
“Selamat datang, Kalian!“
Bella, Ibu Fara, dan Ayah Fara menghampiri mereka berempat dan memeluk mereka satu per satu.
Orang rumah sudah merindukan mereka berempat, Fani termasuk. Terlalu lama mereka pergi liburan, kurang lebih 10 hari mereka jalan-jalan ke luar negeri.
Sudah pasti orang tua Fara dan orang-orang di rumah rindu Alseenio dan yang lainnya. Sebagai keluarga, mereka memiliki perasaan untuk tetap dengan anggota keluarga yang lain.
“Bagaimana di luar negeri? Aman, kan?“ Bella bertanya kepada Alseenio yang sedang makan camilan cokelat kecil dan duduk di sofa ruang keluarga.
Alseenio mengangguk dan mengunyah cokelat di mulutnya. “Lumayan aman walaupun ada kejadian yang tak menyenangkan sebelum pulang ke sini.“
“Kejadian apa, Nio?“ celetuk Ibu Fara menatap Alseenio dengan mata yang penasaran.
“Itu, mulanya ….“
Alseenio menceritakan semua apa yang terjadi pada peristiwa dirinya berkonflik dengan preman di Thailand. Tak ada yang ditutupi dan ditambahkan, Fara pun melengkapi cerita yang diungkapkan oleh Alseenio.
Wajah orang tua Fara dan Bella berubah-ubah ketika mendengarkan cerita Alseenio.
Kemudian di akhir cerita, wajah ketiganya sama-sama memiliki ekspresi yang marah, terlebih ayah Fara, dia memiliki wajah yang sangat merah dengan tatapan yang bengis.
Amarah orang tua Fara melonjak naik secara drastis, mereka tidak terima anaknya dihina oleh orang lain.
Namun, mengingat cerita Alseenio yang dirinya berhasil menyelesaikan masalah dengan baik, amarah mereka memudar seketika dan kedua orang tua Fara memeluk Fara.
Bella pun tersenyum dan memberi jempol untuk Alseenio, memang sudah sepatutnya sebagai pria untuk menaikkan harga diri orang yang disayang, jangan mau direndahkan.
Setelah menceritakan tentang itu, Alseenio mengubah topik pembicaraan ke masalah liburan akhir tahun mereka semua.
Alseenio dan Fara sudah memiliki rencana tentang liburan bersama keluarga. Rencana mereka adalah liburan ke Puncak, Bogor.
Akan tetapi, ketika Alseenio membeberkan rencana liburan kepada Bella dan kedua orang tua Fara, mereka menolak.
Menolak karena akan merepotkan jika pergi di penghujung tahun, terlebih di tanggal akhir bulan seperti hari ini.
Ayah Fara menyalakan televisi dan menunjukkan kepada Alseenio berita yang menampilkan betapa macetnya jalur menuju Puncak.
Saking padatnya, mungkin mereka akan menginap 1 malam di jalanan.
Dengan begitu, mereka semua sepakat bahwa merayakan tahun baru di rumah. Cukup dengan mengadakan acara kecil-kecilan seperti bakar-bakaran dan yang lainnya.
Alseenio tidak melakukan apa-apa setelah pulang dari Thailand, ia tidak membuat video konten atau apa pun, tetapi untungnya masih ada stock video yang dia buat, ditambah dengan video vlog jalan-jalan ke Jepang dan Thailand.
Untuk video vlog tersebut, Alseenio mengunggah beberapa klip atau bagian singkat rekaman video ke kanal Yitub Motovlog dan Yitub ome, bagian singkat itu dijadikan video Yitub pendek atau Yitub short yang antarmuka tampilannya dan mekanisnya mirip dengan Tiktod.
Juga ada beberapa foto yang dia unggah ke akun Instagrem, tentunya Alseenio tidak mengirim sebuah unggahan foto yang terdapat wajah Fara, Alseenio masih belum siap setelah dipikir lagi.
