SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 63: Lagu Nostalgia


__ADS_3

“Jangan lagu itu,” Alseenio dengan cepat memotong ucapan Ajiji. Ia tidak mau menjadi bulan-bulanan penggemar berat Lesbyar.


Arah perkataan Ajiji sudah Alseenio ketahui, pasti itu lagu tentang Lesbyar yang dibuat oleh salah satu artis. Lagunya aneh, tetapi cukup membuat orang tertawa ketika mendengarnya.


Ajiji menggaruk-garuk kepala terlihat polos dan lugu, ia tersenyum malu ke arah Alseenio.


“Lagu Doraomen sepertinya bagus untuk bernyanyi berdua, bagaimana menurutmu?“


Setelah berpikir sekilas, Alseenio menemukan lagu yang cocok untuk mereka berdua nyanyikan.


Lagu dari kartun robot berbentuk kucing berwarna biru yang memiliki banyak alat canggih yang sangat kuat dan hebat. Lagu tersebut enak didengar, orang-orang pastinya sudah tahu lagu itu, tiap pagi di hari Minggu biasanya diputar serial kartun tersebut di saluran televisi.


Orang yang sepantaran dengan Alseenio pasti tahu kartun dari Jepang tersebut.


“Lagu yang mana? Bukankah Doraomen memiliki banyak lagu, kalau tidak salah ada tiga puluh dua lagu,” tanya Ajiji yang ingat sekali dengan jumlah lagu serial kartun robot kucing.


“Lirik pertamanya seperti ini, sebentar, aku sedikit lupa liriknya.“ Alseenio terlihat malu karena lupa liriknya.


Mata Alseenio berbinar, ia langsung ingat lirik lagunya di detik selanjutnya. “Aku ingin begini aku ingin —”


“Aku tahu itu!“ Ajiji menyela ucapan Alseenio dan berseru semangat.


Alseenio tersenyum dan memiringkan wajahnya sedikit. “Kamu tahu lagu itu?“


“Tentu! Aku suka sekali dengan lagu itu saat aku masih kecil.“ Ajiji menganggukkan kepalanya dengan cepat. Wanita ini dari awal terlihat begitu antusias dan ceria.


Sebuah potongan ingatan tentang masa kecil Ajiji muncul begitu keduanya membahas lagu ini. Masa kecil Ajiji yang dipenuhi serial kartun datang kembali dan memberi tahu betapa menyenangkannya saat-saat itu.


“Kita berdua akan menyanyikan lagu itu,” kata Alseenio sambil mencari lirik. “Suara apa yang ingin kamu tiru, memangnya kamu bisa?“


“Jangan meremehkan aku!” omel Ajiji sedikit kesal, “aku juga bisa menirukan suara karakter kartun … walau cuma dua atau tiga karakter, hehe.“


Alseenio mengangkat alis kanannya. “Suara siapa yang bisa kamu tiru?“


“Emm, aku ….“ Ajiji mengetuk dagunya sejenak, “aku bisa meniru suara Chinshan, meski kurang begitu mirip.“


“Coba gunakan suara itu sekarang. Aku ingin dengar suara Chinshan versi kamu.“ Alseenio menatap penasaran ke arah wajah Ajiji yang tercetak di layar ponselnya. Tangannya berhenti mengetik papan ketik dan Alseenio fokus melihat ke ponsel.


“Kamu harus berjanji lebih dahulu, kamu tidak akan tertawa setelah mendengar suaranya,” desak Ajiji dengan wajah yang serius. Sama sekali dirinya tidak ingin ditertawakan oleh Alseenio.


Tanpa berpikir, Alseenio menyetujui usulan Ajiji untuk ia berjanji tidak menertawakan Ajiji.


“Aku tidak akan tertawa, aku berjanji.“ Alseenio menunjukkan jari kelingking sambil tersenyum ke layar ponsel.


Ajiji menghembuskan napas ringan, terlihat lega. Ia menatap Alseenio dengan tenang, kemudian ia mengumpulkan mental sebelum meniru suara.


Dengan niat yang terkumpul banyak, Ajiji lekas menirukan suara karakter Chinshan penuh percaya diri.


“Aduh bagaimana ini … aku malu sekali~”


Setelah mengatakan itu dengan suara yang sangat mirip dengan Chinshan, Ajiji menangkupkan wajahnya sangat malu.


