SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 185: Memberi iPon


__ADS_3

Orang yang menjadi target pemberian iPon ternyata tahu identitas Birian.


"Kamu Birian, kan? Orang yang menyanyikan lagu rap Det Stuck?" tanya orang tersebut dengan menebak sesuai ingatan di kepalanya.


Birian terkejut dan dia mengangguk cepat membenarkan ucapan orang ini, Birian dengan sikap terbukanya bersalaman dengan orang tersebut dan menjawab, "Kamu benar, Teman!"


"Benar adalah nama depanku, tentu saja aku akan benar selalu, hahaha ...."


Ternyata orang ini memiliki humor receh. Birian dan lainnya ikut tertawa karena lelucon kecil pria tersebut.


"Dan ini? Mengapa dia selalu mengenakan masker?" Orang ini menatap Alseenio dengan heran dan juga penasaran.


"Hei, dia adalah orang yang akan memberimu iPon. Dia tidak ingin identitasnya diketahui orang karena itu akan menjadi sesuatu yang heboh," kata Birian sambil tersenyum.


"Halo, Kawan. Kamu sepertinya baik hati. Jangan bilang kamu adalah pencipta perusahaan yang bercita-cita ingin menerbangkan manusia ke planet Jupiter?" Menepuk bahu Alseenio, pria ini mencoba membuat lelucon lagi.


Sayangnya, lelucon ini terlalu personal dan menyinggung seseorang yang memiliki identitas yang besar.


Dengan begitu, Alseenio langsung memberikan orang ini pertanyaan. Jika orang ini dibiarkan mengoceh, itu akan membuat mereka mendapatkan masalah.


Menatap orang di depannya, Alseenio bertanya, "Apakah kamu tahu siapa istri dari pria itu?"


Alseenio menunjuk ke sosok pria yang berjalan di bahu jalan seberang mereka. Pria itu berjalan sendiri tanpa ada wanita yang mendampinginya.


Mendengar pertanyaan Alseenio, entah Birian, timnya, Fara, dan bahkan orang yang diberi pertanyaan menjadi bingung, memandang Alseenio seperti orang yang bodoh.


Orang ini menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Tidak tahu, aku tidak kenal orang itu."


"Ya!! Kamu benar. Beri dia iPon!" Alseenio meminta tim Birian untuk memberikan orang ini iPon.


Semua orang terkejut dengan operasi Alseenio, tetapi tim Birian tetap mengikuti ucapan Alseenio menyerahkan satu kotak iPon kepada orang ini.


Mengambil iPon dan memegangnya dengan kedua tangan, orang ini terkejut setengah mati dan menatap Alseenio dengan mata yang menunjukkan rasa tidak percaya.


"Let's go, Bro!"

__ADS_1


Setelah mencerna lama terhadap operasi Alseenio, orang ini melompat tinggi sambil berteriak penuh semangat.


Dengan teriakan orang yang mendapatkan iPon, membuat Birian dan lainnya sadar dan tersenyum atas benarnya jawaban orang ini dari pertanyaan aneh Alseenio.


Birian dan lainnya memeluk orang ini satu per satu bentuk persahabatan dan rasa terima kasih.


Alseenio merasa senang melihat orang lain senang.


Setelah orang berkulit gelap ini mendapatkan iPon, Alseenio dan lainnya bergerak mencari target lainnya.


Lebih dari 45 orang berhasil Alseenio temukan dan dia telah memberikan 45 iPon pada mereka semua. Waktu sebentar lagi menunjukkan waktu makan siang, tetapi Alseenio ingin mencari orang ke-46 sebelum pergi makan siang.


Alseenio melakukan ini karena dia masih menunggu jadwal untuk syuting dari sutradara film. Hari ini dia masih belum diberikan informasi lebih lanjut, tetapi Sutradara sudah menghubunginya bahwa besok dia ingin bertemu Alseenio.


Hari ini dia benar-benar harus membagikan 100 buah iPon kepada 100 orang yang beruntung terpilih untuk mendapatkan hadiahnya.


Tepat ketika dia melewati keluarga kecil yang sedang berjalan di trotoar tempat mereka berjalan, Alseenio tiba-tiba meminta yang lain berjalan pelan-pelan dan dia menghampiri anak kecil yang ada di keluarga kecil tersebut.


