
“Apa yang kamu lakukan, Sayang?“
Melihat tindakan Alseenio yang aneh, mau tidak mau Fara bertanya tentang apa yang dilakukan prianya.
Alseenio menciumi tangan kanan Fara di lorong rumah sakit. Banyak orang yang melirik mereka dengan pandangan yang aneh.
Mereka tidak melihat wajah Alseenio, sebab Alseenio menciumi tangan Fara menghadap ke Fara, orang-orang hanya bisa melihat dirinya berjongkok di depan Fara yang duduk di tempat tunggu keluarga pasien.
Menanggapi pertanyaan Fara, Alseenio menahan aksinya dan menatap Fara. “Aku sedang bosan, aku memutuskan untuk mencium tanganmu sampai seribu kali.“
Dahi Fara mengerut dan alisnya bertaut, memandang Alseenio dengan wajah yang heran. Tingkah laku Alseenio sangat acak dan aneh beberapa hari ke belakang, sering kali dia menjahili dirinya. Entah itu menciumi bibirnya selama setengah jam, menarik baju ketika memasak, meniup belakang lehernya beberapa kali, dan masih banyak lagi hal tak berguna yang dilakukan Alseenio kepadanya.
Memutar matanya dengan malas, dan menarik napas, Fara membiarkan Alseenio mencium tangannya.
Kurang dari 1 jam berselang, Alseenio akhirnya memberhentikan tindakan anehnya dan duduk kembali ke kursinya.
Banyak orang yang duduk di sekitar mereka dan menatap Alseenio dengan aneh, tetapi begitu mereka melihat wajah Alseenio, ekspresi aneh mereka berubah menjadi kekaguman, dan berubah lagi menjadi raut wajah yang kecewa karena Alseenio menutupi sebagian wajahnya dengan masker.
Alseenio mengabaikan pandangan orang terhadapnya, dan ia fokus dengan sesuatu layar yang mengambang di depannya.
[Ding! Misi Sampingan Terselesaikan dan Dapatkan Kemampuan Pendekar Pedang Tingkat Dewa, Masker Ajaib!]
[Hadiah otomatis disimpan!]
Melihat keterangan paling bawah diiringi suara kaku Sistem, Alseenio tersenyum dan sedikit mengangguk.
Tak tahu kenapa, Sistem menjadi lebih pengertian kepadanya, ia tidak semena-mena mengintegrasikan kemampuan seperti dahulu. Lebih mengerti kondisinya dan perhatian juga.
“Sayang, sepertinya Ayah sudah bangun. Ayo kita ke dalam!“
Sebelum Alseenio dapat menjawab, tangan Alseenio diambil oleh Fara dan ia dibawa ke dalam ruang inap.
Keesokan harinya masih berlangsung sama, Alseenio dan Fara ke rumah sakit dengan membawa sepeda motor. Sengaja ia memakai sepeda motor karena merangkap untuk membuat konten Motovlog.
Alseenio dicap sebagai Motovlogger ramah dan bukan arogan. Banyak orang yang mengenali dirinya di komunitas penggemar hyper bike. Jajaran penggemar Abang MV dan Tim Semfack sudah pasti tahu Alseenio, bahkan yang tidak paham dengan sepeda motor tahu Alseenio suka bermain sepeda motor.
Perbedaannya saat ini adalah Alseenio membuat konten bersama Fara. Kamera YoPro yang diletakkan di depan sepeda motor menyorot Fara dan Alseenio yang mengenakan helm, videonya akan diisi oleh obrolan keduanya yang mampu membuat para jomlo meratapi kehidupan.
Rencananya, video yang direkam ini akan diunggah berbarengan dengan video acara di stasiun televisi dirilis di Yitub. Tujuannya supaya konteks pada video acara televisi itu lebih konkret lagi dengan fakta yang ada.
Hari ini, Alseenio dihadapkan oleh Misi Sampingan Sistem yang teramat sulit. Bagaimana tidak, ia diharuskan untuk mencium aroma wangi ketiak Fara.
