SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 55: Hari yang Sial


__ADS_3

Alseenio benar-benar tidak mengharapkan kejadian seperti ini hadir kepadanya di malam hari ini.


Beruntung ia masih hidup berkat ilmu bela diri yang diberikan oleh sistem. Jika tidak, Alseenio tidak tahu nasibnya sekarang, entah dia ada di alam baka atau mengambang di antara hidup dan mati.


Terlalu memikirkan kejadian berbahaya yang baru saja terjadi, Alseenio tak sadar dirinya tertidur tanpa mengenakan pakaian di tubuh atas.


Di dalam mimpinya, Alseenio sedang berada di Kutub Utara tanpa mengenakan satu pakaian pun di tubuhnya, tubuhnya terasa dingin sampai-sampai ingin membeku, tetapi sesuatu sosok datang menghampirinya. Alseenio merasa senang dengan munculnya sesosok makhluk tidak kenal, wajah Alseenio berubah ketika melihat dengan jelas siapa sosok ini.


Sosok itu adalah orang pria berkulit hitam dan berambut gimbal, orang ini berlari kencang mendekati Alseenio seraya berkata, “Ambatukam …!“


“Tidakk!!“


Deg!


Alseenio terpental dari tempat tidur dan mendarat berdiri di depan tempat tidur.


“Sialan!“ Alseenio berkata dengan wajah yang panik. “Apakah itu mimpi?!“


Alseenio menoleh ke area sekitar kamar dengan ekspresi yang ketakutan dan hati yang tidak tenang.


Dadanya yang berotot padat itu kembang-kempis, dan butiran keringat muncul di dahinya.


“Fiuh … ternyata cuma mimpi …” Alseenio menghela napas panjang lalu duduk di atas kasur.


Hampir saja Alseenio terkena serangan jantung karena mendapat mimpi aneh tadi. Ia kira itu kenyataan, ternyata itu mimpi.


“Mimpi yang mengerikan, kurasa lebih mengerikan mimpi sebelumnya ketimbang mimpi tertindih oleh setan.“ Alseenio menenangkan dirinya dan menghilangkan rasa terkejut akibat mimpi menyeramkan yang ia dapatkan.


Angin lembut yang sejuk berhembus ke kulit putih Alseenio membuat tubuh Alseenio bergidik hebat. “Brrr …!“


Alseenio sekilas menggigil, dengan cepat ia memeluk dirinya sendiri.


“Pantas saja aku kedinginan, ternyata aku tidak memakai kaus dari semalam!“


Segera, Alseenio mengambil selimut dan ponselnya. Ia membungkus seluruh tubuhnya dan melihat jam yang tercantum jelas di layar ponsel.


“Tumben sekali di Jakarta dingin, biasanya jam enam pagi di hari biasanya tidak dingin seperti ini,” gumam Alseenio yang sedikit heran.


Ini baru pukul jam 6 pagi, tetapi suhu di kamarnya begitu dingin, Alseenio bahkan merasakan kulitnya seperti ditusuk-tusuk oleh suhu dingin ini.


Begitu Alseenio menaruh ponselnya di atas kasur, ia melihat bahwa AC masih menyala dengan suhu di bawah 10 derajat Celcius.


Wajah Alseenio menjadi muram, tangannya dengan cepat menyambar alat kendali AC lalu mematikan total penyejuk ruangan ini.


“Pagi-pagi sudah banyak yang membuatku kesal!“ Alseenio bergumam dengan wajah yang tidak senang, kemudian ia bangkit dari kasur dan pergi sembari membawa handuk ke kamar mandi. “Lebih baik aku pergi mandi sekarang.“


Di dalam kamar mandi, Alseenio menggosok tubuhnya seraya bernyanyi dengan suaranya yang magnetis, “Dari depan aku tampan. Dari samping aku tampan. Dari mana-mana aku tetap tampan sekali! Oh yeah!!“


Alseenio bernyanyi sambil berpose menggelikan di depan cermin kamar mandi, menurutnya itu adalah pose tertampan, tetapi bagi orang lain ini terlihat konyol.


“Akhirnya, aku selesai konser di kamar mandi ….” Alseenio menghirup udara segar dari balkon apartemen sambil menggosok rambutnya dengan handuk agar sedikit mengering. “Pagi yang cerah seperti ini enaknya melakukan kegiatan apa, ya?“


Alseenio berjalan ke arah sofa balkon dan duduk nyaman di sana, “Seharusnya, hari ini, misi telah selesai …. Aku sepertinya harus menunggu notifikasi dari sistem datang.“

__ADS_1


Jelas teringat oleh Alseenio bahwa hari ini adalah hari berakhirnya Misi Spesial dari sistem. Namun, ia belum mendapatkan pemberitahuan dari sistem bahwa misi berhasil diselesaikan.