Kedatangan Alseenio membuat keluarga kecil ini terkejut, saat melihat Alseenio membawa banyak orang termasuk beberapa kameraman, mereka menatap semuanya dengan bingung.


Ayah dan ibu anak kecil ini langsung menatap Alseenio yang berjongkok dan bertanya kepada anaknya.


Anaknya yang bingung tanpa sadar menjawab, "Ya, mau."


"Oke. Sebelumnya, aku akan memberi tahu kepadamu aturannya, jika kamu benar menjawab satu pertanyaan dariku, kamu berhak mendapatkan hadiah. Kamu siap?" ucap Alseenio dengan nada yang ramah dan lembut.


Dengan tempramen Alseenio yang lembut dan juga ramah, anak kecil ini tak merasakan bahaya dan rasa tak nyaman dari Alseenio. Dia mengangguk menandakan dirinya mengerti dengan peraturan yang dikatakan oleh Alseenio.


Segera, Alseenio bertanya, "Berapa hasil dari satu ditambah satu?"


"Um ... kata ayahku waktu itu, jawaban pertambahan satu tambah satu sama dengan dua," jawab anak kecil tersebut sambil memegang dagunya.


Alseenio dan lainnya tersenyum mendengar jawaban anak kecil ini.


Tanpa banyak berbicara, Alseenio memberi kode pada tim Birian untuk mengambil satu kotak iPon untuknya.

__ADS_1


Setelahnya, Alseenio menyerahkan kotak iPon kepada anak ini serasa berkata, "Selamat, jawaban kamu benar. Kamu berhak mendapatkan hadiah ini."


"Sungguh?!" Anak ini terkejut, matanya membesar menatap Alseenio dengan tidak percaya.


Alseenio menanggapi dengan senyuman dan juga anggukan. "Benar, itu untukmu. Ingatan, gunakan ponsel itu dengan bijak, aku akan meminta orang tua kamu mengawasi kamu bermain ponsel."


Mendengar ucapan Alseenio, anak kecil ini mengangguk mengerti dan paham.


Setelah memberi anak kecil satu buah iPon, Alseenio dan Fara mengobrol dengan kedua orang tua anak tersebut.


Obrolannya berisi tentang Alseenio meminta kedua orang tua ini lebih memperhatikan anaknya saat bermain ponsel. Pada momen ini, kameraman meliput Alseenio agar penonton tahu Alseenio peduli dengan anak kecil yang dia beri ponsel.


Sebelum pergi, Alseenio memberikan uang sebesar 10.000 dolar kepada kedua orang tua ini untuk kebutuhan sekolah anaknya. Saat Alseenio memberikan uang, kameraman tidak menyoroti karena permintaan Alseenio untuk tidak meliputnya.


Setelah pemberian anak kecil, Alseenio dan seluruh tim yang ikut dengannya pergi ke restoran terdekat untuk makan siang bersama.


Kedatangan Alseenio dan teman-teman dalam sekejap menjadi perhatian banyak orang yang sedang makan di dalam restoran.


Untungnya, tim Birian mudah untuk dikontrol, mereka tidak rusuh dan berisik, berbicara dengan suara yang tak begitu keras, tetapi masih terdengar satu sama lain.


Pada saat Alseenio dan Fara membuka maskernya, banyak orang yang makan di restoran ini langsung melihat kedua wajah mereka.


Banyak orang yang bergegas mengambil ponsel dan mengarahkan kamera ponselnya ke Alseenio dan Fara.


Restoran ini entah mengapa menjadi ramai sejak Alseenio dan Fara membuka maskernya.


Tim Birian menjaga Alseenio dan Fara sambil makan, Birian ikut-ikutan dilirik oleh banyak orang sehingga mereka semua tidak bisa terlalu lama di restoran ini.


Sehabis menyelesaikan makan siang, mereka tidak diam di dalam restoran, melainkan beranjak pergi meninggalkan restoran dan kerumunan.


Alseenio dan Fara tidak lupa untuk menutupi sebagian wajahnya dengan masker ajaib.


Kerumunan yang mengikuti mereka semua berangsur-angsur menjadi sedikit dan akhirnya menghilang, meninggalkan Alseenio dan tim Birian.


Dengan begini, mereka bisa melanjutkan lagi membuat konten membagikan 100 buah iPon kepada orang-orang.

__ADS_1


"Alseenio, bagaimana jika kita memberi hadiah ini ke para mahasiswa di kampus?"


__ADS_2