Sebuah misi yang sangat mustahil diselesaikan. Untungnya, Alseenio memiliki sesuatu trik yang jitu untuk melemahkan Fara, yakni menciumnya dengan perasaan dan gerakan yang lembut. Dalam sekejap Fara yang keras menjadi lembek.
Di kesempatan tersebut, Alseenio mengangkat kedua tangan Fara yang mengekspos sebuah ketiak yang mulus tanpa bulu, bahkan pori-pori kulitnya sangat halus. Ketiak Fara lebih mulus dibandingkan wajah orang yang membaca paragraf ini.
Wangi yang menyegarkan dan sangat manis mampu diendus oleh hidung Alseenio. Tanpa sadar Alseenio kecanduan dengan wangi dari ketiak Fara.
Merasakan gerakan Alseenio, Fara memerah sambil sedikit tertawa karena perasaan geli yang dihasilkan dari angin yang berhembus dari hidung Alseenio.
Kebetulan misi ini muncul di pagi hari sebelum mereka berdua pergi ke rumah sakit sekali lagi. Ibu Fara masih di rumah dan belum siap untuk menemani Ayah Fara. Nanti siang keduanya akan kembali ke rumah.
Tidak terbayangkan jika misi datang ketika Alseenio dan Fara sudah sampai di rumah sakit. Bisa-bisa Alseenio menerima hukuman berupa pengurangan organ tubuh.
Misi Sampingan, tetapi hukuman sangat sadis, layaknya hukuman di Misi Spesial.
Ada sesuatu yang menarik di hari ini pada tanggal 15 Januari 2023. Tiara menghubungi dirinya dan bilang Tiara serta ibunya ingin menjenguk Ayah Fara.
Berita tentang Fara sudah Alseenio beri tahu sejak hari terakhir tahun 2022. Harus dikatakan Alseenio terlambat memberi tahu informasi tersebut kepada Tiara, tetapi itu bukan salahnya. Pasalnya, Tiara dan ibunya sedang sibuk mengurus bisnis laundry atau cuci baju mereka yang makin hari makin berkembang menjadi lebih baik.
Dikarenakan itu juga, Tiara tidak bisa datang untuk memeriahkan acara tahun baru di mansion Alseenio.
Hari ini kebetulan sedang libur, mereka berdua bisa datang ke rumah sakit sekaligus ingin berkenalan dengan Fara dan keluarganya.
Setelah waktu menunjukkan siang hari, keduanya pergi ke mansion.
Begitu mereka masuk ke mansion, mereka melihat seorang wanita dan wanita tua tengah asyik mengobrol dengan Ibu Fara dan Bella. Mereka berdua adalah Tiara dan Ibu Tiara.
Mengetahui kedatangan keduanya, mereka semua menoleh dan menyaksikan Alseenio dan Fara duduk bergabung dengan mereka.
Saat itu, Fara dan Tiara berkenalan. Tiara membeberkan tentang bagaimana dirinya dan Alseenio berkenalan serta apa yang terjadi setelahnya.
Pada awalnya, Fara tampak cemburu, dan langsung berubah saat ia mendengar keseluruhan cerita Tiara.
Secara tidak sadar, Fara menoleh ke Alseenio, ia memandang pria tampan tersebut dengan perasaan yang bangga dan bahagia.
Ternyata Alseenio memang sudah suka menolong orang, bahkan bukan pertama kali Alseenio berseteru dengan banyak penjahat.
Ibu dan anak, keduanya masing-masing mengobrol dan makin dekat juga akrab.
Namun sayang, Ibu Fara tidak bisa berlama mengobrol lantaran dia harus ke rumah sakit untuk mengurus suaminya. Tiara dan Ibu Fara meminta ikut ingin menjenguk juga.
Dengan demikian, Sugi mengantarkan ketiga orang tersebut ke rumah sakit, ia membawa Fani ke rumah sakit. Kemarin dia tidak sempat ke rumah sakit untuk menengok karena ada beberapa keperluan Alseenio yang harus ia tangani, dia asisten pribadi Alseenio.
