
Alseenio mengirimkan nama akun Instagrem dan akun Tiktodnya ke laman mengirim pesan yang ada di samping kolom gambar panggilan video.
“Sebentar, aku sedang mencarinya.“ Wanita itu memegang ponsel untuk mencari 2 akun media sosial Alseenio.
Begitu mengetik nama Alseenio di pencarian Tiktod, muncul akun dengan nama yang sesuai dengan yang dicari, juga akun ini menggunakan foto yang mirip sekali dengan Alseenio, tidak perlu diragukan lagi ini adalah akun Tiktod Alseenio. “Apa ini akunnya?“
Wanita itu menunjukkan akun Alseenio yang terdapat di layar ponselnya.
“Benar, itu akun Tiktod punyaku.“ Alseenio mengangguk dan mengkonfirmasikan akun yang ditunjukkan oleh wanita itu.
“Ternyata kamu terkenal, sudah ada tiga belas juta pengikut,” gumam Wanita Rusia satu ini sambil melihat video yang diunggah di akun Tiktod Alseenio. “Pantas saja kamu terkenal, selain tampan, kamu juga memiliki banyak bakat. Kemampuan bermain gitarmu cukup bagus.“
“Terima kasih.“
“Aku sudah mengikuti akun Tiktod dan Instagrem kamu.“ Wanita itu kembali meletakkan ponselnya dan kembali melihat ke layar ponsel yang satunya.
“Oh, ya? Siapa nama akunnya? Nanti aku ikuti balik.“ Alseenio segera mengambil ponsel dan bersiap untuk mengikuti kembali akun wanita yang terhubung dengannya ini.
“Namanya Del—”
Gambar tiba-tiba terhenti dan terlihat Wanita itu seperti sedang diam dengan postur yang aneh.
“Sial! Lagi-lagi berhenti sendiri!“ kutuk Alseenio yang kesal sambil menatap tampilan Wanita Rusia yang masih diam tak bergerak seakan-akan sedang membeku.
Tak lama kemudian, gambar menghilang dan menjadi runyam, banyak bintik hitam yang memenuhi bagian layar yang khusus menampilkan visual lawan bicara.
“Kurasa kita harus mencari wanita itu lagi, ayo kita cari!“
Alseenio tidak pantang menyerah, dan terus mencari wanita yang tadi terhubung dengannya, ia harap akan bertemu.
Setelah puluhan kali menekan tombol “selanjutnya” tetapi saja Alseenio belum menemukan wanita itu.
Dengan rasa perjuangan yang kuat, Alseenio tetap terus mencari, dan menekan puluhan kali lagi tombol selanjutnya.
Tepat di kesempatan 69 kali menekan tombol selanjutnya, Alseenio melihat sebuah gambar buram yang terlihat familiar.
Di detik berikutnya, sebuah gambar wanita yang ia cari muncul di layar komputer.
“Akhirnya ketemu!“
“Fiuh! Ketemu juga akhirnya ….“
Alseenio dan wanita ini berbicara hampir berbarengan.
Wanita itu langsung tersipu setelah mendengar mereka berbicara di waktu yang bersamaan.
“Mengapa terputus, apa ada kendala di sana?“ Alseenio bertanya perihal hubungan yang mendadak terputus.
“Sinyal di ponsel aku tiba-tiba menghilang tanpa memberi peringatan, aku segera memperbaikinya, dan mencoba bermain lagi ketika jaringan normal, setelah beberapa menit mencari, aku akhirnya bertemu kamu lagi,” Wanita tersebut berkata dengan wajah yang gembira, mungkin ia berusaha mencari Alseenio setelah terputus.
Alseenio mengangguk. “Oh, seperti itu …. Aku terkejut tiba-tiba kamu diam tak bergerak layaknya waktu tiba-tiba berhenti.“
__ADS_1
“Maaf, jaringan di daerahku memang sedang tidak stabil dari beberapa hari kemarin.“
“Kalau begitu, namamu siapa? Biar aku ikuti akun media sosial milikmu.“
Masalah ini belum selesai, ia harus mengetahui nama dari Wanita Rusia yang cantik ini.
“Oh, itu. Namaku Delana Vandeer, aku akan mengetiknya di laman pesan supaya memudahkan.“
Wanita yang bernama Delana ini bergegas mengetik namanya di kolom pesan dan mengirimkannya ke Alseenio.
Melihat sebuah nama di layar komputernya, Alseenio langsung menyalin dan menempelkan di mesin pencarian Tiktod.
“Ternyata kamu punya banyak pengikut juga di Tiktod“
Alseenio melihat ada 120 ribu orang pengikut di akun Delena, ini dia suda termasuk selebritas kecil.
“Masih sedikit, tidak sebanyak kamu,” Delena menyangkal sambil tersenyum malu.
“…”
Mereka berdua mengobrol sampai 10 menit lamanya, mereka terpaksa berhenti karena Alseenio ingin makan siang, dari tadi ia sudah ditunggu oleh Bella untuk makan siang.
“Terima kasih, aku senang sekali bertemu denganmu.“
“Sama-sama, aku juga senang bertemu kamu.“ Alseenio mengangguk dan tersenyum. “Aku lupa, apa kamu mengizinkan rekaman video ini diunggah?“
Sangat sulit bagi wanita untuk menolak permintaan pria tampan. Jadi, Delana mengizinkan Alseenio untuk mengunggah rekaman mereka berdua mengobrol di OkeTV. “Boleh, aku selalu mengizinkan apa pun yang kamu minta.“
“Iya, sampai jumpa lagi!“
“Sampai jumpa.“ Alseenio melambaikan tangannya, kemudian menekan tombol untuk berhenti.
