
"Ya, aku yakin, Sayang. Lagi pula, film ini cukup bagus dan luar biasa, terlebih aku suka dengan cerita yang diadaptasi dari komik ini. Aku juga menyukai peran yang aku mainkan ini," kata Alseenio kepada Fara sambil tersenyum.
Film yang akan Alseenio ikut syuting adalah film dari komik terkenal yang bergenre action. Secara pribadi, Alseenio sangat suka dengan komik ini.
Setelah dia mendapatkan undangan dari sang sutradara yang bercampur oleh kehendak Sistem, Alseenio sama sekali tidak bisa menolak undangan dan ajakan ini.
Untungnya, film yang digarap sesuai dengan kesukaannya. Jadi, Alseenio tidak merasa keberatan dirinya dipilih memerankan karakter di dalam film, bahkan dia merasa senang.
"Kamu bisa akting, Sayang? Aku tidak tahu kamu bisa berakting." Fara menatap Alseenio dengan heran dan sedikit terkejut.
Tangan Alseenio terangkat menggaruk-garuk kepalanya. "Sebenarnya, aku belum pernah belajar akting, hehe."
Karakter yang akan dimainkan adalah karakter favorit banyak orang meski dia tak sepenuhnya percaya diri dengan kemampuan aktingnya.
Alseenio berharap Sistem mengeluarkan hadiah yang terkait dengan kemampuan akting. Dia sangat membutuhkan ini.
Dia di luar negeri pun tidak langsung syuting, tampaknya akan ada pelatihan sesaat.
Mungkin Alseenio tinggal di California, tempat kantor atau studio pusat perusahaan film tersebut.
Sutradara dari film ini sangat-sangat ingin dirinya yang memerankan karakter ini, karakter utama dari film yang dia kerjakan.
Seharusnya, dia tidak masalah jika Alseenio memiliki akting yang jelek karena masih banyak waktu untuk berlatih dan menyiapkan syuting.
"Kalau kamu belum bisa akting, mengapa kamu menerima tawaran ini, Sayang?!" Fara panik dan bertanya dengan wajah yang tidak percaya.
Menggenggam tangan Fara dan mengelusnya dengan lembut, Alseenio tersenyum dan menjawab dengan tenang, "Tidak perlu khawatir, aku pasti bisa akting secepat mungkin."
"Um, baiklah." Fara mengeluarkan napas dan mengangguk. "Kalau perlu, nanti aku carikan mentor yang bisa membuatmu berakting. Bagaimana?"
"Tak perlu. Aku bisa belajar sendiri, percayakan ini pada calon suamimu."
"Oke, Sayang. Semoga saja kamu cepat bisa berakting," kata Fara yang mendukung penuh Alseenio.
Alseenio mengangguk dan dia mengelus kepala Fara dengan lembut. Bahagia sekali memiliki pasangan yang bersedia mendukung selalu.
Sentuhan lembut ini ditunggu-tunggu Fara, dia telah kecanduan belaian lembut dari tangan Alseenio. Entah mengapa rasanya elusan tangan ini membuat hatinya aman dan nyaman, selalu ingin merasakannya lagi dan lagi.
Setelah mengelus kepala Fara, kening Fara dicium oleh Alseenio penuh cinta.
Merasakan ini, Fara mencium kembali pipi Alseenio dan memegangi tangan besar Alseenio.
Mereka berdua sangat menikmati perasaan kasih sayang satu sama lain. Pasangan yang sangat cocok dan serasi.
Duduk di sofa, Fara duduk di atas pangkuan Alseenio dan tertidur setelah sekian lamanya mereka saling bermesraan. Alseenio menggosok kepala Fara dengan dagunya sembari menatap layar ponselnya.
Sebuah pesan dikirim teman-temannya dan Alseenio harus membalas satu per satu.
