruhnya perihal berkaitan dengan perusahaan yang ia tanamkan sahamnya.


Laporan tentunya harus dibuat lalu diberikan kepada Alseenio.


Seputar gaji, Sistem sebenarnya sudah memberikan gaji kepada mereka per tahun atas nama dirinya, ini memang sudah termasuk dari hadiah Sistem.


Tidak cuma berlaku pada Sugi, Bella dan Gondals pun sama, itu akan diberikan secara diam-diam.


Mungkin ketiganya tidak tahu saat ini, di akhir tahun, lebih tepatnya di 29 Desember selanjutnya akan dikirimi uang oleh Sistem.


Nominalnya tidak kurang dari 5 miliar, bisa jadi lebih. Sistem memberi tahu persoalan itu langsung ke Alseenio.


Apabila tidak secara diam-diam, mereka bertiga tidak mau dibayar dan digaji oleh Alseenio, sebab mereka menganggap pekerjaan mereka adalah cara mereka balas budi atas perbuatan baik yang Alseenio buat.


Sugi Onochan juga memiliki kasus yang sama dengan Bella dan Gondals, Sistem menolongnya saat Sugi kesulitan.


Oleh karena itu, Sugi pun akan menghindari permasalahan gajinya, ia bilang tidak perlu digaji, datangnya ia ke sini untuk membalas budi dan menepati janjinya.


“Pegang kartu kredit ini, gunakan untuk keperluan yang sudah aku jelaskan di awal, kamu juga boleh gunakan untuk kepentingan pribadimu.“ Alseenio menyerahkan kartu platinum yang tingkatannya ada di bawah Black Card ke tangan Sugi.


“Haik! Aku akan mendengarkan perintahmu, Tuan Muda!“ Sugi mengangguk dan menyimpan kartu platinum dengan baik.


Sugi dikalahkan oleh tempramen bangsawan Alseenio, ia akhirnya menerima perintah Alseenio yang memperbolehkan menggunakan uang Alseenio untuk kepentingannya pribadi, padahal itu sudah bertentangan dengan salah satu aturan yang ia buat dan berlaku untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Alseenio tersenyum, kemudian ia mengucapkan salam sebelum tidur kepada Sugi dan berjalan bersama Fara ke ruang keluarga yang kosong.


Sebelum tidur keduanya harus melakukan ritual, yakni menikmati waktu berdua lagi dan bermanja mesra.


Mereka berdua tidak melakukan hal yang aneh, tidak ada kegiatan mencoblos, mereka cuma menonton film sambil berpelukan manja. Setelahnya, saling memberi kecupan satu sama lain dan tidur di kamar masing-masing.


Kamar Sugi berada di bawah, tidak jauh dari kamar orang tua Fara, Sugi lebih suka kedamaian serta suasana yang tentram, ia memutuskan memilih kamar yang ada pemandangan taman dari sudut pandang yang berbeda ini.


Waktu mengalir bagaikan sungai, tidak cepat, tetapi berjalan konstan tidak pernah berhenti, tanpa disadari oleh Alseenio, sudah 1 Minggu terlewati.


Bukan waktu yang singkat, selama seminggu ini banyak momen indah yang Alseenio rasakan, sedikit kejadian tak mengenakan terjadi.


Kasih sayang Alseenio kepada Fara makin bertambah, bahkan Alseenio sangat manja ketika bersama Fara.


Fara pun merasakan hal yang sama, perasaan cinta dan ketulusannya meningkat, tetapi sikapnya tidak manja seperti Alseenio, Fara menjadi lebih keibuan, ia bahkan belajar memasak hidangan mewah dengan ibunya dan Bella demi Alseenio, tak hanya memasak kue saja.


Selain memasak, Fara juga sering berkonsultasi pada Bella dan Ibunya tentang cara memanjakan pasangan dan agar Pria yang kita cintai selalu menempel.


Semuanya Fara lakukan supaya menjadi wanita terbaik untuk Alseenio.


Sayangnya, Fara tidak mengetahui bahwa Alseenio sudah menganggap Fara wanita terbaiknya bahkan sebelum ia mengungkapkan wajah cantiknya.


“Bentar, Cintaku! Aku baru saja memakai kacamata,” sahut Fara di dalam kamar yang sibuk mengenakan kacamata besar di dadanya.


