
Alseenio melajukan sepeda motornya dengan kecepatan yang lebih dari 80 km per jam.
Bayangan hitam melintasi jalan raya yang sedikit padat, berkelok-kelok di antara kendaraan yang tengah melaju santai.
Kemampuan mengendarai sepeda motor level dewa aktif, sepada motor berakselerasi cepat tanpa khawatir jatuh atau menabrak. Kemampuan ini selalu aktif jika Alseenio menaiki sepeda motor, sama seperti kemampuan yang lainnya yang akan aktif ketika dia ada di dalam kegiatan yang terpaut dengan kemampuannya tersebut.
Tak butuh waktu yang lama untuk Alseenio sampai di mansionnya. Waktu yang ia habiskan untuk kembali pulang kurang dari 30 menit lamanya.
Ketika di dalam mansion, Alseenio menceritakan tentang apa yang terjadi di kantor pusat restoran tersebut kepada orang-orang yang ada di rumah.
“Jadi, kamu punya kenalan di sana?“ Fara menatap wajah Alseenio dengan mata yang aneh.
Alseenio mengangguk dan sedikit berkeringat, nada dari suara Fara terdengar menyeramkan. “Ya, Ibu HRD adalah orang yang aku kenal.“
“Dari mana kamu bisa kenal dia?“ Wajah Fara menunjukkan ekspresi yang sangat penasaran. Dia bertanya-tanya lagi.
“Aku sempat mencoba menjadi tukang ojek selama satu hari. Aku dapat pelanggan pertama, dan pelanggan pertama adalah dia. Aku mengantarkan dia ke kantornya. Sejak pertemuan tak sengaja itu, aku tidak pernah bertemu lagi, barusan kedua kalinya aku bertemu dia.“ Alseenio tidak menyembunyikan apa pun dari Fara.
Raut wajah alami Alseenio yang serius dan tidak mencurigakan. Ekspresinya sangat jujur dan tak ada gelagat aneh, membuat Fara percaya dengan ucapan Alseenio.
“Apakah dia makin cantik setelah tidak bertemu kamu?“ Fara lagi-lagi melemparkan pertanyaan yang aneh.
Bella dan Ibu Fara yang duduk di ruang keluarga, diam-diam beranjak pergi dan tak mau ikut campur hubungan mereka.
“Tak berubah, wajahnya masih sama saat pertama kali aku lihat waktu itu. Berbeda denganmu yang selalu bertambah cantik setiap saat.“ Alseenio menunjukkan senyumannya yang paling menawan.
Wajah Fara yang sedikit marah langsung berubah, rona merah muncul di pipinya.
Bangkit dari sofa panjang, Fara berjalan dan duduk di atas pangkuan nyaman Alseenio dan dia mencium bibir Alseenio dengan penuh kasih dan cinta.
“Mulutmu sangat manis, sama seperti ucapanmu itu.“
Mata Fara menunjukkan sisi lembutnya, menatap mata Alseenio dengan perasaan sayang yang tak terlukiskan. Tangannya yang elok menyentuh pipi Alseenio dengan lembut. Bibirnya makin mendekat dan akhirnya mereka berdua saling bercumbu.
__ADS_1
Tiada hari tanpa mencium satu sama lain. Perasaan mereka makin dalam dan makin kental. Meskipun ada percikan kecil masalah di antara keduanya, takkan bertahan lama untuk masalah itu menghilang dan sirna.
Setelah itu, keduanya pergi ke ruang studio untuk membuat video. Hari ini sampai 2 hari ke depan, Alseenio akan membuat video sebagai cadangan atau tabungan.
Kalau sudah aktif kerja, kesempatan Alseenio untuk membuat konten video di media sosialnya sangat sempit, waktunya sedikit.
Maka dari itu, mumpung masih ada waktu, Alseenio membuat konten video OkeTV.
Untuk konten Tiktod dan Motovlog, Alseenio rasa masih bisa membuatnya layaknya normal di setiap hari.
Mengingat jarak antara rumah dan tempat kerja yang lumayan jauh, Alseenio mampu membuat video ketika berangkat bekerja dan pulang kerja. Video Tiktod bisa dibuat di mana saja, lagi pula tidak terlalu begitu membutuhkan durasi untuk videonya, video pendek dan singkat, isinya pun tidak terlalu penting.