Mata Alseenio terbuka lebar ketika mendengar suara Ajiji yang sangat mirip dengan Chinshan. Wanita ini ternyata berbakat menirukan suara Chinshan.


Alseenio bertepuk tangan seraya tersenyum untuk Ajiji, kemampuan tiru suara Chinshan harus dihargai. Jarang-jarang wanita cantik, seperti Ajiji bisa meniru suara karakter Chinshan.


“Sangat bagus! Kamu sepertinya berbakat menjadi Chinshan.“ Alseenio memberi jempol sesudah bertepuk tangan.


Menerima pujian ini, Ajiji merasa senang dan bahagia sekaligus sedikit merasa kesal.


“Enggak seperti itu juga, Nio. Aku enggak mungkin menjadi Chinshan, aku itu perempuan dan Chinshan itu anak kecil laki-laki,” keluh Ajiji sudut bibir melengkung ke bawah.

__ADS_1


“Ada benarnya juga,” ujar Alseenio sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal. Senyumnya terlihat canggung.


“Memang kenyataannya seperti itu, huft!“ dengus Ajiji melipat kedua tangannya. Wanita ini terlihat imut ketika sedang berpura-pura marah.


Alseenio tidak tahu ingin menjawab apa. Ia tanpa sengaja melirik komentar yang bergulir.


“Lebih baik kita mulai saja sesi bernyanyinya,” Alseenio menyarankan untuk mereka berdua mulai bernyanyi. Pasalnya di dalam kolom komentar, orang-orang sudah sangat tidak sabar mendengarkan keduanya bernyanyi bersama.


Mereka berdua melakukan basa-basi terlalu lama, dan setelah penonton mendengar suara Ajiji, mereka menjadi lebih tak sabaran.


Ajiji menerima saran Alseenio, ia tahu kondisi ruang komentar para penonton.


“Ayo kita mulai saja, Nio!“ seru Ajiji yang energik. Dirinya sendiri juga tidak bisa menunggu lama lagi, ia ingin sekali berduet dengan Alseenio. “Tunggu, aku akan menggunakan suara Chinshan, kalau kamu?“


“Aku memakai suara Doraomen,” jawab Alseenio dengan cepat.


“Di sana jaringannya tidak buruk, kan?“ lanjut Alseenio dengan bertanya. Ia harus memastikan jaringan internet yang dimiliki Ajiji.


Takut suara mereka tidak harmonis dan tak sinkron dengan baik. Nantinya akan terdengar jelek.


“Jaringan di sini bagus, semuanya baik-baik saja.“ Ajiji memberi tanda oke dengan tangannya kepada Alseenio.


“Apakah kamu siap?“


“Aku siap!“ Ajiji menjawab dengan tegas.


“Kita mulai sekarang.“


Setelah Alseenio mengatakan itu, ia langsung memainkan gitarnya dengan apik.


Irama lagu yang ceria memenuhi ruang siaran langsung Alseenio.


“Aku ingin begini, aku ingin begitu.“


“Ingin ini, ingin itu, banyak sekali~”


Alseenio bernyanyi dengan suara khas Doraomen yang unik, sepenggal paragraf lirik Alseenio nyanyikan dan dilanjutkan oleh Ajiji dengan memakai suara Chinshan.


Namun, baru kata pertama lirik lagu dinyanyikan, Ajiji tidak bisa mengikuti irama lagu dengan suara Chinshan, dengan cepat ia mengubah suaranya menjadi suara Shuzika.


Suara Chinshan sangat kontras dan tidak masuk ke ritme lagunya.


Ia harus memindahkan suara ke yang lebih cocok pada lagunya.


“Dapat dikabulkan dengan kantong ajaib ….“


“Aku ingin terbang bebas di angkasa!“


Ajiji menyanyikan lirik lagu dengan baik dan penuh senyuman selama bernyanyi. Ia menikmati momen bernyanyi bersama Alseenio ini.


“Hei! Baling-baling bambu!“


Suara Doraomen menyahut di lirik berikutnya.


Mendengar suara Alseenio yang sangat mirip dengan pengisi suara Doraomen versi bahasa Indonesia, Ajiji makin tersenyum lebar dan hampir tertawa.


Saat berikutnya, mereka berdua bernyanyi secara bersamaan.


“La, la, la … aku sayang sekali, Doraomen .…”


Keduanya saling menatap melalui layar ponsel dan bernyanyi dengan nada suara yang harmonis, menyatu dengan sempurna.

