
“Benar, aku temanmu waktu kecil,” jawab pihak penelpon yang sama sekali tidak dikenal olehnya.
Alseenio mengingat keras siapa saja teman-temannya saat kecil. Dalam ingatannya yang jelas, ia hanya memiliki Fara sebagai temannya, tidak ada orang lain yang menjadi temannya selain Fara.
Dengan penuh penasaran, ia tetap bertanya sekali lagi, “Sepertinya aku lupa. Tolong beri tahu namamu agar aku ingat kembali.“
“Jahat sekali, kamu tidak ingat aku? Aku teman masa kecilmu dahulu.“ Orang ini tetap tidak melaporkan namanya kepada Alseenio.
Suaranya sangat percaya diri dan terdengar sedih.
“Ya, siapa namamu? Bagaimana aku mau ingat hanya mendengar dari suara,” ujar Alseenio yang mulai menyadari suatu keanehan.
Pihak lawan bicara terdiam beberapa detik, kemudian berkata, “Aku temanmu waktu kecil. Aku sedih mendengar kamu tidak mengenalku.“
Wajah Alseenio menjadi masam setelah mendengar beberapa kali jawaban yang sama dari pihak lain. Ia merasa ada sesuatu yang salah dengan orang yang tiba-tiba menelponnya.
Segera, Alseenio membuka aplikasi pelacak nama nomor telepon orang lain, dan menyalin nomor telepon pihak yang menelpon dan mencarinya.
“Siapa namamu?“ tanya Alseenio sekali lagi untuk mengulur waktu mencari tagar nama dari nomor tak dikenal ini.
“Aku temanmu, dahulu kita pernah bermain ke sawah setiap hari.“ Pihak pembicara tetap mengaku bahwa dirinya teman Alseenio.
Tepat setelah orang yang ada di panggilan mengatakan itu, nomor yang Alseenio cari terdeteksi di aplikasi pencari nama nomor tak dikenal. Pada aplikasinya tercantumkan pada nomor ini dengan tanda tagar bernama penipu dan masih banyak tagar nama lainnya, intinya nomor ini adalah nomor si penipu kelas kakap.
Kenapa nomor ini muncul dengan tanda nama penipu, itu dikarenakan banyak korban yang tahu dan memberi tagar pada nomor ini. Ada puluhan tagar dengan julukan penipu yang berbeda, seperti Penipu Ditilang, Penipu Pura-pura Kenal, dan Penipu Hadiah Bank.
Begitu mengetahui ini, Alseenio segera menjawab dengan gimiknya.
“Nomor Anda telah saya catat, tim Cyber Security saya akan melacak lokasi Anda sebentar lagi, harap jangan ke mana-mana!“ Alseenio berkata dengan keras dan suara karakter yang mirip dengan seorang Pemimpin dari sebuah lembaga keamanan.
Suara yang tegas, dewasa, tidak ada rasa takut, dan terdengar dingin keluar dari mulut Alseenio.
Seketika pihak penelpon terdiam dan tak menjawab sepatah kata pun.
Mulut Alseenio melengkung dan ia menyeringai licik, kemudian ia melanjutkan, “Oke, tunggu di sana, tim kami akan ke sana sebentar lagi. Menuju lokasi!“
Sebelum Alseenio menutup panggilannya, pihak lebih dahulu memutuskan hubungan telepon, Alseenio tertawa terbahak-bahak seketika dan ia segera menangkap layar nomor ini.
“Ada-ada saja kelakuan penipu di tahun ini,” Alseenio menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. “Apa mereka tidak tahu di zaman sekarang sudah ada aplikasi pelacak nomor telepon? Dasar penipu yang tidak andal.“
Alseenio tidak tahu kecerdasan penipu ini, bisa-bisanya mereka berpura-pura, lebih lagi aktingnya terlalu buruk, ucapannya masih terdengar sedikit tidak meyakinkan.
“Aku tahu alasan kenapa orang itu tidak menyebutkan nama, padahal bisa saja dia menyebutkan nama yang pasaran di Indonesia. Namun, mereka sudah memiliki metode sendiri, yakni menunggu korban untuk menebak-nebak siapa dirinya sehingga pada saat korban menebak mereka akan terus melanjutkan aktingnya dan sampailah ke tujuan mereka,” gumam Alseenio setelah merenung memikirkan hal ini.
Duduk di atas sofa balkon, Alseenio mengunggah video rekaman kemarin yang menuju ke rumah Yogafit, habis itu ia berselonjor dengan kaki di atas meja. “Hidup seperti ini cukup membosankan juga ….“
Alseenio merasa bahwa hidupnya begitu membosankan, kegiatannya hanya makan dan minum, buang air besar dan kecil, tidur serta bermain ponsel.