Pada tanggal 26 Desember atau hari ini, Alseenio sibuk bermesraan dengan Fara.
Keduanya sangat menempel bagaikan ada lem perekat di antara mereka berdua.
__ADS_1
Usai perbincangan mengenai masalah liburan, mereka berdua pergi ke ruang studio dan menonton film bersama.
Setelah liburan mereka berdua merasa lelah dan ingin bersantai sambil menikmati waktu berdua.
Baru 1 jam film diputar, Fara yang ada di pangkuan Alseenio merasa ngantuk dan tak sengaja tertidur.
Melihat kepala Fara yang terbaring dadanya dengan mata yang tengah terpejam, Alseenio mengangkat tubuh Fara dengan lembut dan memindahkannya ke sofa lain.
Alseenio membiarkan Fara berbaring dan tidur di atas sofa. Jika Fara terus menerus tidur di atas kedua kakinya, Alseenio khawatir adik kecil miliknya terbangun lantaran belahan buah Fara yang besar ini tak sengaja ditampilkan di depan mata Alseenio.
Maka dari itu, Alseenio sama sekali tidak menundukkan kepalanya. Apabila menunduk, ia bisa melihat sebuah jurang dalam di antara gumpalan lemak putih dan mulus.
Dirinya tidak tahan jika matanya menyaksikan jurang tersebut dengan waktu yang lama.
Sebenarnya Alseenio ingin sekali memegang dan merasakan kelembutan bola Fara, tetapi Fara tidak mengizinkannya. Ia hanya diperbolehkan mencium bibir saja, memegang bagian belakang Fara juga tidak boleh, terkadang Alseenio sengaja meremas gundukan lembut tubuh belakang Fara ketika mereka berciuman.
Keduanya berjanji dan menjalankan prinsip tidak boleh bersetubuh sebelum menikah atau dalam bahasa Jerman adalah “ulah wikwik saencan kawin” yang memiliki makna kalimat yang serupa.
Mereka berdua tidak ingin menjadi omongan netizen dan menjadi buah bibir awak media yang kerap menyebarkan informasi mengundang kontroversi, hoax, dan pemalsuan informasi.
Citra baik mereka akan jelek dan akan sama citranya dengan beberapa artis yang tersandung kasus yang tidak rasional.
Lagi pula, bukan suatu hal yang baik apabila Fara mengandung anak terlebih dahulu sebelum menikah.
Saat ini, Alseenio memindahkan perhatiannya ke layar komputer, ia tidak ingin melihat sosok Fara yang seksi dan mengundang adik kecilnya terbangun.
Takut kejadian yang tak diinginkan terjadi, lebih baik menghindar dan mencegah supaya tidak terjadi.
Di dalam layar komputer menampilkan sebuah video seseorang yang sedang membagikan makanan kepada warga secara acak, orang yang ada di dalam video tengah melakukan kebaikan dengan cara memberi orang sesuatu hadiah seperti makanan dan barang yang lain.
Tepat ketika Alseenio menonton video yang serupa kesepuluh kalinya, suara Sistem muncul di telinganya dan tirai virtual transparan muncul di depan wajahnya menutupi layar komputer.
[Ding! Anda Telah Memicu Misi!]
Misi : Berbagi sedikit uang.
Syarat : Target orang yang ingin diberi uang harus mengucapkan kata “Siuuu!“ dan jumlah uang yang dibagikan 50 juta (0/50 Juta).
Waktu : 10 jam.
Hadiah : 1x Kotak Misteri.
Hukuman : Anda hanya bisa mengucapkan kata “siuu” selamanya.
[Misi otomatis diterima!]
Setelah membaca layar yang melayang di depannya, wajah Alseenio berubah menjadi malas dengan pandangan mata tanpa adanya rasa semangat.
Hukuman makin di luar pemahaman hewan, Sistem memang hobi memberi hukuman yang tak bisa dijelaskan dna sangat aneh, tetapi terlihat sangat menakutkan.