Daripada diam menunggu seperti ini dan hanya mendengar suara bising dari pengering rambut, lebih baik memutar video Yitub dan mendengarkan ocehan Bang Windi di siaran ulang Yitub Bang Windi.


Sehabis mengeringkan dengan handuk bekas mengeringkan tubuh, Alseenio berganti alat ke pengering rambut elektrik untuk mengeringkan rambut panjangnya agar lebih maksimal. Sejujurnya, Alseenio merasa kerepotan dengan rambutnya ini, tetapi mau bagaimana lagi, rambutnya akan rusak dan jelek jika tidak dirawat dan hukuman sistem masih berlaku sampai lima tahun ke depan.


Alseenio meletakkan ponselnya di atas meja balkon, kemudian ia meng-klik logo Yitub dan mencari saluran Bang Windi. Di saat Alseenio hendak memencet salah satu video Bang Windi, sebuah ingatan terlintas di benaknya dan detik itu juga Alseenio tersadar.


“Sial! Aku lupa melihat berapa jumlah pelangganku sekarang!“ seru Alseenio yang teringat bahwa dirinya seorang Yituber, padahal sebelumnya ia ingat dengan Misi Sistem, tetapi ia tidak ingat dengan isi misinya, hanya ingat tanggal saja.


Dengan cekatan, Alseenio berpindah ke halaman saluran yitubnya, sebuah angka dengan angka 0 yang banyak tertulis di bawah nama channel-nya.


“Hasil yang tidak buruk, satu juta pelanggan dalam satu minggu,” gumam Alseenio dengan perasaan yang lega.


Ia melihat sebuah angka 1 juta pelanggan di channel miliknya sendiri, rata-rata videonya yang telah diterbitkan menerima tampilan penonton lebih dari 2 juta orang dan lebih dari 100 ribu suka di setiap videonya. Video Alseenio dengan Brendin Kentodi yang diunggah semalam pun sudah ditonton oleh satu juta orang dalam satu malam saja, ini sebuah pencapaian yang luar biasa.


“Bukankah artinya aku tinggal menunggu dua penghargaan 'Play Button' yang berwarna emas dan silver?“ gumam kecil Alseenio. “Pengiriman mungkin tidak akan secepat itu, mengingat Yituber yang lain mendapatkan penghargaannya di satu minggu berikutnya, bahkan ada yang harus menunggu satu bulan lamanya.“


“Intinya aku sudah tenang sekarang, setidaknya hasil kerja kerasku tidak begitu buruk. Sebenarnya, aku ingin mendapatkan lebih dari satu juta pelanggan, tetapi itu sulit direalisasikan. Mendapatkan hasil sebesar ini aku sudah bersyukur.“


Alseenio mematikan alat pengering rambut tanpa kabel ini dan mengikat rambutnya dengan model Messy Top Knot kesukaannya.


“Sudah jam tujuh, suara sistem masih belum datang, sampai kapan aku menunggu?” decak Alseenio sambil menyaksikan video siaran langsung ulang Bang Windi.


“Seperti ada yang kurang,” Alseenio berkata pada dirinya sendiri sambil melihat ke sekitar tubuhnya. “Oh, iya! Secangkir kopi lupa belum dihadirkan. Mumpung iklan, aku membuat kopi terlebih dahulu.“


Setelah mengatakan itu, Alseenio meletakkan ponselnya di atas meja balkon dan pergi ke dalam.


Dua menit berselang, sosok Alseenio keluar sambil membawa secangkir kopi hitam dengan sedikit gula.


“Hahaha!“


Alseenio tertawa terbahak-bahak melihat Bang Windi terkejut karena melihat sosok hantu yang tiba-tiba muncul.


“Slurpp! Ahh~” desah Alseenio begitu menyesap secangkir kopi di tangannya.


Saat Alseenio bersantai mulai menikmati waktu kosong ini, suara yang ditunggu-tunggu olehnya datang dan berbunyi di benaknya.


[Ding! Misi Spesial Menjadi Motovlogger dalam Seminggu Terselesaikan dan Dapatkan Kawasaki H2 Full Carbon, 15% Saham Bank Sentral Asia, dan Pagani Huayra Imola!]


Mata Alseenio langsung melebar ia melempar ponsel di tangannya ke atas sofa sebelum dirinya melompat dari sofa.