Namun, sejak misi Yituber selesai, Alseenio mulai menerbitkan satu video dalam satu hari, isinya tentang motor dan kendaraan, mungkin ke depannya ia jarang membuat video, sebab ada misi yang harus dikerjakan dan diselesaikan.
Pada kesempatan kali ini ia hanya perlu membuat video singkat dan acak tentang apa saja untuk diunggah di Tiktod, sementara waktu ia harus lebih fokus pada Tiktod sampai misi selesai, kalau tidak, Alseenio mendapatkan hukuman brutal.
Hukuman Sistem terlalu tidak masuk di otak dan sangatlah sadis. Alseenio sama sekali tidak mau dihukum oleh Sistem, cukup rambutnya saja yang menjadi tumbal dab menjadi panjang, tidak untuk bulu ******** atau bulu ketiak.
Ting!
Sebuah nada dering notifikasi berbunyi dari ponsel di tangannya, Alseenio yang tengah menggulirkan video di beranda Tiktod melirik pemberitahuan yang datang dan lekas membukanya.
Pesan ini berasal dari Aplikasi Whatsupp dan dikirim oleh nomor tak dikenal dengan foto profil bergambarkan logo perusahaan pengantar paket, padahal aplikasi ini hanya digunakan untuk berhubungan saling mengirim pesan dengan Fara. Mereka berdua saling bicara melalui aplikasi ini, entah kenapa Fara memintanya untuk berhubungan di Whatsupp.
Kemungkinan di aplikasi ini sering digunakan oleh Fara, ia memang nyamannya di sini.
Ketika melihat pesan yang datang, Alseenio mengernyitkan dahinya dan membaca isi pesan dengan wajah yang bingung tak mengerti. Pesannya bertuliskan “Selamat pagi, Tuan Nio. Ada paket Anda yang ingin dikirimkan, tetapi kami tidak menemukan alamat rumahnya. Untuk memastikan, silakan Anda periksa barangnya pada aplikasi ini, semua foto barang Anda ada di aplikasi tersebut” nomor tak dikenal ini juga mengirim sebuah file yang berjenis aplikasi dan Alseenio diharuskan mengunduhnya.
Namun, Alseenio tidak akan bertindak gegabah, ia tidak membalas pesan ini dan menekan file tersebut, Alseenio agak curiga terhadap no tidak dikenal setelah kejadian sebelumnya, takutnya ini penipuan lagi.
“Paket? Sejak kapan aku memesan sebuah barang dari toko daring?“ Alseenio bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.
Dalam ingatannya, ia tidak memesan barang atau pun produk di aplikasi belanja seluler.
“Pertama-tama, aku harus memeriksa nomor ini,” kata Alseenio dan langsung berpindah ke aplikasi yang sebelumnya, dan masih dengan operasi yang sama.
Dalam sekejap, nomor tersebut ditemukan, di dalam aplikasinya, nomor ini memiliki tagar nama yang tertuliskan seorang penipu, tetapi beda identitas. Penipu satu ini berbeda jenis, ia masuk ke metode aplikasi. Banyak sekali macam-macam jenis penipuan, sekarang lebih bervariasi.
__ADS_1
“Tidak semudah itu, Ferguso!“ Alseenio mencibir sambil mengetik sebuah pesan untuk nomor tak dikenal ini.
|Alseenio : “Kok, enggak bisa dibuka, Bang?“|
|0869-xnxx-nekpoi : “Benarkah? Seingat saya bisa sebelumnya.“|
|Alseenio : “Sudah aku coba, tetapi enggak bisa.“|
|0869-xnxx-nekpoi : “Hmm, aneh. Coba saya kirim yang lain.“|
Sebelum orang tak dikenal ini mengirimkan file yang lain, Alseenio sudah memblokirnya permanen.
|Anda telah memblokir kontak ini. Ketuk untuk membuka blokir.|
“Sangat mengocok perut, hahaha!” tawa Alseenio dengan keras.
Alseenio tertawa sampai terpingkal-pingkal dan hampir mengeluarkan cairan putih.
“Pagi-pagi, sudah disuguhi penipuan.“ Alseenio bersandar di sofa sambil memegang secangkir kopi yang sudah lama didiamkan.
Slurpp!
“Ahh~ … enak sekali kopi dingin ...” Alseenio menyesap kopi dengan cara yang santai seakan sedang berada di pantai selatan sambil memakai baju hijau.