Bella akan menyusul dengan Gondals nanti sore.
Dengan demikian, hanya ada Alseenio dan Fara di mansion, ada pembantu juga.
Beberapa dari mereka sudah kembali ke mansion setelah diberikan liburan selama satu Minggu dalam rangka libur tahun baru.
Libur tahun baru ada yang meminta setelah tahun baru, ada pula yang meminta sebelum tahun baru terjadi.
Di mansion, Alseenio dan Fara sibuk membuat konten video. Ada beberapa konten video yang ingin mereka buat, salah satunya konten video yang mereaksi video Indonesia Riwain yang sudah dirilis dua Minggu yang lalu.
Banyak komentar yang meminta ini, Alseenio menuruti permintaan mereka.
__ADS_1
Alseenio bersama Fara yang memakai masker ajaib menonton video Indonesia Riwain sambil direkam oleh kamera.
Menurut keduanya, Indonesia Riwain tahun 2022 cukup bagus. Bukan tanpa alasan, beberapa elemen yang disajikan sangat bagus, terlebih di sana ada wajah Alseenio yang disandingkan dengan seorang Pria muda yang lebih muda dari Alseenio yang bernama Jibril Prince.
Adegan itu berupa Jibril Prince yang menyaksikan siaran Alseenio yang tengah memainkan gitar dan bernyanyi. Adegan tersebut menggambarkan terkenalnya Alseenio saat siaran langsung di Instagrem dan Tiktod.
Jibril Prince juga agak naik daun lantaran banyak yang menyandingkan ketampanannya dengan wajah Alseenio.
Di video Indonesia Riwain sudah sangat jelas hasilnya siapa yang lebih tampan. Dua wajah tampan itu ditampilkan di waktu yang hampir bersamaan sehingga orang bisa menilai.
Pemenangnya adalah Alseenio, Jibril Prince kalah telak oleh Alseenio. Para penggemar Jibril Prince juga dengan senang hati mengakui ini.
Fara saat melihat adegan ini langsung tersenyum. Calon suaminya memang lebih tampan dari pria mana pun.
Diam-diam Fara pernah membandingkan ketampanan wajah Alseenio dengan beberapa wajah para artis Korea Selatan yang mendunia. Alhasil, Alseenio yang lebih tampan dibanding mereka semua. Ini murni karena penilaian dari matanya, bukan lantaran Alseenio calon suaminya.
Secara keseluruhan, video Indonesia Riwain atau video yang merangkum secara singkat apa yang terjadi di Indonesia selama tahun 2022 ini cukup bagus. Namun, bagi Alseenio pribadi lebih bagus Indonesia Riwain tahun sebelumnya.
Usai membuat konten mereaksi video, Alseenio melanjutkan lagi membuat konten OkeTV.
Semua video yang diambil di hari ini akan diunggah di beberapa hari ke depan, bukan untuk hari ini juga.
Kemampuan mengedit video tingkat dewa membuat Alseenio mudah untuk mengedit semua videonya dengan durasi yang cepat.
Alseenio sendiri merasa ia bisa seperti JakhKing yang memiliki konten video dengan video editan yang sangat bagus dan hampir seperti sulap asli di dunia nyata.
Namun, itu butuh waktu dan usaha yang lebih lagi. Alseenio tidak memiliki banyak waktu untuk membuat video semacam itu.
“Sayang~ ….”
Melihat Alseenio selesai mengedit semua video, Fara duduk di pangkuan Alseenio dan memeluknya penuh cinta.
“Ada apa, Sayang? Kamu mau Roti'e Stasiun Lempuyangan?“ Alseenio mengusap punggung Fara dengan lembut dan bertanya.
“Tidak mau. Aku mau kiss, hehe.“ Fara menunjukkan sisi manjanya kepada Alseenio.