“Uwoghhh!!“ Alseenio berteriak kegirangan begitu melihat hadiah yang tercantum di panel sistem.


“Satu … dua … tiga ….“


Ia refleks melakukan push up 100 kali saking dirinya senang.


“Sembilan puluh sembilan ….“


“Seratus!“


Alseenio melompat sangat tinggi setelah selesai melakukan push up dan hendak memukul sofa untuk melampiaskan kegembiraannya.

__ADS_1


Namun, begitu kepalan tangan keras Alseenio ingin menyentuh sofa, tiba-tiba tubuh Alseenio bergetar hebat hingga rambut panjangnya naik terangkat.


Bzzzttt!


Tubuh Alseenio yang sedang berdiri bergetar beberapa kali dengan wajah tampannya muncul noda hitam, bau terbakar muncul dari tubuhnya. Setelah itu, Alseenio berdiri kaku dan tak lama kemudian terjatuh ke sofa yang ada di depannya karena hembusan angin kencang dari arah luar.


Bruk!


“E–ee … Si–sial …” ucap lemah Alseenio yang terbaring di atas sofa.


Setelah mengucapkan kata itu, kesadaran Alseenio perlahan menghilang, dan ia pun pingsan.


Dua jam kemudian.


Drrtt! Drrtt!


Suara getaran terdengar di telinga Alseenio, sedikit demi sedikit Alseenio mendapatkan kembali kesadarannya dan matanya yang terpejam samar-samar terdapat sebuah reaksi.


Bulu matanya yang indah bergoyang keras memberikan tanda bahwa Alseenio akan bangun sebentar lagi.


Getaran itu makin jelas terdengar dan tak lama berselang kesadaran Alseenio kembali sepenuhnya. Ia pelan-pelan membuka matanya dengan lemah sampai terbuka lebar. Segera, pemandangan dengan terlihat di matanya.


Sebuah ponsel menyala, suatu getaran berasal dari ponsel tersebut. Alseenio bangun dari sofa dan berdiri dengan keadaan yang bingung.


“Kenapa aku tertidur di sini?“ Alseenio menggelengkan kepalanya dan bertanya pada diri sendiri.


Ia tidak ingat dirinya tidur di atas sofa. Karena itu, ia bertanya-tanya di dalam otaknya.


Sniff! Sniff


Mendadak, hidung mancung Alseenio bergetar karena ia mencium bau asing yang ada di dekatnya.


“Hmm … seperti bau terbakar, apa yang terbakar?“ Alseenio menstabilkan tubuhnya untuk berjalan dan melihat ke sekitar, hasilnya tidak ada yang terbakar. “Baunya di dekat sini, tetapi aku tidak menemukan benda yang terbakar, ini aneh ….“


Alseenio menggelengkan kepala dan kembali duduk di sofa. Ia teringat ada sesuatu yang bergetar ketika ia tertidur dan Alseenio dengan lekas menoleh ke arah ponselnya yang ada di atas sofa balkon. “Siapa yang menelepon?“


Sebuah nomor tidak dikenal memanggilnya dan itu tidak terjawab lantaran Alseenio lama mengangkatnya. Dengan inisiatifnya ia memanggil balik nomor ini, kemudian panggilannya terangkat.


“Halo, ini siapa?“ tanya Alseenio.


“Halo, selamat pagi menjelang siang, Tuan Alseenio. Saya Direktur dari Perusahaan Bank Sentral Asia,” jawab pihak lawan dengan suara yang tenang dan berwibawa.


Setelah mendengar ini, Alseenio segera teringat dengan apa yang terjadi sebelumnya, ternyata ia mendapatkan hadiah saham dari sistem.


Tepat ketika Alseenio membuka mulutnya hendak menjawab, suara mekanis sistem muncul begitu saja di telinganya.


[Ding! Misi Menjadi Ikan Asin yang Kaya Raya Berlaku!]


[Judul Misi: Jadilah Ikan Asin yang Kaya Raya.]


[Misi: Biarkan pemegang perusahaan menjalankan perusahaan, Anda hanya perlu menunggu deviden perusahaan datang dan menerimanya.]


[Syarat: Setiap hadiah saham yang didapatkan dan Anda membiarkan pemegang perusahaan yang dahulu tetap bekerja tanpa ikut campur mengenai pemilihan jalan perusahaan, Anda mendapatkan hadiah.]

__ADS_1


[Hadiah: 1x Kotak Misteri.]


[Hukuman: Tersengat listrik 333 Miliar Volt.]


__ADS_2