“Aneh, kurasa aku tak pernah menekan sebuah situs terlarang dan menyebarkan nomor, kenapa penipu itu tahu nomorku?“ gumam kecil Alseenio memikirkan hal ini.
Dipikir-pikir memang aneh dan tak biasa, Alseenio tidak merasa dirinya memasuki sebuah situs yang rawan virus, apalagi mempromosikan nomornya ke media sosial.
Tidak tahu kenapa, para penipu ini bisa tahu nomornya.
“Apa karena aku pernah mengisi pulsa di konter pulsa yang ada di pinggir jalan?“ Alseenio berasumsi bahwa para penipu ini mendapatkan nomornya dari konter pulsa.
Umumnya, konter pulsa menyuruh pembeli untuk mencatat nomor di sebuah buku khusus nomor yang akan diisi pulsanya. Bisa jadi konter ini membuang buku tersebut ke suatu tempat atau sengaja diberikan kepada orang lain.
“Entahlah, intinya aku akan mengabaikan nomor yang tak jelas dan tiba-tiba datang.“
Ketika memikirkan hal ini, ia menggelengkan kepalanya membuangkan peristiwa penipuan tadi di kepalanya.
Alseenio sudah menamakan di kontak ponselnya nomor yang tak dikenal, seperti nomor Direktur BSA setelah ia melaporkan bahwa uang sudah berhasil ditransfer setelah bangun tidur tadi. Nomor yang tak jelas dan diketahui akan Alseenio tanyakan dahulu siapa penelponnya supaya tidak tertipu.
Ting!
Tangannya perlahan mengambil ponsel dan membuka pesan.
“Ternyata itu Bapak Polisi.“
Alseenio melihat bahwa orang yang mengirim peesan adalah dari Kepala Polisi Sektor Pasar Minggu. Pesannya bertuliskan informasi Alseenio diminta untuk datang ke kantor untuk menerima piagam.
Tak perlu basa-basi lagi, Alseenio segera mengkonfirmasi dirinya bersedia pergi ke lokasi kepada Bapak Polisi.
Dengan gegas, Alseenio meluncur ke lift dan turun ke lobi apartemen, tetapi saat di lift, Alseenio yang sedang kecanduan melihat video random di Tiktod melihat sebuah video yang menurutnya lucu.
“Helm bogo? Kelihatannya asyik ikut video yang sedang ramai sekarang.“
Alseenio tertarik untuk untuk membuat video Tiktod dengan konsep yang serupa.
Saat di tempat parkir, Alseenio membawa Pria berjas yang adalah pegawai yang akrab dengannya, kebetulan setelah keluar dari lift, Alseenio bertemu dengan pria ini dan meminta bantuan untuk suatu hal.
“Kamu sudah tahu apa yang harus dilakukan?“ tanya Alseenio kepada pria satu ini.
Pria ini mengangguk. “Aku tahu, Tuan Alseenio!“
“Oke, mari kita mulai!“
Setelah itu, mereka berdua menjalankan operasinya membuat video yang viral. Alseenio berjalan ke sepeda motor Vyrus Alyen 988 dan menaikinya, sedangkan pria berjas ini memegang ponsel Alseenio dan siap merekam.
Begitu sudut kamera pas dan sosok Alseenio yang sedang memakai helm mahal yang terbuat dari karbon terlihat sangat jelas, Pria ini memberi kode video telah dimulai.
“Helm milikku memang bogo, tetapi sepeda motorku bikin kamu melongo, meledak!“
Vroom!
Alseenio menarik gas dan melajukan sepeda motornya dengan raungan yang keras dan garang.
__ADS_1
Pria itu langsung menyelesaikan videonya, video berhasil direkam.
“Bagaimana? Hasilnya bagus?“ Selepas melakukan sepeda motor, Alseenio kembali lagi ke tempat parkir untuk melihat hasilnya.
“Bagus, Tuan Alseenio. Lihat saja.“ Pria itu menunjukkan hasil videonya ke depan mata Alseenio.
Benar, videonya memang sudah bagus, pengambilan kamera dalam video lumayan cocok, secara khusus tidak buruk.
“Terima kasih. Ini untukmu,” Alseenio mengucapkan terima kasih sambil menyerahkan 3 lembar uang kertas berwarna merah kepada pria yang menolongnya.
“Tidak usah, Tuan.“ Tangan Pria ini mengepal dan tidak mau menerima uang yang diberikan oleh Alseenio.