Sugi mengirim pesan ke dirinya akan menyusul dengan pacarnya, Fani. Sebagai asisten pribadi yang mengurus pengeluaran atau pengelolaan keuangan Alseenio, Sugi bertanggung jawab dan sudah berkewajiban untuk selalu ikut dengan Alseenio.
__ADS_1
Namanya juga manusia, Alseenio tidak begitu menuntut Sugi untuk selalu ada di sisinya untuk membantunya dalam permasalahan uang.
Selama ini, dia puas dengan Sugi, etos kerjanya sangat luar biasa dan selalu bagus. Semua masalah yang berkaitan dengan uang pasti diurus dan diselesaikan oleh Sugi.
Teman-teman dari Tim Abang MV, Jaya Exford, dan lainnya masih berhubungan baik meski tidak sering berkomunikasi.
Mereka juga memiliki kepentingan masing-masing, tak bisa selalu ada dan berkomunikasi dengan Alseenio.
Usai membalas semua pesan dari teman-teman, termasuk pesan Ryan dan Niara, Alseenio memeluk tubuh Fara dan menggendongnya menuju kasur.
Tepat ketika dia meletakkan Fara di kasur besar di kamar utama pesawat ini, Alseenio teringat bahwa dirinya telah mendapatkan kemampuan Akting tingkat Dewa sebelumnya.
Setelah diperiksa di jendela sistem, kemampuan akting tongkat dewa tercantum di kolom kemampuannya.
"Mengapa aku bisa lupa dengan kemampuan sendiri?" Alseenio menggelengkan kepalanya. "Tampaknya aku terlalu banyak berpikir."
Menatap wajah cantik Fara sejenak, dia keluar dari ruang kamar utama menuju ke ruang makan.
Alseenio mengambil beberapa makanan dari kru pesawat yang menjaga makanannya, kemudian dia berjalan ke ruang keluarga atau santai dan duduk di sofa dengan tenang.
Pesawat ini sudah ada WiFi khusus yang bisa digunakan untuk berselancar di internet.
Dalam perjalanan menuju Bandara Internasional Los Angeles, pesawat yang digunakan bukan lagi pesawat Gulfstream, melainkan pesawat Airbus A380 yang Sistem berikan kepadanya.
Sebuah pesawat pribadi yang besar dengan banyak sekali ruangan mewah dan nyaman di sini, semuanya sudah disesuaikan atau dimodifikasi membuat dalam pesawat ini layaknya sebuah rumah mewah.
Banyak fasilitas ada di sini, tempat karaoke dan bioskop kecil pun ada di sini, juga ada permainan golf virtual serta lainnya.
Alseenio sangat puas dengan pesawat ini dari segala aspek.
Meskipun begitu, ada sesuatu yang harus dia lakukan dan terkesan ribet untuk bisa pesawatnya ini diterima di bandara Indonesia.
Sekarang sudah selesai semuanya, dia bisa menggunakan pesawat ini sesuai dengan keinginannya. Masalah biaya perawatan, Sistem yang membayar semuanya sesuai dengan apa yang telah dijanjikan.
Membuka aplikasi media sosial Yitub, Alseenio langsung menemukan banyak unggahan video yang membahas tentang dirinya sendiri.
"Aku sekarang menjadi bahan cuan banyak orang, bahkan orang luar negeri pun membuat video yang berkaitan denganku," gumam Alseenio tanpa daya.
Ponselnya menampilkan banyak unggahan video orang yang mereaksi tentang dirinya, entah itu video Oketv atau video yang lainnya yang terdapat sosoknya di sana.
Rata-rata penonton unggahan video tersebut lumayan banyak, yaitu ratusan ribu penonton, ada beberapa video yang menembus jutaan penonton.
Alseenio tidak mempermasalahkan ini, dengan adanya mereka, popularitas dirinya makin besar dan meluas.
Sesuatu hal yang baik baginya.
Melihat beberapa unggahan video orang-orang yang bereaksi terhadap sosok dan wajahnya, Alseenio tidak mampu menahan senyum di wajahnya.