“Ya, Tuhan! Tampan sekali! Kamu sangat tampan!“
Ketika Alseenio mulai merekam video dan memulai bermain aplikasi Okegle, saudara kembar OkeTV, dia langsung bertemu wanita asing yang berseru saat melihat wajahnya.
“Terima kasih, kamu juga cantik.“
Setelah kata-kata itu jatuh, manik mata wanita tersebut menjadi lebih lebar dan menatap Alseenio di layar laptopnya. Wanita ini bangkit dari atas kasur, tak lagi muncul di dalam bingkai video.
“Aaaa! Suaranya … suaranya terdengar indah!“
“Sial! Suaranya sangat bagus! Apakah pria ini datang dari surga?!“
“…”
Usai berteriak, wanita ini kembali lagi dan muncul di layar. Wajahnya masih terlihat kaget sambil menatap Alseenio yang masih tersenyum tipis ke arahnya melalui layar laptop.
Mau berapa banyak ia berkedip, wajah Alseenio memang tampan. Penglihatannya tidak salah.
“Aku bukan dari surga, aku dari Indonesia.“ Alseenio tersenyum sedikit lebar.
“Kamu dari Indonesia? Benar, kah?“ Wanita berambut pirang panjang sebahu makin tercengang saat tahu Alseenio berasal dari Indonesia.
__ADS_1
Kebetulan wanita ini tahu di mana letak negara Indonesia.
Apa yang menjadi permasalahannya adalah wajah Alseenio tidak seperti orang Asia Tenggara.
“Benar, aku orang Indonesia. Bagaimana denganmu? Orang Amerika?“
“Iya, aku dari Amerika. Suaramu itu sangat bagus, terutama wajahmu itu, sangat-sangat tampan. Hatiku sejak tadi tidak karuan.“
“Terima kasih pujiannya. Kamu juga cantik. Aku tebak kamu sudah punya pacar.“
Wanita ini menggelengkan kepalanya dengan cepat, dan berkata, “Aku belum pernah berpacaran, aku masih rapat.“
“Eh? Sangat jarang sekali ada wanita yang belum pernah berpacaran. Mengapa kamu tidak memiliki pasangan, seperti orang lain?“ Alseenio bertanya dan menjadi penasaran.
Fara yang diam di luar sorotan kamera juga penasaran. Wanita ini sama kasusnya dengan dirinya sendiri, tidak pernah berpacaran sebelum dia berpacaran dengan Alseenio.
Namun, dilihat dari layar komputer, wanita ini terlihat cantik, khas orang asing. Sementara itu, Fara tidak berpacaran karena ia berpenampilan jelek.
“Aku orangnya pemilih, aku juga tidak mau sembarangan memilih pasangan. Bagiku pasangan adalah orang yang akan selalu bersama kita, dan itu tidak akan terganti. Oleh sebab itu, aku mau memilih pasangan cukup satu kali pilih, kemudian aku tidak akan berpisah dengannya sama kami menikah,” jelas Wanita ini tentang pilihannya.
Penjelasan wanita tersebut mudah dipahami, secara kasar Alseenio dan Fara apa makna dari ucapannya. Pada intinya, wanita ini memiliki prinsip untuk memilih cinta untuk pertama dan terakhir kalinya.
Sangat bagus, artinya wanita ini tak mau berganti pasangan dan fokus satu pria. Wanita seperti ini sangat cocok dijadikan sebagai istri, bisa dilihat dari ucapannya, wanita ini termasuk orang yang setia karena prinsip hidupnya.
Setelah beberapa kali mereka berdua melontarkan pertanyaan yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan pembicaraan sebelumnya.
“Oh iya, ngomong-ngomong aku belum mengetahui sesuatu tentangmu. Apakah kamu punya seorang pacar atau jomlo sepertiku?“
Begitu pertanyaan itu keluar, Alseenio tak langsung menjawab. Alih-alih menjawab, ia menoleh ke sebelah kiri dan mengatakan sesuatu dalam bahasa Indonesia yang tak dimengerti oleh Wanita yang berasal dari Amerika ini.
Berikutnya, tiba-tiba sosok Fara muncul lalu memeluk Alseenio dari belakang dan mencium pipinya.
Wanita asing yang melihat ini tertegun sejenak, kemudian ia berteriak kembali untuk mengeluarkan perasaan di hatinya.
__ADS_1
“Keparat! Apa yang sebenarnya terjadi?! Mengapa ada bidadari cantik yang muncul di sebelah pangeran ini?!“