__ADS_1


“Doraomen~ ….“


Jreng!


Lagu terselesaikan dengan baik, dieksekusi sangat bagus. Mereka berdua bertepuk tangan setelah berhasil menyanyikan lagu nostalgia masa anak-anak.


“Sugoine!“


“Sangat serasi suara mereka berdua, tidak ada nada yang pales, sangat bagus!“


“Mereka berdua terlihat cocok. Siapa yang nge-ship Alseenio dan Ajiji? Angkat tangan!“


“Suara mereka berdua sangat mirip suara karakter yang dipakai, aku makin cinta Alseenio!“


Kolom komentar memiliki semua yang dikatakan, mereka sangat puas dengan penampilan yang mereka tunjukkan. Mereka berdua sangat terpaut satu sama lain, seakan sudah lama kenal dan dekat.


“Haha, keren sekali!“ Ajiji memuji kerja sama mereka berdua yang sangat epik. Ia benar-benar terpesona dengan hasil dirinya bernyanyi dengan Alseenio, ini sangat memukau.


“Kerja bagus, Ajiji!“ Kali ini Alseenio yang memberi jempol pada Ajiji.


Wanita ini dengan cepat menyesuaikan suara dari karakter Chinshan ke suara Shuzika. Hal itu membuat keseluruhan lagu menjadi sangat pas dan indah ketika didengar.


“Terima kasih, Ajiji. Sudah meluangkan waktu untuk bergabung siaran langsung bersamaku untuk bernyanyi,” Alseenio mengucapkan terima kasih kepada Ajiji karena sudah membantunya menyelesaikan misi sistem.


Ajiji tersenyum manis dan mengangguk. Ia juga senang untuk ikut siaran langsung dengan Alseenio. Sebenarnya, ia juga penggemar Alseenio, tetapi ia sangat malu untuk mengakuinya.


“Sama-sama. Terima kasih juga sudah memilihku.“ Senyum manis Ajiji benar-benar sangat adiktif. Membuat Alseenio senang ketika melihatnya. “Aku pamit, ya. Ada keperluan yang harus aku kerjakan,” pamit Ajiji seraya melihat Alseenio dengan tatapan yang sedih.


“Baiklah, semoga lancar.“ Alseenio memaklumi ini, Ajiji termasuk anggota band perempuan, pasti sibuk dengan latihan.


“Sampai jumpa!“ Ajiji melambaikan tangannya beberapa saat dan kemudian keluar dari siaran langsung.


“Sampai jumpa ….“ Alseenio menjawabnya setelah Ajiji pergi.


Alseenio meletakkan gitarnya di sebelahnya di atas sofa, matanya fokus untuk membaca komentar.


“Tersisa satu orang lagi yang aku pilih di antara kalian, aku akan memilihnya sekarang juga dengan cara yang sama.“


Selepas mengucapkan kalimat itu, Alseenio kembali menunjuk ke aras layar ponselnya dan berancang-ancang untuk memberhentikan salah satu akun yang ada di laman komentar langsung.


Di detik berikutnya, sebuah akun diberhentikan oleh ujung jari telunjuk Alseenio.


“Selamat untuk Yochilinlada, kamu terpilih. Aku beri waktu dua menit sebelum aku undang untuk bersiap-siap.“


Sehabis itu, Alseenio berinteraksi dengan penonton sekali lagi, dan ia melihat jumlah penontonnya sudah mendekati 1 juta orang.


Perlu 2 ribu orang untuk mencapai genap 1 juta penonton.


Tak terasa dua menit berlalu, Alseenio sudah siap untuk mengundang.


Selanjutnya, Alseenio mengetuk tombol undang dan memilih mengundang akun yang baru saja terpilih.


Segera, layar ponselnya terbagi menjadi dua tampilan sekali lagi, sesosok wajah wanita yang cantik ditampilkan di sebelah wajah Alseenio.


Wanita ini sangat cantik, bahkan kemampuan Sexeyes miliknya menunjukkan poin penampilan lebih dari 90 poin, lebih tepatnya 91 poin.


Namun, Alseenio tidak mengenal wanita ini sama sekali.


Tepat ketika Alseenio ingin menyapa, wanita ini menyapanya terlebih dahulu dengan bahasa yang berbeda dari bahasa Indonesia.


“Sawadee kha~”

__ADS_1


__ADS_2