Namun, sayangnya tidak ada yang bisa menghentikan niat Alseenio. Tangan Alseenio dengan secepat kilat menaruh 3 lembar uang itu ke kantung celana pria di depannya, kemudian ia bergegas meninggalkan tempat parkir.
“Meledak!“ teriak Alseenio di dalam tempat parkir bersamaan dengan bunyi nyaring knalpotnya.
Melihat sosok Alseenio yang menghilang dari tempat parkir, Pria ini menggelengkan kepalanya. “Aneh sekali penghuni apartemen satu ini, pantas saja banyak yang suka dengan orang ini, ternyata orangnya memang baik.“
Memegang 3 lembar uang kertas di tangannya, senyum senang muncul di wajahnya.
Setengah jam berselang setelah Alseenio meluncur dari apartemen, Alseenio sampai di kantor polisi dengan membawa sepeda motor aneh.
Banyak anggota polisi yang melihat-lihat sepeda motornya yang ada di depan kantor polisi ketika Alseenio masuk ke dalam kantor untuk menerima sebuah piagam.
Sebuah piagam yang dibingkai serupa dengan foto diserahkan kepada Alseenio secara resmi sambil difoto atau didokumentasikan oleh salah satu polisi.
Usai semua acara dilakukan, Alseenio berniat untuk memberitahukan kepada Bapak Polisi tentang dua nomor penipuan yang baru saja ia alami.
“Pak, saya ingin bertanya, apakah laporan penipuan seperti ini bisa diproses?“ tanya Alseenio sambil menunjukkan pesan dari penipu dan dua nomor telepon dari pada penipu.
Bapak Kepala Polisi Sektor Pasar Minggu ini melihat dengan saksama pesan yang ditampilkan oleh Alseenio. Ia menyipitkan matanya terlihat sangat berkonsentrasi.
“Bisa, tetapi kami butuh waktu untuk melacak nomornya,” ujar Bapak Polisi setelah membaca seluruh pesan penipu.
Cekrek!
“Sudah saya foto nomornya dan contoh cara kerja mereka, terima kasih Tuan Alseenio sudah melaporkan ini. Biar saya yang membuat laporan tertulisnya.“
“Sama-sama. Saya harus bayar berapa rupiah untuk laporan ini?“ tanya Alseenio yang siap untuk membayar karena telah laporan.
“Tidak perlu, kami tidak memungut biaya sepeser pun untuk orang yang membuat laporan,” ucap Bapak Polisi sambil melambaikan tangannya. “Apabila ada oknum polisi yang memungut biaya, tolong laporkan kepada kami atau Propam, Tuan Alseenio.“
“Aku mengerti, Pak Pol!“
Semua urusannya sudah beres dan selesai, Alseenio berpamitan dengan anggota dan personel yang tengah bertugas. Selanjutnya, ia pergi meninggalkan kantor polisi.
Sebelum pulang ke Apartemen, Alseenio membuat video jalan-jalan mengelilingi kota Jakarta selama dua jam. Waktu masih tersisa banyak untuk sampai di hari esok, ia menggunakan waktu itu untuk membuat konten video Yitub dan video Tiktod.
Hanya video sedang berkendara siang hari yang terik menggunakan sepeda motor langka di Indonesia.
“Ternyata masih jam dua, kukira sudah jam empat sore.“ Alseenio duduk di atas sofa ruang keluarga dan melihat jam di layar ponselnya yang menunjukkan pukul jam 14.09 WIB.
Sampai di rumah ia sangat bosan, tidak tahu harus melakukan apa setelah mengunggah video yang sudah direkam dan diedit hari ini, sedangkan waktu masih tersisa sangat banyak.
Tiba-tiba, sebuah ide terlintas di benaknya. “Siaran langsung di Tiktod, aku belum pernah mencobanya, sepertinya menarik.“
Mengingat di Tiktod ada fitur siaran langsung yang mirip dengan Instagrem, Alseenio tertarik untuk mencobanya.
“Aku harus mencoba!“ Alseenio berseru dengan semangat.
Tepat ketika Alseenio ingin mengetuk aplikasi Tiktod, sebuah suara mekanis yang menyebalkan kembali muncul di telinganya.
[Ding! Misi Telah Terdeteksi!]
Misi : Siaran langsung bersama pengikut akun Tiktod dan buat mereka senang.
Syarat : 5 lagu dengan suara yang berbeda-beda (0/5).
Waktu : 2 jam.
Hadiah : 1x Kotak Misteri.
Hukuman : Influenza selamanya.
__ADS_1
[Misi otomatis diterima!]