“Apa aku boleh masuk ke kamarmu sekarang?“ Mendengar jawaban Fara, Alseenio ingin masuk ke dalam.


Wajah cantik Fara seketika memerah, dan ia berkata dengan seringai jahat, “Boleh, kalau kamu mau aku tendang anaconda milikmu!“


“Hehehe, tidak-tidak, lain kali saja.“ Refleks Alseenio memegang adik kecilnya, ia takut aset besarnya yang berharga menghilang.


Banyak kejadian yang serupa di antara keduanya. Meskipun mereka mesra dan sangat manis, tetapi banyak kejadian kocak dan mesum yang terjadi.


Secara tidak langsung, kejadian tersebut membuat mereka makin dekat dan memang pasangan yang cocok.


Tak lama kemudian, Fara akhirnya selesai berdandan dan keluar dari kamar.


Penampilan Fara masih cantik, tetapi wajahnya tidak dirias sedikit pun, pasalnya riasan sendiri yang membuat penampilan cantik Fara tertutupi.


Dandan bagi Fara yang sebenarnya adalah memakai baju dan mencocokkan baju untuk momen atau acara tertentu.


Sekarang ia memakai baju hitam ukuran besar atau oversize lengan pendek dan rok krem panjang, ia juga membawa mantel kesayangannya yang dibeli oleh Alseenio.

__ADS_1


Kegunaan mantel untuk menutupi tubuhnya di keramaian, ia sudah terbiasa dengan perintah Alseenio yang selalu mengingatkannya untuk menutupi tubuh.


Tidak lupa juga membawa tas wanita, soalnya mereka berdua ingin bepergian.


Melihat Fara di depannya, Alseenio melangkah ke depan untuk lebih dekat dengan Fara, kemudian tangannya terulur dan memegang pinggang Fara.


Menatap wajah Fara dengan senyuman yang lembut, Alseenio berkata, “Kamu selalu cantik, Sayang.“


“Kamu juga selalu tampan di mataku.“ Fara menyentuh dagu Alseenio penuh kasih sayang.


Pakaian mereka berdua sangat serasi, Alseenio juga memakai baju oversize atau ukuran yang besar ala Pria Korea dengan celana panjang berwarna krem, Alseenio juga membawa jaket hitam yang selalu ia bawa ketika keluar.


Di punggungnya terdapat tas selempang ukuran sedang yang berisikan barang penting dan krusial, seperti dompet dan yang lainnya.


Keduanya berjalan menuju basemen dan masuk ke dalam mobil Toyita Supra GR setelah berpamitan dengan Bella dan orang tua Fara.


Sugi tidak ada di rumah, ia ikut Gondals ke perusahaan untuk memeriksa keuangan di sana.


Dengan pedak gas yang diinjak, mobil hitam-ungu meluncur keluar dari mansion.


Di saat yang bersamaan, di mansion Ryan sudah ada orang tua Niara dan Tante Niara.


Mereka semua duduk dengan tenang dan memusatkan perhatian semuanya kepada Ryan.


“Bagaimana jawabanmu sekarang, Ryan? Apakah kamu menerima perjodohan ini atau tidak?“ Ayah Ryan bertanya sambil melihat Ryan yang duduk tegap.


Ryan mengangguk. “Ya, aku menerima perjodohan ini—”


“Baiklah,” celetuk Ayah Ryan yang memotong perkataan Ryan, “sekarang tinggal menentukan tanggal—”


“Tunggu, aku menerima perjodohan ini, tetapi ada syaratnya,” dengan cepat Ryan memotong ucapan Ayahnya agar tidak ada kesalahpahaman.


“Syarat?“


Mereka semua memandang Ryan dengan heran. Tia yang diam itu pun terkejut dan melihat Ryan dengan penasaran.


Ada yang aneh dengan gelagat Tia, saat mendengar kalimat Ryan yang dipotong, ia sama sekali terlihat bahagia, dia hanya diam sambil memegang tangan Niara di sebelahnya.


Melihat pihak keluarga Niara yang sangat ingin tahu, Ibu Ryan mendesak karena merasa tidak enak, “Cepat sebutkan syaratnya, Ryan.“


“Syaratnya adalah aku …."

__ADS_1


__ADS_2