Sangat tidak enak jika dirinya hanya bisa mengucapkan 1 kata saja selamanya, sama halnya ia merasa disiksa mentalnya, bisa-bisa menjadi gila dan kehilangan kewarasan karena tidak bisa berinteraksi dengan orang.
__ADS_1
Melihat waktu yang disediakan cukup lama, sekarang jam 2 siang, berarti batas waktu misi sampai jam 12 malam, Alseenio masih bisa bersantai dan menunggu hingga Fara bangun dari tidur.
“Santai dulu enggak, sih.“ Alseenio duduk bersandar dengan santai di kursi khusus gim dan menonton video berbagi tersebut.
Hampir lebih dari 3 jam Alseenio menonton, Fara tak kunjung bangun dan masih tidur terlelap dengan posisi tidur yang menggairahkan.
Merasa ruangan menjadi panas, Alseenio berniat untuk keluar dari ruang studio dan berganti pakaian.
Baru saja Alseenio beranjak dari kursi, tiba-tiba terdengar suara Fara dari belakang tubuhnya.
“Sayang, mau ke mana?“ Fara perlahan bangun dan duduk di sofa sambil menggosok matanya.
Sontak Alseenio berbalik dan memandang Fara. “Eh? Kamu sudah bangun?“
Alseenio berjalan menuju sofa dan duduk di sebelah Fara. “Aku maai berganti pakaian, mau ikut ke kamarku?“
“Enggak, untuk apa ke kamarmu?“ Fara dengan cepat menjawab meski kesadarannya belum kembali penuh.
“Siapa tahu kamu ingin melihat bagaimana aku berganti pakaian, hehe,” kekeh Alseenio sambil mengusap rambut Fara.
“Enggak mau. Lebih baik kamu gendong aku, aku mau minum.“ Fara tiba-tiba memeluk Alseenio dan melilit tubuh Alseenio layaknya seekor koala.
“Oke, meluncur!“
Segera Alseenio berdiri sambil mengangkat tubuh Fara, Alseenio sudah terbiasa dengan sentuhan lembut dari dada Fara di dadanya. Dada Alseenio dan dada Fara saling menghimpit.
Namun, Alseenio ingin sekali memegang dada Fara dengan kedua telapak tangannya.
Alseenio menahan diri untuk tidak menyentuh dada Fara sambil membawa Fara ke persediaan air minum di ruang studio. Setelah itu, keduanya kembali ke sofa dengan posisi yang sama, Fara tetap duduk di pangkuan Alseenio.
“Kamu mau ikut aku keluar rumah tidak, Sayang?“ Alseenio bertanya sekaligus mengajak Fara.
“Ke mana?“ tanya Fara yang penasaran.
Fara sudah berganti posisi dan ia duduk di sebelah Alseenio. Atas permintaan Alseenio, Fara berpindah tempat dari pangkuan Alseenio ke sofa.
“Keluar rumah sambil naik sepeda motor.“
“Ummm ….“ Fara berpikir sejenak. “Boleh, sekarang atau nanti malam?“
“Sekarang saja, sembari membeli jajanan.“
“Baiklah, ayo kita pergi!“
Setelah Fara setuju dengan ajakan Alseenio untuk pergi keluar mansion atau rumah besar, keduanya merapikan ruang studio dan pergi ke kamar masing-masing untuk bersiap-siap pergi.
Butuh waktu setengah jam untuk keduanya berganti pakaian dan mereka berdua pergi ke tempat parkir mansion setelah berpamitan dengan Ibu Fara dan Bella.
Ayah Fara tidak ada di rumah, beliau pergi bersama Gondals, katanya dia ingin bermain dengan teman barunya di lingkungan kantor pusat perusahaan Chakra Asep Perkasa.
Vroom!
__ADS_1
Suara yang menggelegar keluar dari knalpot sepeda motor Harley DavidDisini.
Berikutnya, sepeda motor tersebut melesat dan keluar dari area mansion menuju suatu tempat yang sudah ditandai.