Mereka semua yang ada di video ini terlalu memujinya, bahkan banyak reaksi wanita yang terlihat sangat berlebihan, dia tidak tahu pasti itu dipaksakan atau memang reaksi alaminya.
__ADS_1
Puas menonton video sambil memakan camilan, Alseenio pergi ke kamar untuk beristirahat.
Perjalanan menuju Bandara Internasional Los Angeles terhitung lama, lebih dari 20 jam, kalau ada kendala mungkin bisa 25 jam lamanya.
"Akhirnya, kita sampai di bandara," Alseenio berkata sambil berdiri di depan pintu keluar pesawat.
Di sampingnya ada Fara yang tengah memeluk tangannya, dia tersenyum senang.
Penantian mereka telah ditebus dan dibayar. Puluhan jam di pesawat ini hampir satu hari lebih tepatnya mereka berdua menunggu pesawat sampai di Bandara Los Angeles.
"Ayo keluar dari pesawat, Sayang."
Setelah mendengar ajakan Fara, kru pesawat membukakan pintu pesawat untuk mereka berdua keluar.
Pelayanan kru yang bagus dan elegan menambah kesenangan keduanya liburan di luar negeri, tepatnya kerja.
Banyak orang lain yang memfokuskan pandangan ke arah pesawat Alseenio lantaran memiliki desain atau penampilan pesawat yang berbeda dengan pesawat komersial.
Pesawat Alseenio memiliki warna ungu dan hitam, ditambah dengan gambar yang keren tak lupa ada nama Alseenio yang tak begitu besar. Hanya ada tambahan corak dan gambar seperti itu saja, tanpa menghilangkan sesuatu dari tampilan pesawat aslinya.
Begitu keluar, orang-orang memandang Alseenio dan Fara dari kejauhan dengan ekspresi yang berbeda-beda, mereka semua banyak yang tercengang dan terkagum oleh visual Alseenio dan Fara yang ditutupi oleh masker.
Melihat yang keluar dari pesawat Alseenio hanya ada beberapa orang tak sampai 10 orang, orang-orang yang melihat ini langsung tahu, mereka bisa menebak pesawat apa ini.
Mata semua orang terkunci ke arah sosok Alseenio dan Fara yang dikelilingi beberapa orang beras hitam, seperti bodyguard.
Orang-orang itu memang pengawal Alseenio yang sudah Sistem sewa merangkap dengan biaya perawatan pesawat dari perusahaan yang sama.
Alseenio tidak bisa menolak, dia juga tidak masalah dengan keberadaan mereka.
Mengabaikan pandangan semua orang, Alseenio dan Fara yang dikawal oleh 5 pengawal pergi ke dalam bandara.
Secara langsung mereka berdua pergi ke hotel yang sudah dipesan di hari-hari sebelumnya.
Sesampainya di hotel, mereka berdua segera tidur di kamar masing-masing.
Di pagi harinya, Alseenio dan Fara sarapan pagi bersama di restoran hotel yang biasanya ada di lantai bawah atau dekat lobby hotel.
Di sana, mereka berdua makan bersama sambil dilirik oleh banyak orang, bahkan sudah ada beberapa orang yang meminta foto kepada mereka berdua.
Jelas, ketika sarapan mereka harus membuka masker dan secara langsung memperlihatkan wajah mereka berdua yang sangat tinggi.
"Anu, bolehkah aku foto bersama?"
Suara susu anak kecil yang menggemaskan terdengar di telinga Alseenio dan Fara yang sibuk melahap makanannya.
Alseenio melirik ke sumber suara dan melihat anak kecil berumur 7 atau 8 tahun berdiri di dekat mejanya.
Pada saat, Alseenio hendak menjawab, suara lain menahannya untuk berbicara.
__ADS_1
"Brianna, ngapain kamu ke meja orang lain, itu tidak baik!"