Dengarkan suara lembut Fara, Alseenio mencium sangat lembut dan nyaman bibir Fara sambil meremas sesuatu.
Setelah diperlakukan halus oleh Alseenio, Fara masih duduk di pangkuan Alseenio dan menatap mata milik Alseenio yang memesona. “Aku merasa kamu makin tampan, Sayang. Aku bukan asal bicara, tetapi menurutku kamu benar-benar makin tampan dari hari kemarin. Wajahmu sangat halus, aku bahkan tidak bisa melihat pori-pori kulitmu dari dekat.“
Alseenio memberikan senyuman sebagai jawabannya. Semuanya karena Sistem yang membuatnya makin tampan. Hari ini saja ia mendapatkan tambahan nilai penampilan sebesar 30 poin dari Misi Sampingan kemarin.
Wajar saja, apabila ia lebih tampan seiring bertambahnya hari.
“Sayang, aku merasa Tiara memiliki perasaan kepadamu,” celetuk Fara pada Alseenio.
Tubuh Alseenio sedikit tersentak dan ia memalingkan wajahnya ke Fara. “Tahu dari mana?“
“Indra wanita, aku bisa tahu dia memiliki perasaan kepadamu bisa dilihat dari cara dia memandangi kamu. Namun, sekarang sepertinya sudah tidak.“
Mengapa bisa secepat itu?
“Tiara menerima aku menjadi pasanganmu. Entah mengapa aku merasa sudah merebut cinta banyak orang ….“
Suara Fara perlahan terdengar sedih. Tatapan matanya menurun. Terlihat murung dan sedih.
Alseenio segera mengangkat dagu Fara, dan tanpa berbicara mencium bibirnya sepintas, ia pun berkata dengan mata yang serius, “Tidak ada yang namanya kamu merenggut cinta orang-orang. Mereka berharap kepadaku suatu saat aku akan mencintai mereka tanpa memastikan bahwa aku memiliki kemungkinan untuk menyukai mereka atau tidak di masa depan. Pada dasarnya, mereka menyakiti diri sendiri dengan harapan mereka sendiri.
“Kamu cinta pertamaku. Kamu tidak pernah mengambil cinta orang-orang. Benih cinta ini lebih dahulu tumbuh sebelum mereka tahu aku, Sayang. Kamu adalah wanita pertama yang menyukaiku, artinya kamu pemilik pertama hatiku … dan satu-satunya pemilik.“
Kalimat Alseenio sangat efektif untuk menenangkan dan mengembalikan perasaan Fara yang tadinya sedih menjadi bahagia.
Sontak Fara memeluk Alseenio lagi dengan perasaan yang sangat lega.
“I love you, Baby.“
“I love you too ….“
Keduanya berpelukan dan berciuman selama hampir satu jam. Tidak ada peristiwa nakal seperti yang banyak orang pikirkan. Mereka hanya berciuman dan berpelukan, tidak melakukan kegiatan colok USB atau bercocok tanam.
Hari yang Alseenio dan Fara tunggu akhirnya datang juga.
Dini hari buta, Alseenio sudah bangun dan mempersiapkan baju yang ingin dipakai untuk ke acara televisi.
Alseenio mengalami kebingungan seputar pakaian yang akan dikenakan nanti.
Setelah hampir setengah jam Alseenio berpikir, ia memutuskan untuk memakai pakaian sederhana dan bergaya kasual. Pakaiannya terdiri dari kemeja hitam dan celana jeans yang agak gelap, dilengkapi dengan jam tangan Yolex mahal dan sepatu mahal.
Lengan kemeja yang panjang Alseenio gulung agar terlihat lebih maskulin dan rapi. Kancing atas kemeja sengaja tidak dikaitkan dan dibiarkan terbuka.
Visual yang ditampilkan sangat mencerminkan sosok yang tampan dan sukses. Orang-orang pasti banyak yang terfokus ke Alseenio.
Begitu Alseenio sudah siap untuk keluar dari kamar, ia baru ingat bahwa acara dimulai sore hari. Jadi, ia berangkat di jam 3 sore.