Setelah itu, Alseenio bangkit dari kursi dan mematikan rekaman.
Semua adegan yang terjadi di OkeTV selama 1 jam ini telah tersimpan, hanya perlu diedit sebelum diunggah.
Alseenio berjalan keluar dari kamar dan menuju ruang makan besar di dalam mansion.
Setelah makan siang, Alseenio mendapatkan kabar dari Fara, berita tang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga.
Sepuluh orang yang Alseenio kirim untuk menjaga keluarga Fara menjalankan tugas dengan baik, mereka membekuk 8 orang pengancam, termasuk 1 orang yang diduga sebagai orang yang memberi pinjaman uang kepada Ayah Fara, sekaligus yang memberi bunga pinjaman yang tidak masuk akal.
Alseenio dan Bella segera pergi menuju Sukabumi tempat Keluarga Fara tinggal.
Setibanya di sana, Alseenio melihat bahwa sudah ada dua mobil polisi dan ramai dikunjungi orang-orang.
Begitu semua orang melihat Alseenio, mereka semua terdiam dan menatapnya..
Pemimpin tim polisi ini berbicara beberapa patah kata dengan Bella dan Alseenio sebelum membawa kedelapan orang yang diborgol ini ke dalam mobil polisi.
Keluarga Fara diantar oleh Alseenio ke kantor polisi untuk dimintai keterangan perkara.
__ADS_1
Sampai sore hari mereka di kantor polisi karena korbannya sangat banyak, bukan hanya keluarga Fara.
Pelaku yang peminjam utang ini sudah cukup berumur, sekitar 50 tahun, tanpa memiliki keturunan atau anak.
Pria tua ini ternyata pemimpin dari preman yang memegang kampung sebelah dari kampung Fara. Tidak heran banyak orang yang takut dengannya.
“Sekarang, masalah sudah selesai, kita hanya tinggal menunggu hasil persidangan, aku akan usahakan orang itu dihukum dengan setimpal.“
Di dalam mobil menuju ke rumah Fara, Alseenio meyakinkan mereka bahwa masalah telah tuntas.
Namun, mereka masih tidak percaya dengan ini.
“Nio, aku benar-benar tidak mengerti mengapa kamu mau melakukan hal yang merepotkan ini untuk keluargaku..“ Fara yang duduk di kursi sebelah menatap Alseenio dengan rumit, pupil matanya bergetar.
Alseenio tersenyum sambil fokus mengemudi mobil Gemera. “Fara, Ibu Fara, dan Ayah Fara, jangan bingung dan memikirkan hal itu, aku tidak menginginkan balas budi dari kalian karena dengan adanya kalian yang masih sehat juga sudah aku anggap sebagai balas budi.“
“Nio, kamu ….“ Ibu Fara yang duduk di kursi belakang mobil bersama suaminya perlahan meneteskan air mata.
“Nio ….“
Selanjutnya, satu keluarga ini menangis bersama, mereka tidak bisa menahan bendungan air mata.
Bagaimana tidak, ini merupakan peristiwa yang sungguh luar biasa, masalah besar yang menurut mereka akan sulit diselesaikan ternyata begitu mudah dituntaskan oleh Alseenio.
Mereka tidak sedikit pun berpikir bahwa Alseenio akan menolong mereka.
Selama di perjalanan Alseenio hanya bisa tersenyum dan membiarkan mereka melepaskan kegelisahan yang terpendam di dalam hati.
Dua mobil pelan-pelan berhenti di depan, rumah Fara, mereka semua turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
Malam ini adalah malam yang sangat menakjubkan karena mereka tidak lagi terlihat tertekan, Fara pun sudah terlihat lebih baik ketimbang beberapa hari yang lalu.
Alseenio dan Bella untuk malam ini menginap di rumah Fara.
Di keesokan paginya, mereka semua sedang memasukkan baju ke ketiga koper kuning.
Hari ini keluarga Fara bersiap untuk pindah, Alseenio mengajak mereka untuk pindah ke mansionnya.
“Terima kasih, Ibu Iyem sudah baik kepada Fara dan suamiku. Ini ada sedikit rezeki buat ibu.“
“Ya ampun! Terima kasih! Semoga kalian di sana baik-baik saja dan sehat selalu, ya. Jangan lupa untuk datang ke sini walaupun sesekali.“
Ibu Fara dan Ayah Fara berpamitan ke para tetangga dan juga memberikan uang.
Alseenio meminta keluarga Fara untuk membagi-bagikan sejumlah uang kepada tetangga yang sekiranya sudah berjasa karena telah baik terhadap keluarganya.
Mereka pasti memiliki rasa iri pada keluarga Fara karena memiliki hubungan dengan Alseenio. Oleh sebab itu, untuk meredam rasa iri para tetangga, Alseenio menyuruh mereka memberikan uang kepada tetangga.
Usai melakukan perpisahan dan berpamitan dengan orang-orang, dua mobil mewah itu langsung keluar dari perkampungan di bawah tatapan semua warga.
"Terima kasih ...."
__ADS_1