Sebelum ke sana, Alseenio dan Fara ke rumah sakit untuk melihat kondisi Ayah yang kian membaik.
Kehadiran keluarga membuat situasi kesehatan Ayah Fara melonjak baik. Meskipun agak trauma dengan kejadian penusukan, mental Ayah Fara terobati oleh sosok keluarga yang selalu menemaninya. Gondals juga sering mengajak bicara kepadanya walau sulit dirinya menyahut. Terlepas dari itu, ia merasa lebih baik.
Jam berjalan konstan, tetapi rasanya waktu berakselerasi menjadi makin cepat.
Tiba-tiba jam 3 sore sebentar lagi tiba dan Alseenio dan Fara berpamitan dengan Ibu Fara, Bella, dan lainnya untuk pergi ke studio.
Fara memakai celana kulot hitam dan jaket abu-abu gelap, bentuk tubuh Fara tidak terlalu tercetak dan samar-samar, pakaiannya terlihat serasi dengan Alseenio. Keduanya sama-sama mengenakan masker ajaib sehingga orang-orang tak mengenali dirinya.
Broom!
__ADS_1
Suara knalpot mobil Bugatti La Voiture Noire versi Alseenio terdengar di depan jalan Gedung Studio Not.
Sebuah mobil hitam dengan ornamen bergambar kepala naga barat berwarna ungu masuk ke dalam area tempat parkir gedung.
Banyak orang yang memandang mobil ini, bahkan karyawan Not Televisi tergopoh ke dalam studio untuk melihat mobil ini dari jarak dekat.
Bugatti yang diisukan hanya ada satu di dunia ternyata memiliki saudara baru, pemiliknya adalah Alseenio, Bugatti La Voiture Noire ini disesuaikan dengan keinginan Alseenio, dari tubuh mobil saja sudah berbeda dengan Bugatti La Voiture Noire umumnya.
“Siapa orang ini?“
“Mobil siapa ini? Apakah ada artis baru yang datang ke studio kita?“
“Mungkinkah itu orang yang kita tunggu-tunggu?“
“Sial! Mobil ini adalah Bugatti La Voiture Noire. Lihat! Ada namanya di tubuh mobilnya!“
Para karyawan yang ada di luar gedung dan dalam gedung berdatangan ke area tempat parkir untuk melihat dengan dekat pemilik mobil ini.
Masing-masing dari mereka sudah menebak bahwa orang yang datang ini adalah orang yang sudah mereka nantikan sejak pagi.
Di bawah tatapan mata semua orang yang terkejut, pintu mobil terbuka dan sosok pria berkacamata hitam yang tinggi dan tampan keluar dari mobil.
Sosok ini melambaikan tangannya ke arah mereka semua sesaat, kemudian berjalan ke pintu sisi kiri mobil dan membukanya, sosok wanita keluar dari mobil sambil menggapai tangan pria tersebut.
Para karyawan dan beberapa orang yang maksa masuk ke tempat parkir ini terpana dengan sosok ini, tetapi mereka tidak tahu siapa mereka.
Mereka semua melambaikan tangan membalas lambaian tangan pria itu tanpa sadar.
Di detik berikutnya, pria yang memakai kaca mata ini membuka maskernya dan melepaskan kacamatanya.
Sebuah wajah yang luar biasa tampan diungkapkan di depan mata mereka semua. Kilauan cahaya samar-samar keluar bersamaan dengan wajah pria ini ditampilkan, membuat semua orang tercengang.
“Wow! Alseenio!!“
“Aaa!! Ada Alseenio!“
“Tampan sekali! Aku tidak kuat!“
“Benar! Ini Alseenio!!“
“…”
Setelahnya, semburan seruan bergema di tempat parkir, membuat para satpam yang asyik bersantai langsung terkejut dan berlari menuju ke arah tempat parkir.
Orang yang kebetulan berjalan di trotoar dekat gedung pun langsung memalingkan kepalanya untuk melihat suara keras dari gedung ini, mereka berbondong-bondong ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Dalam sekejap, tempat parkir dipenuhi oleh orang-orang. Satpam dan beberapa orang bergabung untuk mengamankan Alseenio dan Fara sampai ke dalam gedung.
Akhirnya, masalah yang tak sengaja terjadi langsung selesai.
Alseenio tidak memakai maskernya lagi, sengaja wajahnya ia tampilkan untuk orang-orang tahu bahwa dirinya sudah datang.
Tim kreatif dan tim acara mendatangi Alseenio dan Fara. Di sana, Alseenio dan Fara dipersiapkan lagi dirinya agar di kamera tidak terlihat berantakan.
Fara masih belum membuka maskernya, Alseenio sudah bilang kepada para tim acara bahwa Fara akan membuka maskernya nanti di pertengahan acara.
Alseenio baru tahu bahwa acara dirinya sudah mulai. Mereka berdua tidak sempat untuk melihat artis yang pernah mereka lihat di layar televisi.
Di salah satu ruangan, terdapat tiga orang yang berdiri di depan banyak kamera dan orang-orang. 1 wanita dan 2 pria sedang berbicara ke arah kamera yang menyala.
“Ya, ketemu lagi Acara Malam Preman! Eh, Premium maksudku!“ Seorang Pria berwajah pelawak ini berbicara ke arah kamera.
“Kembali lagi bersama kita bertiga, Gesta, Enji, dan Saya Leonarji!“ tambah salah satu Pria yang ikut berdiri di depan kamera.
“Pincen, memang sedang rada-rada hari ini,” ucap Pria yang pertama kali mengucapkan sesuatu di depan kamera.
Ketiganya adalah seorang host atau pembawa acara ini. Mereka sedang melakukan pembukaan.
“Gini, Gesta, sebenarnya aku sedang bahagia karena hari ini kita sedang kedatangan tamu yang sangat luar biasa,” ucap Pincen dengan wajah yang cerah.
“Siapa itu?“ Wanita bernama Enji ini bertanya dengan ekspresi yang penasaran.
“Aku dengar tamu ini sangat tampan, bahkan tahun kemarin masuk ke nominasi jajaran dua puluh pria tertampan di dunia.“ Gesta menatap kamera dengan antusias.
“Wow! Benaran?“ Enji terkejut dan bertanya kepada Pincen dan Gesta.
“Iya, benar!“ Gesta mengangguk mengonfirmasi ucapannya sendiri. “Wajahnya sangat tampan, digadang-gadang melebihi wajah muda milik Leonarjo De Catrio dan wajah pria paling cantik tahun sembilan puluh dahulu.“
“Kok, kamu tahu banget, Gesta?“ Enji melirik Gesta dengan curiga.
“Aku melihat dia di Tiktod dan Instagrem, makanya aku tahu.“ Gesta berhasil melewati jebakan Enji.
“Aku jadi penasaran!“ Enji bersemangat. “Aku suka kalau ketemu pria tampan seperti ini!“
“Oke, langsung saja kita panggilkan bintang tamu kita, yaitu … Alseenio Asep!“
Berikutnya, tepuk tangan memenuhi ruang studio diiringi oleh musik yang dimainkan oleh band yang dipekerjakan oleh acara ini.
Ketiganya berjalan ke belakang, menjauhi kamera menuju sofa yang tersedia di tengah ruang studio, memang diperuntukkan untuk bintang tamu duduk.
Segera, sosok pria dengan wajah tampan tak terbendung keluar dari pintu masuk bintang tamu bersama seorang wanita yang memakai masker hitam.
Begitu ketiganya melihat pria ini, mereka tertegun di tempat selama beberapa detik. Kali ini mereka tidak gimik dan akting, melainkan sungguhan terkejut.
“Halo, Semuanya!“
__ADS_1
Alseenio melambaikan tangannya ke arah ketiga pembawa acara dan ke kamera.